Pancasila dalam Menjawab Tantangan Global

Pancasila dalam Menjawab Tantangan Global

- in Suara Kita
126
0

Kalau Pancasila hanya sebatas sebagai simbol belaka, maka ketika Indonesia mendapatkan banyak tantangan akan mudah goyah. Berbeda ketika Pancasila sebagai pondasi untuk mengambil setiap kebijakan dan menjadi pijakan dalam berbangsa dan bernegara, walaupun ada berbagai tantangan Indonesia akan mudah mengatasi segala permasalahan bangsa. Pancasila sebagai sebuah pondasi, berarti menerjemahkan nilai yang ada dalam butiran Pancasila sebagai pegangan dalam bermasyarakat.

Dewasa ini banyak tantangan global yang menjadi persoalan cukup serius bagi Indonesia sebagai negara berkembang. Beberapa persoalan akhir-akhir ini yang tampak adalah gerakan transnasional yang menyebabkan radikalisme. Kedua, masyarakat Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Persoalan global yang menjadi tantangan Indonesia bukan hanya dua tersebut, melainkan pada tulisan kali ini, bagaimana mengaplikasikan nilai Pancasila dalam mengatasi tantangan global. Dua kasus tersebut menjadi studi kasus, yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan.

Pada kasus gerakan transnasional yang menyebabkan radikalisme efeknya sangat siginfikan terhadap pengaruh dan budaya di Indonesia. Misalnya yang terjadi adalah gerakan Islam Transnasional yang mengusung sistem khilafah yang menganut paham wahabi, efeknya sangat ketara yaitu mengubah sistem kenegaraan. Efek lain dari gerakan transnasional tersebut adalah pengikisan budaya asli Indonesia dan digantikan dengan budaya yang benar menurut mereka.

Para aktivis gerakan transnasional atau garis keras mereka menganggap bahwa ideologi mereka yang ekstrem adalah satu-satunya interprestasi yang benar tentang Islam. Strategi utama mereka dalam usaha membuat umat Islam menjadi radikal dan keras adalah dengan membentuk dan mendukung kelompok-kelompok lokal sebagai kaki tangan “penyebar” ideologi mereka. Meka juga berusaha meminggirkan dan memusnahkan bentuk-bentuk pengalaman Islam yang lebih toleran yang telah lebih lama ada dan dominan di berbagai belahan dunia Muslim. Upaya mereka adalah untuk melakukan infiltrasi ke berbagai kehidupan umat Islam, baik melalui cara-cara halus hingga yang kasar dan keras.

Dampak menguatnya paham khilafah atau ideologi wahabi bukan hanya menghilangkan budaya lokal, bahkan berusaha untuk menyingkirkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Bahkan mereka mengusung sistem kenegaraan yang baru dan berusaha mengubah sistem demokrasi. Mereka menganggap kebenaran hanya tunggal dan milik mereka, sehingga mereka sulit untuk menerima perbedaan. Prinsip itulah yang menyebabkan suasana masyarakat menjadi keruh. Indonesia didirikan atas dasar bhinneka tunggal ika.

Paham radikalisme yang di bawa oleh suatu kelompok misalnya paham khilafah, harus kita evaluasi. Apakah paham tersebut bertentangan dengan nilai-nilai pancasila atau tidak. Paham khilafah misalnya tidak mengakui kebenaran orang lain, artinya tidak menerima perbedaan adalah salah satu sikap yang bertentangan dengan nilai pancasila. Dalam butir pancasila dijelaskan, Ketuhanan yang Maha Esa. Butir Pancasila pertama tersebut dijelaskan bahwa masyarakat Indonesia tidak mengakui satu kebenaran atau satu agama saja, melainkan prinsipnya berketuhanan. Apapun agamanya harus memperoleh keadilan yang sama di mata hukum.

Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia menunjukkan bahwa tidak ada diskriminasi dalam menerapkan hukum. Semua orang sama di mata hukum, tidak memandang agama, suku, ras, bahasa dan warna kulit. Nilai-nilai Pancasila tersebut harus menjadi pegangan dalam mengatasi sebuah permasalahan yang ada di Indonesia. Apabila ada suatu paham baru atau organisasi baru bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila harus dievaluasi.

Pancasila bukan hanya sebatas butiran yang dihafalkan. Atau pancasila hanya sebatas butiran yang dipajang di setiap dinding rumah, melainkan sebagai ruh atau dasar untuk menganalisa dan menjadi dasar setiap mengatasi permasalahan. Begitu juga permasalahan Masyarakat Ekonomi ASEAN, bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat. Berarti pemerintah harus mengupayakan bahwa perekonomian masyarakat harus dibenahi dengan cara menciptakan ekosistem perekonomian desa. Dengan daulatnya perekonomian desa, maka rakyat dipastikan ekonominya akan sejahtera, misalnya dengan wirausaha

Facebook Comments