Rabu, 27 Desember, 2023
Informasi Damai
Archives by: Heru harjo hutomo

Heru harjo hutomo

0 comments

Heru harjo hutomo Posts

Dzikir Maut dan Moderasi Beragama

Dzikir Maut dan Moderasi Beragama
Narasi
Tak seperti biasanya, anak itu sedari bangun tidur, ketika terang mulai meliputi Bumi, bermain dan berlarian di depan rumah. Tak ada minat untuk menonton TV, rewel atau sesekali melafalkan aksara-aksara yang menempel di sebuah dinding. Hingga, pada pukul 12.00, beberapa kendaraan rombongan peziarah melintasi rumah yang kami singgahi, ia, Sangkan namanya, kemudian menggamit tangan Bapaknya untuk kembali menonton TV sebagaimana biasanya. Ziarah kubur merupakan salah satu tradisi yang sudah lama ...
Read more 0

Kesetaraan Sosial-Politis, Kesetaraan Agamis

Kesetaraan Sosial-Politis, Kesetaraan Agamis
Narasi
Siapa yang tak pernah mengenal Kertanegara, Hayam Wuruk ataupun Gajah Mada, orang-orang yang jelas-jelas tak pernah bersyahadat? Dan adakah yang memiliki prasangka bahwa mereka akan masuk neraka? Tentu pertanyaan-pertanyaan semacam ini tak pernah berada dalam pikiran kita. Kita hanya mengenal bahwa pada masa Hayam Wuruk kerajaan Majapahit, dengan konsep “Tripaksa” dimana agama Syiwa-Buddha-Brahma disatukan, berada pada puncak kejayaannya (Antara Kesatuan Wujud dan Persatuan Nasional, Heru Harjo Hutomo, https://jalandamai.org). Adapun pada ...
Read more 0

Antara Kesatuan Wujud dan Persatuan Nasional

Narasi
Di Jawa apa yang dikenal dalam agama sebagai problem tauhid kerap dianggap sebagai sebuah problem yang sudah selesai. Anggapan semacam ini dapat saya perluas lagi pada problem akhlak atau yang di Jawa dikenal dengan istilah “budi pakerti.” Sebab, dua problem ini memiliki keterkaitan yang erat dimana oleh kalangan wujudiyah Nusantara apa yang disebut sebagai relasi antara Khaliq dan makhluq terjembatani oleh akhlaq. Maka dapat dikatakan, sebagaimana penyimpulan M.C. Ricklefs, agama—dalam ...
Read more 0

Yang Tua Yang Beriak, Yang Muda Yang Mengendap

Narasi
Dalam kesusastraan Jawa, khususnya pada karya Ronggawarsita, istilah “muda” ternyata tak bertentangan dengan istilah “tua.” Sang pujangga Jawa itu mengaitkan istilah “muda” dengan istilah “mupus” atau “pupus” yang merujuk pada tunas atau daun muda. Meskipun ungkapannya terkesan sumeleh, “mupus pepesthening takdir,”namun secara spiritual kondisi itulah yang diasosiasikan dengan sikap yang sudah dewasa: menjemput takdir dengan penuh harapan. Maka tak heran ketika Mangkunegara IV mencirikan pula sikap dewasa atau tua ini ...
Read more 0

Otentisitas Keagamaan di Era Digital

Otentisitas Keagamaan di Era Digital
Keagamaan
Sepertinya, pandemi corona yang terjadi beberapa tahun yang lalu adalah sasmita tentang apa yang akan orang hadapi pada detik ini: pola kehidupan yang sudah berubah dengan adanya dunia digital. Agama pun, yang konon oleh kalangan radikal diyakini tak mengenal ruang dan waktu, tak pula dapat lepas dari perubahan. Fenomena work from home, transaksi-transaksi online, kelas-kelas daring di sekolah-sekolah dasar sampai sekolah tinggi, individualitas berbagai praktik keagamaan, dsb., adalah realitas-realitas baru ...
Read more 0

Israel-Palestina dan Simpang Jalan Foucault-Deleuze

Israel-Palestina dan Simpang Jalan Foucault-Deleuze
Narasi
Michel Foucault memang dikenal sebagai seorang gay. Namun, kekaribannya dengan seorang Deleuze yang sangat terkenal bukanlah sebuah hubungan sesama jenis. Deleuze menyukai dan masih memiliki harapan pada perempuan. Dalam kancah filsafat Perancis, Deleuze dikenal sebagai seorang alterego dari seorang Foucault yang sepertinya tak gampang berkawan. Bukan karena Foucault, meskipun sesama gay, memiliki hubungan yang tak nyaman dengan Roland Barthes. Bukan pula karena Foucault, meskipun bukan seorang gay, juga tak nyaman ...
Read more 0

Strukturisisasi Agama-Agama Kultural

Strukturisisasi Agama-Agama Kultural
Kebangsaan
Kebenaran agama, atau untuk lebih tepatnya tafsiran-tafsiran atas doktrin agama, konon memang dapat membuat siapa pun untuk bersikap “masturbasif.” Tak jarang nyawa seolah dapat terjual ataupun terbeli karenanya secara murah meriah. Dan ketakutan, bahkan rasa malu, sekedar dianggap sebagai sebentuk pembiaran kesesatan atau justru kesesatan itu sendiri. Kisah-kisah purifikasi agama yang banyak terpampang di sejarah nusantara adalah kisah-kisah bagaimana para penganut agama bermasturbasi dengan agamanya. Banyak peninggalan sejarah yang berguna ...
Read more 0

Tuhan yang Mengatasi Agama: Mengembangkan Sikap Toleran dan Inklusivitas Sejak Dini

Tuhan yang Mengatasi Agama: Mengembangkan Sikap Toleran dan Inklusivitas Sejak Dini
Narasi
Kepolosan seorang bocah, barangkali, adalah teladan yang baik dalam soal menangguhkan perbedaan sistem iman, atau setidaknya, titik awal sekaligus titik akhir dalam bertuhan. Seorang bocah, yang barangkali pula sebelum konstruksi iman terbangun secara nalar dimana—untuk meminjam Husserl—dunianya masih hidup di dunia penghayatan (Lebenswelt), akan lebih memahami bahasa yang dalam spiritualitas agama dikenal sebagai “welas-asih” ataupun “kasih-sayang.” Welas-asih atau kasih-sayang jelas adalah sebentuk perasaan yang mengatasi segala sekat perbedaan. Kebetulan anak-anak ...
Read more 0

Muhammad dan Kejawen

Muhammad dan Kejawen
Kebangsaan
Kejawen adalah sebuah istilah yang kerap dipakai untuk menyatakan berbagai konsep dan praktik yang pernah atau sedang hidup di lingkungan budaya Jawa. Istilah ini jelas hidup pada masa perang kemerdekaan yang saat itu, di tengah cekikan penjajahan, menjelma menjadi berbagai aliran kepercayaan, gerakan-gerakan kemerdekaan yang berbasiskan suku Jawa, di samping juga bahwa berbagai penggiatnya turut menjadi pendiri republik Indonesia. Pada masa pra kemerdekaan orang-orang Jawa nyaris tak pernah menyebut berbagai ...
Read more 0

Agama Libidinal, Zaman dan Ruang-Ruang Baru

Agama Libidinal, Zaman dan Ruang-Ruang Baru
Narasi
Load up on guns, bring your friends It’s fun to lose and to pretend —Smells Like Teen Spirit, Nirvana Pernah pada suatu masa menjadi “kiri” akan dipandang sebagai seksi, seperti kalau tak melakukan free sex akan dipandang tak gaul alias utun. Menjadi “kiri” dan melakukan free sex adalah dua hal yang memang berbeda, namun keduanya ternyata memiliki akar historis yang sama: represi. Marxisme, yang juga mengklaim sebagai “kiri,” pada era ...
Read more 0