Selasa, 29 September, 2020
Informasi Damai
cinta damai

cinta damai

Menghayati Bangsa

Keindonesiaan
”Hanya Bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, Akan dapat berdiri dengan tegaknya” “Bangunlah suatu dunia dimana semuanya bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan.” Soekarno  Tepat pada 28 Oktober 1928, ikrar Pemuda digaungkan. Berbangsa, berbahasa dan bertanah air satu; Indonesia. Dilihat dari sisi historis-sosiologis, gerakan kebangsaan sudah tercetus sejak perjuangan yang dipelopori oleh Bung Tomo pada 1908, di mana spirit nasionalisme Indonesia dijadikan dasar. Sejak itulah pola dan konsep  ...
Read more 0

Mendakwahi “Tuhan” Dengan Lembut

Keagamaan
Siapa tak kenal Ramses Akbar II alias Fira’un? Penguasa Mesir yang menjadi musuh besar Musa dan adiknya, Harun, ini dilukiskan sebagai pribadi yang jahat, sombong, juga takabur. Tangan besi menjadi ciri utama kekemimpinannya. Kiai Bisyri Mushtafa menyebutnya berperangai “banget lacute” (sangat buruk). (al-Ibriz li Ma’rifah al-Qur’an al-‘Aziz: III/2203). Ketika paranormal-paranormal pembisiknya menginformasikan akan hadirnya bayi lelaki dari Bani Israil yang kelak akan menggulingkan kekuasaannya, maka dengan membabi buta ia membunuh ...
Read more 0

Membangun Anak Bangsa yang Lebih Bijaksana

Budaya
Anak-anak adalah harapan utama di masa depan. Bukan saja sebagai harapan keluarga sebagai pelanjut generasi dalam keluarga, tetapi juga sebagai harapan bangsa dan negara sebagai pelanjut perjuangan di masa yang akan datang. Tidak mengherankan jika setiap elemen memberikan perhatian kepada anak-anak bukan saja intitusi keluarga itu sendiri, tetapi juga pemerintah dan organisasi-organisasi lokal dan internasionl. Semuanya memberikan perhatian yang cukup tinggi dalam upaya memberikan perlindungan dan kelangsungan hidup terhadap anak-anak ...
Read more 0

Panduan Bagi Orang Tua dalam Menyikapi Terorisme

Budaya
Beberapa bulan lalu, ISIS meluncurkan beberapa video propaganda yang melibatkan anak-anak. Salah satu video tersebut menunjukkan anak 15 tahun yang melakukan bom bunuh diri. Awal Februari, sebuah video kembali muncul memperlihatkan anak laki-laki memenggal kepala pria yang diidentifikasi sebagai salah seorang anggota group anti ISIS di Iraq dan Syiria. Setahun sebelumnya, sebuah video menunjukkan anak laki-laki yang masih belia mengeksekusi dua mata-mata dengan menembak mereka tepat di kepala.  Pada Mei ...
Read more 0

Sudahkah Kita Menjadi Teladan Bagi Anak Kita?

Budaya
Semasa kecil dahulu, kita terbiasa menikmati pemandangan anak–anak yang tumbuh dan berkembang dalam pendidikan agama yang kuat. Aktifitas keseharian dimulai dari bangun subuh hingga menjelang sore mengaji ke guru atau kiai kampung yang mengenalkan huruf-huruf hija’iyah serta pengetahuan dasar agama sebagai bekal mengarungi kehidupan kelak. Dalam pengawasan dan didikan orang tua dan guru tersebut, anak-anak tidak lantas kehilangan masa kecilnya yang penuh dengan canda tawa. Mereka tetap bisa bermain di ...
Read more 0

Mendidik Jihad Sejak Dini

Keindonesiaan
Rasanya persoalan ke depan yang akan dihadapi generasi muda teramat berat dan semakin menantang. Orang tua tidak bisa menggunakan optik tantangan hari ini sebagai pertimbangan mencetak anak dengan persoalan yang akan dihadapi di masa depan. Sungguh bijak ketika Ali Bin Abi Thalib R.A, “Jangan paksakan anakmu untuk menjadi seperti kamu, karena dia diciptakan bukan untuk zaman kamu.” Anak sejak dini harus dipersiapkan dengan berbagai kemampuan (multi talent) yang dapat menjadi ...
Read more 0

Menyegarkan Kembali Perjuangan Nir-Kekerasan

Budaya
Hidup damai akhir-akhir ini menjadi sangat mahal. Setiap sudut hidup dipenuhi onak dan duri yang keras dan mencemaskan. Perampokan, pembunuhan, pembantaian dan lainnya hadir setiap saat tanpa henti. Atas nama pendidikan dan agama sekalipun, kekerasan justru semakin tumbuh subur. Naïf, karena agama dan pendidikan mengajarkan manusia menghargai kemanusiaan. Karena kekerasan menjadi saraf hidup manusia modern ini, perlu kiranya melakukan “refreshing” untuk menyegarkan kembali jalan hidup manusia dalam menggapai kedamaian. Ada ...
Read more 0

Cerdas Menerima Informasi

Budaya
Tahukah anda? pemberitaan yang dilakukan media seputar aksi terorisme justru kerap kontra produktif terhadap upaya penanggulangan terorisme itu sendiri. Hal ini terlihat dari masih adanya glorifikasi terhadap aksi terorisme. Seperti menyebut mereka sebagai kelompok Jihadis (yang berarti melakukan jihad; padahal mereka jahat), gugur, dll. dus, mari cerdas menerima informasi! Berikut adalah 8 artikel terkait media dan terorisme yang telah masuk ke redaksi Pusat Media Damai dan layak untuk disimak kembali. Terorisme Deradikalisasi dan ...
Read more 0

Fikih Toleransi Berbasis Maqashid Syariah

Keagamaan
Di dalam ayat al-Quran, kata toleransi (tasamuh) memang tidak disebutkan secara literal. Namun, sinonim atau kata-kata yang memiliki padanan makna dengannya sangat banyak. Terma tasyawur (musyawarah), tawashi (mengingatkan dalam kebaikan), tarahum (saling mengasihi), ta’aruf (saling mengenali), adalah sederet kata yang terkandung dalam al-Quran dan bermakna sangat dekat dengan terma tasamuh (toleransi). Kata-kata tersebut menegaskan bahwa perbedaan adalah rahmat. Dalam literatur kamus bahasa Arab konvensional yang menjadi rujukan para mufassir al-Quran ...
Read more 0

Manusia Ironis Anti Radikalisme

Editorial
“ Karena kebenaran adalah milik dari kalimat-kalimat, dan karena kalimat bergantung keberadaannya pada kata-kata, dan karena kata-kata adalah buatan manusia, maka begitu pula dengan kebenaran…” Richard Rorty   Istilah manusia ironis secara konsep dikenalkan oleh Richard Rorty, seorang filsuf dari Amerika Serikat. Pemikiran manusia ironis yang dimasksud Richard Rorty adalah orang atau diri sendiri yang menyadari bahwa pandangan dunia, kepercayaan-kepercayaan dan keyakinan-keyakinan diri sendiri yang paling mendalam sekalipun bersifat kebetulan. ...
Read more 0