Fiqih Medsos: Prinsip dan Etika Bermedia Sosial dalam Islam

Fiqih Medsos: Prinsip dan Etika Bermedia Sosial dalam Islam

- in Keagamaan
494
0

Pertama, dalam menggunakan medsos  berniatlah lillahi taala dan berusaha untuk meggapai rdiho  Allah agar yang kita lakukan mendapat pahalan.

إنما الأعمال بالنيات  الحديث

“sesungguhya seluruh perbuatan itu harus dengan niat”

Kedua, menulis adalah amanah yang akan diminta  pertanggungjawabannya di akhirat.  Jangan sampai menulis menjadi penyebab kita yang menghantarkan ke neraka.

فويل لهم مماكتبت ايديهم  البقرة 79

“ maka kecelakaan  yang besarlah bagi mereka akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri”

Ketiga, selalu merasa diawasi  Allah ketika menulis  status , mengupload dan mendownload serta men-share apapun di media sosial.

وأن عليكم لحافظين )10( كراما كاتبين (11) يعلمون ما تفعاون (ألإنفطار 10-12)

“Sungguh banyak malaikat yang selalu mengawasi  kalian , para malaikat  itu selalu mencatat perbuatan perbuatan kalian mereka mengetahui semua perbuatan kalian”.

Keempat, menyebarkan hal yang bermnafaat  dan mempunyai  tujuan baik  berupa ilmu  amar maruf nahi munkar  dan nasehat.

وقولوا للناس حسنا (البقرة 83)

“Serta berkatalah yang baik kepada manusia”

Kelima, jadilah seperti lebah hanya mengambil yang baik dan tidak memberi kecuali yang baik .

Di antara taqorrub kepada Allah  dengan medsos adalah menyebarkan ayat qur’an  dan tafsirnya dan menyebarkan hadis dan syarahnya.

Keenam, jangan menulis status yang tidak bermanfaat seperti keluar rumah, makan siang karena hal tersebut membuang waktu kita dan waktu pembaca.

Ketujuh, jangan jadikan medsos sebagai pembunuh keikhlasan dan jauhi riya seperti memosting kegiatan ibadah.

قال النبي صلي الله عليه وسلم من سمع سمع الله به ومن يراني يراني الله به ( صحيح البخاري ج5 ص 2383 )

Barang siapa ingin didengar orang Allah jadikan didengar orang  dan di akhirat tidak mendapatkan apa apa. Demikian pula barang siapa ingin dilihat orang , Allah mewujudkannnya dan di akhirat  tidak dapat apa –apa.

Kedelapan, mengecek kebenaran berita sebelum menyebarkan berita bohong atau hukum syariat  yang belum pasti.  Jangan menyebar setiap berita yangg didapat

كفي بالمرء كذبا أن يحدث بما سمع

“Cukuplah seseorang itu berbohong, jika menceritakan semua yang ia dengar”

Kesalahan pertama  pada pihak yang memulai  berita bohong (hoax),  kesalahan selanjutya pada yang menshare-nya. Jangan menshare status  atau berta kecuali setelah  mengetahui siapa penulisnya. Biasanya kita tidak pandai menulis status tapi hanya  pandai menshare status tulisan atau berita.

Kesembilan, memilih siapa yang kita ikuti dan hati-hati karena hal tersebt adallah tanggung jawab. Menjadi follower teman atau anggota group dari sebuah kebathilan  adalah haram.

عن أبي مسي رضي الله عنه عن النبي صلي الله عليه وسلم قال مثل الجليس الصالح والسوء كاحمل المسك ونافخ الكبير  فحامل المسك إما أن يحذيك وأما أن تبتاع منه وأما أن تجد منه ريحا طيبة وأما أن تجد ريحا خبيثة

“ Pemisahan teman duduk yang baik denga yang tidak baik  seperti penjual minyak wangi dan soorang pandai  besi . Adapaun penjual minyak wangi terkadang ia akan menawarkan minyaknya kepadamu  dan terkadang  ia akan memberimu  dan terkadang juga  kamu akan mendapatkan darinya bau yang wangi . Adapaun teman  duduk yang tidak baik  seperti  seorang  pandai  besi  kalau tidak membakar pakaianmu  pasti kamu akan mencium darinya bau yang tidak sedap” . Hendaknya kita menangkal kebathilan yang muncul di medsos.

Kesepuluh, hendaknya menerapkan kaidah dalam ilmu hadis  tentang majhul  (tidak diketahui).  Siapa yang disebut majhul ? bagaimana  berinteraksi  dengan majhul ?

Majhul Ain = tidak diketahui namanya

Majhul Hal = tidak diketahui  keadaannnya. Orang-orang majhul tidak diterima keterangannya dan perkataannya

Kesebelas, barang siapa yang pernah menyebarkan  kebathilan kemudian ia bertaubat maka ia wajib  menjelaskan kesalahan dan kebathilan yang disebarkan.

ألا الذين تابوا وأصلpوا وبيونوأ (البقرة 160)

“Kecuali mereka yang telah bertaubat  dan mengadakan perbaikan dan menerangkan  kebenaran”

Kedua belas, jangan sekali kali mencuri status orang  lain dan mengambil keuntungan dari sesuatu yang bukan milik kita. Kita harus menyebutkan pemilik status tersebut. Silaturrahi melalui media sosial jangan sampai menghilangkan silaturrahmi yang sesungguhnya. Pahala silaturrahmi ada di pertemuan fisik bukan di dunia maya.

Ketiga belas, jangan terburu buru menyalahkan pendapat orang lain atau mengomentari  sesuatu yang belum dipahami  maksud penulisnya  dan tetap menjaga husnudhon

عن أبي هريرة عن النبي صلي الله عليه وسلم  قال أيكم والظن فإن الظن أكذي الحديث ولا تجسسوا ولا تحاسدون ولا تدابروا ولا تباغضوا وكونوا عبادة الله أخوانا

“ Takutlah kalian akan berprasangka karena berprasangka  adalah ucapan bohog  besar. Janganlah kalian saling iri, saling hasut, saling membenci dan saling membelakangi dan jadilah kamu sekalian hamba Allah yang bersaudara” (HR. Bukhari).

Keempat Belas , berhati-hatilah memilih kata selalu menggunaka kata-kata yang baik  lembut dan sopan walaupun berhadapan degan orang yang tidak sepedapat atau orang yang kita benci

عن المقدام بن شريخ عن أبيه عن جده قال قلت يارسول الله دلني علي عمل يدخلني الجنة  فقال  إن من موجبات المغفرة  بذل السلام وخسن الكلام ( النعجم الكبيرج 22/ص 180)

“Wahai Rasulullah Saw tunjukkan kepadaku  amal perbuatan yang membuatku masuk surge,  Beliau menjawab  sesungguhnya  hal yang pasti mendapat  ampunan adalah orang yang mengucapkan salam dan perkataan yang baik dan sopan”.

عن عبد الله بن عمرو أن رسول الله صلي الله عليه وسلم قال إن في الجنة غرفة يري ظاهرها من باطنها وباطنها من ظاهرها فقال أبو موسي الاشعري لمن هي يارسول الله  قال لمن الأن الكلام وأطعم الطعام وبات الله قائما والناس  نيام ( مسند أحمد أبن حنبل ج 2/ص 173)

Sesungguhnya di surge  ada istana m luarnya terlihat dari dalam  dalamnya terlihat dari luar . Abu Musa Asy’ary  bertanya  untuk siapa itu Ya Rasulullah ? Rasulullah menjawab  untuk yang lembut ucapannya  dan yang suka memberi makan  dan sholat di waktu malam ketika orang semua orang terlelap tidur.

Facebook Comments