Menjadi Umat yang Membawa Rahmat

Menjadi Umat yang Membawa Rahmat

- in Suara Kita
305
0

Islam diturunkan Allah Swt. sebagai jalan keselamatan sekaligus rahmat bagi seluruh alam. Rahmat tersebut bisa berbentuk manfaat, berkah, dan segala bentuk kebaikan bagi kehidupan di seluruh alam semesta. Misalnya, rahmat tersebut bisa berbentuk terciptanya kedamaian di dalam masyarakat. Atau bisa juga berbentuk solusi atas pelbagai problem yang terjadi di masyarakat, sehingga kehidupan berubah ke arah yang lebih baik. Rasulullah Saw. menjadi teladan yang merefleksikan bagaimana Islam yang Rahmatan Lil Alamin. Sebagaimana firman Allah dalam Surat al-Anbiya ayat 107, “Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam”.

Segala bentuk sikap dan tindakan Rasulullah Saw menjadi contoh yang menggambarkan bagaimana “wajah” Islam yang Rahmatan Lil Alamin tersebut. Melalui dakwahnya, Rasulullah Saw. telah membuktikan bagaimana ajaran Islam telah mempu mengubah kehidupan masyarakat zaman jahiliah, yang awalnya penuh ketidakadilan, kemaksiatan, dan keterbelakangan, menuju pada masyarakat baru yang berperadaban dan diterangi cahaya dan rahmat Allah Swt.

Rasulullah Saw. berdakwah dan membangun peradaban Islam dengan penuh kesabaran, kasih sayang, dan mengutamakan akhlakul karimah. Semangat dakwah yang selalu ditunjukkan dengan wajah ramah tersebutlah yang kemudian banyak menarik orang-orang untuk memeluk Islam dan membangun kehidupan baru yang lebih baik. Di tangan Rasulullah Saw. Islam datang membawa rahmat berupa manfaat, solusi, dan perubahan atas pelbagai persoalan yang membelenggu masyarakat jahiliyah saat itu. Mulai dari maraknya kemaksiatan, peperangan, kemiskinan, sampai eksploitasi terhadap perempuan yang menjadi tradisi di masyarakat, semua mulai berubah seiring masuknya ajaran Islam yang dibawa Rasulullah Saw.

Melihat narasi bagaimana Rasulullah Saw. menyebarkan ajaran Islam dan membangun peradaban Islam tersebut, kita menjadi tersadar betapa Islam sejak awal kedatangannya memang membawa rahmat bagi segala sendi kehidupan. Islam datang memperkenalkan akhlak, moral, serta pelbagai aturan yang mengangkat dan melepaskan masyarakat dari zaman kegelapan menuju cahaya keselamatan. Maka, dalam konteks Indonesia, di mana Islam menjadi ajaran yang paling banyak dipeluk oleh masyarakatnya, sudah semestinya umat Islam di Indonesia hadir sebagai mayoritas yang bisa membawa manfaat, keberkahan, dan solusi atas pelbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.

Lewat laku beragamanya, umat Islam di Indonesia diharapkan bisa memberi kontribusi dan perubahan positif dalam kehidupan masyarakat dari pelbagai bidang. Ketika hal tersebut terjadi, maka bisa dikatakan bahwa umat Islam di Indonesia telah menunjukkan wajah Islam Rahmatan Lil Alamin. Hal tersebut tentu membutuhkan pengamalan ajaran agama secara sungguh-sungguh. Ketika umat Islam di Indonesia menjadi umat yang taat yang mampu menjalankan ajaran agamanya secara sungguh-sungguh, itu akan sangat berdampak positif bagi kehidupan bersama.

Misalnya, dalam hal memperkuat etika dan moral di masyarakat, umat Islam di Indonesia bisa memberi kontribusi lewat sikap beragama dalam hal mengenakan pakaian yang sesuai ajaran agama. Cara berpakaian yang menutup aurat, sesuai tuntunan syariat, mestinya bisa memberi dampak positif dalam membangun etika dan moral di masyarakat, sebab bisa mengurangi segala bentuk tindakan amoral dan kemaksiatan. Menutup aurat menjadi cara seorang Muslim menjaga dan menghargai dirinya sendiri atau dalam konteks yang lebih luas menjadi bentuk penghargaan Islam atas kemanusiaan. Cara berpakaian hanya sekadar contoh. Tentu banyak lagi ajaran Islam terkait etika hidup yang jika ditaati secara sungguh-sungguh, atau dikembangkan dengan baik akan memberi dampak positif dan menjadi solusi bagi pelbagai permasalahan di masyarakat secara luas.

Di bidang ekonomi atau keuangan misalnya, kehadiran lembaga keuangan syariah yang terus berkembang belakangan juga menggambarkan kehadiran Islam yang mampu membawa solusi untuk mengatasi persoalan keuangan di masyarakat, bahkan di tingkat global. Shelina Janmohamed, yang meneliti kemunculan generasi baru Muslim di seluruh dunia dalam bukunya Generation M (2017) mengungkapkan bahwa selama masa resesi global tahun 2009, industri keuangan syariah tak tersentuh dampaknya. Jadi, keuangan syariah telah menawarkan alternatif berharga ketika keuangan konvensional menghadapi persoalan. Ini sekadar contoh bagaimana potensi besar yang dimiliki umat Muslim untuk memberi solusi bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat.

            Rahmat perdamaian

Di samping contoh-contoh tersebut, umat Islam di Indonesia juga harus berkontribusi terhadap terciptanya kehidupan sosial yang harmonis. Terlebih, sebagai mayoritas, umat Islam di Indonesia diharapkan bisa menjadi penggerak dalam upaya menciptakan kehidupan bersama yang damai. Melihat realitas masyarakat Indonesia yang majemuk, terdiri dari pelbagai macam suku, ras, maupun agama, maka menjadi bagian dari tugas umat Islam di Indonesia untuk turut menjaga kebhinekaan tersebut agar selalu terjaga. Umat Islam di Indonesia mestinya berada di garda terdepan dan memberi teladan tentang bagaimana menjadi warga negara yang memiliki semangat kebangsaan dan cinta Tanah Air.

Hal tersebut bisa dijalankan dengan terus mengedepankan sikap saling menghormati, saling menghargai dan toleransi dalam membina hubungan antar sesama warga bangsa, baik sesama umat Islam maupun hubungan dengan umat agama yang lain, sehingga tercipta kehidupan masyarakat Indonesia yang aman dan damai. Dengan begitu, umat Islam di Indonesia baru bisa dikatakan telah membawa rahmat, manfaat, dan berkah bagi kehidupan bersama.

Jangan sampai umat Islam yang justru menjadi pemicu pertikaian dan perpecahan dalam tubuh bangsa Indonesia. Hal ini biasanya terjadi karena ulah sebagian kelompok umat Islam yang cenderung intoleran, dengan menunjukkan sikap-sikap dan tindakan yang meresahkan saudara kita yang lain. Di samping itu, juga kemunculan kelompok ekstremis yang membawa simbol-simbol agama Islam untuk melakukan aksi teror yang merusak dan melukai kemanusiaan, jelas itu menyimpang, bahkan bertolak belakang dengan semangat Islam Rahmatan Lil Alamin yang menebarkan kasih sayang, kemanfaatan, dan kedamaian bagi seluruh alam.

Hidup dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasar pada Pancasila, mengharuskan umat Islam di Indonesia selalu mengedepankan sikap toleran dan tenggang rasa dengan umat agama lain, agar tercipta kehidupan yang harmonis, aman, dan damai. Ajaran Islam pada dasarnya berisi panduan menuju keselamatan, juga jalan membangun kehidupan bersama yang harmonis. Bagi umat Islam, ajaran tersebut harus ditaati agar membawa keselamatan, dan di saat bersamaan akan membawa rahmat, berkah, dan kemanfaatan bagi kehidupan bersama secara luas. Wallahu a’lam..

Facebook Comments