Antropolog Clifford Geertz menyebut bahwa ulama di Indonesia memiliki peran sebagai cultural broker. Istilah ini memiliki sejumlah makna. Antara lain, perantara antara pemerintahan dan masyarakat. Dalam artian menjembatani antara kebijakan pemerintah dan kepentingan masyarakat. Selain itu, cultural broker juga dimaknai sebagai penghubung antara kelompok masyarakat yang berbeda adat dan kebudayaan agar saling mengenal dan tidak berkonflik. Terakhir, cultural broker juga dapat dimaknai sebagai sosok yang mampu menegosiasikan dimensi keislaman dan ...
Read more 0 Sivana Khamdi Syukria
Sivana Khamdi Syukria Posts
Hadist Nabi yang menyebutkan bahwa umatnya akan terpecah ke dalam 73 golongan dan hanya 1 golongan yang mendapat surga itu telah dipolitisasi sedemikian rupa. Banyak kelompok yang lantas mengklaim kelompoknya lah yang dimaksud dengan satu golongan yang akan diselamatkan Allah tersebut. Ketika kecil, saya sering mendengar guru mengaji saya mengutip hadist tersebut. Menurutnya, yang dimaksud satu golongan itu adalah komunitasnya. Guru ngaji saya itu menyebut bahwa orang yang tidak suka ...
Read more 0 Kaum ekstremis punya seribu satu cara untuk mempropagandakan ideologinya. Salah satunya dengan membajak doktrin Aswaja. Pembajakan doktrin Aswaja ini dilakukan dengan membangun narasi bahwa ajaran Aswaja bukan sekadar urusan muamalah belaka, melainkan juga berorientasi pada visi global, terutama terbentuknya persatuan ummah di bawah naungan khilafah islamiyyah. Pembajakan ajaran Aswaja ini dilakukan karena paham Ahlussunnah wal Jamaah merupakan aliran Islam mainstream dan memiliki pengikut yang luas di banyak negara di dunia. ...
Read more 0 Jika kita bertanya, apa saja faktor dan variabel yang berpengaruh pada kemajuan sebuah negara? Maka, jelas salah satunya adalah faktor keamanan. Sekaya apa pun negara itu dengan sumber daya alam dan potensi lainnya, setinggi apa pun sumber daya manusianya, dan sebesar apa pun potensi pasarnya, namun jika tidak aman, maka negara itu tidak akan pernah menjadi negara maju. Faktor keamanan nasional menjadi fondasi penting dalam mewujudkan stabilitas politik dan ekonomi. ...
Read more 0 Tahun 2024 ditutup dengan sejumlah catatan yang cukup membanggakan. Tahun politik itu berhasil dilewati tanpa gesekan sosial akibat pesta demokrasi. Di sisi lain, kita juga berhasil mempertahankan status “zero attack terrorism”. Di saat yang sama, Jamaah Islamiyyah secara sukarela membubarkan diri. Capaian positif itu tentu menjadi modal penting untuk mengarungi tahun 2025. Tahun 2025 tentu menghadirkan tantangan yang tidak ringan terkait isu radikalisme dan ekstremisme. Konstelasi geopolitik di Timur Tengah ...
Read more 0 Perdebatan ihwal boleh-tidaknya seorang muslim mengucapkan selamat Natal itu memang menjengkelkan, membosankan, dan kurang kerjaan. Bagaimana tidak? Setiap menjelang Natal, linimasa media sosial kita diramaikan oleh debat kusir tentang isu tersebut. Ujung-ujungnya adalah munculnya narasi saling menyalahkan. Di satu sisi, kelompok yang menghalalkan ucapan selamat Natal kerap dituding sekuler, liberal, atau malah dianggap rusah akidahnya. Di sisi lain, kelompok yang mengharamkan ucapan selamat Natal kerap dipersepsikan sebagai intoleran, eksklusif, kolot, ...
Read more 0 Tidak dinyana, adegan Gus Miftah tengah membecandai penjual minuman yang viral itu berdampak luas pada banyak hal. Tulisan ini tentu tidak hendak membela siapa pun. Namun, di zaman dimana segala hal yang viral itu dianggap kebenaran, bertabayun adalah hal yang utama. Tabayun itu bukan pembelaan, apalagi penghakiman. Namun, upaya menyeimbangkan perang opini yang kadung meluas. Peristiwa itu terjadi di sebuah pengajian di Magelang yang juga dihadiri oleh Gus Yusuf dan ...
Read more 0 Dalam sebuah wawancara, mantan teroris Ali Imron pernah berkata bahwa ia bisa meradikalisasi seseorang hanya dalam waktu beberapa menit saja. Metodenya adalah dengan mengajak diskusi dan melemparkan pertanyaan-pertanyaan yang menjebak. Misalnya, “kamu lebih milih Nabi Muhamad atau presiden Indonesia?“. Atau pertanyaan “kamu lebih percaya Al Qur’an atau buku-buku filsafat?”. Juga pertanyaan “lebih sakral mana, Islam atau Pancasila“. Model pertanyaan yang demikian itu sengaja dipakai untuk menggiring sang target agar mudah ...
Read more 0 Jamaah Ansharud Daulah kembali berulah. Kali ini, mereka mengirim surat berisi ancaman terhadap Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Bandung. Surat yang ditujukan untuk Rektor Bandung itu berisi permintaan pembatalan acara wisuda tanggal 15-17 November 2024. Jika perintah itu tidak dituruti, mereka mengancam akan meledakkan bom di lokasi wisuda. Teroris JAD juga melarang pihak Unpar menghubungi Polisi dan mengabarkan pada media terkait ancaman bom itu. Tentu saja, pihak Unpar tidak tunduk pada ...
Read more 0 Menarik membaca manuver eks-HTI pasca organisasi itu dibubarkan. Salah satu pentolan eks-HTI, Felix Shiaw mengatakan bahwa HTI masih “berdakwah” dengan berbagai cara. Pernyataan itu secara eksplisit mengakui bahwa HTI bergerak secara klandestin alias di bawah tanah. Jika diamati, eks-HTI memang melakukan sejumlah kompromi dan negosiasi untuk beradaptasi dengan kondisi baru tersebut. Dari sisi materi dakwah, mereka tidak lagi secara eksplisit menyerukan pendirian khilafah atau penerapan syariah. Kini, mereka lebih sering ...
Read more 0