Kamis, 9 April, 2020
Informasi Damai
Archives by: Ali Usman

Ali Usman

Ali Usman Posts

Mulutmu Harimaumu itu Ketika Sebar Berita Negatif

Mulutmu Harimaumu itu Ketika Sebar Berita Negatif
Video Damai
Ungkapan “Jangan takut corona, tapi takulah pada Allah” yang kemudian dipropaganda oleh sejumlah media, baik tertulis maupun video daring, adalah contoh dari peribahasa “Mulutmu Harimaumu”. Artinya, segala perkataan yang terlanjur dikeluarkan oleh seseorang, apabila tidak dipikirkan dahulu akan dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. “Jangan takut corona, tapi takulah pada Allah” telah menjadi narasi oleh sebagian kalangan, yang sebenarnya juga menjadi refleksi pemahaman keagamaan kita. Bahwa apa yang diyakininya ...
Read more 1

Menyambut Salam Pancasila

Menyambut Salam Pancasila
Suara Kita
Wacana Salam Pancasila sebagai salam nasional kembali mencuat setelah dihembuskan oleh Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, bersamaan dengan pernyataannya yang disalahpahami banyak orang, tentang “musuh terbesar Pancasila adalah agama”. Meski demikian, apa yang disampaikan oleh Yudian Wahyudi, tentang Salam Pancasila ini, lagi-lagi disalahpahami oleh mereka, yang sepertinya memang sulit menerima “hidayah”, miskin wawasan kebangsaan. Salam Pancasila, bagi mereka yang menentang, sayangnya, lebih pada pertimbangan emosional sempit, bukan pada alasan akademik dalam ...
Read more 1

Pancasila dan Nilai Luhur Budaya Indonesia

Pancasila dan Nilai Luhur Budaya Indonesia
Suara Kita
Mempertentangan Pancasila dengan agama merupakan usaha sia-sia, sebab kita tahu, dalam pasal atau sila-silanya, justru sejalan alias tidak ada satu pun yang bertentangan. Itulah sebabnya, mustahil Kepala BPIP, Prof. Yudian Wahyudi tidak memahami fakta ini, sehingga pernyataan yang memicu kontroversial, “musuh terbesar Pancasila adalah agama”, merupakan plintiran media yang kemudian dijadikan alat oleh kelompok tertentu untuk menjatuhkan martabat, lembaga, dan pemerintahan. Padahal, sebagaimana terlihat dalam video lengkapnya, Prof. Yudian Wahyudi ...
Read more 0

Menolak Pulang Kombatan ISIS eks WNI

Menolak Pulang Kombatan ISIS eks WNI
Suara Kita
WNI yang sebelumnya bergabung dengan ISIS, lalu sekarang meratap dan berharap agar pemerintah RI memulangkannya, merupakan tindakan yang bersesiko jika pemerintah sampai melakukannya. Bukan semata-mata soal keamanan, tetapi pada identitas WNI tersebut. Para WNI kombatan ISIS itu, dari segi istilah atau penggunaan bahasa, sebenarnya lebih tepat disebut sebagai ISIS eks WNI, bukan WNI eks ISIS. Sebab, dengan mereka (WNI) bergabung dengan ISIS, atau berada di negara lain dan melakukan aktivitas ...
Read more 0

Mewaspadai Paham Radikalisme Agama di Sekolah

Mewaspadai Paham Radikalisme Agama di Sekolah
Suara Kita
Jagad media kembali dihebohkan oleh berita tentang pembina pramuka yang mengajari anak-anak SDN Timuran, Yogyakarta, menyanyikan yel-yel “Islam, Islam Yes, Kafir, Kafir No!”, Jumat (10/1/20). Akibat peristiwa ini, sontak membuat beberapa orang protes, baik tidak langsung melalui saluran media sosial, maupun langsung, sebagaimana yang dilakukan oleh perwakilan ibu dari anak di sekolah tersebut. Apa yang dilakukan oleh pembina pramuka itu mencerminkan sikap eksklusivisme secara personal, dan coba “ditularkan” kepada siswa/i ...
Read more 0

Menyoal Peran Agama(wan) dalam Krisis Lingkungan

Menyoal Peran Agama(wan) dalam Krisis Lingkungan
Suara Kita
Musibah alam seperti banjir, misalnya, yang terjadi beberapa hari lalu se-Jabotabek—dan termasuk di sejumlah daerah lain, serta pada tahun-tahun sebelumnya—tidak bisa dilepaskan dari peran yang dilakukan oleh umat manusia. Banjir itu, tidaklah terjadi secara alami, tapi juga melibatkan intervensi manusia berupa pengrusakan terhadap alam seperti illegal logging, buang sampah sembarangan, reklamasi, dan lain sebagainya. Totyo Sugiarto (2006) mencatat, terjadinya illegal logging di mana-mana dengan kecepatan perusakan hutan yang amat dahsyat, ...
Read more 1

Mengenang Jasa Syafruddin Prawiranegara dan PDRI

Mengenang Jasa Syafruddin Prawiranegara dan PDRI
Suara Kita
Indonesia pada 19 Desember 1948 berada dalam situasi genting dan mencekam. Kala itu, Yogyakarta sebagai ibu kota negara dibekuk oleh Agresi Militer II Belanda. Presiden Soekarno tertangkap, dan  tidak lama kemudian, wakil presiden Mohammad Hatta juga mengalami hal serupa. Beruntung, sebelum Bung Hatta ditangkap tentara Belanda, ia sempat mengirim telegram kepada Syafruddin Prawiranegara, Menteri Kemamuran RI, yang waktu itu sedang berada di Bukittinggi. Hatta menginstruksikan kepada kawan seperjuangannya ini agar ...
Read more 1

Menindak Tegas Ormas Anti-Pancasila

Menindak Tegas Ormas Anti-Pancasila
Suara Kita
“Keduanya (Pancasila dan khilafah) tidak bisa dicapai secara ideal di Indonesia. Salah satunya harus dikorbankan. Yang harus dikorbankan siapa? Yang belum jelas, belum nyata, dan bisa membawa ancaman, namanya konsep khilafah HTI itu”. –Prof. KH. Yudian Wahyudi, M.A, Ph.D  Pernyataan di atas dikutip dari wawancara eksklusif dengan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang dimuat di sebuah koran nasional, Minggu, 15 September 2019. Pendapat itu, tentu merupakan simpulan yang tepat dan jernih ...
Read more 0

Rekonsiliasi Harga Mati!

Rekonsiliasi Harga Mati!
Suara Kita
Meskipun berbeda pilihan politik dalam pesta akbar demokrasi yang pada tanggal 17 April 2019 telah diselenggarakan pencoblosan untuk capres/cawapres dan anggota legislatif, sejatinya tidak menjadikan perpecahan dan ketidakharmonisan antar sesama warga. Sebaliknya, hajatan nasional setiap lima tahun sekali ini merupakan ajang konsolidasi bangsa di bawah naungan demokrasi Pancasila. Demokrasi Pancasila merupakan paham yang dijiwai dan disemangati oleh sila-sila Pancasila. Dasar dari demokrasi Pancasila ialah kedaulatan rakyat, sebagaimana dimaksud dalam pembukaan ...
Read more 0

Generasi Muda Menjaga Bhineka Tunggal Ika

Generasi Muda Menjaga Bhineka Tunggal Ika
Suara Kita
Perbedaan pilihan politik jelang dan mungkin akan terus berlanjut setelah Pilpres 17 April 2019 nanti, membawa pada situasi yang mengkhawatirkan, yaitu konflik horisontal. Jika ini tidak segera diantisipasi oleh kesadaran diri masing-masing individu, bahwa perbedaan itu hal yang wajar, sunnatullah, apalagi sekadar berbeda pilihan politik, sejatinya tidak menganggu keharmonisan hubungan sosial yang telah menyejarah, terjalin sekian lama. Di sinilah dibutuhkan peran dan kontribusi semua pihak, terutama kalangan muda, generasi milenial ...
Read more 1
Translate »