Senin, 24 Januari, 2022
Informasi Damai
Archives by: Nurrochman

Nurrochman

0 comments

Nurrochman Posts

Hentikan Siar Kebencian Berdalih Kebebasan

Hentikan Siar Kebencian Berdalih Kebebasan
Suara Kita
Dua kasus yang menyita perhatian publik, yakni penahanan Bahar bin Smith atas kasus penyebaran berita palsu dan pelaporan Ferdinan Hutahaen atas dugaan ujaran kebencian kiranya memberikan kita pelajaran. Yakni bahwa kebebasan berekspresi kiranya harus dipahami secara bijak. Terbukanya ruang publik dan demokrasi di era Reformasi ini membawa sekian banyak konsekuensi. Salah satunya ialah maraknya ujaran kebencian berlatar isu sosial, politik, budaya, dan agama yang diklaim sebagai bagian dari kebebasan berekspresi. ...
Read more 0

Agenda Bangsa Tahun 2022; Meneguhkan Toleransi, Membumikan Moderasi

Agenda Bangsa Tahun 2022; Meneguhkan Toleransi, Membumikan Moderasi
Suara Kita
Tahun 2021 menghadirkan pelajaran penting bagi bangsa. Di tengah suasana pandemi, praktik intoleransi tidak pernah surut. Saban hari, ruang publik kita dijejali narasi provokasi, kebencian, dan adu-domba. Memasuki tahun 2022, kita dihadapkan pada pertanyaan krusial ihwal agenda bangsa ke depan. Jika melihat realitas kiwari, agenda bangsa yang paling krusial di tahun 2022 ialah meneguhkan toleransi dan moderasi beragama. Bangsa ini tidak akan menjadi bangsa maju dan beradab selama persoalan toleransi ...
Read more 3

Daur Ulang Polemik Natal dan Pentingnya Mendekonstruksi Nalar Keberagamaan Kita

Daur Ulang Polemik Natal dan Pentingnya Mendekonstruksi Nalar Keberagamaan Kita
Suara Kita
Saban memasuki pengujung bulan Desember, ruang publik digital kita dipastikan selalu riuh oleh debat tak berkesudahan ihwal hukum umat Islam mengucapkan selamat Natal pada umat Nasrani. Isu yang sebenarnya sudah kepalang basi ini terus saja didaur-ulang oleh pihak-pihak tertentu. Ironisnya, hingga saat ini masih saja ada ulama atau ustad yang mengharamkan umat Islam mengucapkan selamat Natal. Argumennya pun itu-itu saja; yakni bahwa mengucapkan Natal sama saja dengan mengakui kepercayaan umat ...
Read more 0

Fenomena Pelintiran Kebencian dan Ancamannya Terhadap Harmoni Umat Beragama

Fenomena Pelintiran Kebencian dan Ancamannya Terhadap Harmoni Umat Beragama
Suara Kita
Jelang perayaan momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) ruang publik kita diriuhkan oleh polemik seputar pembatalan kebijakan PPKM level 3. Dalam sebuah live video di kanal YouTube Ahmad Khozinudin bertajuk “Luhut Batalkan PPKM, Nataru Jadi Happy”, seorang bernama Ahmad Khozinudin yang mengklaim sebagai pengamat hukum, menuduh pemerintah bersikap diskriminatif terhadap umat Islam. Ia membandingkan kebijakan pelarangan Reuni 212 dengan pembatalan PPKM 3 di masa perayaan Nataru. Baginya, pembatalan PPKM 3 ...
Read more 5

Menjadikan Akhlak Mulia Sebagai Habitus Beragama, Bernegara, dan Berbangsa

Menjadikan Akhlak Mulia Sebagai Habitus Beragama, Bernegara, dan Berbangsa
Suara Kita
Dua puluh tahun lebih menjalani era Reformasi, bangsa ini dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Salah satunya ialah krisis akhlak. Ironisnya krisis ini terjadi di hampir seluruh kelompok dan lapisan masyarakat. Di level elite misalnya, para pemimpin kita banyak yang terjebak pada hasrat kekuasaan pragmatis dan gaya hidup hedonis. Akibatnya, perilaku menyimpang seperti korupsi dan penyalahgunaan wewenang kerap terjadi. Di level tokoh agama, krisis akhlak mengemuka pada banyaknya para elite ...
Read more 5

Antara Khilafah dan Jihad; Dari Stigmatisasi ke Purifikasi

Antara Khilafah dan Jihad; Dari Stigmatisasi ke Purifikasi
Suara Kita
Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia ke-VII pada tanggal 11 September 2021 merekomendasikan agar masyarakat dan pemerintah tidak menstigmatisasi makna jihad dan khilafah. Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh menerangkan bahwa sistem kepemimpinan dalam Islam bersifat dinamis dan mempertimbangkan kemaslahatan yang ditujukan untuk kepentingan menjaga keluhuran agama (hirasati al-din) dan mengatur urusan dunia (siyasati al-duniya). Rekomendasi ini penting lantaran setidaknya dua hal. Pertama, saat ini terjadi penyelewengan substansi khilafah ...
Read more 1

Yang Wajib Dilakukan MUI Pasca Disusupi Teroris; Reformasi dan Sterilisasi

Yang Wajib Dilakukan MUI Pasca Disusupi Teroris; Reformasi dan Sterilisasi
Suara Kita
Ditangkapnya Zain an Najah, anggota Komisi Fatwa MUI Pusat karena keterlibatannya sebagai Dewan Syuro Jamaah Islamiyyah merupakan ironi sekaligus aib. Ironis karena MUI merupakan lembaga keagamaan dan keulamaan yang digadang menjadi pilar NKRI. ditangkapnya Zain juga menjadi aib MUI karena telah mencoreng wajah lembaga tersebut. Namun, apa lacur. Ibarat nasi telah menjadi bubur. Ironi dan aib itu telah terbongkar. Bukan waktunya untuk menyesali, apalagi menutupi aib dan berkilah dengan membangun ...
Read more 6

KKB Papua; Dari Separatisme ke Terorisme

KKB Papua; Dari Separatisme ke Terorisme
Suara Kita
Provinsi Papua dan Papua Barat sebagai wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan keputusan final. Bung Karno pada tahun 1963 telah menyatakan bahwa Irian Barat telah masuk ke dalam wilayah Indonesia sejak 17 Agustus 1945. Pernyataan ini mematahkan asumsi bahwa integrasi Papua ke NKRI dilatari oleh intimidasi. Munculnya separatisme di Papua sebenarnya bermula dari politik adu-domba kolonial Belanda. Dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) tahun 1949, Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. Namun, ...
Read more 0

Etos Kepahlawanan Sebagai Inspirasi Melawan Narasi Radikalisme dan Terorisme

Etos Kepahlawanan Sebagai Inspirasi Melawan Narasi Radikalisme dan Terorisme
Suara Kita
Setiap zaman niscaya melahirkan tantangannya sendiri. Dan, barang siapa berani berkorban menyumbang peran menaklukkan tantangan zaman ia berhak menyandang gelar pahlawan. Maka, deretan pahlawan yang kita kenal saat ini ialah orang-orang yang punya peran signifikan mengatasi tantangan pada zamannya. Tantangan itu berupa penjajahan (kolonialisme). Kini, zaman telah berubah, demikian pula tantangannya pun juga berubah. Tantangan zaman sekarang bukan lagi kolonialisme atau penjajahan satu bangsa atas bangsa lainnya. Wujud tantangan di ...
Read more 0

Mengapa Agama Rentan Dijadikan Alat Pemecah-Belah dan Propaganda Radikalisme?

Mengapa Agama Rentan Dijadikan Alat Pemecah-Belah dan Propaganda Radikalisme?
Suara Kita
Agama seringkali menunjukkan dua sifat yang berlawanan. Misalnya, di satu sisi agama bisa menjadi sumber kasih-sayang dan persatuan. Namun, di sisi lain agama tidak jarang juga menjadi sumber kebencian dan perpecahan. Inilah sifat paradoks keagamaan. Seperti kita lihat dalam lanskap keberagamaan di Indonesia selama dua dekade belakangan ini, dimana agama lebih sering dijadikan sebagai alat untuk memecah belah persatuan dan alat propaganda radikalisme. Dalam konteks politik, agama kerap dijadikan sebagai ...
Read more 1