Sabtu, 5 April, 2025
Informasi Damai
Archives by: Saiful Bahri

Saiful Bahri

0 comments

Saiful Bahri Posts

Peluang Napiter Mengajukan Bebas Bersyarat, Beserta Misi Deradikalisasi yang Harus Mereka Lakukan!

Peluang Napiter Mengajukan Bebas Bersyarat, Beserta Misi Deradikalisasi yang Harus Mereka Lakukan!
Faktual
Beberapa hari yang lalu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Eddy Hartono menyatakan secara tegas. Bahwa, narapidana terorisme (napiter) dapat mengajukan pembebasan bersyarat (PB). Sikap kepala BNPT ini tak lain sebagai respons terhadap pernyataan (Menkumham) Yusril Ihza Mahendra terkait kajian pemberian pengampunan (amnesti) lewat pembebasan bersyarat terhadap para napiter, termasuk napiter Jamaah Islamiyah (JI). Langkah pemberian pembebasan bersyarat (PB) terhadap para napiter ini, bagi kepala BNPT tentunya harus ...
Read more 0

Belajar dari Perang Shiffin: Bagaimana Sektarianisme Menjadi Akar Pertumpahan Darah dalam Islam!

Belajar dari Perang Shiffin: Bagaimana Sektarianisme Menjadi Akar Pertumpahan Darah dalam Islam!
Narasi
Jika kita kuliti, paham sektarianisme dalam sejarah Islam bermula pada peristiwa yang dikenal dengan perang Shiffin itu. Perang saudara sesama umat Islam ini melibatkan dua kelompok, yakni antara kelompok Muawiyah bin Abi Sufyan dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Adapun faktor utama dari konflik ini bukan agama, tetapi gejolak kepentingan politik berbasis sektarian yang dibungkus oleh agama. Paham sektarianisme selalu melegitimasi dalil-dalil agama untuk menghakimi kelompok/golongan di luar kelompoknya kafir, ...
Read more 0

Posisi Iman dalam Ucapan Selamat Natal

Posisi Iman dalam Ucapan Selamat Natal
Narasi
Setiap tahun, perdebatan kosong mengenai ucapan selamat Natal itu selalu tumbuh dari situasi diri kita yang kerap dipenuhi oleh “rasa” prasangka dan kekawatiran-kekawatiran. Banyak yang bertanya, bagaimana posisi iman kita di saat kita mengucapkan selamat Natal? Apakah “ucapan” selamat natal dapat menggeser iman kita? Untuk menjawab dua pertanyaan di atas, kita harus “jernih” dalam memahami dua konteks situasi yang berbeda. Bahwa, antara ucapan “selamat” Natal dengan “melaksanakan” Natal sesungguhnya memiliki ...
Read more 0

Kesesatan Narasi Jihad Kebangkitan Khilafah Pasca Kemenangan HTS di Suriah

Kesesatan Narasi Jihad Kebangkitan Khilafah Pasca Kemenangan HTS di Suriah
Narasi
Presiden Suriah Bashar al-Assad berhasil digulingkan oleh kelompok oposisi Hayat Tahrir al-Sham (HTS). Dari situ mulai bermunculan narasi sesat dan menyesatkan di Indonesia. Menganggap, kemenangan HTS adalah bentuk keberhasilan jihad kebangkitan khilafah. Seolah, HTS adalah representasi dalam memperjuangkan hukum Islam sebagai hukum negara yang harus dijadikan inspirasi di Indonesia. Kemenangan HTS di Suriah bukanlah kemenangan Islam, tetapi kemenangan kelompok teroris (bughat) dengan kepentingan politis untuk (berkuasa). Jika kita gambarkan, HTS ...
Read more 0

Mereduksi Fetakompli Radikalisme dengan Berislam secara Logis

Narasi
Ada statment yang selalu diserukan oleh kelompok radikal. Bahwasanya: “Khilafah itu adalah bukti kegemilangan peradaban Islam, jika Anda anti-Khilafah, maka keislaman Anda perlu diragukan”. Secara verbal, statment di atas memang tidak memaksa kita pro-khilafah. Tetapi, statment di atas berupaya menjebak kesadaran kita untuk bisa menerima khilafah. Kita dibuat overthingking, seolah keislaman kita ada yang bermasalah jika anti-khilafah. Begitulah fetakompli radikalisme bekerja. Secara tak sadar, pikiran kita ditarik ke dalam kesimpulan ...
Read more 0

Tak Ada Wakil Tuhan dalam Politik: Mengungkap Bahaya Politisasi Agama Jelang Pilkada

Tak Ada Wakil Tuhan dalam Politik: Mengungkap Bahaya Politisasi Agama Jelang Pilkada
Narasi
Tidak ada satu-pun calon kandidat politik dalam pilkada serentak 2024 yang hadir sebagai “wakil Tuhan”. Tuhan tak pernah melegitimasi kelompok mana-pun yang dianggap berhak menjadi pemimpin. Semua memiliki hak yang sama karena kita semua adalah (khalifah fil ardh) yang diperintahkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan (kontestasi politik) untuk menjadi pemimpin masa depan bangsa, demi tercapainya Baldatun Tayyibatun Warabun Ghafur. Jadi, tak ada wakil Tuhan dalam kepentingan politik. Atau tak ada klaim ...
Read more 0

Kesejatian Islam Kaffah yang Tak Menegasi Demokrasi

Kesejatian Islam Kaffah yang Tak Menegasi Demokrasi
Narasi
Ada sebuah pertemuan bertajuk (Temu Muslimah Muda 2024) “The Next Level Activism: We Aspire, We Engage & We Stand for Islam Kaffah”. Yakni meningkatkan aktivisme pemuda dengan mendakwahkan Islam kaffah. Pertemuan ini cenderung mengimingi kaum muda agar anti-demokrasi dengan mengatasnamakan memperjuangkan Islam kaffah. Dalam pertemuan itu, Raden Roro Ranty Kusumaningayu selaku pembicara dalam pertemuan muslimah muda tersebut mengatakan: “Demokrasi merupakan alat penjajahan AS untuk memperluas pengaruh dan dominasi global-nya demi ...
Read more 0

Melepas Klaim Primordialisme Kepahlawanan

Melepas Klaim Primordialisme Kepahlawanan
Narasi
Banyak klaim, bahwa sejarah kemerdekaan bangsa ini “hanya” diperjuangkan oleh umat Islam saja. Lalu dipelintir ke dalam semangat identitas primordial untuk mereduksi segala kemajemukan yang ada. Bahkan, kaum radikal menyeleweng-kan sejarah kepahlawanan para ulama untuk melegitimasi gerakan resolusi jihad menegakkan negara berbasis Islam/Khilafah. Kita harus menyadari, bahwa bangsa ini sejatinya diperjuangkan oleh para pahlawan yang lahir dari latar-belakang ras, suku dan agama yang berbeda. Tercatat dalam sejarah, para pahlawan bangsa ...
Read more 0

Titik-Temu Relasi Ulama-Umara’ dalam Qs. An-Nisa’:59

Titik-Temu Relasi Ulama-Umara’ dalam Qs. An-Nisa’:59
Keagamaan
Saya begitu tertarik dengan kebenaran Al-Qur’an (Qs. An-Nisa’:59) itu dalam memahami titik-temu relasi ulama dan umara’. Cobalah amati ayat tersebut: “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah (Allah) dan taatilah (Rasul/Nabi) serta (ulil amrih) yakni pemegang kekuasaan di antara kamu”. Mengapa basis ketaatan kepada Allah SWT, pada Rasul/Nabi (kini: taat pada ulama sebagai pewaris Nabi) dan kepada pemerintah (ulil amri) itu justru disandingkan dalam satu redaksi? Mengapa tidak dipisah ke dalam redaksi ...
Read more 0

Substansi Idul Qurban: Kebenaran Iman Tak Akan Melukai Siapa-pun

Substansi Idul Qurban: Kebenaran Iman Tak Akan Melukai Siapa-pun
Narasi
Tak ada legitimasi kebenaran iman yang membenarkan kezhaliman, seperti menghalalkan darah orang lain. Kebenaran Iman pada hakikatnya tak akan pernah melukai siapa-pun. Ini adalah substansi penting bagi kita dalam merefleksikan Hari Raya Idul Adha/Qurban yang akan kembali dirayakan oleh umat Islam pada 10 Dzulhijjah 1445/17 Juni 2024. Idul Adha/Qurban tak lepas dari bentang sejarah Nabi Ibrahim yang diperintahkan oleh-Nya untuk menyembelih anak kesayangannya, yakni Ismail. Nabi Ibrahim adalah sosok Nabi ...
Read more 0