Sabtu, 17 April, 2021
Informasi Damai
Archives by: Saiful Bahri

Saiful Bahri

0 comments

Saiful Bahri Posts

Kembali ke Wajah Islam Indonesia

Suara Kita
Aksi tindakan bom bunuh diri dan arogansi berlabel Islam ini sebetulnya bukanlah ciri khas wajah Islam Indonesia, yang telah lama hidup dan mengakar di bumi pertiwi. Karena wajah Islam yang penuh kezhaliman, kebencian dan kemungkaran semacam itu murni “virus dari luar” yang memengaruhi cara berislam masyarakat Indonesia. Karena bentang perjalanan Islam Indonesia, sejatinya mengikrarkan  wajah Islam yang terbuka, mampu membangun dialogis kultural, tidak saling mengganggu, saling menghormati dan anti-konflik. Karena ...
Read more 0

Di manakah Letak Kebenaran “Mati Syahid” Para Pelaku Bom Bunuh diri?

Di manakah Letak Kebenaran “Mati Syahid” Para Pelaku Bom Bunuh diri?
Suara Kita
Ketika aksi bom bunuh diri kembali terjadi di Gereja katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada hari Minggu 28 Maret 2021 Kemarin. Saya seketika berpikir, di manakah letak otoritas kebenaran dari “Mati Syahid” yang dilakukan oleh para pelaku bom bunuh diri itu? Jika pelakunya kehilangan nyawa, saya jawab iya. Tetapi jika itu dinamakan “Mati Syahid” dan  dianggap sebagai jalan untuk kebenaran suci menuju surga-Nya. Saya rasa, praktik kebiadaban yang semacam itu jelas ...
Read more 0

Hukum Negara adalah Representasi Hukum Tuhan yang Harus ditaati!

Hukum Negara adalah Representasi Hukum Tuhan yang Harus ditaati!
Suara Kita
Di negeri ini, ada segelintir orang yang sering-kali merasa dirinya paling autentik di dalam beragama. Dengan pedenya berfatwa bahwa “Hukum Tuhan jauh lebih tinggi dari pada hukum negara”. Sehingga, dirinya merasa tidak perlu mengikuti semua aturan negara yang berlaku. Lalu, dengan santainya berbuat onar, tindakan yang semena-mena, merusak, serta mengabaikan semua aturan dan mekanisme hukum yang berlaku di negeri ini. Tanpa menyadari bahwa dirinya sebetulnya telah “mengerdilkan hukum Tuhan” yang ...
Read more 0

Bahayanya Subordinasi Pendidikan Agama “Jangka Pendek”

Bahayanya Subordinasi Pendidikan Agama “Jangka Pendek”
Suara Kita
Saya termasuk orang yang “menolak” terhadap paradigma pendidikan agama yang condong sempit secara fungsional. Menisbatkan semua aktivitas belajar-mengajar ilmu keagamaan di sekolah, seakan hanya memiliki tujuan (akhirat) semata. Hanya menjadikan agama sebagai sesuatu yang  buntu dengan porsi kebutuhan “Jangka pendek” dan stagnan pada taraf “transcendent immanent”. Subordinasi pendidikan keagamaan ini mulai menutup kebutuhan-kebutuhan paling proporsional. Bagaimana agama seharusnya mampu meniscayakan kesadaran anak-anak untuk bisa beretika dengan baik. Bisa membangun semangat ...
Read more 0

Shalatmu Akan Membuatmu “Alergi” Hoax dan Radikalisme

Shalatmu Akan Membuatmu “Alergi” Hoax dan Radikalisme
Suara Kita
Saya sepenuhnya meyakini secara spiritual, bahwa orang yang shalat-nya baik, niscaya akan merefleksikan kesadaran-kesadaran etis untuk tetap berada dalam kebaikan. Dirinya akan merasa “alergi” untuk berbuat kerusakan. Termasuk enggan untuk menyebarkan hoax. Menolak kekerasan yang mengatasnamakan agama. Karena shalatmu akan membuatmu merasa “alergi” hoax dan radikalisme. Research statement di atas, sejatinya bukan hanya sekadar asumsi belaka. Tetapi di mantapkan oleh salah satu potongan ayat dalam Al-Qur’an (surat Al-Ankabut:45) yang meniscayakan ...
Read more 0

Bahayanya Hibrida Salafi-Wahabi dan Radikalisme di Indonesia

Bahayanya Hibrida Salafi-Wahabi dan Radikalisme di Indonesia
Suara Kita
Jika kita amati, gerakan Radikalisme dan Salafi-Wahabi di Indonesia sejatinya memiliki corak-karakter yang berbeda. Salafi-Wahabi lebih menonjol kepada hal-hal yang sifatnya peribadatan formal. Mereka condong eksklusif, tekstualis dan keras. Mereka anti-tradisi kultural dan menolak semua ajaran di luar aliran mereka. Sedangkan kelompok Radikalisme-Terorisme, mencoba untuk “melegitimasi” serpihan agama-Nya untuk berbuat kerusakan dan menunjang kekuatan politik-identitas demi mengejar kekuasaan secara geografis di Indonesia.  Perbedaan arah dan karakter keduanya bukan berarti mereka ...
Read more 0

Bayang-bayang Kebebasan di Media Sosial

Suara Kita
Penemuan paling besar dalam sejarah kehidupan manusia adalah bahasa. Bahasa dijadikan alat komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Manusia menempatkan bahasa sebagai penghubung dengan apa yang ada di luar dirinya. Hari ini, kita mengenal media sosial sebagai tempat untuk berkomunikasi dengan pihak lain. Di mana selama kepemimpinan Orde Baru, kebebasan berpendapat dibelenggu sedemikian mungkin. Masyarakat dibungkam suaranya, siapapun yang lantang menyampaikan pendapat dianggap anti pancasila, menolak pembangunan, dan komunis. Kemudian di era ...
Read more 0

UU ITE dan Framing “Digital Crime” di Dunia Maya

UU ITE dan Framing “Digital Crime” di Dunia Maya
Suara Kita
Di dalam tubuh demokrasi, media digital akan selalu tegak menawarkan ruang kebebasan dan ketidakterbatasan sosial-kultural. Frekuensi yang semacam ini, saya kira menjadi satu alasan penting bagaimana kejahatan-kejahatan berbasis digital juga akan selalu mengakar dan melebar. Karena orang yang sering-kali doyan menghujat, mencaci, penebar kebohongan dan provokasi konflik di dunia maya. Mereka akan selalu menempatkan dirinya dalam ruang kebebasan ber-demokrasi “democratic freedom”. Walau-pun senyatanya, mereka sebetulnya hanya membangun semacam “framing” agar ...
Read more 0

Kritik dan Hakikat Kebebasan

Kritik dan Hakikat Kebebasan
Suara Kita
Kebebasan di dalam menyampaikan setiap pendapat atau kritikan, pada hakikatnya harus didasari oleh rasa tanggung-jawab diri secara personal. Bagaimana di dalam menyampaikan  sesuatu, harus dijembatani oleh pertimbangan-pertimbangan etis, konstruktif dan didasari oleh pengetahuan yang objektif.  Karena kebebasan adalah hak dan rasa tanggung-jawab baik secara moral-sosial. Sebagaimana yang diungkapkan Plato dalam bukunya “Republik” yang ditulis olehnya sekitar 360 SM. Bahwa Freedom is actually the best (virtue)  of democracy. But, democracy will ...
Read more 0

Sekolah dan Ruang Kondusif Penanaman Sejarah Islam yang Toleran di Nusantara

Sekolah dan Ruang Kondusif Penanaman Sejarah Islam yang Toleran di Nusantara
Suara Kita
Di dalam lingkungan Sekolah, anak-anak kadang-kala selalu dibekali hikayat atau dongeng kecil-kecilan. Sebuah cerita tentang umat Islam di masa lalu. Bertamasya dengan sejarah yang kadang-kala berfokus pada hal peperangan dan penaklukan. Anak-anak tidak sukar untuk terus berimajinasi menjadi sosok pahlawan layaknya  Sayyidina Umar bin Khathab yang menebas kepala orang-orang kafir pada saat itu. Pengenalan sejarah umat Islam kepada anak-anak yang ada di Sekolah kadang-kala berporos pada perihal “dinamika politik” dan ...
Read more 0