Spirit Lagu Kebangsaan untuk Memupuk Persatuan Dan Kedamaian Bangsa

Spirit Lagu Kebangsaan untuk Memupuk Persatuan Dan Kedamaian Bangsa

- in Suara Kita
1079
0

Sejarah bangsa Indonesia tidak bisa lepas dari syair dan lagu. Para pujangga membuat sebuah syair dan di lagukan sebagai pengugah semangat jiwa raga. Semisal W.R. Soepratman dengan lagu Indonesia Raya, T. Prawit dengan lagu Mengheningkan Cipta, H. Mutahar dengan lagu Syukur, tokoh-tokoh ini menuangkan suatu semangat, pendidikan dan syukur melalui lirik-lirik karya lagunya. Lagu-lagu kebangsaan inilah sebagai penumbuh rasa kecintaan kepada bangsa.

Lagu Indonesia Raya di ciptakan sebagai penanda gerakan nasionalisme seluruh nusantara di Indonesia yang mendukung ide satu “Indonesia” sebagai penerus Hindia Belanda. Tindakan seperti ini untuk menghidari perpecahan suku, ras, budaya dan agama. Lagu kebangsaan Indonesia Raya di perkenalkan oleh kompenisnya W. R. Soepratman pada Kongres Pemuda II di Batavia pada tanggal 28 Oktober 1928.

Pertama kali dipublikasikannya lagu Indonesia Raya pada surat kabar Sin Po. Setelah dikumandangkan pada tahun 1928 pemerintah kolonial Hindia Belanda segara melarang penyebutan lagu kebangsaan bagi Indonesia Raya. Tetapi tidak menyerah lagu Indonesia Raya tetap dikumandangkan.

Pemerintah Belanda was-was dengan konsep kebangsaan Indonesia karena dengan bersenjatakan politik Devide Et Impera lebih suka menyebut bangsa jawa, bangsa sunda, bangsa sumatera sebagai upaya memecah bumi nusantara pada  kala itu. Selain itu Belanda melarang menggunakan kata “Merdeka, Merdeka’  sebagaimana tercantum pada syair lagu Indonesia Raya.

Meskipun demikian para pemuda Indonesia tidak gentar terhadap larangan pemerintah Belanda. Lagu Indonesia Raya selalu dikumandangkan pada rapat-rapat politik pada waktu itu. Setelah Indonesia merdeka lagu Indonesia Raya selalu dinyayikan pada upacara, seminar, acara nasional bahkan pada acara-acara keagamaan. Upaya mengaungkan lagu kebangsaan ini untuk memupuk persatuan dan kesatuan bangsa pada Indonesia.

“Marilah Kita Berseru” : Menguatkan Persatuan

Kesaktian lirik lagu Indonesia Raya merupakan seloka atau pantun berangkai, menyerupai cara empu Walmiki ketika menulis epik Ramayana. Dengan kekuatan liriknya itulah Indonesia Raya menjadi seloka pemersatu bangsa. Cornel Simanjuntak dalam majalah Arena telah menulis bahwa ada tekanan kata dan tekanan musik yang bertentangan dalam kata berseru dalam kalimat “Marilah kita berseru”. Seharusnya diucapkan berseru (tekanan pada suku ru). Tetapi, karena tekanan melodinya, kata itu dinyayikan berseru (tekanan pada suku se).

Secara musikal, lagu Indonesia Raya telah dimuliakan. Bahkan, oleh orang Belanda atau Belgia yang bernama Jos Cleber yang tutup usia pada tahun 1999. Setelah menerima permintaan Kepala Studio RRI Jakarta Jusuf Ronodipiro pada tahun 1950, Jos Cleber menyusun arasemen baru, yang penyempurnaannya ia lakukan setelah menerima masukan Presiden Soekarno . Indonesia Raya setelah itu menjadi lagu kebangsaan yang agung dan gagah berani.

Semua nilai yang terkandung pada lirik Indonesia Raya memiliki akhir harapan kedamaian bangsa yaitu merdeka dari penjajahan. Kemerdekaan Indonesia kala itu sangat di nanti-nanti Warga Negara Indonesia (WNI). Hadiah kemerdekaan memang pantas disandang bangsa Indonesia atas perjuangan para pahlawan bangsa dalam memeranggi penjajah.

Setiap WNI saat ini wajib menggenang para pahlawan bangsa atas kerja kerasnya merebut kemerdekaan. Mewujudkan rasa balas jasa atas perjuangan pahlawan menjadi tugas bersama WNI mengisi kemerdekaan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) suatu harga mati.

Kerjasama antar kelompok, suku, organisasi, ras dan agama wajib diperkuat lagi untuk kepentingan persatuan Indonesia. Pandangan-pandangan mementingkan kepetingan umum perlu ditanamkan pada masyrakat supaya dapat bersatu bahu- membahu, gotong-royong demi kerukunan hidup di Indonesia.

“Syukur” : Wujud Kedamaian Bangsa

Lagu syukur sebagai lagu kebangsaan disini memiliki nuansa rasa bersyukur atas berkah kedamaian. Sebab itu, bangsa ini wajib mempersembahkan kesyukurannya sebagai mana dalam lirik “Syukur aku sembahkan, Kehadirat-Mu Tuhan”. Mengupayakan rasa syukur itu untuk mencari kedamaian dalam hidup dari segala sesuatu yang dihadapi dan nikmati.

Kemerdekan bangsa sangatlah mahal harganya karena kemerdekan Indonesia bukan hadiah Inggris, Belanda maupun Jepang pada kala itu yang menjadi penjajah negeri ini. Tetapi, kemerdekan hasil perjuangan para pahlawan dengan cucuran keringat dan darah dalam meraihnya. Semua lapisan masyarakat perlu sadar akan hal ini untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme yang tinggi pada bangsa ini.

Diharapkan semua kalangan masyarakat Indonesia menjaga dan memupuk kemerdekaan dari ancaman-ancaman pihak manapun. Pihak militer memiliki tugas menjaga toritorial wilayah NKRI, guru mengelola pendidikan, insiyur mengelola kekayaan alam, pemerintah mengelola insprastuktur negara dan masyarakat berperan sesuai bidang profesi keahliannya. Kepedulian terhadap suatu bangsa inilah untuk menumbuhkan rasa saling menghargai dan menghormati tanpa adanya perbedaan yang di persoalkan.

Kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) bumi nusantara menjadi hak semua warganya tanpa membedakan kaum petani dan kaum kapitalis. Semua SDA masyarakat berhak mengali untuk di nikmati. Pemerintah harus mengawasi monopoli kelompok kapitalis yang kebanyakan memanfaatkan SDA tanpa memperhatikan kaum bawah. Kelompok kapitalis tidak ada larangan untuk memanfaatkan kekayaan alam ini. Tetapi, dalam kekayaan SDA hak semua lapisan juga diperhatikan dengan cara kaum kapitalis memberi dana sosial pada masyarakat, membayar pajak pada pemerintah dan bekerja sama pada semua lini.

Syukur juga dapat diwujudkan dengan memperkaya Sumber Daya Manusia (SDM) bangsa ini. Kekayaan SDM sangatlah penting untuk mempertahan bangsa yang damai yang bisa dirasakan saat ini. Penjajahan di Indonesia kala itu salah satu faktornya adalah miskinnya SDM. Tetapi di sisi  lain Indonesia kaya SDA yang menjadi daya tarik penjajah. Sebab dari itu semua masyarakat harus memupuk nilai-nilai sosial, budaya dan agama. Hal ini menjadi penting supaya politik pemerintah dalam menjaga keutuhan bangsa menjadi tangguh tegak berdiri tidak tergoyahkan.

Kekuatan-kekuatan seperti diatas yang di perlukan Indonesia menjaga kedamaian negeri tercinta dan perdamaian dunia. Penyimpangan terorisme, hukum, sosial, budaya, agama maupun kelicikan politik kapitalis akan mudah terkontrol serta bangsa ini tangkas mengatasinya.

Facebook Comments