Bertahkim pada Munafik

Bertahkim pada Munafik

- in Keagamaan
647
0
Ilustrasi by nu.or.id

Orang-orang munafiq adalah kelompok orang-orang yang sangat dibenci oleh agama karena secara dhahiriyah mereka adalah seagama dan seiman, tetapi secara hakekat mereka berbeda dengan kita. Tidak sedikit ayat-ayat Al-Quran yang mencela orang-orang munafiq dan meminta kita untuk berhati-hati dan menghindarinya. Hal ini dilakukan karena dampak yang diakibatkan oleh ulah dan prilaku munafik yang dapat merusak dan menghancurkan sebuah komunitas.

Dalam suatu kisah, seorang Yahudi datang ke suku Aus dan Khazraj karena mereka tidak senang melihat kedua suku itu berdamai dan duduk bersamaan dalam satu majlis. Orang Yahudi itu ikut nimbrung dalam pertemuan tersebut dan mulai mengungkit peristiwa lama yang terjadi antara kedua suku tersebut yang selama lebih dari seratus tahun berperang secara terus-menerus. Namun setelah nabi Muhammad tiba dan mendamaikan kedua suku itu, mereka hidup rukun dan damai. Yahudi itu berhasil memicu kembali emosi kedua suku itu sehingga keduanya kembali membanggakan suku mereka masing-masing. Akhirnya secara tidak sadar mereka terlibat dalam pertengkaran yang sengit dan mulai mengangkat pedang masing-masing.

Melihat kondisi itu, Rasulullah kaget dan langsung mendatangi tempat peristiwa dan mengingatkan mereka terhadap apa yang mereka telah sepakati dan meminta agar tidak terpengaruh dengan isu-isu sukuisme yang dapat memicu kembali permusuhan antara keduanya. Mereka kemudian sadar dan bertaubat serta menyesalkn apa yang telah terjadi antara keduanya. Merekapun  langsung memeluk Rasulullah saw dan meminta maaf.

Kisah di atas merupakan bagian dari sifat dan perilaku orang-orang munafik yang tidak suka dengan kebahagian dan ketentraman pada setiap orang atau komunitas tertentu. Mereka bahagia melihat sesamanya bertengkar dan bermusuhan dan saling berperang. Hatinya penuh kebencian dan hasut atau iri melihat sesamanya. Dari waktu ke waktu pikirannya dipenuhi dengan pikiran-pikiran negatif yang terkait dengan sesamanya. Namun, di sini lain tampak seperti orang soleh. Kata-katanya menyejutkan, tapi membangkitkan kebencian.

Fenomena seperti ini terjadi di tengah-tengah kita saat ini. Ada kelompok yang tidak suka dengan kerukunan dan ketenteraman yang dirasakan masyrakat dan mencoba berbagai cara untuk mengusik amarah setiap orang untuk memberontak, melawan dan memusuhi sesamanya. Iapun melarang tunduk pada pemerintah dan menganggapnya sebagai thogut, zholim, dan kafir. Ia juga memunculkan ide-ide dan simbol-simbol sakral dalam agama seperti berjihad di negeri khilafah, hijrah ke negeri khilafah, hidup dalam naungan khilafah dan simbol lain yang dapat membakar hawa nafsu seseorang untuk mengikutinya dan memerangi siapapun yang berbeda dan menganggap yang lain sebagai kafir, zhalim dan berbagai tuduhan lainnya.

Berhakim kepada orang thoghut seperti yang disebarkan oleh kelompok tertentu merupakan bagian dari bentuk propaganda orang-orang munafiq yang tidak ingin melihat sesamanya hidup dalam kedamaian dan mengajak permusuhan antar satu dengan lainnya. Mereka selalu menganggap kelompoknya paling benar dalam menjalankan agama Allah, padahal sesungguhnya mengikuti mereka itu justru bagian berhakim pada orang-orang munafik.

Facebook Comments