Senin, 27 Mei, 2024
Informasi Damai
Archives by: Saiful Bahri

Saiful Bahri

0 comments

Saiful Bahri Posts

Dr. Soetomo dan Kebangkitan Nasional Masa Kini Mereduksi Radikalisme

Dr. Soetomo dan Kebangkitan Nasional Masa Kini Mereduksi Radikalisme
Tokoh
Berbicara tentang hari Kebangkitan Nasional yang diperingati pada 20 Mei 2024. Kita sejatinya tak bisa melepaskan peran sosok Dr. Soetomo. Beliau adalah founding father dari lahirnya gerakan-gerakan kebangkitan nasional dengan komitmen memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Pada 20 Mei 1908, Dr. Soetomo mendirikan organisasi Budi Utomo. Ini adalah organisasi pergerakan pertama dalam sejarah bangsa Indonesia yang dapat membangkitkan semangat para anak-anak pribumi untuk memperjuangkan sebuah bangsa yang terhormat dan terbebas dari ...
Read more 0

Spirit Kenaikan Isa Al Masih dalam Menyinari Umat dengan Cinta-Kasih dan Perdamaian

Spirit Kenaikan Isa Al Masih dalam Menyinari Umat dengan Cinta-Kasih dan Perdamaian
Faktual
Pada Kamis 9 Mei 2024, diperingati hari Kenaikan Isa Al Masih. Yakni momentum suci di mana Sang Yesus Kristus naik ke Surga setelah mencapai 40 hari kebangkitan-Nya yaitu setelah hari Paskah. Kenaikan Isa Al Masih pada dasarnya akan menjadi cahaya yang dapat menyinari umat di muka bumi dengan cinta-kasih dan kedamaian. Kenaikan Isa Al Masih atau Yesus Kristus adalah kenaikan cinta, ketulusan dan pengorbanan-Nya untuk manusia dalam mengemban nilai-nilai perdamaian. ...
Read more 0

Intoleransi dan Polemik Normalisasi Label Kafir Lewat Mapel Agama di Sekolah

Intoleransi dan Polemik Normalisasi Label Kafir Lewat Mapel Agama di Sekolah
Faktual
Kalau kita amati, berkembangbiaknya intoleransi di sekolah sejatinya tak lepas dari pola normalisasi label kafir yang selalu diajarkan secara berulang di dalam mata pelajaran (mapel) agama. Sebab, pengidentifikasian “orang kafir” di sekolah selalu stagnan merujuk pada musuh dalam beragama. Secara objektif, semua tradisi agama-agama pasti memiliki klaim eksklusif. Karena hal demikian tak lepas dari subjektivitas imanen yang mutlak dalam setiap agama. Baik Islam ke Kristen, atau Yahudi ke Islam atau ...
Read more 0

Emansipasi Damai dalam Al-Qur’an

Emansipasi Damai dalam Al-Qur’an
Keagamaan
Al-Qur’an sejatinya tidak pernah pincang di dalam memosisikan status laki-laki dan perempuan. Di dalam banyak redaksi, keduanya selalu bersanding-an ke dalam peran yang sifatnya sama, cenderung kolaboratif dan tak bersifat mereduksi salah-satunya. Cobalah pahami, dalam (Qs. An-Nisa’:124) “Dan barang siapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki mau-pun perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk dalam surga dan mereka tidak dizhalimi sedikit-pun”. Antara laki-laki dan perempuan memiliki legalitas yang sama ...
Read more 0

Teror ISIS di Moskow dan Pentingnya Mewaspadai Eskalasi Teror di Bulan Suci

Teror ISIS di Moskow dan Pentingnya Mewaspadai Eskalasi Teror di Bulan Suci
Narasi
Beberapa hari yang lalu, terors ISIS kembali melakukan aksi teror penembakan massal dan melakukan pengeboman pada acara konser di Crocus City Hall dekat kota Moskow, Rusia. Aksi kezhaliman ini menewaskan ratusan orang dan pulahan orang lainnya mengalami luka-luka. Para pejuang ISIS mengaku bertanggung-jawab atas aski teror tersebut. Klaim ini disampaikan melalui sebuah akun Telegram. Bahwa itu adalah serangan yang dilakukan para pejuang (mujahidin) untuk menyerang kumpulan umat Kristen dalam acara ...
Read more 0

Tadarus Al-Qur’an di Bulan Ramadhan dalam Merefleksikan Ayat-Ayat Rahmatan Lil Alamin

Keagamaan
Di bulan suci Ramadhan, umat Islam diperintahkan untuk berpuasa sekaligus dianjurkan untuk tadarus Al-Qur’an. Mengapa? Karena di bulan inilah, Al-Qur’an diturunkan, sebagai cahaya Islam rahmatan lil alamin bagi umat manusia. Seperti dalam sebuah potongan ayat (Qs. Al-Baqarah:185) “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu ...
Read more 0

Dua Kekufuran Jelang Pemilu: Bughat dan Perpecahan

Dua Kekufuran Jelang Pemilu: Bughat dan Perpecahan
Keagamaan
Ada dua bentuk kekufuran menjelang pemilu 2024 yang harus kita sadari dan perlu kita hindari. Pertama, mengajak kita untuk membangkang (bughat) yakni menolak demokrasi dengan menganggap demokrasi kufur. Kedua, pola narasi perpecahan di tengah perbedaan pilihan politik pada pemilu yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024. Di dalam prinsip ketauhidan, kufur berarti mendustakan segala sesuatu yang diperintah mau-pun yang dilarang oleh-Nya. Misalnya, kita dituntut oleh-Nya untuk taat kepada pemimpin. Dalam ...
Read more 0

Khittah Pemilu 2024: Mengarungi Pesta Demokrasi yang Berkualitas, Bermartabat dan Beradab

Khittah Pemilu 2024: Mengarungi Pesta Demokrasi yang Berkualitas, Bermartabat dan Beradab
Narasi
Garis perjuangan (khittah) di balik kontestasi politik dalam pemilu 2024 sejatinya tidak sekadar tentang suksesi pemilihan pemimpin. Ini bukan hanya perkara tentang siapa yang harus menang dan siapa yang harus kalah. Tetapi, ini adalah bentuk dari proses (pendewasaan) kita bersama dalam membangun masyarakat yang demokratis. Secara kontekstual, masyarakat yang demokratis adalah masyarakat dengan kesadaran yang egalitarian. Akar dari toleransi, persatuan dan kebersamaan akan tumbuh dalam jati diri yang demokratis. Karena ...
Read more 0

Geliat Negara Islam yang Tak Berakar di Indonesia

Geliat Negara Islam yang Tak Berakar di Indonesia
Narasi
Geliat tegaknya sistem negara Islam di Indonesia sebetulnya tidak perlu diperdebatkan lagi. Karena konsep negara Islam tak memiliki akar yang komprehensif di dalam Islam. Sebab, Islam tidak pernah berbicara sistem bernegara, tetapi Islam berbicara (prinsip nilai) dalam membangun sebuah negara tanpa harus ber-embel-embel “nama agama”. Dalam bentang sejarah, mimpi besar S.M. Kartosoewirjo dalam menegakkan negara Islam di Indonesia juga tidak pernah berujung pada prinsip ideal-komprehensif tentang negara Islam yang dimaksud. ...
Read more 0

Titik-Temu Toleransi Universal dalam Sila Ketuhanan Pancasila

Narasi
Tindakan intoleransi dan extremism bisa datang dari semua kalangan umat agama. Tetapi, semua agama tidak mengajarkan intoleransi dan ekstrimisme. Mengapa? karena yang keliru bukan agama, tetapi kekeliruan umat dalam beragama. Kekeliruan beragama inilah yang harus dibenahi. Demi menyemai toleransi yang dibenarkan dalam semua agama (toleransi universal). Sebagaimana, kita harus menyembuhkan penyakit klaim ketuhanan secara eksklusif dan destruktif. Karena ini menjadi faktor fundament umat agama bersikap intolerant, ekstrimis, anti-keragaman dan radikal. ...
Read more 0