Rabu, 27 Mei, 2020
Informasi Damai
Archives by: Heru harjo hutomo

Heru harjo hutomo

Heru harjo hutomo Posts

Pancasila dalam Perspektif Islam Nusantara

Pancasila dalam Perspektif Islam Nusantara
Suara Kita
Saya kira tak sekedar bahwa Pancasila tak bertentangan dengan Islam Nusantara. Orang perlu mengetengahkan bukti bahwa nilai-nilai Islam Nusantara juga sudah menjiwai Pancasila. Salah satu hal yang pokok adalah bahwa Islam Nusantara tak dapat dilepaskan dari dinamika yang terjadi pada tingkat lokal: sejarah, pergeseran nilai-nilai, kondisi sosial-politik, dan seterusnya. Tapi, tak berarti konteks lokal itu, secara substansial, menyebabkan Islam Nusantara tak dapat berlaku universal. Saya pribadi berpendapat bahwa budaya itu ...
Read more 1

Bergesernya Paradigma Kosmologis Jawa

Bergesernya Paradigma Kosmologis Jawa
Suara Kita
Adalah seorang keturunan Madura, Trunajaya, yang sempat menumbangkan kekuasaan kesultanan Mataram yang dalam sejarahnya pernah tercatat sebagai pemerintahan tiran dan despotik (bedhahing Plered). Ribuan ulama yang merupakan simpatisan Giri Kedaton dieksekusi oleh Amangkurat I yang dikisahkan memiliki kehidupan yang hedonistik—bahkan ia sempat pula berebut perempuan, Rara Oyi, dengan salah satu anaknya: Amangkurat II. Trunajaya, yang secara harfiah bermakna “kejayaan orang muda,” merupakan seorang ksatria-santri di masa sekarang. Dalam perlawanannya terhadap ...
Read more 1

Yang Berisik, Yang Berbisik: Seni Sebagai Pendidikan Toleransi Sejak Dini

Yang Berisik, Yang Berbisik: Seni Sebagai Pendidikan Toleransi Sejak Dini
Suara Kita
Dalam khazanah budaya Jawa, toleransi sering disepadankan dengan istlah “tepa slira” atau lebih tepatnya “tepa sarira.” Istilah ini sebenarnya lebih mengacu pada sebentuk sikap untuk tahu diri, tepa berarti kenal dan sarira berarti diri. Secara normatif hal ini berkaitan dengan kesadaran akan orang lain yang akan tumbuh ketika orang sadar akan diri sendiri. Tentang tepa sarira atau sikap etis mengenal diri sendiri yang berujung mengenal orang lainnya dan teranyamnya keberagaman ...
Read more 0

Khalifah fi al-Ardhi dan Diri-Diri yang Terkebiri

Khalifah fi al-Ardhi dan Diri-Diri yang Terkebiri
Suara Kita
Gustavo Gutierrez, Hasan Hanafi, Farid Esack, adalah beberapa nama pemikir dan aktifis yang pernah melambungkan apa yang dikenal sebagai “teologi pembebasan” (liberation theology). Memang sumbangsih Karl Marx sangat besar di sini, paling tidak ia menginspirasi sejumlah intelektual untuk memandang tauladan dan tradisi keagamaan yang dianutnya secara dinamis. Di hari ini tak usah jauh-jauh mengulik masalah ketakadilan ekonomi dan sosial untuk sekedar melihat upaya sistematis untuk mengebiri kedirian. Dalam pergaulan sehari-hari ...
Read more 2

Kantuk yang Tak Berujung Lelap: Liminalitas Dalam Kebudayaan Jawa Tradisional

Kantuk yang Tak Berujung Lelap: Liminalitas Dalam Kebudayaan Jawa Tradisional
Suara Kita
Tan samar pamoring suksma Sinuksmaya winahya ing asepi Sinimpen telenging kalbu Pambukaning warana Tarlen saking liyep layaping aluyup Pindha pesating sumpenan Sinimpen ing rasa jati —Serat Wedhatama Pada awal 2000-an, saya sempat berdiskusi dengan seorang yang dikenal sebagai pakar budaya Jawa, (alm.) Prof., Dr. Damardjati Supadjar. Kala itu saya baru pertama kali menginjakkan kaki di Jogja untuk memulai kuliah di fakultas filsafat UGM. Di salah satu rumahnya yang sederhana, di ...
Read more 0

UU Desa dan Radikalisme di Akar Rumput

UU Desa dan Radikalisme di Akar Rumput
Suara Kita
Tak banyak orang tahu bahwa desa di masa sekarang berbeda dengan desa di masa silam, meski ia pun bersumber dari masa yang lebih silam lagi. Pada masa keraton (Kasultanan Ngayogyakarta dan Kasunanan Surakarta), kita mengenal yang namanya desa perdikan. Seperti di kota kelahiran saya, Ponorogo, terdapat 9 desa perdikan yang merupakan warisan Kasunanan Surakarta. Karena kontribusi mereka pada raja atau keraton, beberapa desa di masa silam dijadikan tanah perdikan. Mereka ...
Read more 0

Nusantara dan Batas Imajinasi Sebuah Bangsa

Nusantara dan Batas Imajinasi Sebuah Bangsa
Suara Kita
Nahdlatul Ulama, sebagaimana ormas keagamaan lainnya, pernah beberapa kali mengetengahkan apa yang disebut sebagai tipologi keislaman. Tipologi merupakan sesuatu yang penting diketengahkan agar kita tak dihisap dan terhisap oleh abstraksi yang kering sehingga kehilangan karakter dan kekongkretan. Tipologi adalah hal yang biasa dalam kancah ilmu-ilmu humaniora. Dalam ilmu sosiologi dan antropologi hal itu akrab disebut sebagai varian. Barangkali, orang bertanya kenapa mesti harus ada tipologi. Logika ilmu (sains) adalah logika ...
Read more 0

Reuni dan Kasih Tak Sampai

Reuni dan Kasih Tak Sampai
Suara Kita
Pada 02 Desember 2019, FPI dan massa aliansinya—alumni 212, GNPF MUI—berencana menggelar reuni 212. Dalam beberapa momen politik praktis di Indonesia, ormas yang potensial dibubarkan pemerintah itu menjadi motor dari gerakan populisme kanan. Sejak awal gerakan ini memang kerap mengemas segala kepentingannya dengan baju ataupun citra keagamaan tertentu. Pendekatan politik identitas mereka memang, dalam taraf tertentu, sempat membuat kegaduhan sosial karena sarat dengan penggunaan sentimen-sentimen keagamaan dan citra kekerasan. Reuni ...
Read more 2

Membekap Ideologi, Menyingkap Kerangka Nalar

Membekap Ideologi, Menyingkap Kerangka Nalar
Suara Kita
Pada 1979, seorang pemikir berkebangsaan Prancis, Jean-Francois Lyotard, mempublikasikan hasil analisanya tentang sepotong zaman yang ia namakan zaman postmodern di mana apa yang ia sebut sebagai kematian metanarasi menjadi salah satu penandanya. Metanarasi merupakan “cerita-cerita agung” yang sekilas ambisius, progresif, emansipatif, optimistis, dst. Metanarasi tersebut tampak nyata pada apa yang orang kenal sebagai ideologi. Dalam perjalanan sejarah, berbagai macam ideologi lahir dan saling berkontestasi seolah lebih tahu mana yang terbaik ...
Read more 1

Habitus II: Musik Sebagai Sebentuk Deradikalisasi

Habitus II: Musik Sebagai Sebentuk Deradikalisasi
Suara Kita
Adalah Friedrich Wilhelm Nietzsche yang kali pertama menyatakan bahwa musik tak sekedar rangkaian nada yang terstruktur yang memiliki fungsi menghibur. Dalam sebuah film, When Nietzsche Wept (2007), terdapat adegan dan sepenggal gumam dari sang tokoh utama yang tengah ekstase dalam alunan musik, Nietzsche, “Wagner you’ve made music sick!” Hubungan Nietzsche dan Richard Wagner, seorang komponis ternama, pernah terjalin bagus ketika sang filosof godam tersebut masih terpengaruh oleh pesimisme Arthur Schopenhauer. ...
Read more 0
Translate »