Nabi Muhammad SAW Teladan Khalifah yang Paripurna

Nabi Muhammad SAW Teladan Khalifah yang Paripurna

- in Suara Kita
173
0
Nabi Muhammad SAW Teladan Khalifah yang Paripurna

Di muka bumi telah diturunkan teladan khalifah yang paripurna. Siapa khalifah paripurna di bumi?. Khalifah paripurna yang pernah Allah SWT ciptakan beliau adalah Nabi Agung Muhammad SAW. Bahkan Allah SWT tidak akan mencipta apapun kecuali karena kecintaannya pada Nabi Muhammad SAW. Jadi mahluk apapun dialam semesta ini diciptakan berkahnya Nabi Muhammad SAW. Suatu saat umat manusia sangat mengharapkan hak syafaat dari Nabi Muhammad SAW.

Mengutip Kitab Ad-Durarul Hisaan Fil Ba’tsi Wa Na’iimil Jinan Haamisy Daqa’iqul Akhbaar hal 2 dan 3 karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi. Dan sesungguhnya kalau bukan demi Baginda Nabi Muhammad SAW maka Allah SWT tidak akan menciptakan segala sesuatu. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadis Qudsi, yang terjemahnya kurang lebih; “Seandainya tidak ada Engkau (wahai Nabi Muhammad SAW, sungguh Aku (Allah SWT) tidak akan menciptakan alam semesta”.

Hadis diatas menunjukkan alasan Allah SWT menciptakan alam semesta. Hal ini untuk memperkuat bahwasanya pemimpin paripurna di bumi itu Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul penutup maka dianugerahi konsep tatanan hidup yang benar yaitu Islam. Ajaran dan tuntunan Para Nabi dan Para Rasul sebelum beliau disempurnakan oleh Allah dengan turunnya Nabi Muhammad SAW.

Pertama kali Allah SWT menciptakan dimulai membuat Nurnya Baginda Nabi Muhammad SAW. Setelah tercipta Nur Baginda Nabi Muhammad SAW senantiasa bertasbih kepada Allah SWT dengan diikuti oleh Para Malaikat dan Para Arwah di alam malakut, jauh puluhan ribu tahun sebelum Nabi Adam AS diciptakan oleh Allah SWT.

Adanya Nur Nabi Muhammad SAW ada di hadist yang tercantum dalam Kitab Maulid Simtud Duror Lil Imam Al-‘Arif Billah Al-Habib Ali Bin Muhammad Al-Habsyi hal 19, yang terjemahnya kurang lebih: “Bahwa sesungguhnya shahabat Jabir bin Abdullah RA bertanya kepada Junjungan kita Baginda Nabi Besar Muhammad SAW; Wahai Rasulullah, (Ayah ibuku sebagai tebusan Engkau), beritahukanlah kepadaku tentang pertama kali makhluk yang Allah SWT ciptakan sebelum segala sesuatu. Maka Baginda Nabi  Muhammad SAW menjawab; Hai Jabir, sesungguhnya yang Allah SWT ciptakan sebelum segala sesuatu adalah NUR (cahaya) Nabimu  (Baginda Nabi Besar Muhammad SAW)”.

Baca Juga : Dari Ideologi Khilafah ke Manusia Khalifah

Begitu istimewanya Nabi Muhammad SAW khalifah paripurna dalam bumi ini. Walaupun secara urutan kelahiran di bumi yang pertama adalah Nabi Adam AS tetapi Nabi Muhammad SAW jadi sebab-musababnya. Begitu istimewanya Nabi Muhammad SAW maka segala anugerah yang telah melimpah kepada makhluk-makhluk Allah SWT, semata-mata adalah dengan berkatnya Baginda Nabi Muhammad SAW.

Segala kemuliaan  Para Malaikat dan Para Nabi  adalah semata-mata berkat Baginda Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana yang telah diterangkan oleh Syeikh Yusuf bin Ismail An-Nabhani di kitabnya Hujjatullah ‘Alal ‘Alamin hal 53 dan 54, yang terjemahnya kurang lebih; “Bahwa sesungguhnya segala kebaikan yang melimpah kepada makhluk-makhluk Allah SWT yang mulia adalah semata-mata berkat Baginda Nabi  Muhammad SAW, mereka itu adalah para Malaikat, para Nabi dan semua orang-orang mukmin”.

Sebagai khalifah paripurna maka Allah juga menjaga nasab Nabi Muhammad SAW sejak dari Nabi Adam AS. Kesucian nasab yang telah Allah SWT jaga sejak Nabi Adam AS hingga Sayyiduna Abdullah tersebut, semata-mata adalah suatu penghormatan besar dari Allah SWT dan belas kasih sayang-Nya kepada kekasih-Nya Baginda Nabi Muhammad SAW.

Nasab Nabi Muhammad SAW semuanya melalui proses pernikahan islami yang diridloi Allah SWT. Sebagaimana yang disebutkan dalam Tafsir Ibnu Katsir juz 2 hal 403, yang memiliki arti kurang lebih; “Diriwayatkan dari Sayyidina Ali Karromallahu Wajhah, bahwa sesungguhnya Baginda Nabi Muhammad SAW bersabda; “Sesungguhnya aku (Nabi Muhammad SAW,) adalah terlahir dari orang-orang suci nan mulia nasabnya melalui pernikahanyang sah (diridloi Allah SWT). Sejak Nabi Adam AS hingga kedua orang tuaku (Sayyid Abdullah dan Sayyidah Aminah), semuanya melalui pernikahan yang sah (diridloi Allah SWT), tidak ada sedikitpun yang menyimpang”.

Marilah kita perbanyaki mengingat dan menyebut-nyebut sirah atau sejarah prilaku Junjungan kita Baginda Nabi Muhammad SAW sebagai keteladanan utama kehidupan kita serta kita perbanyaki membaca sholawat dengan hudlur dan ta’dhim (mengagungkan) kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.

Syafaat Nabi Muhammad dapat kita raih dengan membaca sholawat dan mengikuti sunnah beliau. Kenapa sholawat jadi istimewa?. Karena sholawat salah satu perintah Allah SWT pada hamba-Nya dan Allah SWT juga bersholawat atas Nabi Muhammad SAW. Allah SWT memperintahkan sholat, zakat, puasa, haji dan ibadah lainnya tetapi Allah tidak melakukan perintah itu. Tetapi perintah sholawat juga dilakukan oleh Allah SWT. Pernikahan Nabi Adam AS dan Ibu Hawwa’ maharnya pun dengan sholawat, itulah istimewanya Nabi Muhammad SAW.

Salah satu keutamaan sholawat telah disebutkan oleh Syeikh Abdullah Sirajuddin di kitabnya Ash-Sholat ‘Alan-Nabiy SAW hal 110, yang terjemahnya kurang lebih; “Baginda Rasulullah Muhammad `SAW bersabda; Perbanyakilah oleh kalian (hai umatku) membaca sholawat kepadaku. Karena sesungguhnya sholawat kalian kepadaku adalah untuk membersihkan diri kalian  (dari sifat-sifat yang keji (sombong, ujub, riya, dengki, hasud dll..), bahkan bisa melebur dosa-dosa kalian.)”.

Allah SWT menganugerahkan kemanfaatannya kepada semua umat manusia sebagai khalifah dimuka bumi. Serta melimpahkan kepada mereka semua kecintaan yang agung kepada Baginda Nabi Besar Muhammad SAW, sampai menjadikan semua akhlak dan prilaku Baginda Nabi Besar Muhammad SAW sebagai segala-galanya baginya. Dan menjadikan Beliau sebagai satu-satunya idolanya.

Meneladani Nabi Muhammad SAW sebagai khalifah panutan bisa dilakukan dengan menjalankan perintah dan larangan Al-Qur’an serta Sunnahnya. Dari sejak lahir sampai Nabi Muhammad SAW wafat hidup beliau penuh tuntunan, baik tuntunan berbangsa, bernegara, bersosial, berdagang, beribadah dan semua tugas khalifah di bumi telah dijalankan dengan baik. Mengulas tentang keparipurnaan Nabi Muhammad SAW sebagai khalifah tidak bisa habis bahkan ditulis dengan tinta sebanyak air laut. Penulis hanya menulis sekelumit saja tentang Baginda Nabi Muhammad SAW, mohon maaf masih banyak kekurangan.

Facebook Comments