Minggu, 14 Agustus, 2022
Informasi Damai
Archives by: Abdul Rahman Harahap

Abdul Rahman Harahap

0 comments

Abdul Rahman Harahap Posts

3 Strategi ala Al-Quran agar Tebebas dari Kebencian

3 Strategi ala Al-Quran agar Tebebas dari Kebencian
Suara Kita
Hijrah sejatinya adalah gerak kolektif-substantif, bukan gerak individual-artifisial. Maksud gerak kolektif-substantif adalah aksi terbuka dan bersama yang melibatkan seluruh komponen menuju nilai nilai-nilai ideal seperti perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan. Sementara gerak individual-artifisial adalah gerak tertutup dan kaku yang tidak bisa menyentuh nilai ideal itu. Nabi melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah tidak sendirian. Ia bersama para sahabatnya, baik sahabat itu duluan berangkat atau belakangan. Dan, sesampainya di Madinah, Nabi membuat ...
Read more 0

Menutup Pintu Intolerasi bagi Anak dengan Strategi Literasi Perdamaian

Menutup Pintu Intolerasi bagi Anak dengan Strategi Literasi Perdamaian
Suara Kita
Virus intoleransi dan radikalisme tidak pandang usia. Ia bisa –bahkan bisa menjadi tujuan utama –menyasar anak-anak. Anak-anak yang masih bersih dan polos, para remaja yang masih mencari identitas diri dengan mudah bisa terperosok kepada tindakan intoleransi dan paham radikal serta terindoktrinasi untuk melakukan tindakan terorisme dengan iming-iming yang keliru. Beberapa kasus peledakan bom, penyerangan rumah ibadah, dan yang ikut berafiliasi dengan organisasi radikal semacam ISIS umpamanya, banyak melibatkan anak-anak. Tahun ...
Read more 0

3 Dimensi Kemaslahatan Berbangsa dalam Kurban

3 Dimensi Kemaslahatan Berbangsa dalam Kurban
Suara Kita
Idul Adha dalam terminologi agama disebut sebagai hari raya paling besar (‘id al-kubra), lebih besar ketimbang idul fitri. Selain faktor kurban, faktor haji yang menyiratkan akan keragaman dan persatuan umat manusia tanpa membedakan ras, suku, jenis kelamin, dan kelas sosial, ikut membesarkan keagungan hari raya ini. Hari raya kurban memiliki dua dimensi ibadah: ritual-vertikal dan sosial-horizontal. Kurban memiliki kedua dimensi ini, di satu sisi ia adalah wujud penghambaan kepada Allah, ...
Read more 0

3 Sesat Pikir Khalid Basalamah Soal Wayang yang Harus Dimusnahkan

3 Sesat Pikir Khalid Basalamah Soal Wayang yang Harus Dimusnahkan
Suara Kita
Pernyataan Khalid Basamalah tentang “wayang perlu dimusnahkan” mendapat tanggapan dari berbagai kalangan. Banyak pihak menilai, Basalamah tidak pahama soal wayang. Ada juga komentar yang menyebut bahwa ada nafas Islam dalam wayang yang tidak disadari oleh Basalamah, dan sederet pernyataan lainnya. Meski Basalamah sudah minta maaf soal statementanya itu, ada tiga hal yang perlu dijelaskan kepada umat, sebab ini menyangkut prinsip dalam berdakwah. Sekaligus tiga hal ini merupakan sesat pikir Basalamah ...
Read more 0

Kembali ke Peradaban Nusantara yang Egaliter dan Toleran

Suara Kita
Selalu ada memori kolektif dalam setiap nama, demikian sering disebut. Tak ada nama yang ujug-ujug lahir dari ruang kosong. Setiap nama pasti mempunyai imajinasi dan latar belakangnya masing-masing, baik berupa budaya, peradaban, mentalitas, ataupun kejayaannya. Hakikat inilah mungkin yang diperhitungkan oleh Pemerintah ketika secara resmi memilih “Nusantara” sebagai nama Ibu Kota Negara (IKN) bagi Indonesia. Nama “Nusantara” mengalahkan 80 nama lainnya yang disodorkan kepada presiden. Nusantara bukanlah nama yang asing ...
Read more 0

Ujaran Kebencian dan Kontestasi Tafsir Kebebasan di Ruang Publik

Suara Kita
Jika diamati di ruang publik virtual, ada dua sikap bagaimana kebebasan itu ditafsirkan dan diperlakukan. Pertama, adalah sikap yang menjadikan kebebasan sebagai dalih, tameng, dan alat untuk menyebarkan kebencian, provokasi, intoleransi dan sentimen kelompok. Kelompok inilah  perusak kebebasan. Kedua, sikap yang menjadikan kebebasan sebagai sarana untuk membangun ikatan persaudaran yang solid, merawat keberagaman, menjaga perbedaan, dan menjadikan kebebasan sebagai sarana mewujudkan kesaling-pahaman dan kesaling-memberdayakan. Kelompok inilah yang disebut sebagai kelompok ...
Read more 0

Mengikat Kebhinekaan dengan Tali Persaudaraan

Mengikat Kebhinekaan dengan Tali Persaudaraan
Suara Kita
Kebhinekaan adalah sunatullah. Keragaman etnis, aliran, golongan, bahasa, agama, dan budaya adalah fakta sosial yang tak bisa dinafikan. Perbedaan sebagai fakta sosial harus dirawat. Manusia tidak boleh terjebak pada sektarianisme, suatu sikap/tindakan yang didasarkan pada menguatnya satu kelompok/golongan tertentu yang mengakibatkan terjadinya diskriminasi dan marginalisasi kelompok/golongan lain. Mengelola keberagaman adalah suatu keniscayaan. Dalam konteks berbangsa dan bernegara, keberagamaan itu harus dikelola sehingga ia bisa menjadi nikmat dan kekuatan, bukan jadi ...
Read more 0

Jangan Tergiur dengan Ideologi Transnasional, Ini Alasannya!

Jangan Tergiur dengan Ideologi Transnasional, Ini Alasannya!
Suara Kita
“Barang impor selalu menggiurkan.” Mungkin istilah ini tepat untuk menggambarkan penetrasi ideologi transnasional di Indonesia. Bagimana tidak, bagi sebagian orang, corak keberagamaan yang datang dari luar lebih menarik –bahkan dianggap lebih asli –dari pada cara keberagamaan dalam negeri. Paham, ajaran, dan gaya kebergamaan yang datang dari luar langsung disamput dengan gegap-gempita, dikampanyekan, dan diklaim sebagai satu-satunya jalan kebenaran. Yang berbeda dengan ini dianggap salah bahakan terkadang dicap dengan cap sesat, ...
Read more 0

Mewaspadai Penyelewengan Sejarah Kemerdekaan

Mewaspadai Penyelewengan Sejarah Kemerdekaan
Suara Kita
Sering kali, sejarah Kemerdekaan Indonesia disampaikan kepada anak-anak oleh kelompok tertentu sebagai hasil perjuangan kelompoknya saja. Seolah-olah Indonesia bisa merdeka hanya karena hasil perjuangan dari pihaknya saja, tanpa ada peran dan kontribusi di luar kelompoknya. Narasi “Indonesia tak akan merdeka tanpa ulama”, “Nusantara tak akan bebas dari penjajahan tanpa peran umat Islam”, “umat Islam sangat berjasa dalam memerdekakan Indonesia” dan baru-baru ini narasi bahwa perjuangan para perjuang kemeredekaan tak lepas ...
Read more 0

Mewaspadi Provokasi Siber Saat Pandemi

Mewaspadi Provokasi Siber Saat Pandemi
Suara Kita
“Jika terjadi banjir kita lari ke masjid. Jika terjadi bencana, kita kumpul di masjid. Kok, ada virus kita disuruh menjauh dari masjid?” adalah salah satu provokasi yang tersebar dan viral di media sosial. Dalam kondisi pandemi yang semakin meningkat, yang harus kita waspadai adalah adanya sekelompok orang yang memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan pragmatis kelompoknya. Dalam keadaan seperti ini, provokasi, menyudutkan kelompok tertentu, narasi destruktif, serta ujaran kebencian lainnya, sering ...
Read more 0