Minggu, 6 April, 2025
Informasi Damai
Archives by: Heru harjo hutomo

Heru harjo hutomo

0 comments

Heru harjo hutomo Posts

Islam Kalijagan dan Keberagaman

Islam Kalijagan dan Keberagaman
Keagamaan
Anyaman antara Islam dan lokalitas, yang barangkali yang paling awal dan dapat diverifikasi, dan bahkan dapat disaksikan hingga kini, adalah varian Islam Kalijagan. Penganyaman antara Islam dan lokalitas ini adalah sebuah fenomena yang penting tentang bagaimana Islam menyikapi keberagaman yang, dengan melihat sejarah sebagaimana di masa Majapahit, merupakan fakta kultural Nusantara yang tak terbantahkan. Sampai hari ini, Kalijaga adalah seorang yang besar yang setidaknya dirasa dimiliki oleh dua komunitas yang ...
Read more 0

Strategi Islam Kalijagan dalam Gempuran Islam Transnasional

Strategi Islam Kalijagan dalam Gempuran Islam Transnasional
Keagamaan
Lamun sira paksa nelad Tuladaning Kangjêng Nabi O gèr kadohan panjangkah Watêke tan bêtah kaki Rèhne ta sira Jawi Sathithik bae wus cukup Aja guru alêman Nelad kas ngêblêgi pêkih Lamun pêngkuh pangangkah yêkti karamat —Serat Wedhatama Pada hari ini sungguhlah enak bagi para anak keturunan Sunan Kalijaga yang mengambil sang mantan brandal itu sebagai penanda gen—terlepas dari anak keturunan sang sunan yang mengambil jalur para isterinya untuk ingin ...
Read more 0

Yang Tersamar di Balik Yang Tersuar: Memupus Sikap Saling Curiga antar Umat Beragama dan Berkepercayaan

Yang Tersamar di Balik Yang Tersuar: Memupus Sikap Saling Curiga antar Umat Beragama dan Berkepercayaan
Narasi
Seorang santri, yang jelas-jelas akrab dengan ibadah-ibadah yang syar’ikan, mendekati dan belajar dengan orang-orang yang tak pernah mengenal masjid, apalagi dalam hal-hal yang konon menjadi core dari sebuah agama: ketuhanan. Golongannya pun sontak menertawai penuh ejek, karena bagi mereka logika Tuhan adalah seturut dengan logika agama. Ketika diselami, tawa penuh ejek seperti itu pada dasarnya adalah sebersit ketakterimaan hati dalam menerima sebuah fakta, yang persis sebagaimana logika Tuhan yang nyatanya ...
Read more 0

Kearifan di Balik Empat Pilar Kerukunan dalam Bingkai Keindonesiaan

Kearifan di Balik Empat Pilar Kerukunan dalam Bingkai Keindonesiaan
Narasi
Dalam kebudayaan Jawa terdapat istilah yang konon cukup mendiskreditkan segolongan orang yang berpaham wahdatul wujud, atau lebih merujuk pada anak murid Pangeran Lemah Abang. Istilah itu adalah istilah “kiniyai” yang digunakan secara diametral dengan istilah “kyai.” Kiniyai adalah segolongan orang yang bukan kyai yang dianggap suci secara moral dan tegak dalam hal akidah. Dapat diketahui bahwa sebelum istilah ustadz, ulama, ataupun istilah-istlah untuk menyebut kaum agamawan, dalam dunia per-kyai-an sendiri, ...
Read more 0

AI dan Kembalinya Manusia Ke Masa Bermain

AI dan Kembalinya Manusia Ke Masa Bermain
Narasi
Power puts into play of dynamic of constant struggle. There is no escaping it. But there is freedom in knowing the game is yours to play. —Michel Foucault Segenap teori resistensi seolah rubuh, atau setidaknya membutuhkan perombakan yang jauh dari bayangan awal, ketika orang hidup di era revolusi industri 4.0. Di era ini dinamika kehidupan orang seperti tak gampang untuk sekedar dikategorisasikan. Taruhlah teori tentang pergolakan kelas ala tradisi “kiri” ...
Read more 0

Era AI dan Radikalisme Sebagai Pseudo-Ideology

Era AI dan Radikalisme Sebagai Pseudo-Ideology
Narasi
Ideologi adalah sebuah perkara yang benar-benar telah selesai. Bukan karena tingkat kecerdasan orang yang makin hari makin menurun, ketika kecerdasan itu dapat diukur dengan bagaimana orang dengan gamblang dapat memproyeksikan masa depan sekaligus menggapainya dengan langkah-langkah yang taktis, namun tuntutan zaman seolah memang tak menghendaki idealitas dan realitas itu dapat terpilah dan terpilih. Gamblang, teknologi, yang menurut Heidegger merupakan “Enframing” atau pembingkai kehidupan, adalah “the first principle” yang konon mendasari ...
Read more 0

Kekerasan dan Watak Meditatif Gen Alfa

Kekerasan dan Watak Meditatif Gen Alfa
Narasi
Dalam aktifitas dolanan di Jawa terdapat mainan yang disebut sebagai “gangsingan.” Ketika orang mengamati, semakin cepat perputaran gangsingan itu justru akan terlihat semakin anteng atau kelihatan diam terpusat. Karena itulah dalam estetika Jawa terdapat jenjang tentang ketinggian kualitas sebuah karya seni, dari yang mulai penuh gerakan hingga seolah menjadi minim gerakan dan bahkan diam, dari yang penuh bising hingga bahkan tanpa sesesap suara apapun atau hening. Dan justru yang seakan-akan ...
Read more 0

Menggalakkan Kembali Konsep Kewarganegaraan di Tengah Potensi Konflik Antara “Nasionalisme Merah” dan “Nasionalisme Putih”

Narasi
Transnasionalisasi adalah memang salah satu ancaman di Indonesia yang tak mudah lemah dalam hal ideologi dan pergerakan. Setelah Islam ala salafi-wahabi, Hizbut Tahrir, dan bahkan IS, yang semuanya menjadikan “dunia seberang” sebagai pusat keagamaan, dan otomatis pula pusat politik-budaya-ekonomi, orang Indonesia pun berpotensi untuk menghadapi gelombang transnasionalisasi yang sudah bertransformasi sedemikian rupa. Bukan karena banyak dari gerakan semacam JI sudah kembali ke pangkuan Bumi pertiwi, namun kondisi global seolah menuntut ...
Read more 0

Keakraban di Balik Keberjarakan: Antara Formalisasi Agama dan Substansialisasi Agama

Keakraban di Balik Keberjarakan: Antara Formalisasi Agama dan Substansialisasi Agama
Narasi
Keakraban, kadangkala, akan tampak tak sebagaimana orang bayangkan: penuh penghormatan dan bahkan ketakutan. Kisah kaum hakikat dalam sejarah agama, yang kerap bertubrukan dengan kaum syari’at, pada dasarnya adalah juga sebentuk kisah tentang keakraban yang dibaca sebagai sebentuk kekurangajaran, penyepelean, dan bahkan penyimpangan. Dalam bahasa pendekatan agama yang terkini, kaum hakikat itu dilabeli dengan banyak penyebutan: kaum kultural, kaum substansial, kaum moderat, dan bahkan kaum liberal. Secara diametral biasanya mereka akan ...
Read more 0

Ketika Agama Bersilangsengkarut dengan Kuasa

Ketika Agama Bersilangsengkarut dengan Kuasa
Narasi
Dahulu sepertinya zaman memang menyediakan dunia-dunia yang masih bisa berdiri sendiri. Taruhlah dalam dunia pesantren yang, ketika orang ingin memperdalam ilmu tarekat, ia tahu akan belajar ke pesantren mana. Ataupun ketika orang itu ingin memperdalam ilmu-ilmu kejadugan, ia pun sudah tahu akan pergi ke pesantren mana. Dan dalam kekhususan masing-masing itu, seolah-olah orang saling paham bahwa dunia yang tengah mereka jalani itu memiliki aturan main yang khas atau berbeda antara ...
Read more 0