Sabtu, 16 Mei, 2026
Informasi Damai
Narasi

Narasi

Piagam Madinah dan Pancasila: Pribumisasi Nilai Agama dalam Persatuan Bangsa

Piagam Madinah dan Pancasila: Pribumisasi Nilai Agama dalam Persatuan Bangsa
Narasi
“Proses penerimaan terhadap Pancasila bukan karena paksaan, melainkan karena kesadaran bernegara. Pancasila bukan bermaksud menggusur Islam, malah menyuburkan.” (KH Abdurrahman Wahid) Pernyataan itu ditegaskan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam buku “Islamku, Islam Anda, Islam Kita.” Di sini, sangat tegas bahwa Pancasila itu adalah kesadaran masyarakat Indonesia dalam berbangsa dan ...
Read more 0

Pancasila: Pondasi Spirit Piagam Madinah di Indonesia

Meski Pancasila hingga kini secara de facto dan de jure masih diakui sebagai dasar negara yang sah, tapi masih saja ada pihak-pihakyang menggugatnya. Terutama sekelompok orang yang mengaku beragama Islam yang suka mengkafir-kafirkan dan menyalahkan. Menganggap Pancasila dan Islam adalah dua hal yang berbeda secara diametral. Tak hanya itu, ia juga menganggap Pancasila, NKRI dan demokrasi adalah thaghuut yang tidak layak dianut. Padahal, jika kita mau menyelami sejarah Nusantara secara lebih jauh, antara Islam dan Pancasila sebenarnya sudah menyepakati kata ‘kompromi’. Lalu, masih bijakkah kita menghadapkan secara vis a vis antara Pancasila dan Agama? Secara substansi, Pancasila adalah nilai-nilai filosofis, sementara Islam adalah way of life yang mela­hirkan tata hukum se­luruh aspek kehidupan manusia. Pancasila secara subyektif hanya diberlakukan di Indonesia, sementara Islam adalah rahmat bagi alam semesta. Pancasila adalah kreatifitas intelektual manusia yang nisbi, sementara Islam adalah dinul haq dari Allah swt, pencipta alam semesta. Islam diturunkan Allah untuk menjadi rahmat bagi manusia dan seluruh alam semesta, sementara Pancasila -meminjam istilah Salahuddin Wahid-masih terjadi kesenjangan antara cita dan fakta. Membandingkan Islam dan Pancasila ibarat membandingkan volume air laut dengan volume setetes air. Islam dan Pancasila dari berbagai perspektif bukanlah dua hal yang bisa dibandingkan. Namun bukan berarti Pancasila salah, tidak ada yang salah dengan Pancasila. Sebagai seorang muslim, meski Islam belum diterapkan secara kaffah dalam sebuah negara, namun tertancap keyakinan kuat bahwa Islam akan menjadi solusi atas segara permasalahan manusia. Berbeda dengan pancasila, meski telah 72 tahun diterapkan di negeri ini, masih menyisakan kesenjangan antara cita dan realita yang hampir tak berujung. Sebagai contoh, kita sering melihat kaum beragama yang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara mendiskrimasi saudara sebangsanya, hanya karena berbeda. Tentu ini menjadi fenomena pahit yang tidak mencerminkan laku Pancasilais dalam diri masyarakat Indonesia. Pondasi Utuh Pancasila adalah seperangkat filosofi hidup (set of philosophy) yang sifatnya terbuka. Setiap orang dengan mudah bisa mengatakan bahwa dirinya adalah seorang pancasialis berdasarkan tafsiran masing-masing secara subyektif. Bahkan setiap orang juga bisa menilai orang lain tidak pancasilais dengan tafsiran yang subyektif pula. Di negeri ini agama yang jelas-jelas memiliki ‘tuhan banyak’ pun tetap bisa menyebut agamanya pancasilais (Ahmad Sastra, 2016). Maka begitu juga, mengatakan bahwa Islam itu Pancasilais adalah tidak sepenuhnya benar. Sebaliknya, mengatakan bahwa Islam tidak Pancasilais juga menjadi kekeliruan yang besar. Dalam kondisi ini, kita perlu memahami bahwa nilai-nilai yang termaktub dalam Islam dan nilai-nilai yang tercantum dalam Pancasila adalah saling bertemu tanpa tudung aling-aling sedikitpun. Jadi, sebenarnya, Islam dan Pancasila adalah pondasi kokoh mewujudkan harmoni kehidupan berbangsa, bernegara, dan beragama. Lihat saja Piagam Madinah yang pernah dibuat oleh Nabi Muhammad ketika hijrah ke Yatsrib, ia adalah bentuk nilai-nilai yang sama dengan Pancasila yang dilaksanakan di bumi Timur Tengah. Dengan demikian, Islam dan Pancasila merupakan pondasi utuh mewujudkan spirit Piagam Madinah di Indonesia. Pasalnya, di dalamnya tidak ada hasrat untuk menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lain, bahkan bagi umat Islam sendiri. Sabagaimana Piagam Madinah, Pancasila juga menghendaki adanya penaungan hak dan kewajiban dalam masyarakat plural sehingga tidak terjadi tindakan pecah-belah. Piagam Madinah membuka mata kita untuk dapat melihat dan belajar bahwa spirit Islam menghendaki sebuah asas kebebasan beragama, kerukunan, keadilan, perdamaian, musyawarah, persamaan hak dan kewajiban. Begitu juga dengan Pancasila, yang merupakan terobosan filosofis, ideologis, dan historis sebagai ideologi pemersatu bangsa yang dilahirkan melalui proses negosiasi serta partisipasi yang diikuti perwakilan komunitas suku, agama, ras dan antargolongan yang ada di Indonesia, sebagai sebuah landasan kehidupan sosial politik Indonesia yang plural dan modern. (Rachman, 2006). Karena itu, Piagam Madinah maupun Pancasila bukan didesain untuk menonjolkan satu golongan saja, misalnya, dengan mencantumkan “syariat Islam” secara eksplisit,—akan tetapi dibuat dan dirancang sebagai sebuah cita-cita dan semangat bersama untuk mewujudkan kehidupan ber-Bhineka Tunggal Ika: Berbeda-beda tetapi tetap satu jua, dengan berpedoman pada prinsip demokrasi atau syura; musyawarah untuk mufakat. Pada titik inilah kita perlu bersama-sama merenungkan kembali bahwa spirit Piagam Madinah dan Pancasila ialah sebagai platform bangsa yang pluralistik. Bahkan setiap sila dalam Pancasila merupakan obyektifikasi—dalam istilah Kuntowijoyo dari nilai-nilai universal dalam setiap agama dan kepercayaan. Walaupun berbeda-beda dari segi syariat dan aqidah, ada nilai-nilai yang diyakini bersama sebagai nilai-nilai luhur. (Kuntowijoyo, 1997). Nilai-nilai bersama itu menurut Nurcholish Madjid, dalam al-Qur’an disebut dengan kalimatin sawa. Pancasila adalah kalimatin sawa—common ground. (Madjid, 1991). Dari itu, marilah sebagai warga pemeluk agama Islam agar sama-sama menjunjung tinggi Pancasila dan mengubur segala hasrat membenturkan Islam dan Pancasila. Sebab, keduanya tidaklah saling bertentangan. Justru saling menguatkan. Sebab, keduanya merupakan entitas yang harus tetap ada dalam diri umat Islam di Indonesia sebagai pondasi kokoh mewujudkan spirit Piagam Madinah yang pernah digaungkan Rasulullah berabad-abad lalu. Wallahu a’lam bish-shawaab.
Narasi
Meski Pancasila hingga kini secara de facto dan de jure masih diakui sebagai dasar negara yang sah, tapi masih saja ada pihak-pihakyang menggugatnya. Terutama sekelompok orang yang mengaku beragama Islam yang suka mengkafir-kafirkan dan menyalahkan. Menganggap Pancasila dan Islam adalah dua hal yang berbeda secara diametral. Tak hanya itu, ia ...
Read more 0

Piagam Madinah, Pancasila, dan Harmoni Lintas Agama

Piagam Madinah, Pancasila, dan Harmoni Lintas Agama
Narasi
Piagam Madinah merupakan sebuah pencapaian mengagumkan dalam lintasan sejarah. Piagam Madinah merupakan sebuah bukti otentik bahwa Rasulullah Saw., merupakan figur yang sangat toleran, dan memandang perbedaan sebagai sebuah fitrah indah. Rasulullah Saw. tidak selalu menjadikan Islam sangat koersif dalam mengatur kehidupan masyarakat di Madinah. Meski Rasulullah Saw. diakui sebagai pemimpin, ...
Read more 0

Titik Temu Pancasila dan Piagam Madinah untuk Indonesia Beradab

Titik Temu Pancasila dan Piagam Madinah untuk Indonesia Beradab
Narasi
Piagam madinah merupakan konstitusi tertulis pertama dan tertua di dunia. Jauh lebih dulu ketimbang Piagam Besar atau Magna Charta (1215 M), Bill of Rights di Inggris (1689 M), The American Declaration of Indepence (1776 M), The French Declaration (1789 M), atau konsensus HAM (The Universal Declaration of Human Rights yang ...
Read more 0

Hikmah Piagam Madinah; Meneguhkan Pancasila, Menjaga Indonesia

Hikmah Piagam Madinah; Meneguhkan Pancasila, Menjaga Indonesia
Narasi
Tahun ini bangsa Indonesia memeringati HUT Kemerdekaan yang ke-73. Salah satu hal yang mesti terus diperjuangkan sebagai bangsa merdeka adalah terciptanya kehidupan yang aman dan damai. Kita sadar bahwa perdamaian hanya akan tercipta ketika setiap orang memiliki sikap dan kesadaran saling menghormati. Perbedaan atau keragaman di antara manusia harus diikat ...
Read more 0

Moderasi Piagam Madinah dan Pancasila untuk NKRI Damai

Photo 2018 08 20 15 06 52
Narasi
Rekam jejak sejarah Islam telah mencatat, bahwa Nabi Muhammad SAW mempersatukan para sahabatnya yakni kaum Muhajirin dengan kaum Anshar yang terdiri dari berbagai macam suku dan kabilah kedalam suatu ikatan persatuan masyarakat madani yang kuat, senasib, dan seperjuangan. Oleh karenanya, untuk menciptakan kehidupan aman dan damai, Nabi Muhammad SAW membuat ...
Read more 0

Pancasila sebagai Piagam Madinah NKRI

Photo 2018 08 20 13 33 24
Narasi
Perihal Pancasila sebagai ideologi NKRI merupakan konsensus yang sudah mapan sejak awal mula NKRI mendeklarasikan diri menjadi bangsa yang merdeka. Awalnya, terjadi sebuah perdebatan panjang terkait diterapkannya konsep negara-bangsa sebagai konstruksi NKRI dan Pancasila sebagai idelogi negara pada awal perumusannya. Dua kubu besar, yakni kubu Islam dan nasionalis, keduanya pernah ...
Read more 0

Piagam Madinah dan Pancasila: Kolaborasi Menuju Indonesia Madani

Photo 2018 08 20 12 00 19
Narasi
Pancasila sebagai Dasar Negara adalah final dan wajib dihormati. Pancasila merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa bagi segenap Bangsa Indonesia. Awalnya Sila ke-1 Pancasila adalah Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya atau dikenal sebagai Piagam Jakarta. Keesokan harinya, utusan masyarakat Indonesia bagian timur yang beragama non-Muslim menemui Mohammad Hatta ...
Read more 0

Lawan Penjajah di Dunia Maya

Lawan Penjajah di Dunia Maya
Narasi
73 tahun Indonesia merdeka, jasa dan keringat juang pahlawan kita telah berhasil memerdekan anak-anak bangsa dari penjajahan. Kini kita berdaya mengelola bangsa sendiri, berdaya secara politik, berdaya secara sosial-ekonomi, dan berdaya secara kebudayaan. saat ini, tugas kita adalah menjaga semangat kemerdekaan itu, agar Indonesia tetap berkibar dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, ...
Read more 0

Berani Menyebarkan Konten ‘Suci’ di Dunia Maya

Berani Menyebarkan Konten ‘Suci’ di Dunia Maya
Narasi
Saat ini di berbagai tempat di Indonesia dipenuhi bendera merah putih. Ada bendera yang besar dan juga kecil. Tak jarang pula bendera merah putih dilengkapi dengan atribut-atribut peringatan hari kemerdekaan seperti umbul-umbul, lampion hingga origami. Semuanya itu menandakan bahwa kita akan memperingati kemerdekaan bangsa Indonesia. Proklamasi Indonesia dilaksanakan pada tanggal ...
Read more 0