Jumat, 14 Mei, 2021
Informasi Damai
Archives by: Sivana Khamdi Syukria

Sivana Khamdi Syukria

0 comments

Sivana Khamdi Syukria Posts

Ramadan, Al Quran dan Islam Rahmat

Suara Kita
Separuh pertama bulan Ramadan telah kita tapaki. Kini kita memasuki separuh kedua Ramadan. Masa-masa paling menentukan sebelum Ramadan mencapai puncaknya. Pertanyaannya, sudah berapa banyak amal ibadah kita lakukan? Kebaikan apa yang sudah kita lakukan di bulan mulia ini? Adakah kita sudah melakukan refleksi atas dosa kita di masa lalu? Dan mentransformasikan diri menuju manusia yang lebih baik? Sederet pertanyaan itu wajar kita ajukan lantaran Ramadan ialah ruang yang memang disediakan ...
Read more 0

Berpuasa dari Kebencian dan Provokasi

Berpuasa dari Kebencian dan Provokasi
Suara Kita
Semburan ujaran kebencian tampaknya tidak pernah sepi dari ruang publik (virtual) kita. Kebencian terhadap sesama dan pemerintah sengaja dihembuskan oleh kelompok tertentu untuk menciptakan situasi tidak kondusif. Pelakunya sebenarnya itu-itu saja. Yakni kelompok oposisi destruktif yang ingin mendelegitimasi kerja pemerintah. Serta kelompok radikal yang berhasrat mengubah bentuk dan ideologi negara. Dua kelompok itu seolah tidak mengenal lelah dan waktu. Segala isu yang mencuat ke permukaan segera dipelintir ke dalam narasi ...
Read more 0

Substansi Puasa; Tarbiyah Ruhani dan Muhasabah Kebangsaan

Suara Kita
Puasa berasal dari kata dalam Bahasa Arab, shaum yang bermakna menahan diri. Menahan diri dari nafsu biologis (makan, minum dan seksual) ialah level paling dasar dalam aktivitas puasa. Di atasnya lagi ada menahan diri dari segala nafsu negatif (nafsu lawwamah). Bentuk nafsu lawwamah ini tentu bermacam-macam dan mengalami evolusi setiap zamannya. Di era disrupsi digital ini, nafsu negatif itu bisa berwujud antara lain seperti kegemaran kita menyebarkan disinformasi, hingga kebiasaan ...
Read more 0

Problem Kaum Milenial; Dari Kesepian ke (Ideologi) Kekerasan

Problem Kaum Milenial; Dari Kesepian ke (Ideologi) Kekerasan
Suara Kita
Saya termasuk orang yang beranggapan bahwa terorisme merupakan fenomena yang kompleks. Artinya, tidak ada satu tinjauan yang bisa menjelaskan fenomena terorisme secara sahih. Tinjauan sosial-politik cenderung menganggap terorisme sebagai ekses dari ketidakadilan dan kemiskinan. Namun, seperti kita tahu tilikan itu tidak sepenuhnya benar. Buktinya, banyak kaum radikal-terorisme yang justru berasal dari kalangan kelas menengah berpendidikan. Asumsi yang menyebut terorisme sepenuhnya berakar dari ajaran agama tampaknya juga bermasalah. Jika agama ialah ...
Read more 0

Tanpa Kesalehan Bernegara, Agama Hanya Wacana

Tanpa Kesalehan Bernegara, Agama Hanya Wacana
Suara Kita
Dalam konteks negara bangsa seperti Indonesia, relasi (ber)agama dan (ber)negara cenderung bersifat resiprokal alias saling tergantung dan mempengaruhi. Praktik beragama dengan demikian tidak bisa dipertentangkan dengan praktik bernegara. Demikian pula sebaliknya, kehidupan bernegara idealnya juga selaras dengan kehidupan beragama. Namun, pandangan yang demikian itu agaknya tidak berlaku bagi seluruh umat Islam di Indonesia. Selalu saja ada individu atau kelompok yang merasa diri paling relijius lalu bersikap jemawa terhadap prinsip bernegara ...
Read more 0

Perayaan IWD dan Mengapa Perempuan Harus Menjadi Agen Anti-Hoaks dan Radikalisme

Perayaan IWD dan Mengapa Perempuan Harus Menjadi Agen Anti-Hoaks dan Radikalisme
Suara Kita
Tanggal 8 Maret setiap tahunnya, dunia memperingati International Women’s Day (IWD). Peringatan ini berakar dari gerakan buruh, tepatnya demonstrasi pada tahun 1908 ketika 15. 000 perempuan turun ke jalan-jalan kota New York menuntut perbaikan hak kerja. Partai Sosialis Amerika lantas mendeklarasikannya sebagai Hari Perempuan Internasional. Dalam perkembangan selanjutnya IWD tidak hanya berkutat pada gerakan kiri (sosialis) yang berorientasi pada isu keadilan di ranah ekonomi, namun juga merambah isu-isu lain di ...
Read more 0

3 Dosa Wahabi dan Sumbangsihnya Pada Terorisme Global

3 Dosa Wahabi dan Sumbangsihnya Pada Terorisme Global
Suara Kita
Layaknya tanaman, terorisme di Indonesia ialah gulma yang tumbuh subur, susah diberantas, sekaligus merusak kandungan hara dalam tanah. Ya, terorisme ialah benalu dalam kehidupan berdemokrasi kita. Para teroris hidup di Indonesia, bernafas, bahkan bekerja menikmati sumber daya alamnya, namun mereka membuat kerusakan mengatasnamakan agama. Barangkali benar, ungkapan Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen. Pol. Ahmad Nurwakhid yang mengatakan bahwa kejahatan yang paling keji ialah kejahatan yang mengatasnamakan agama. Terorisme, dilatari oleh agama ...
Read more 0

Kontestasi Wacana Daring, UU ITE dan Keadilan Restoratif

Kontestasi Wacana Daring, UU ITE dan Keadilan Restoratif
Suara Kita
Di era disrupsi digital ini, kontestasi wacana di ruang publik bergeser dari dunia nyata ke ranah maya. Keberadaan internet terutama media sosial telah menjadi ruang publik baru tempat opini dan wacana dikontestasikan dimana semua pihak berupaya menjadi yang paling dominan dan berpengaruh. Secara karakteristik, ruang publik digital ini terbilang unik, lantaran kian kaburnya batas antara urusan privat dan publik. Di internet apalagi medsos, urusan pribadi bisa menjadi isu yang dikonsumsi ...
Read more 0

Demokrasi Digital, Kritik Santun dan Masyarakat Madani

Demokrasi Digital, Kritik Santun dan Masyarakat Madani
Suara Kita
Sekadar menjadi tukang kritik itu mudah. Namun, menjadi pengkritik cerdas dan beradab itu sulit. Di era demokrasi digital seperti saat ini, nyaris semua orang bisa menjadi opinion maker dan kritikus di semua bidang. Semua isu mulai isu sosial, ekonomi, politik, hukum, agama dan sejenisnya bisa ditanggapi secara real time. Tidak perlu menulis di media massa dengan segala kerumitan redaksionalnya. Bermodal akun medsos dan kuota internet, nyaris semua orang bisa menjadi ...
Read more 0

SKB 3 Menteri, Kemerdekaan Berekspresi dan Ekosistem Sekolah Ramah Perbedaan

SKB 3 Menteri, Kemerdekaan Berekspresi dan Ekosistem Sekolah Ramah Perbedaan
Suara Kita
Ketika kasus pemaksaan pemakaian jilbab pada siswi non-muslim di SMKN 2 Padang mencuat ke permukaan, saya merasa heran. Keheranan saya bermula dari setidaknya dua hal. Pertama, bagaimana bisa seorang siswi non-muslim diwajibkan memakai jilbab oleh pihak sekolah? Kedua, bagaimana bisa hal itu terjadi di sekolah negeri, sekolah yang seharusnya menjadi percontohan tentang pengelolaan keragaman? Keheranan saya kian bertambah panjang ketika mengetahui bahwa aturan itu sudah berlaku sejak 15 tahun. Dan, ...
Read more 0