Maulid Nabi; Meneladani Rasulullah sebagai Pribadi yang Santun dan Memanusiakan

Maulid Nabi; Meneladani Rasulullah sebagai Pribadi yang Santun dan Memanusiakan

- in Suara Kita
1063
0

Tepat tanggal 29 Oktober 2020 atau dalam kalender Islam disebut dengan 12 Rabi’ul awal merupakan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw. Sebuah hari besar yang dimiliki masyarakat muslim khususnya. Sebab, Beliau merupakan manusia yang mampu menyebarkan keagamaan dengan santun dan memanusiakan. Sehingga sampai sekarang beliau tidak hanya dikenal sebagai tokoh agama semata, melainkan juga sebagai manusia yang berpengaruh dalam hidup bersosial dan bermasyarakat.  

Sebagaimana yang terkandung dalam buku Agama-Agama Dunia, menuturkan bahwa Nabi Muhammad merupakan tokoh sejarah yang hidup pada kurun waktu tertentu yang sejarahnya tercatat secara teliti. Tidak hanya itu, Muhammad juga diakui sebagai tokoh besar yang aktivitasnya dapat mempengaruhi dan membalikkan jalan sejarah.

Beliau adalah seorang tokoh luar biasa yang sanggup membangun suatu umat yang tegar dan penuh dengan semangat dari suatu masyarakat padang pasir yang hidupnya berserakan dan terpecah-pecah dalam ikatan kesukuan yang saling bermusuhan, menjadi bangsa yang terpatri oleh ikatan kemanusiaan, dan yang dalam tempo relatif singkat mampu menguasai belahan dunia.

Hal-hal yang mempengaruhi keberhasilan Rasulullah salah satunya ialah ia memiliki sifat yang Shiddiq atau sering diartikan jujur. Dengan bekal kejujuran yang dimiliki inilah, kemudian beliau menjadi manusia yang sangat disegani di Makkah. Bahkan, orang kota Makkah menjulukinya sebagai Al-Amin (orang yang tepercaya). Bahkan ketika ia berdagang juga banyak pembeli. Hingga pada suatu hari dengan bekal kejujurannya ini, ia mendapatkan kepercayaan dari Siti Khadijah untuk bekerja sama menjalankan usaha dagangnya ke Syiria.

Berangkat dari kerja sama inilah, kemudian Khadijah tertarik dengan kejujuran dan keuletan yang di miliki Muhammad. Kemudian keduanya menjadi pasangan suami Istri. Dari perkawinan inilah kemudian Muhammad memiliki kebebasan untuk memikirkan kebobrokan dan kegelapan penduduk Arab yang sudah berabad-Abad. Sebab, Khadijah merupakan salah satu orang terkaya dan berpengaruh di kota Arab pada masa itu

Berdasarkan dari pengalaman yang dialaminya berulangkali ke Syria, bahwa bangsa Arab ketinggalan jauh dengan bangsa-bangsa lainnya. Kesadaran ini kemudian mengantarkan Rasulullah Saw. banyak melakukan puasa dan menyepi untuk memohon petunjuk Tuhan, bagi kepentingan kaumnya. Singkat cerita akhirnya beliau mendapatkan petunjuk atau wahyu agar menyebarkan agama Islam di Tanah Arab. Awalnya dakwah yang disampaikan Rasulullah mendapatkan penolakan dari berbagai golongan. Namun dengan bekal kejujuran dan kepercayaan, beliau mampu mendapatkan banyak pengikut dalam menyebarkan pentingnya beragama dan mengedepankan kemanusiaan.

Tercatat dalam buku Agama-Agama Dunia, bahwa perlu diketahui Arab sebelum kelahiran nabi Muhammad sampai dengan kelahirannya digambarkan negeri yang kacau: Hidup dalam suatu padang pasir yang tidak menemukan kedamaian. Kaum Badui hampir tidak pernah merasa ada tanggung jawab pada siapapun di luar kabilahnya. Kurangnya harta benda dan sifat bermusuhan satu sama lain yang selalu dikorbankan oleh teriknya matahari menyebabkan perampokan melembaga di kawasan itu dan merupakan bukti dari kejantanan.

Dalam abad ke-6 Masehi kemacetan kehidupan politik dan runtuhnya kewibawaan para penegak hukum dalam kota utama Makkah semakin memperburuk keadaan yang memang sudah rusak. Pesta mabuk-mabukan yang sering dibarengi dengan perkelahian dan pertumpahan darah menjadi kebiasaan sehari-hari. Hasrat bermain judi yang selalu kuat menjadi tradisi yang tidak bisa terbendung, sehingga meja judi kota Makkah sangat ramai sepanjang malam. Perempuan-perempuan penari berpindah dari satu tenda ke tenda lain untuk membakar nafsu putra padang pasir yang bergelora. Sementara itu, agama yang dianut orang banyak tidak mampu memberikan kendali apapun atas keadaan itu.

Keadaan inilah yang kemudian membuat Rasulullah ingin memperbarui kota Makkah pada masa itu. Di mana keadaan bangsa Arab yang tidak menemukan titik  terang tentang kemanusiaan. Hingga dengan berjalannya waktu yang memang mengharuskan untuk hijrah ke Madinah, karena mendapatkan perlakukan yang diskriminatif atau hendak di bunuh oleh orang-orang yang menolak dengan ajaran beliau. Hingga pada akhirnya Nabi Muhammad Saw berhasil mematangkan dakwahnya di Madinah sebelum kembali ke Makkah. Di Madinah beliau tidak hanya menyebarkan tentang dakwah Islam semata, melainkan mampu mempersatukan perbedaan suku sampai dengan agama hidup berdampingan.

Dalam hal ini beliau berusaha memberikan sebuah pemahaman, dan mengingatkan kepada umat manusia agar menjaga perdamaian yang sudah dicapainya. Dan, sudah semestinya sejarah ini di ceritakan kepada generasi-generasi yang sekarang. Agar, kejayaan dan keutuhan bangsa ini senantiasa terjaga. Sebab apa yang diajarkan oleh Muhammad akan agama Islam yang terkandung tidak menyuarakan kebencian dan kekerasan. Melainkan mengajak seluruh manusia untuk hidup rukun dan saling mencintai dan mengasihi.  

Facebook Comments