Tindakan terorisme yang merambah ke berbagai daerah, selalu dikaitkan dengan pelaku-pelaku dari sekolah tertentu. Pandangan ini menyebar karena mayoritas pelaku teror tercatat sebagai peserta didik atau alumni dari sekolah tertentu. Misalkan saja pada tahun 2012 ada Davit Ashari (19) yang tercatat di Sekolah Pelayaran Menengah Tri Arga 1 Kebon Jeruk, kemudian pada tahun 2017 ada Ardhial Ramadhana yang tercatat sebagai alumni SMKN 1 Percut Sei Tuan, ada juga Satria Aditama ...
Read more 1 Damai
Damai
Terorisme bukan jihad dan bukan ajaran Islam. Doktrin ini harus dipahami semua orang. Penyebaran terorisme secara masif terjadi dan strategis tak hanya di media sosial atau siber, namun juga disebarkan di masjid. Awalnya, mereka mengenalkan Islam secara umum. Ketika memiliki jemaah tetap, provokasi dan indoktrinasi ajaran radikal dilakukan yang berpuncak pada terorisme. Ini harus diantisipasi sejak dini agar terorisme dihentikan dari akarnya. Mendekati Ramadan, masjid harus steril dari ajaran radikalisme. ...
Read more 0 Salah kaprah dalam tingkah manusia sudah banyak kita saksikan, salah satunya adalah sikap radikal terorisme. Pertanyaannya, mengapa sikap yang membahayakan ini bisa terjadi dan terus menerus terjadi? Lalu, bagaimana cara ampuh untuk mencegahnya? Salah satu penyebab dari sikap yang mengerikan ini adalah doktrin negatif. Terlebih, ketika doktrin itu keluar dari mulut orang tua kepada anak-anaknya. Sebab, anak merupakan sosok yang mudah disetir oleh orang tuanya. Dan, biasanya anak akan melakukan ...
Read more 0 Peristiwa teror memang bukan fenomena baru dalam sejarah bangsa Indonesia. Namun, istilah terorisme menjadi kosakata baru yang mendadak populer pasca perstiwa tragis Bom Bali I pada tahun 2002. Peristiwa tersebut juga mendorong lahirnya UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang pemberantasan terorisme, termasuk dibentuknya Detasemen Khusus 88 Polri. Pengalaman menangani terorisme dalam sudut pandang penegakan hukum merupakan hal baru bagi bangsa ini. Sebelumnya penanganan aksi serupa yang dikategorikan makar dan subversi ...
Read more 0 Membaca dan menulis menjadi budaya yang seharusnya sudah familiar bagi setiap orang. Dua hal ini menjadi esensi sekaligus menjadi bentuk nyata dari kualitas dirinya. Dengan membaca seseorang akan membuka jendela dunia dan dengan menulis seseorang bisa menuangkan kejanggalan yang ada di dalam pikiran dan dirinya. Sehingga setiap orang bisa memahami budaya persatuan. Dengan mengembangkan budaya literasi di kampung, seseorang juga akan memahami betapa pentingnya sebuah komunikasi. Sebuah pendekatan yang akan ...
Read more 0 Memayu hayuning bawana, ambrasta dur hangkara, “manusia hidup di dunia ini harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan, serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak”, itulah salah satu petikan petuah tokoh pewayangan Semar. Kyai Lurah Semar Badranaya atau lebih akrab dengan sebutan Semar merupakan salah satu tokoh Punakawan Jawa dan juga Sunda. Semar dikisahkan sebagai “Hand of the King”, yakni pengasuh sekaligus penasihat para Pandawa dalam kisah Mahabarata. Semar merupakan ...
Read more 0 Membaca Kartini akan selalu melekat sebagai tokoh pergerakan perempuan Indonesia. Pramoedya Ananta Toer sampai melihat sosok Kartini sebagai peletak gerakan sejarah modern Indonesia, karena mampu membangkitkan kaum perempuan dalam mengubah wajah Nusantara. Di tangan Kartini, perempuan saja berdaya untuk dirinya sendiri, tetapi juga berdaya dengan karya dan literasinya untuk kemajuan bangsa. Kartini bukanlah orang yang berdiam diri dengan “singgasana” kebangsawanannya, melainkan orang yang resah dan terjun langsung memberikan etos kebangkitan, ...
Read more 1 Sisi baik yang syarat dengan keteladanan dari sosok Ibu Kartini adalah melek literasi. Dengan demikian, sungguh tidak lengkap jika mengenang RA Kartini hanya sekedar dari sisi emansipasi wanita saja, sementara semangat juang Kartini dalam mencerdaskan anak-anak kala itu untuk mahir membaca dan menulis (literasi) diabaikan. Perlu ditegaskan, agar masyarakat luas juga mengetahui, bahwa perjuangan Kartini tidak semata-mata soal bagaimana agar perempuan sama-sama memiliki hak sebagaimana yang dimiliki laki-laki, terutama dalam ...
Read more 0 Tidak bisa dipungkiri, virus radikalisme bisa menyerang siapa saja tanpa kenal umur. Terlebih anak-anak yang nota bene belum memiliki filter informasi, sangat mudah menjadi korban. Konten-konten radikalisme yang tersebar dalam dunia digital dengan mudah bisa diakses anak-anak. Jika anak-anak tidak diberikan pemahaman betapa bahayanya konten-konten tersebut, maka akan berbahaya bagi perkembangan karakter mereka. Bayangkan jika anak-anak tiap saat disuguhkan konten radikal, mungkinkah akan tumbuh menjadi generasi cinta damai? Satu hal ...
Read more 0 Konten Radikal di Internet mengancam anak-anak generasi bangsa Indonesia. Kebebasan anak-anak dalam berselancar dalam dunia maya dan media sosial semakin mengkhawatirkan. Anak-anak zaman now hampir semua bisa mengakses media sosial. Nah, dalam mengakses informasi dan bacaan yang salah inilah dapat menimbulkan kekerasan dan radikalisme, terutama ketika anak-anak banyak mengonsumsi konten berita dan bacaan-bacaan Islam Radikal, yang mengarahkan pada jihad dengan bom dan doktrin-doktrin agama terhadap khilafiyah. Karena itu, peran perempuan ...
Read more 0
