Seorang remaja inisial SA (22 tahun) mengejutkan kita semua atas serangan nekatnya terhadap aparat kepolisian di Tanggerang. Meski sempat dilumpuhkan, remaja ini sempat melukai 3 anggota polisi. Aksi tersebut mengingatkan kita pada aksi yang serupa yang dilakukan remaja dengan inisial IAH (18 tahun) di salah satu Gereja di Medan. Banyak pengamat mengatakan aksi SA tersebut masuk dalam kategori “Lone Wolf” yakni aksi tunggal tanpa perintah dan terikat jaringan secara langsung. ...
Read more 0 Damai
Hari ini tepatnya 71 tahun yang lalu kita harus buka lagi lembaran sejarah tentang bagaimana para santri berjihad untuk mengusir penjajah dari bumi pertiwi. Sebuah fatwa yang dikeluarkan oleh Kiai Hasyim pada saat itu membakar semangat para santri ikut serta mempertahankan kemerdekaan yang baru didapatkan oleh Bangsa Indonesia. Kontribusi santri dalam memperjuangkan kedaulatan Indonesia sudah tidak terbantahkan lagi. Kiai yang tugas pokoknya membina umat, terpanggil jiwanya ketika tanah air memanggil ...
Read more 0 Syech Hassan Abdullah Turabi adalah salah satu pemikir Islam yang tangguh dan penuh pengorbanan. Ia keluar masuk penjara karena sering kali bertentangan dengan pemerintah yang berkuasa di negaranya bahkan sisa-sisa umurnya dihabiskan sebagai tahanan rumah. Ia lahir di negara bagian Kassala, Sudan Timur pada tahun 1932 dan wafat pada tahun 2016. Masa kecilnya ia belajar ilmu agama dari ayahnya yang menjadi Qodhi di kota itu dan berhasil menghapal Alquran dengan ...
Read more 0 Dalam Shahih al-Bukhari (VII/1073) dan Shahih Muslim (VII/180), Imam al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan, suatu ketika para sahabat menginformasikan pada Rasulullah Saw tentang Suku Daus (ada yang menyebut Dus). Konon mereka sangat membenci dan memusuhi Islam dan pemeluknya. Para shahabat itu memohon pada Rasulullah untuk mendoakan laknat bagi mereka. Atas desakan itu, maka Rasulullah Saw berdoa: “Allahumma ihdi Dausan/Ya Allah, berilah petunjuk kepada Kaum Daus.” Desakan para sahabat supaya Rasulullah ...
Read more 0 Eksistensi santri diakui dalam kehidupan bernegara. Puncak pengakuan adalah penetapan Hari Santri Nasional oleh Presiden Jokowi melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015. Hari Santri Nasional diperingati bangsa Indonesia setiap tanggal 22 Oktober. 70 tahun silam, tepatnya 22 Oktober 1945 Kiai Hasyim Asy’ari mengumumkan fatwanya yang disebut sebagai Resolusi Jihad. Resolusi Jihad yang lahir melalui musyawarah ratusan kiai dari berbagai daerah tersebut merespons agresi Belanda kedua. Resolusi itu memuat ...
Read more 0 Perbedaan dan kebhinekaan Indonesia sudah menjadi ketentuan Ilahi. Perbedaaan ini akan menjadi kekuatan dalam membangun bangsa, apabila dimaknai sebagai sumber motivasi pembangunan generasi par excellent (unggul). Tetapi juga sebaliknya, perbedaan akan membawa petaka atau musibah jika dimaknai sebagai spirit yang harus dienyahkan, sedikit-sedikit gampang saling menuduh, saling hujat ketika berbeda, inilah penyakit kronis yang harus segera diamputasi. Padahal jelas dalam Islam ada diktum, perbedaan sebagai rahmat. Ini yang harus kita ...
Read more 0 Menurut Surat Edaran (SE) Kapolri No. SE/6/X/2015 yang dikeluarkan 8 Okober 2015, hate speech atau ujaran kebencian adalah tindak pidana yang berbetuk penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak menyenangkan, memprovokasi, menghasut, menyebarkan berita bohong, dan semua tindakan tersebut memiliki tujuan atau bisa berdampak pada tindak diskiminasi, kekerasan, penghilangan nyawa, dan atau konflik sosial. Pada kenyataannya, meski sudah ada surat edaran yang bisa digunakan sebagai pedoman penanganan hate speech, fenomena ...
Read more 0 Keputusan Presiden No. 22 Tahun 2015 menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional, kiranya telah memacu spirit publik. Penetapan itu bukan sekadar mengkristalkan kaleidoskop siklik, tetapi lebih substantif, ia menjadi bukti sejarah bahwa santri memiliki kontribusi riil dalam mempertahankan NKRI. Secara sederhana, Hari Santri adalah justifikasi historis atas prinsip patriotisme kalangan tradisionalis Muslim (kiai-santri) tempo dulu. Mereka menanggalkan ‘nafsu personal’ untuk secara integral-masif merebut kedaulatan dari para koloni. Merekalah yang ...
Read more 0 Pernah satu ketika seorang Arab Badui kencing di satu sudut dalam Masjid Nabi yang memang belum ada batas yang jelas. Ada di antara para Sahabat marah karena sikap tidak beradab tersebut. Tetapi Nabi SAW tetap tenang dan berkata, “Biarkan dia menyelesaikan hajatnya…” Setelah orang tersebut selesai, Nabi SAW sendiri membersihkan najis itu dan kemudian barulah memberitahunya tentang adab-adab di dalam masjid. Bayangkan seorang Rasul, Kekasih Allah, dan pemimpin Islam rela ...
Read more 0 Ketika para pemuda pada masa lalu mengikrarkan “persatuan” dalam kebhinnekaan, yang terbayang dalam imajinasi mereka adalah sebuah bangsa dengan ragam bahasa, suku, etnis, kepercayaan dan agama yang disatukan dalam sebuah Negara Kesatuan. Komitmen itu muncul dengan dorongan tujuan yang sama tentang berdirinya sebuah Negara yang merdeka. Indonesia lahir dari kebulatan tekad para pemuda untuk menyatukan ragam perbedaan dalam tujuan yang sama. Bhinneka Tunggal Ika. Demikian komitmen ini menjadi semboyan Negara ...
Read more 0