Jumat, 27 Mei, 2022
Informasi Damai
Archives by: Suwanto

Suwanto

0 comments

Suwanto Posts

Spirit Kebangkitan Nasional untuk Melenyapkan Ideologi Transnasional

Spirit Kebangkitan Nasional untuk Melenyapkan Ideologi Transnasional
Suara Kita
Sebagaimana biasanya setiap tangga 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Sebagai bangsa bhinneka yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa, momentum ini patut dijadikan sebagai spirit untuk bangkit bersama melawan segala bentuk ideologi transnasional yang dapat mengikis benteng keutuhan NKRI. Berbicara mengenai ideologi transnasional, memang penyakit kebangsaan ini belum sepenuhnya dibasmi di bumi pertiwi ini. Di antaranya beberapa bulan lalu terendusnya jaringan NII di Sumatera Barat berjumlah sekitar 1200-an ...
Read more 0

Silaturrahmi Kebangsaan; Mengubur Kebencian Menabur Kasih Sayang

Silaturrahmi Kebangsaan; Mengubur Kebencian Menabur Kasih Sayang
Suara Kita
Telah kita ketahui bersama bahwa media sosial (medsos) telah menjelma menjadi kekuatan dahsyat nan luar biasa dalam pembentukan opini publik di era digital dewasa ini. Dibandingkan dengan media konvensional ataupun tercetak, medsos mempunyai potensi lebih cepat dalam produksi dan diseminasi informasinya. Bahkan, hanya sekali klik, secepat kilat informasi di medsos mampu melesat tanpa sekat. Medsos ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi, dapat berdampak buruk dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung ...
Read more 0

Aksiologi Zakat Fitrah untuk Solidaritas dan Kesatuan Umat

Zakat fitrah selain merupakan sarana ibadah, juga mempunyai fungsi sosial agar terwujudnya keadilan manusia secara luas. Artinya, zakat fitrah dapat menopang kebutuhan masyarakat yang wajib menerima zakat (mustahik). Zakat fitrah yang dikeluarkan oleh muzzaki dapat dipergunakan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan mereka. Harapannya tidak terjadi kesenjangan antara orang yang mampu dengan tidak mampu. Atau tak terjadi adanya gap antara si kaya dan si miskin. Dari sini adalah di antara fungsi zakat sebagai elemen untuk menegakan keadilan dan kesejahteraan. Oleh karenanya, zakat fitrah tersebut harus diperhatikan dari segi penghimpunan hingga pendistribusian, sehingga tidak tercerabut dari esensi adanya zakat sebagai rukun Islam dan juga menopang kesejahteraan masyarakat yang kurang mampu serta agar tidak terjadi kesenjangan sosial di masyarakat. Berbicara mengenai hikmah zakat fitrah tentu sangat banyak, baik dalam segi spiritual maupun sosial. Secara spiritual zakat fitrah salah satunya sebagai sarana untuk membersihkan jiwa seseorang yang berpuasa dari segala sesuatu yang mengotorinya seperti perbuatan sia-sia, perbuatan keji, dan segala amalan yang mengurangi nilai puasa Ramadhan. Setiap muslim yang menunaikan zakat fitrah, maka kesalahan dan dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah SWT. Tidak hanya itu, Allah SWT juga telah menjamin bagi setiap muslim yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat akan dijamin masuk surga. Sebagaiamana dalam Al-Quran Surat Al-Ma’idah ayat 12 yang artinya sebagai berikut. “Dan sungguh, Allah telah mengambil perjanjian dari Bani Israil dan Kami telah mengangkat dua belas orang pemimpin di antara mereka. Dan Allah berfirman, “Aku bersamamu.” Sungguh, jika kamu melaksanakan salat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, pasti akan Aku hapus kesalahan-kesalahanmu, dan pasti akan Aku masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Tetapi barangsiapa kafir di antaramu setelah itu, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus” (QS. Al-Ma’iddah: 12). Adapun secara sosio zakat fitrah setidaknya dapat memberikan rasa suka-cita kepada orang-orang fakir dan miskin supaya mereka turut merasakan kegembiraan di hari raya. Kemudian, zakat fitrah juga dapat mengurangi kecemburuan sosial. Dengan menerima zakat fitrah, para fakir miskin akan tetap bisa merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan sanak famili atau keluarganya. Dengan begitu, mereka tidak akan merasa iri atau cemburu ketika melihat orang yang lebih mampu merayakan Idul Fitri karena mereka pun bisa merayakannya. Selain itu, ketika seorang wajib zakat (muzzaki) memberikan zakat fitrah kepada fakir miskin, tentunya mereka orang yang mampu akan belajar untuk menumbuhkan rasa saling tolong menolong terhadap sesama muslim. Mereka tidak lagi hanya memikirkan kebutuhan diri sendiri, melainkan juga berusaha untuk meringankan kesulitan orang lain, terutama kebutuhannya di Hari Raya Idul Fitri. Hal itu juga bisa mencegah mereka yang tidak mampu melakukan perbuatan meminta-minta pada hari raya. Bagi para wajib zakat (muzzaki), dengan menunaikan zakat fitrah, mereka juga akan bisa menumbuhkan rasa toleransi terhadap sesama. Saat mereka membayar zakat fitrah, mereka belajar untuk juga memikirkan orang lain untuk berbagi kebahagiaan. Hal ini akan melatih rasa toleransi dengan memahami bahwasanya tidak semua orang memiliki rezeki dan kemudahan seperti yang kita miliki. Pun demikian, dengan adanya kewajiban zakat fitrah, maka ada interaksi positif antara si kaya dan si miskin, yaitu saling tolong menolong. Hal ini akan menjebol sekat antara orang kaya dan miskin. Kehidupan akan menjadi harmonis, antara si kaya dengan si miskin akan tercipta saling mengenal dan saling menghormati. Harapannya dengan itu semua, pada akhirnya, solidaritas dan kesatuan antara umat muslim akan semakin terbentuk kokoh.
Suara Kita
Zakat fitrah selain merupakan sarana ibadah, juga mempunyai fungsi sosial agar terwujudnya keadilan manusia secara luas. Artinya, zakat fitrah dapat menopang kebutuhan masyarakat yang wajib menerima zakat (mustahik). Zakat fitrah yang dikeluarkan oleh muzzaki dapat dipergunakan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan mereka. Harapannya tidak terjadi kesenjangan antara orang yang mampu dengan tidak mampu. Atau tak terjadi adanya gap antara si kaya dan si miskin. Dari sini adalah di antara fungsi ...
Read more 0

Ramadhan; Bulan Jihad dan Kemenangan dari Radikalisme

Ramadhan; Bulan Jihad dan Kemenangan dari Radikalisme
Suara Kita
Pada momentum bulan suci Ramadhan gotong royong harus selalu kita rawat dan diaktualisasikan dalam kehidupan berkebangsaan. Apalagi, akhir-akhir ini virus radikalisme di Indonesia masih kerap menularkan yang mampu mampu memporak-porandakan imunitas komunal. Bahkan, yang terjangkit tidak pandang bulu, baik itu rakyat maupun pejabat. Melalui spirit ramadhan, upaya deteksi dini dan jihad menumpas virus radikalisme ini tentunya sangat perlu dilakukan guna memotong mata rantai radikalisme agar virus ini tak semakin liar ...
Read more 0

Begini Biasanya Isi Ceramah Penceramah Radikal

Begini Biasanya Isi Ceramah Penceramah Radikal
Suara Kita
Meski pemilu 2024 masih terbilang jauh, namun seakan mereka para penceramah radikal sudah mencuri start dengan menyisipi ceramahnya berbalut politisasi agama. Seakan tak mau kehilangan moment mempersiapkan sedari dini. Bahkan, tak sedikit penceramah radikal memanipulasi agama sebagai alat politik sebagai senjata untuk provokasi. Ini tentu bukan ajaran Islam yang pada hakikatnya menebarkan rahmatan lil ‘alamin. Sebagai seorang penceramah tak sepatutnya melakukan politisasi ataupun komodifikasi agama. Politisasi dan komodifikasi agama menjadi ...
Read more 0

Mengokohkan Benteng Pentahelix dengan Keterlibatan Ulama untuk Membendung Terorisme

Mengokohkan Benteng Pentahelix dengan Keterlibatan Ulama untuk Membendung Terorisme
Suara Kita
“Jihad bukan untuk membunuh, tetapi menghidupkan”, demikian ungkapan dari Nasaruddin Umar sebagaimana dilansir nu.or.id (12/4/2021). Jihad bukan memukul, tapi merangkul; dan jihad bukan merusak, tapi mengajak. Itulah hakikat jihad sesungguhnya yang seringkali diingkari oleh kaum radikal radikal dan terorisme. Perlu ditekankan bahwa terorisme bukan ajaran Islam. Justru para pelaku terorisme selama ini sudah seperti parasit agama Islam, yang menyusup atau menyelinap kemudia merusak citra Islam. Merespon bencana terorisme ini, strategi ...
Read more 0

Belajar Dari Kisah Dakwah Moderat Sunan Kalijaga Lewat Wayang

Belajar Dari Kisah Dakwah Moderat Sunan Kalijaga Lewat Wayang
Suara Kita
Di Era Globalisasi ini kita sering menjumpai kenyataan yang memilukan. Sebab, banyak orang telah kehilangan rasa kemanusiaannya. Bahkan tak sedikit para juru dakwah atau tokoh agama berlaku radikal ataupun ekstrem mencoreng ajaran agama Islam yang lemah lembut. Contoh nyata baru-baru ini soal bahwa wayang adalah haram. Padahal seni wayang ini adalah salah satu media Sunan Kalijaga dalam berdakwah yang mudah diterima masyarakat kala itu. Kita sadar bahwa ajaran agama Islam ...
Read more 0

Inilah Empat Strategi Mensterilkan Masjid dari Penyusup Paham Radikal

Inilah Empat Strategi Mensterilkan Masjid dari Penyusup Paham Radikal
Suara Kita
Mengapa ulama, pemerintah, dan tentu juga rakyat secara umum menjadi domain yang penting dalam upaya mensterilkan masjid dari paham radikal dan ekstrem? Jawabannya jelas, karena radikalisme-ekstremisme yang selama ini menyusup di lingkungan masjid adalah mengancam bangunan kehidupan beragama, berbangsa, dan bermasyarakat. Dalam domain negara, terkadang radikalisme kerap kali dijadikan sebagai alat politik untuk menghimpun kekuatan sebagai oposisi pemerintah dengan menyusupi lingkungan masjid agar tidak terendus keberadaannya. Bahkan tak jarang doktrin ...
Read more 0

Bagaimana Memilih Pesantren yang Berwawasan Wasathiyah dan Kearifan Nusantara

Bagaimana Memilih Pesantren yang Berwawasan Wasathiyah dan Kearifan Nusantara
Suara Kita
Indikasi adanya dugaan ratusan pesantren yang terafiliasi dengan jaringan terorisme oleh BNPT harus kita sikapi bukan dengan polemik tetapi kewaspadaan. Apalagi, megingat memang kerap para oknum terorisme menyusup di lingkungan ini. Sikap kita merespon hal ini sebenarnya selalu meningkatkan kehati-hatian ketika akan memasukkan anak-anaknya ke pesantren, harus bisa memastikan masuk di pesantren yang baik. Kita semua sepakat sampai detik ini bahwa pesantren adalah pilar pendidikan karakter yang strategis. Bahkan pemerintah ...
Read more 0

Menyelami Spirit Kebangsaan dari Romantisme Islam dan Nusantara

Suara Kita
Istilah nama Ibu Kota Negara (IKN) yaitu “Nusantara” tentu tidak hadir di ruang kosong. Melainkan memang sudah dipertimbangkan matang dan mengandung spirit kebangsaan. Islam sendiri mempunyai kisah romantisme di kala masuknya ke tanah air yang kala itu masih dikenal Nusantara. Ada suatu hal yang sangat menarik jika kita menelusuri jejak langkah Islam dalam romantisme bangsa ini. Islam masuk ke Nusantara merupakan sesuatu yang unik dan khas. Ajaran Rasulullah Muhammad SAW ...
Read more 0