Kelompok radikalisme di Indonesia selalu mendeklarasikan dirinya sebagai pejuang pembela agama Islam. Hingga psikis bangsa ini selalu di teror dengan bom bunuh diri dan pemaparan paham kekerasan di berbagai tempat. Kondisi ancaman sosial yang semacam ini membuat bangsa ini secara kedaulatan dan keamanan sangat terancam. Darurat radikalisme adalah sinyal buruk ...
Read more 1 Narasi
Tanpa disadari masyarakat kita sekarang ini menjadi implusif, toleran, mudah marah dan mudah bermusuhan. Manakala ada terjadi konflik ringan, seperti politik, konflik itu akan ditarik ke tataran konflik etnis, atau konflik agama. Masyarakat cepat sekali mengambil cara kekerasan ketika posisinya dalam konflik itu terancam. Sehingga cara kotor dan tidak berperikemanusiaan ...
Read more 1 Tahun ini, saudara setanah air kita dari umat Kristiani akan merayakan Misa Natal, salah satu hari yang paling ditunggu oleh mereka. Dan ini juga merupakan momentum yang tepat untuk mengajarkan kembali toleransi antar umat beragama kepada bangsa Indonesia. Sudah merupakan suatu kewajiban sebagai saudara sebangsa untuk menjaga berjalannya perayaan Natal ...
Read more 1 Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) untuk Pertahanan Negara resmi disahkan mejadi undangiundang melalui Rapat Paripurna DPR RI, Kamis, 26 September 2019. Undang-undang ini dibuat untuk mengatur bahwa setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar ...
Read more 2 Membahas soal bela negara, jadi teringat tokoh wayang Kumbakarna yang terkenal memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme. Kumbakarna sosok tokoh dalam mitologi Hindu yang ceritanya sering diangkat dalam pewayangan. Kumbakarna digambarkan sosok raksasa yang besarnya, tingginya diatas raksasa pada umumnya. Wajah Kumbakarna sangat mengerikan, di sisi lain jiwanya Kumbakarna adalah sosok ...
Read more 1 Anak muda adalah tulang punggung negara. Kalimat itu nyaris menjadi klise lantaran selalu diulang-ulang sebagai sebuah retorika. Saking vitalnya peran kaum muda, Sukarno pun dalam pidatonya pernah berseru “beri aku sepuluh pemuda, makan akan kugoncang dunia”. Kalimat itu menjadi semacam harapan bagi kaum muda agar mampu menjalankan perannya sebagai agen ...
Read more 0 Indonesia pada 19 Desember 1948 berada dalam situasi genting dan mencekam. Kala itu, Yogyakarta sebagai ibu kota negara dibekuk oleh Agresi Militer II Belanda. Presiden Soekarno tertangkap, dan tidak lama kemudian, wakil presiden Mohammad Hatta juga mengalami hal serupa. Beruntung, sebelum Bung Hatta ditangkap tentara Belanda, ia sempat mengirim telegram ...
Read more 1 Bela negara dalam arti menciptakan keamanan, kedamaian, dan kenyamanan, sejatinya adalah tugas bersama. Bela negara bukan hanya kewajiban eksklusif pemerintah dan militer. Segala yang bisa merusak kedamaian, maka setiap anak bangsa wajib ikut berpartisipasi. Sekarang ini, salah satu yang merusak kedamaian itu adalah radikalisme beserta segala turunannya. Radikalisme merusak tatanan ...
Read more 2 Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon, Hubbul Wathon minal Iman, Wala Takun minal Hirman, Inhadlu Alal Wathon, Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon, Hubbul Wathon minal Iman, Wala Takun minal Hirman, Inhadlu Alal Wathon, Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay ...
Read more 2 Sejarah selalu memberi kita pelajaran berharga. Dari sejarah, kita belajar berbenah. Apa-apa yang terjadi sepanjang perjalanan bangsa ini mesti menjadi cermin untuk melakukan refleksi dan evaluasi diri. Termasuk tentang bagaimana sejarah memberi kita pelajaran berharga tentang betapa pentingnya komitmen dan keteguhan untuk selalu membela negara dan bangsa meski dalam kondisi ...
Read more 1
