Senin, 25 Mei, 2020
Informasi Damai
Archives by: Nurul Lathiffah

Nurul Lathiffah

Nurul Lathiffah Posts

Mengenali Provokasi di Tengah Krisis Sosial Pandemi

Mengenali Provokasi di Tengah Krisis Sosial Pandemi
Suara Kita
Tidak terasa, sudah satu bulan kita disergap kekhawatiran dan ketakutan pandemi corona. Korban semakin banyak berjatuhan. Di sisi lain, anjuran ‘di rumah saja’ pun ditaati, meski dengan menahan rasa bosan, dan konsekuensi kehilangan pendapatan. Dalam perspektif psikologi, situasi pandemi memicu masyarakat secara massal untuk lebih reaktif. Di tengah pandemi, masyarakat juga rentan diprovokasi sehingga memunculkan sikap saling bermusuhan. Pemerintah secara serius menangani eskalasi penyebaran virus, memberikan pengobatan, screening, pemberian bantuan ...
Read more 1

Media Distancing dan Model Literasi Media Berbasis Keluarga

Media Distancing dan Model Literasi Media Berbasis Keluarga
Suara Kita
Kepanikan yang dikonstruksi oleh media dan oknum-oknum di belakang layar dengan cara memberikan informasi yang menyebabkan rasa takut, pesimis, dan unsecure (tidak aman) memberikan tekanan pada khalayak. Terlebih, apabila penyimak media terus menerus mencari berita tentang corona dan kabar-kabar mencemaskan lainnya. Jika individu terus-menerus mencari berita yang belum tentu benar, maka dirinya akan tersesat dalam pengetahuan yang salah. Maraknya penggunaan bilik disinfektan, panic buying pembelian handsanitizer, adalah beberapa contoh kecil ...
Read more 4

Daya Syair Sumpah Pemuda Melawan Ujaran Kebencian

Daya Syair Sumpah Pemuda Melawan Ujaran Kebencian
Suara Kita
Sumpah pemuda yang teksnya masih menghuni memori jangka panjang kita, bukan hanya merupakan kalimat biasa. Naskah sumpah pemuda yang mengandung tiga aspek rasa persatuan; tanah air, bangsa, dan bahasa merupakan kalimat-kalimat ‘sakti’ yang berdaya menyatukan. Hidup di atas perbedaan tidak akan mungkin bisa harmonis, jika kita tak memiliki dasar filosofis. Naskah sumpah pemuda memiliki daya syair untuk melawan ujaran kebencian, adu domba, proxy war, dan segala bentuk intoleransi yang mulai ...
Read more 1

Literasi Digital, Alternatif Pendidikan Karakter Era Kekinian

Literasi Digital, Alternatif Pendidikan Karakter Era Kekinian
Suara Kita
Era digital, menyediakan berbagai ancaman bagi generasi muda. Salah satunya, adalah terkikisnya pondasi karakter bangsa yang good and smart. Mengapa hal ini terjadi? Era 4.0 menyediakan alternatif komunikasi gaya baru, yaitu melalui media sosial. Dengan berselancar di dunia maya, banyak pihak merasakan nyaman. Hanya dengan bermodal kuota dan ponsel pintar, kita sudah bisa berselancar di dunia maya, menjelajahi berita. Berbagai kemudahan itu, di sisi lain menghadirkan ruang disrupsi. Salah satu ...
Read more 1

Membanjiri Media Sosial dengan Pesan Damai; Role Model Positif untuk Generasi Z

Membanjiri Media Sosial dengan Pesan Damai; Role Model Positif untuk Generasi Z
Suara Kita
Di era digital, proxy war merupakan strategi murah dan efektif untuk memecah belah kerukunan bangsa. Konten berisi ujaran kebencian, hujatan, dan fitnah adu domba membuat jagad maya penuh dengan kebencian. Tidak berhenti di sini saja, kebencian di dunia maya juga rentan berlanjut di dunia nyata. Konsekuensinya adalah, sedikit ujaran kebencian di dunia maya dapat merusak kerukunan kehidupan berbangsa. Generasi Z yang juga disebut digital native menghabiskan 79% waktunya untuk mengakses ...
Read more 1

Soft Power Bela Negara untuk Generasi Milenial

Soft Power Bela Negara untuk Generasi Milenial
Suara Kita
Di Dalam ruas sejarah, negara kita pernah mengalami satu fase ‘lumpuh.’ Agresi militer II Belanda yang terjadi pada 19 Desember 1948 menahan pimpinan RI dan mengancam kedaulatan dan kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para founding fathers bangsa. Meski para pimpinan disandera, dan pusat pemerintahan pada masa itu (Yogyakarta) dikuasai musuh, namun spirit untuk membela tanah air dan mempertahankan kemerdekaan tidak lantas surut.  Alhasil, di atas keikhlasan, semangat cinta tanah air, ...
Read more 1

Piagam Madinah, Pancasila, dan Harmoni Lintas Agama

Piagam Madinah, Pancasila, dan Harmoni Lintas Agama
Suara Kita
Piagam Madinah merupakan sebuah pencapaian mengagumkan dalam lintasan sejarah. Piagam Madinah merupakan sebuah bukti otentik bahwa Rasulullah Saw., merupakan figur yang sangat toleran, dan memandang perbedaan sebagai sebuah fitrah indah. Rasulullah Saw. tidak selalu menjadikan Islam sangat koersif dalam mengatur kehidupan masyarakat di Madinah. Meski Rasulullah Saw. diakui sebagai pemimpin, namun beliau tidak Peristiwa ini merupakan simbol bahwa Nabi Muhammad Saw. menginginkan harmonis lintas agama dan budaya terjadi. Konsekuensi logisnya ...
Read more 0

Spirit Komunikasi Terapeutik dalam Idul Fitri

Spirit Komunikasi Terapeutik dalam Idul Fitri
Suara Kita
Idul Fitri atau jika diterjemahkan ke dalam kultur sosial Indonesia ialah lebaran, nyatanya mengandung muatan memperbarui, bahkan menyembuhkan hubungan yang ‘sakit.’ Kiranya, momentum ini sangat tepat untuk memperbarui rasa persaudaraan, semangat persatuan, toleransi, dan juga empati. Setelah satu bulan menahan nafsu biologis yang diiringi dengan upaya menahan diri dari menyakiti orang lain—baik  secara verbal atau nonverbal—nyatanya kita merasakan sebuah kenikmatan yang luar biasa. Hati kita kembali bersih, dihapuskan-Nya penyakit hati ...
Read more 0

Pesan Keadilan Sosial dan Keharmonisan dalam Zakat Fitrah

Suara Kita
Zakat fitrah sejatinya merupakan kewajiban dalam agama. Melampaui keshalihan individu, terdapat pesan-pesan keadilan sosial dan keharmonisan. Ketika berzakat, seorang muzakki (orang yang berzakat) akan memberikan zakat fitrah kepada mustahiq (penerima zakat). Dalam anjuran agama, pemberian zakat dilakukan dengan cara yang santun. Bahkan, Islam menganjurkan bahwa pemberian yang terbaik harus dilakukan dengan cara yang terbaik, tanpa menyakiti hati pihak yang diberi. Berzakat fitrah, meski esensinya adalah mengeluarkan zakat dan memberikan kepada ...
Read more 0

Puasa; Mengontrol Ujaran Kebencian

Puasa; Mengontrol Ujaran Kebencian
Suara Kita
Ramadhan, bulan kebahagiaan bagi mukmin akan datang. Barangkali, kita merindukan momen-momen berpuasa, karena dengannya kita bisa melatih diri, menahan id (keinginan hawa nafsu), untuk kemudian dipresentasikan dengan pola sikap  dalam level kemanusiaan yang tinggi. Umumnya, orang akan suka dengan pemenuhan kebutuhan lapar. Akan tetapi, ketika sedang berpuasa, tubuh kita telah ‘berjanji’ bahwa akan menahan lapar dan dahaga, termasuk hal-hal yang membatalkan atau bahkan mengurangi pahala puasa. Kita sudah menyiapkan diri, ...
Read more 0
Translate »