Selasa, 21 Mei, 2024
Informasi Damai
Archives by: Yulia Durotul Khikmah

Yulia Durotul Khikmah

0 comments

Yulia Durotul Khikmah Posts

Refleksi Akhir Tahun: Tantangan dan Peluang Umat Beragama Wujudkan Perdamaian Tahun 2024

Narasi
Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman suku, budaya, ras, dan agama. Keanekaragaman tersebut menjadikan Indonesia dikenal sebagai bangsa yang majemuk. Ketika perbedaan-perbedaan yang ada dalam masyarakat dipadukan dalam suatu ruang integritas, akan membentuk solidaritas yang kuat. Akan tetapi, apabila perbedaan-perbedaan tersebut tidak terkondisikan dengan baik, akan terjadi berbagai persoalan di kalangan masyarakat. Persoalan-persoalan tersebut dapat berpotensi mencerai-beraikan keutuhan dalam masyarakat. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi umat beragama dalam ...
Read more 0

Diplomasi Soekarno Dan Duka Palestina

Narasi
Soekarno sebagai seorang pemikir dan pemimpin pergerakan yang terbesar sepanjang sejarah bangsa Indonesia. Bahkan Michael Leifer dalam bukunya Indonesia Foreign Policy, sebenarnya Soekarno telah berpikir maju satu dekade lebih cepat dari Jamannya. Dalam sejarah dunia belum ada suatu organisasi yang tidak disponsori oleh negara maju. Namun, dengan adanya Konfrensi Asia-Afrika, Soekarno tampil mempesona, karena kemampuan menggalang solidaritas negara terjajah. Seorang pemimpin dari suatu negara dari belahan dunia berkembang yang tidak ...
Read more 0

3 Strategi Orang Tua Membentuk Anak Anti Radikal

3 Strategi Orang Tua Membentuk Anak Anti Radikal
Narasi
Ibu atau orang tua menjadi madrosatul ula (sekolah pertama) bagi setiap anak. Anak mau dibentuk seperti apa, tergantung orang tua. Sehingga orang tua menjadi faktor terpenting dalam masa depan anak dan bangsa. Lebih lagi sekarang masih terdapat sisa-sisa paham radikal di tengah masyarakat. Maka, perlu menjadi perhatian seluruh aspek masyarakat, terutama orang tua. Upaya pemberantasan gerakan radikalisme memerlukan langkah yang komprehensif. Mulai dari langkah preventif atau yang bersifat pencegahan, sampai ...
Read more 0

Menggemakan Moderasi Melalui Mimbar Agama

Menggemakan Moderasi Melalui Mimbar Agama
Narasi
Meskipun tindak terorisme semakin menurun, tetapi tetap saja masih menghantui Indonesia. Tindakan terorisme, bermula dari pemahaman yang radikal. Mereka percaya, bahwa tindakanya sudah sejalan dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Padahal, sejatinya mereka memahami ayat tanpa melihat konteksnya. Sehingga, ayat-ayat perang dipelintir untuk melegitimasi tindakan senonohnya. Pada titik ini, ajaran Islam tentang wasathiyah atau moderasi beragama sangat penting dihidupakan di tengah masyarakat. Prinsip pandangan moderasi beragama di antaranya adalah tidak terlalu mengandalkan nalar ...
Read more 0

Peran Perempuan Tangkal Paham Radikal

Peran Perempuan Tangkal Paham Radikal
Narasi
Awal tahun 2011, Sidney Jones—pakar terorisme—, telah mengingatkan pentingnya mewaspadai potensi keterlibatan perempuan dalam aksi teror. Sampai saat ini kita masih menanti analisis para ahli terorisme untuk mengoperasionalkan analisis jender dalam membaca fenomena itu. Dengan cara itu, diharapkan analisisnya tak akan terjerembab ke dikotomi klasik: lelaki tertarik jihad karena bisa meningkatkan adrenalin maskulinitasnya, perempuan ikut-ikutan jihad karena naif dan kebawa-bawa tanpa agenda. Sebut saja pada dua kasus tahun 2021 dan ...
Read more 0

Me-Merah Putihkan Dunia Maya di Tengah Gempuran Terorisme

Me-Merah Putihkan Dunia Maya di Tengah Gempuran Terorisme
Narasi
Di tengah euforia ulang tahun NKRI ke-78, ternyata masih saja terdapat oknum teror. Terorisme agaknya lebih daripada sekadar bertahan di Indonesia, tetapi sudah mengakar. Data dan indikator menunjukkan, organisasi, kelompok, dan sel terorisme masih sangat aktif menggalang kekuatan serta melakukan aksi terorisme. Sebut saja, kasus yang masih hangat kemarin, penggerebekan terduga teroris di Bekasi, pada Senin, 14 Agustus 2023. Menurut Brigadir Jenderal Ahmad Ramadhan—Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri—bahwa ...
Read more 0

Demokrasi : Kritikan atau Umpatan?

Demokrasi : Kritikan atau Umpatan?
Narasi
Kritik merupakan dimensi yang fundamental dari bangunan demokrasi. Maka, perlu ada oposisi, entah parlemen ataupun jalanan, yang secara konsisten menyampaikan suara kenabian atas nama rakyat. Sayangnya, oposisi yang muncul di panggung sering kali kehilangan legitimasi moral karena motif, intensi, dan modus kontradiktif dengan prinsip etika politik. Sebagaimana kritikan Rocky Gerung kepada Presiden Jokowi dengan menggunakan kata-kata yang tidak pantas diucapkan. Kritik yang ideal mengandaikan hal-hal dasar ini ada. Pertama, oposisi ...
Read more 0

Kesiap-siagaan Nasional terhadap Narasi Intoleransi dan Radikalisasi

Kesiap-siagaan Nasional terhadap Narasi Intoleransi dan Radikalisasi
Narasi
Setiap kali terjadi aksi terorisme, ternyata ada satu hal yang lepas dari perhatian pemerintah dan masyarakat, yakni “perang narasi”. Perang narasi seperti, “sebenarnya teroris dipelihara untuk mengalihkan isu”, atau “teroris dijadikan alat untuk menaikan anggran aparat keamanan”, atau “kecolongan”, dan lain sebagainya. Lantas apa perbedaan narasi dengan cerita? Menurut Ajit K Maan dan Paul L Cobaugh dalam bukunya yang berjudul Introduction to Narrative Warfare, bahwa cerita dibedakan dari narasi. Cerita ...
Read more 0

Meniru Prinsip Ukhuwah Wathaniyah dalam Mengelola Keberagaman Madinah Periode Awal Hijrah

Narasi
Perbedaan suku, ras, bangsa, dan agama di Yatsrib—sekarang Madinah—tidak menjadi penghalang bagi Nabi Muhammad SAW. dalam membangun sebuah negara yang bersatu dan berdaulat. Justru, keadaan tersebut menjadi kesempatan baginya dalam mempersatukan umat yang bahkan sempat terjebak dalam konflik saudara selama beberapa puluhan tahun. Hal inilah negara yang kemudian dikenal dengan nama negara Madinah. Bangsa yang bersatu di tengah perbedaan rakyatnya, sampai saat ini mampu berdiri kokoh dengan semangat persaudaraan bangsa ...
Read more 0