Prof Rycko Amelza Dahniel dan Pembacaan Pola Radikalisme-Terorisme

Prof Rycko Amelza Dahniel dan Pembacaan Pola Radikalisme-Terorisme

- in Tokoh
686
0
Prof Rycko Amelza Dahniel dan Pembacaan Pola Radikalisme-Terorisme

Saat ini, Kepala BNPT Komjen Pol. Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel M.Si, tengah berulang tahun di usia yang ke-57 tahun, tepatnya pada 14 Agustus 2023. Ada satu hal secara paradigmatis, yang perlu kita ketahui tentang Beliau. Dalam konteks; pembacaan pola radikalisme-terorisme kontemporer.

Beliau memiliki nalar pembacaan terhadap pola radikalisme-terorisme yang condong reduksionis. Semenjak beliau menjabat sebagai kepala BNPT pada 3 Juli 2023, imbauan beliau selalu berbicara tentang akar yang menjembatani “benang-merah” kontaminasi radikalisme-terorisme. Beliau melihat platform online sebagai satu pola penting yang menjadi lumbung propaganda radikalisme-terorisme yang harus diwaspadai betul.

Sebagai seorang Profesor, pendekatan akademis dalam melihat pola radikalisme-terorisme yang dimiliki Prof Rycko Amelza Dahniel mampu menekankan dua entitas antara (isme) sebagai (paham/ideologis) dengan (gerakan) sebagai sublimasi dari paham/ideologi itu sendiri. Beliau membangun satu kesadaran penting bahwa segala yang namanya paham/ideologi itu tidak pernah hilang, akan terus ada dan keberadaannya bersifat senyap/transparan.

Penekanan Beliau terhadap bahayanya radikalisme-terorisme itu mengacu terhadap propaganda naratif yang melahirkan pikiran-pikiran radikal-teroris dan bisa bertindak radikal-teror. Melihat paradigma yang semacam ini, memang begitu banyak pikiran-pikiran radikal-teroris yang tak sekadar murni menyampaikan ajaran teror-radikal. Tetapi lebih menjembatani segala aktivitas yang membawa satu kesadaran agar kemajemukan kita berpecah-belah.

Di sinilah yang Saya kagumi dari kepala BNPT Prof Rycko Amelza Dahniel yang begitu sangat progresif dalam melihat pola radikalisme-terorisme. Sebagaimana, Beliau dilantik sebagai kepala BNPT di tengah arus tahun politik yang sebentar lagi akan bergulir. Imbauan Beliau yang menjadi satu orientasi penting bagi kita adalah, kewaspadaan kita agar tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang sengaja ingin memecah-belah kita mengatasnamakan kepentingan demokrasi dan aktivitas politik.

Nalar intelligence research yang dimiliki oleh Beliau sebagai kepala BNPT pada dasarnya memiliki paradigma yang sifatnya “adaptif” di tengah arus pola penyebaran paham radikal-teroris yang terus ber-transformasi. Kita bisa mengatakan bahwa perilaku teror itu menurun karena melihat fakta-fakta tidak adanya tindakan teror yang kita bisa baca dalam satu konteks perilaku yang mudah kita kenali.

Akan tetapi, bentuk (paham) radikal-teror yang menjadi nilai psikologis seseorang pada dasarnya tidak akan pernah berada dalam satu konteks yang bisa kita baca. Sebagaimana, pola pembacaan kepala BNPT Prof Rycko Amelza Dahniel terhadap paham radikalisme-terorisme di platform online serta bentuk penyadaran terhadap kita akan dua entitas antar paham dan gerakan radikal-teroris yang dominan banyak tidak dipahami oleh kita.

Kado Ucapan Pesan Cinta untuk Kepala BNPT Prof Rycko Amelza Dahniel

Kepada Komjen Pol. Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel M.Si. yang kini tengah berulang tahun pada 14 Agustus 2023. Pesan cinta ini tentu berkaitan dengan perjuangan Beliau sebagai kepala BNPT. Pesan cinta ini adalah harapan bagi seluruh bangsa Indonesia dalam menjalani tugas yang begitu berat, namun mulia dan membawa maslahat bagi tatanan sosial-kemanusiaan di negeri tercinta ini.

Pesan Cinta untuk Kepala BNPT Komjen Pol. Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel M.Si

Selama ulang tahun, semoga selalu diberikan kesehatan, keberkahan dan kekuatan dalam menjalani tugas. Sebagaimana, akan ada banyak terpaan badai hinaan, cacian, fitnah dan usaha-usaha untuk menjatuhkan dirimu, namun itu adalah satu usaha agar kamu bisa gagal dalam perjuangan mulia, yaitu memimpin nakhoda perjuangan memberantas radikalisme-terorisme di negeri ini. Kamu akan dituduh anti-Islam, anti-Masjid, anti-umat Islam, dituduh penebar-Islamophobia dan berbagai macam tuduhan serta fitnah-fitnah lainnya yang akan kamu hadapi, sebagaimana yang telah dilalui oleh para nakhoda-nakhoda lainnya. Sebab, dengan cara memfitnah adalah satu cara untuk menjatuhkan-mu dalam perjuangan ini, maka tetaplah kuat dan semoga tetap dalam lindungan-Nya dan terus berkomitmen memberantas paham radikalisme-terorisme demi negeri tercinta ini”

Facebook Comments