Muhasabah Kebangsaan Di Penghujung 2020: Membebaskan Indonesia Dari Belengggu Radikalisme dan Intoleran

Muhasabah Kebangsaan Di Penghujung 2020: Membebaskan Indonesia Dari Belengggu Radikalisme dan Intoleran

- in Suara Kita
1287
0
Muhasabah Kebangsaan Di Penghujung 2020: Membebaskan Indonesia Dari Belengggu Radikalisme dan Intoleran

Tahun 2020 sudah akan berakhir dan 2021 akan terlahir. 2020 akan menjadi masa lalu sekaligus sejarah. Tahun baru 2021 akan menjadi wahana permulaan bagi kehidupan berbangsa kita ke depan. Dipenghujung tahun 2020 ini, tak ada yang lebih pastan kita renungkan, kecuali bermuhasabah diri untuk membebaskan Indonesia dari belenggu radikalisme dan intoleransi yang masih menghantui kerukukan dan kedamaian masyarakat Indonesia.

Belajar pada Sejarah

Tahun 2020 yang akan berakhir itu diakui atau tidak akan menjadi sejarah. Karena itu, sebagai muhasabah kebangsaan kita dipenghunjung 2020 ini setidaknya kita harus belajar pada sejarah yang telah kita lalui itu persis seperti yang dikatakan Bung Karno, yakni, bahwa kita “jangan sekali-kali melupakan sejarah”. Mengapa? Tentu tiada lain agar masalah-masalah yang menimpa Indonesia sepanjang 2020, seperti radikalisme dan intolerasi tidak terulang kembali. Tentu juga dengan solusi yang kita punya.

Dalam tulisan ini saya seangaja memilih kata ‘radikalisme’ dan ‘intoleransi’ sebagai salah satu masalah kebangsaan yang harus kita selesaikan di tahun baru 2021 yang akan datang ini. Sebab, sepanjang tahun 2020, adalah radikalisme, intoleransi, dan ujaran kebencian di media sosial yang tampaknya sangat mengganggu ketenangan dan kerukunan kita sebagai anak-anak bangsa.

Intolernasi dan ujaran kebencian di media sosial mungkin tak lain karena sepanjang tahun 2020 masih ada sisa-sisa pertarungan politik antarkelompok pada 2019 lalu, sebab itu menyambung datangnya tahun baru 2021 ini semoga hal itu bisa segera diakhiri. Dan kita bisa menyambut tahun baru 2021 dengan hati dan pikiran yang baru pula.

Sementara kasus radikalisme agama yang masih menguat, seperti tragedi Sigi yang masih segar dalam ingatan kita, tentu ini harus menjadi PR tersendiri bagi kita. Bagaimana sepanjang 2021 dan tahun-tahun yang akan datang nantinya, kekerasan berjubah agama semacam ini tidak boleh terjadi lagi. Indonesia 2021 harus punya wajah baru, yakni Indonesia yang merdeka dari belenggu radikalisme dan tindakan-tindakan intoleran.

Dan, upaya-upaya untuk membebaskan Indoensia dari belenggu radikalisme dan intoleransi di 2021 nantinya, tiada lain kecuali kita harus berupaya untuk lebih tersadar lagi dan bangkit dari tidur kita selama ini. Menyadari bahwa mengatasi, memerangi dan menanggulangi radikalisme, intoleransi, dan ujaran kebencian di media sosial bukan hanya tugas pemerintah dan TNI-Polri, tapi lebih dari sekadar itu harus menjadi tugas kita bersama.

Kita harus bersatu. Tidak boleh terpecah belah. Lidi yang mampu membersihkan sampah-sampah di halaman berserakan hanya bisa dilakukan oleh lidi-lidi yang bersatu menjadi satu-kesatuan, memperkokoh satu sama lain, membangun kekuatan yang kemudian menjelma kekuatan tak terkalahkan oleh kebusukan sampah-sampah. Karena itu, sudah selayaknya bagi kita untuk bersatu-padu menjadi satu; menjadi kekuatan yang tak terkalahkan dalam memerangi radikalisme, intoleransi, dan ujaran-ujaran kebencian yang menjadi sumber keresahan kita semua.

Di tahun 2021 ini, Indonesia sudah harus benar-benar merdeka dari belenggu radikalisme dan paham-paham intoleran. Dan, yang harus menjadi aktor-aktor pahlawan gagah perkasa adalah kita semua. Generasi bangsa. Generasi Bung Karno, Bung Tomo, Bung Hatta dan sederet bapak-bapak pahlawan kita semua. Selamat tahun baru. Selamat memperjuangkan Indonesia. Tidak ada yang berakhir dipenghujung 2020 ini, semuanya adalah permulaan. Permulaan untuk memperjuangkan Indonesia menuju kemerdekaan yang sesungguhnya.

Facebook Comments