Jumat, 27 Mei, 2022
Informasi Damai
Archives by: Heru harjo hutomo

Heru harjo hutomo

0 comments

Heru harjo hutomo Posts

Islam Kudet dan Titik-Balik Bahasa

Islam Kudet dan Titik-Balik Bahasa
Suara Kita
Peristiwa the linguistic turn yang terjadi di Barat pada dekade 60-70an pada akhirnya mampu mengubah, atau setidaknya mampu mempertanyakan, kemapanan ilmu pengetahuan dan bahkan kebudayaan secara umum. Dalam bidang agama, lahirnya hermeneutika dan perspektif-perspektif yang mendasarkan diri pada bahasa, tak urung juga membuat agama dan kehidupan beragama berjalan sesuai dengan konteks yang melingkupinya. Arkoun dan al-Jabiri adalah dua di antara beberapa pemikir muslim yang cukup memiliki pengaruh dalam kajian keislaman ...
Read more 0

Ruwahan, Ramadan, dan Lebaran: Moderatisasi Diri dalam Kearifan Nusantara

Ruwahan, Ramadan, dan Lebaran: Moderatisasi Diri dalam Kearifan Nusantara
Suara Kita
Ngelmu iku Kalakone kanthi laku Lekase lawan kas Tegese kas nyantosani Setya budya pangekese durangkara —Mangkunagara IV, Serat Wedhatama Dalam khazanah budaya Jawa, rangkaian peristiwa Ruwahan, puasa Ramadan sampai dengan lebaran dan kupatan, adalah sebuah prosesi dimana manusia diberi waktu khusus untuk lebih mengenal dirinya dalam kaitannya dengan Tuhannya dan manusia ataupun makhluk-makhluk lainnya. Sebelum memasuki bulan Ramadan, tradisi Jawa mewariskan tradisi Ruwahan yang dimulai dari pertengahan bulan hingga akhir ...
Read more 0

Sufisme Nusantara, Puasa, dan Tenggang Rasa

Suara Kita
Puasa tak pelak lagi adalah sebentuk ibadah individual yang berimplikasi pula secara sosial. Meskipun seolah-olah bersifat eksistensial, dimana hanya kita sendiri dan bukannya orang lain yang mampu merasakan kehausan dan kelaparannya, namun ketika ditilik dari sisi batiniahnya ternyata puasa itu akan pula berimplikasi pada orang lainnya. Mangkunagara IV, dalam Serat Wedhatama, mengungkapkan bahwa tapa brata tak melulu soal mengontrol hawa nafsu semata, namun juga berkaitan dengan menyenangkan hati sesama (karyenak ...
Read more 0

NII dan Nasionalisme Populistik

NII dan Nasionalisme Populistik
Suara Kita
Pada kurun 2017-2018, pemerintah menetapkan UU Ormas yang sebelumnya, di tengah-tengah situasi yang panas pula, mendapatkan berbagai keberatan dari berbagai kalangan. Dengan penetapan UU itu pun HTI, dan menyusul kemudian FPI, dibubarkan. Pokok keberatan tentang akan ditetapkannya UU Ormas itu adalah di sekitar permasalahan apakah sebuah ide, gagasan, dapat dipidanakan mengingat konstitusi telah menjamin kebebasannya? Dalam sebuah catatan, Sontoloyo, Sempalan, dan Gerakan-Gerakan Kutu Rambut (https://jalandamai.org), saya pribadi menyatakan bahwa meskipun ...
Read more 0

Catur Perkara: Sisi Praksis Puasa dalam Terang PB IV

Catur Perkara: Sisi Praksis Puasa dalam Terang PB IV
Suara Kita
Sunan Bagus merupakan seorang raja Surakarta yang termasuk produktif dalam berkarya. Seandainya bangsawan Jawa identik dengan tarekat tertentu, Sunan Bagus yang kemudian bergelar sebagai Pakubuwana IV inilah yang terang-terangan bertarekat, baik dalam sikap-sikap kesehariannya maupun dalam karya-karya sastranya. Tarekat Akmaliyah adalah salah satu tarekat yang menjadikannya salah satu orang yang memegang sanad keilmuan. Seorang sejarawan, M.C. Ricklefs, pernah secara khusus memotret pribadi raja Surakarta itu yang sangat menonjol jiwa kesantriannya ...
Read more 0

Ghirah Hitam Kekerasan

Ghirah Hitam Kekerasan
Suara Kita
Radikalisme dan terorisme memang sebuah persoalan yang mesti ditilik dari berbagai sudut-pandang. Setidaknya, saya pernah melihat persoalan itu dari sisi konsep diri yang diwedarkan oleh al-Qur’an (Petaka Melankolia: Perihal Kebhinekaan, Kenusantaraan, Radikalisme dan Terorisme, Heru Harjo Hutomo, PT Nyala Masadepan Indonesia, Surakarta, 2021) dan bahasa yang dipakai (Ma-Hyang: Melibatkan yang Silam Pada yang Mendatang, Heru Harjo Hutomo, CV Kekata Group, Surakarta, 2020). Bertepatan dengan bulan Ramadhan, yang lekat dengan ibadah ...
Read more 0

Wulucumbu dan Sistem Deteksi Dini

Wulucumbu dan Sistem Deteksi Dini
Suara Kita
Wayang iku Wewayangan kang satuhu Lelakoning janma ing alam janaloka Titenana wong cidra mangsa langgenga —Pocung Di setiap kebudayaan pada dasarnya terdapat sebuah kearifan yang diwariskan secara turun-temurun. Kearifan-kearifan ini, di hari ini, kerap ditengarai sebagai “takhayul” atau sesuatu yang tak ilmiah (beyond science). Peristiwa pawang hujan yang tengah viral di Sirkuit Mandalika, yang mengundang berbagai reaksi yang negatif, setidaknya dari perspektif agama dan sains, membuktikan bahwa terkadang kita pun ...
Read more 0

Tempus: Melongok Perjalanan Agama dan Nasionalisme di Indonesia

Tempus: Melongok Perjalanan Agama dan Nasionalisme di Indonesia
Suara Kita
Merumuskan hubungan antara agama dan kebangsaan sebenarnya bukanlah hal yang gampang dilakukan. Negara Indonesia telah lama diyakini sebagai sebuah negara dimana keberagaman merupakan salah satu fondasi utamanya. Keberagaman itu tak semata berlaku pada aras etnis, agama maupun budaya, namun juga geografis yang karenanya konon Indonesia juga dikenal sebagai “nusantara.” Oleh karena itu, ketika orang berupaya merumuskan “nasionalisme,” apalagi ketika dikaitkan dengan agama, akan menghadapi sebuah kenyataan pengertian yang tak tunggal. ...
Read more 0

Agama, Perdamaian, dan Kekerasan

Agama, Perdamaian, dan Kekerasan
Suara Kita
Menyandingkan “kekerasan” dengan agama memang bukanlah persoalan yang sederhana. Banyak agamawan, ataupun aktifis-aktifis yang menyandarkan aktifitasnya pada agama dan segala hal yang melingkupinya, kerap menggaungkan pesan perdamaian yang konon dibawakan oleh agama. Kecenderungan ini sering pula dilabeli sebagai kecenderungan moderat, substansial ataupun kultural, untuk membedakan dengan kecenderungan radikal, fundamental ataupun struktural, yang sama-sama eksis dalam membawakan agama di tengah kehidupan yang kongkrit. Pada titik itu “kekerasan” kemudian sering dinisbahkan pada ...
Read more 0

Seni, Radikalisme dan Terorisme

Seni, Radikalisme dan Terorisme
Suara Kita
Seni telah lama memiliki sifat yang multifungsi. Di samping pedagogis, khususnya seni-seni yang masih bersifat tradisional, seni juga sebuah sarana kritis atau media yang digunakan untuk mengkritik dan membawa misi tertentu. Corak seni yang terakhir ini lazim dikenal sebagai seni pembebasan. Adapula seni yang berfungsi sebagai sarana hiburan semata sekaligus yang memiliki misi keagamaan tertentu. Namun, ada satu corak kesenian yang patut dieksplorasi lebih lanjut yang berkaitan dengan perkembangan jiwa. ...
Read more 0