Indonesia Kiblat Perdamaian Dunia

Indonesia Kiblat Perdamaian Dunia

- pada Suara Kita
472
0

Indonesia memiliki keragaman etnis, suku, budaya, bahasa, dan agama. Keragaman ini menjadi fondasi bagi perekat kebangsaan. Bukan karena satu identitas, agama tertentu, ataupun suku tertentu. Melainkan semua identitas melebur menjadi satu bangsa, yakni Indonesia. Keragaman inilah kekuatan fundamental bagi peradaban berbangsa. Sehingga pantas semboyan kebhinekaan merupakan identitas paripurna bagi Indonesia.

Melalui darah juang kemerdekaan, Indonesia dibentuk bukan untuk golongan tertentu. Indonesia berdiri sebagai sebuah bangsa adalah “semua untuk semua”, demikian kata Soekarno. Sehingga terang bahwa Indonesia memiliki keragaman kultur yang bertahan hingga sekarang. Semua identitas mampu menyadari bahwa kebesaran bangsa bukan oleh satu tiang, melainkan karena kontribusi dari berbagai elemen kehidupan.

Jadi, semboyan bhineka tunggal ika bukan sekedar kata-kata tanpa nilai. Ini merupakan kalimat “suci” yang menegaskan bahwa perbedaan adalah kekuatan, bukanlah ancaman. Melalui keragaman itulah Indonesia menjadi bangsa berperadaban, hidup dalam perdamaian, terjalin kerukunan demi kehidupan berbangsa. Demikian kuatnya ikatan berbangsa tidak akan mampu menggeser solidnya persatuan dan kesatuan bangsa ini.

Belajar melalui keragaman mesti membawa pada kesadaran, bahwa hidup itu tidak sendirian. Ada kelompok lain, agama lain, bahasa yang berbeda, dan sebagainya. Melalui kesadaran berbangsa maka toleransi dan hidup damai tercapai. Kesadaran ini menjadi kunci bagi rajutan indah bernama toleransi antar agama dan budaya.

Itulah Indonesia, seberapa terpuruk dengan berbagai ancaman teror, tetap solid dalam bingkai kebangsaan. Riak-riak bernama makar, radikalisme, terorisme masih sering menjadi ancaman. Namun seberapa bahaya ancaman tersebut, Indonesia mampu mengimbanginya dengan propaganda pancasila, keindonesiaan, kebangsaan, dan semboyan kebhinekaan.

Satu-satunya obat bagi rapuhnya kebangsaan adalah kembali mengingat pancasila. Pancasila merupakan ideologi paripurna. Posisinya jelas sebagai falsafah dan pandangan hidup berbangsa. munculnya ideologi garis keras, radikal, bahkan diinisiatori anak-anak bangsa menunjukkan telah rapuhnya semangat kebangsaan. Untuk itu penting untuk kembali mengingatkan, bahwa kita punya pancasila sebagai ideologi bangsa.

Pancasila yang merawat kearifan lokal, berupa nilai-nilai keadaban yang santun, ramah, dan toleran. Terang dalam pancasila memberi injeksi bagi lahirnya Indonesia damai. Propaganda anti-pancasila adalah penyakit yang mesti dilawan dengan semangat api kebangsaan. Itu pentingnya saling mengingatkan dan pentingnya merawat pancasila bagi generasi bangsa.

Dengan melihat sejarah bangsa Indonesia, perjuangan berdarah-darah leluhur bangsa, ideologi pancasila sebagai representasi kehidupan berbangsa, Indonesia layak menjadi kiblat perdamaian dunia. Berbagai ancaman serius, terorisme, radikalisme, dan sejenisnya tidak mampu menggoyahkan persatuan dan kesatuan bangsa. Indonesia memiliki kekuatan yang layak menjadi teladan bagi terwujudnya perdamaian dunia.

Pengalaman Indonesia pantas menjadi figur bangsa-bangsa dunia. Indonesia terbukti mampu mengelola keragaman menjadi kekuatan. Bahkan Indonesia juga mampu menangani ancaman menjadi sebuah pemicu membaranya semangat kebangsaan.

Kini kita patut berbangga Indonesia yang memiliki keragaman begitu banyak, mampu menjadi peradaban bangsa yang solid. Semua elemen lintas identitas bediri sama tegaknya membangun sinergi harmoni bagi kebangsaan bernama Indonesia. Pembelajaran ini perlu diingat sebagai bentuk pendidikan bagi generasi bangsa.

Bahkan belum lama, setelah 47 tahun yang lalu, Raja Arab Saudi (Raja Salman) tengah berkunjung ke Indonesia. Kunjungan Raja Arab ini menandai babak baru hubungan dua bangsa besar Arab-Indonesia. Dunia sudah pasti tau Arab adalah kiblat peradaban Islam dunia, Raja Arab juga memberi apresiasi luar biasa terhadap kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

Raja Salman menyempatkan diri melakukan dialog lintas agama di Indonesia. Ini pembuktian bahwa Indonesia memiliki fundamen-fundamen bagi terciptanya perdamaian dunia. Di Timur Tengah sana, konflik identitas berlabel agama tidak henti-hentinya. Sedangkan Indonesia dengan beragam identitas mampu hidup berdampingan menjaga stabilitas nasional dalam perdamaian.

Komentar Dengan Facebook