Minggu, 1 November, 2020
Informasi Damai
Archives by: Saiful Bahri

Saiful Bahri

0 comments

Saiful Bahri Posts

Menyingkap Lanskap “Civil-distrust”

Suara Kita
Mengapa potensi “civil-distrust” jauh lebih berkembang, mengakar dan bahkan membudaya di setiap perhelatan demokrasi kita. Dari pada senggama budaya “civil-trust” rasa saling percaya? Fenomena ini sejalan dengan egosentrisme masyarakat yang selalu dihadapkan dengan “lanskap” ketidakpercayaan dengan melakukan pembangkangan “Civil Disobedience” dalam banyak hal.  Perhelatan demokrasi Pancasila kita tereduksi oleh jejaring “people power” yang melahirkan segerombolan masyarakat anarkis, tidak mau diatur, bertindak semena-mena dan bahkan “kebebasan demokrasi” itu masih dijadikan wadah ...
Read more 0

Bahayanya “Hibrida” Radikalisme dan Watak Premanisme

Suara Kita
Ada beberapa cuplikan video perihal aktivitas para demonstran perihal penolakan UU Cipta Kerja yang saya pahami betul. Entah pada saat aksi, terjadi bentrok, hingga melakukan tindakan anarkis. Dari video itulah saya sempat berpikir sejenak. Bahwa benar, tujuan pertama yang mereka inginkan adalah menegakkan keadilan. Tetapi realitas di lapangan justru berbeda. Cita-cita itu tereliminasi oleh karakter kita yang terlalu angkuh, egois dan benarnya sendiri. Kebijaksanaan itu ternodai oleh tindakan-tindakan anarkis.  Bahkan ...
Read more 0

Fenomena Hijrah dan Wajah Ganda Radikalisme di Kampus

Suara Kita
Secara eksplisit, saya sedikit banyak mengamati mahasiswi di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, sebelum pandemi ini membuat aktivitas kampus serba daring. Terkait maraknya perubahan secara pola fashions mereka yang dari awal pertama menjadi mahasiswa baru yang saya lihat menggunakan pakaian biasa saja. Hingga dalam beberapa waktu kemudian mereka berganti menggunakan jubah yang lebar serta cadar yang menutupi wajahnya. Fenomena ini, memang menarik geliat saya untuk memahami dengan betul dari ...
Read more 0

Dakwah yang Tidak Sekadar Adsense dan Popularitas

Dakwah yang Tidak Sekadar Adsense dan Popularitas
Suara Kita
Di tengah realitas yang tidak terbatas (Global Village). Media digital akan selalu membawa masyarakat ke dalam sebuah “kemudahan” yang akan mengantarkan ke dalam siklus kebebasan yang tidak akan terbendung. Kebebasan berekspresi di ruang digital dan cepatnya perputaran arus informasi akan semakin sedikit orang yang berbicara tentang manfaat dan kemudharatan. Kebebasan dan kemudahan ekspresi akan memudahkan seseorang untuk bergerak sesuai keinginan dan kepentingannya masing-masing. Begitu banyak orang yang terjun di platform ...
Read more 0

Farag Fouda dan Candu Formalisasi Syariat Islam (Khilafah)

Suara Kita
Pada bulan Januari 1992, Farag Fouda menghadiri sebuah perdebatan dalam rangka pameran buku koleksi Kairo. Mereka terdiri dari dua kubu. Pertama, dari Fouda sendiri dan Muhammad Ahmad Khalafullah. Dari kubu kedua, Muhammad Al-Ghazali, Ma’mun Al-Hudaibi dan Muhammad Imara. Perdebatan ini bermula dari karyanya Fouda yang mengundang kontroversi yaitu “Al-Haqiqah Al-Ghaibah”. Terjemahannya dalam bahasa Indonesia menjadi “Kebenaran yang Hilang” Mengungkapkan sejarah kelamnya praktik politik kaum muslimin. Kepemimpinan yang otoriter, serta konflik ...
Read more 0

Merdeka Beragama

Merdeka Beragama
Suara Kita
Ada kalanya, bagaimana kita harus merdeka dan saling memerdekakan dalam beragama. Membuang jauh-jauh sifat “merasa” yang akan menjadi beban secara psikis. Mengosongkan segala keangkuhan teologis. Memberikan kebebasan penuh kepada mereka yang berbeda keyakinan untuk menjalankan ibadahnya masing-masing. Begitu-pun sebaliknya. Agama soal ketenangan bukan kesibukan yang tiada tara untuk menilai orang lain. Karena agama adalah kepentingan diri yourself untuk mencapai puncak cahaya rohani dan perbaikan diri. Karena kita sering mengalami situasi ...
Read more 0

Romantisme Diponegoro dan Anatomi Khilafah di Nusantara

Romantisme Diponegoro dan Anatomi Khilafah di Nusantara
Suara Kita
Pada Minggu 2 Agustus 2020 kemarin, ada semacam Talk show dalam rangka launching film Jejak Khilafah di Nusantara. Bersama Ismail Yusanto, Rokhmat S. Labib, Nicko Pandawa dan Felix Siauw. Disiarkan secara langsung di YouTube Khilafah Channel. Hal ini membicarakan panjang lebar tentang jejak “romantisme” masa lalu pada masa kerajaan Diponegoro yang dijadikan ikon besar kebangkitan khilafah Islamiyah. Membentuk satu konstruksi sejarah Nusantara yang dijadikan “playmaker” untuk menjembatani kekhilafahan atau kekaisaran ...
Read more 0

Mitologi Qurban dan Jembatan “Spiritualitas Kemanusiaan”

Mitologi Qurban dan Jembatan “Spiritualitas Kemanusiaan”
Suara Kita
“Ibrahim melihat ke atas dan di tengah semak belukar ia melihat seekor domba jantan terperangkap oleh tanduknya. Ia pergi mengambil domba jantan itu dan mempersembahkan-nya sebagai korban, sebagai pengganti anaknya. Jadi Ibrahim menamai tempat itu “Tuhan menyediakan”, dan sampai hari ini dikatakan, “Di atas gunung Tuhan itu akan disediakan”. (Kejadian 22: 13-14). Secara kajian mitologi, nama “Ibrahim” (Abraham) dalam bahasa Taurat. Dalam kata “Tuhan akan menyediakan” merupakan bentuk kata kerja ...
Read more 0

Paradigma Teologis Hasan Hanafi dalam Merawat Persaudaraan Kebangsaan

Paradigma Teologis Hasan Hanafi dalam Merawat Persaudaraan Kebangsaan
Suara Kita
Sebagai Founding Father of Occidentalism, Hasan Hanafi juga berperan sebagai maestro teologis. Membuka sekat-sekat primordial dogma ketuhanan yang hanya dimanfaatkan sebagai legalitas demi kepentingan tertentu. Hilangnya persaudaraan di tengah perbedaan. Hilangnya kesadaran di dalam mencintai negaranya. Serta terbentuknya sekat identitas dan membangun kelas sosial. Serta ilusi tegaknya negara kekuasaan berbasis agama merupakan fenomena kesadaran teologis yang sangat membahayakan. Karena hal ini tidak hanya merusak persaudaraan dalam kebangsaan. Tetapi merusak tatanan ...
Read more 0

Pancasila dan Kamuflase Berislam di Tengah Ambang Radikalisme

Pancasila dan Kamuflase Berislam di Tengah Ambang Radikalisme
Suara Kita
Islam sebagai agama wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sejatinya memiliki orientasi di dalam menciptakan tatanan umat manusia yang lebih adil, berakhlak, dan menjaga kemanusiaan. Karena Nabi memang diutus untuk memperbaiki etika umat manusia. Tentu keselarasan antara unsur perintah dan esensi yang diperintahkan menjadi substansi kebenaran untuk kita amini. Bahwa Islam seyogianya  bukan agama yang melahirkan “preman” yang wataknya Sak-karepe-dewe. Bawa pentungan, takbir dibarengi kekejaman dan menginginkan kekuasaan lalu ...
Read more 0