Pertemuan Jokowi dan Joe Biden: Langkah Indonesia Untuk Melaksanakan Ketertiban Dunia

Pertemuan Jokowi dan Joe Biden: Langkah Indonesia Untuk Melaksanakan Ketertiban Dunia

- in Faktual
166
0

Sikap Indonesia dalam menciptakan perdamaian global selalu mampu menjadi perhatian masyarakat Internasional. Hal demikian bisa kita lihat bagaimana Indonesia tetap konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dan berusaha keras menghentikan konflik agresi militer Israel atas Palestina.

Dalam beberapa kesempatan, Presiden Jokowi mewakili Indonesia, mendesak agar agresi militer Israel atas palestina segera dihentikan. Selain persoalan kemanusiaan yang menimpa warga Palestina, konflik tersebut juga sangat berdampak terhadap semua negara di dunia dalam hal ekonomi dan keamanan global.

Perhatian dan dukungan Indonesia terhadap banyaknya korban yang menimpa warga Palestina membuat presiden Jokowi mengirim bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina yang terdampak. Selain itu, orang nomor satu di Indonesia tersebut melakukan langkah diplomatik dengan beberapa negara lain agar terjadi kesepakatan bersama bahwa konflik kemanusian atau penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.

Menyikapi Isu Global Dengan Cara Damai

Baru-baru ini, masyarakat internasional dibuat terkesima oleh langkah Presiden Jokowi lantaran menemui Presiden Amerika Serikat, Joe Biden di tengah membaranya konflik Israel dan Palestina. Pertemuan bilateral Indonesia dan Amerika serikat pada senin, 13 November 2023 tersebut tidak hanya membahas terkait persoalan kemitraan dalam hal ekonomi dan keamanan.

Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri RI menyampaikan bahwa Presiden Jokowi menegaskan dukungan Indonesia untuk kemerdekaan Palestina dan meminta agar Amerika Serikat dapat menggunakan pengaruhnya kepada Israel untuk menghentikan agresi militer di Gaza. Presiden Jokowi berharap adanya Genjatan senjata sebagai solusi terbaik untuk mencapai perdamaian berdasarkan aturan hukum internasional.

Langkah Jokowi tersebut harus menjadi contoh bagi negara-negara lainnya dalam ikut andil mempromosikan perdamaian dunia. Bahkan, Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, menjadi satu-satunya anggota negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang mempunyai keberanian melakukan perundingan damai dengan Amerika Serikat dalam menyikapi konflik Israel dan Palestina

Pijakan konstitusi yang tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang megharuskan Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Indonesia selalu konsisten memainkan peran penting dalam membentuk perdamaian dunia. Indonesia bahkan memberikan inspirasi dan motivasi kepada negara lain untuk ikut andil dalam perdamaian global sebagaimana yang telah dilakukan oleh Bung Karno dalam Gerakan Non-Blok.

Bukan menjadi hal yang biasa lagi bahwa Indonesia merupakan negara yang tetap konsisten menjadi model perdamaian dan keberagaman kebudayaan. Dalam konteks ini, Indonesia merupakan negara yang selalu menjunjung tinggi perdamaian global.

Di tengah negara lain yang saling memihak terhadap Israel ataupun Palestina, Indonesia menyikapinya selangkah lebih maju dari pada negara-negara lain. Indonesia menyadari bahwa konflik bersenjata antarnegara yang berkepanjangan jika tidak ada upaya perdamaian seperti genjatan senjata hanya akan menyebabkan semakin banyaknya korban dan menimbulkan ancaman global baik keamanan, ekonomi, dan bahkan krisis ketertiban dunia.

Oleh karena demikian, Indonesia selalu melakukan upaya diplomatik dengan negara-negara lain sebagai langkah menciptakan perdamaian global baik dalam konflik Israel dan Palestina maupun perang antara Rusia dan Ukraina. Indonesia selalu mampu dan berani memainkan peran sebagai aktor sekaligus konseptor terbentuknya perdamaian global yang abadi.

Apa yang dilakukan Presiden Indonesia merupakan manifestasi dari langkah Bung karno dalam menyerukan perdamaian dunia pada saat KTT Gerakan Non Blok, 1961, di Yugosavia. Maka dari itu, sudah menjadi keharusan bagi bangsa Indonesia untuk selalu ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan prinsip kesetaraan harkat dan martabat suatu bangsa.

Facebook Comments