Senin, 23 September, 2019
Informasi Damai
Archives by: Mohammad Sholihul Wafi

Mohammad Sholihul Wafi

Mohammad Sholihul Wafi Posts

Kritik Farag Fouda: Salah Kaprah Khilafah Islamiyyah

Kritik Farag Fouda: Salah Kaprah Khilafah Islamiyyah
Suara Kita
Meskipun ide khilafah menuai banyak penolakan dan HTI sebagai organisasi pengusung ide tersebut telah dibubarkan, kampanye mengenai khilafah nyatanya masih tersebar. Mereka berpendapat bahwa kejayaan Islam bisa dikembalikan apabila sistem khilafah islamiyyah dilaksanakan kembali di negara yang mayoritas Islam, seperti Indonesia. Menurut mereka, sejarah masa kejayaan Islam di masa lalu disebabkan oleh peletakan Islam sebagai dasar negara (baca: khilafah). Dalam konteks NKRI, semua bersepakat bahwa menetapkan khilafah islamiyyah sebagai bentuk ...
Read more 1

Pancasila sebagai Basis Syariah NKRI

Pancasila sebagai Basis Syariah NKRI
Suara Kita
Istilah ‘NKRI bersyariah’ mendadak viral beberapa waktu terakhir pasca pidato yang diberikan secara jarak jauh oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab. Terlepas dari konteks sejalan atau bertentangan dengan Pancasila atau tidak, penggunaan ‘istilah’ yang notabene identik dengan salah satu agama, jelas tidak dapat dibenarkan. Mengingat, di Indonesia yang diberkahi dengan keragaman yang majemuk, meliputi budaya, suku, bahasa, dan agama, penggunaan istilah-istilah yang menguatkan nuansa SARA atau ...
Read more 0

Merdeka dari Radikalisme

Merdeka dari Radikalisme
Suara Kita
Tanggal 17 agustus 1945, sekitar 74 tahun yang lalu. Terjadi satu peristiwa penting bagi rakyat Indonesia. Bung Karno, presiden pertama Republik Indonesia, pada hari itu, membacakan pernyataan merdeka yang telah ditunggu beratus-ratus tahun lamanya oleh seluruh warga Indonesia. Deklarasi yang bermakna bahwa kita telah terbebas dari belenggu penjajahan selama kurun waktu kurang lebih 350 tahun. Memang, proklamasi sendiri hanya sebuah pengumuman. Sementara itu, “Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, ...
Read more 4

Filisofi Kurban

Suara Kita
Tanggal 11 Agustus 2019, Umat Islam di seluruh dunia merayakan Idul Adha 1440 H. Karena itu, sudah seharusnya umat Islam mampu merefleksikan secara kritis-filosofis dan komprehensif tentang makna kurban sehingga ibadah kurban yang dilakukan umat Islam mempunyai nilai yang berarti (meaningful) dalam dirinya. Dalam bahasa Arab, kurban berasal dari kata qarraba yang berarti ‘mendekatkan diri’. Secara khusus, ibadah qurban berarti penyembelihan hewan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam ...
Read more 1

Strategi Menangkal Radikalisme Anak

Strategi Menangkal Radikalisme Anak
Suara Kita
Tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasinal. Dalam momentum tersebut, seharusnya anak-anak harus terbebas dari jeratan ideologi radikal yang mengancam mereka. Apabila anak-anak terpapar ideologi tersebut, niscaya luluhlantaklah masa depan bangsa. Anak-anak yang diharapkan dapat menjadi penerus bangsa dalam melakukan pembangunan di segala sektor kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan beragama, justru menjelma menjadi kerikil yang menghambat laju pembangunan. Hal ini karena ideologi radikal dan terorisme menghendaki adanya teror yang ...
Read more 2

‘Memayu Hayuning Bawana’ sebagai Strategi Menangkal Hoaks

‘Memayu Hayuning Bawana’ sebagai Strategi Menangkal Hoaks
Suara Kita
Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bukan hanya membawa dampak positif, tapi juga dampak negatif. Di satu sisi, itu merupakan capaian be­sar dalam ke­hidupan ma­nusia. Di sisi lain, disrupsi informasi harus diha­dapi dan memaksa mereka terjebak dengan narasi hoaks yang berpotensi memicu perpecahan. Merebaknya jumlah sebaran informasi hoaks akhir-akhir ini merupakan dampak negatif kemajuan TIK yang patut untuk diwaspadai. Mudah percaya pada informasi bukan menambah pengetahuan, justru akan menjerumuskan peng­guna ...
Read more 1

Dari Moderasi Beragama untuk Toleransi di Dunia Maya

Dari Moderasi Beragama untuk Toleransi di Dunia Maya
Suara Kita
Kehidupan modern saat ini hampir tidak dapat dipisahkan dari dunia maya dan internet. Sayang, dunia maya dan internet acap kali digunakan untuk menyebar pesan kebencian, ajakan intoleransi, dan tindakan radikal. Ironinya, narasi-narasi yang digunakan dalam sebaran di internet sering kali mempergunakan dalil agama untuk melegalkan ujaran kebencian dan tindakan kekerasan dengan membabi buta. Tindakan itu, tentu saja selain bertentangan inti ajaran agama, perlahan juga mulai menggerus sistem toleransi dalam bermasyarakat ...
Read more 2

Dari Media Sosial untuk Rekonsiliasi Kebangsaan

Suara Kita
Majelis Hakim Konstitusi menolak seluruh gugatan sengketa hasil Pemilu Presiden 2019 yang diajukan pasangan calon presiden-calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (27/6). Menurut Mahkamah, permohonan pemohon tidak beralasan menurut hukum. Putusan Mahkamah Konstitusi itu final dan mengikat. Dengan demikian, pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin dipastikan akan memimpin Indonesia periode 2019–2024. Pelantikan direncanakan Oktober 2019. Putusan final pada putusan MK itu artinya putusan langsung memperoleh kekuatan hukum tetap sejak diucapkan. ...
Read more 4

Pentingnya Memviralkan Pesan Persatuan di Era Post-Truth

Pentingnya Memviralkan Pesan Persatuan di Era Post-Truth
Suara Kita
Di era post-truth, kebenaran semakin sulit ditemukan. Fakta dan realitas dimanipulasi, dipoles, diedit, dan disembunyikan sehingga terlepas dari konteksnya. Pendapat individu dan kelompok menjadi landasan kebenaran opini lebih mampu menyentuh aspek emosional yang belum tentu dapat disentuh oleh realitas fakta. Tak ayal, marak fakta yang seharusnya menjadi acuan dalam menentukan sikap justru terkubur dalam-dalam. Fakta objektif kalah pengaruh dengan emosi dan keyakinan pribadi dalam membentuk opini. Ironinya, marak pembentukan opini ...
Read more 2

Milenial Cerdas Pengawal Propaganda Antikekerasan Virtual

Milenial Cerdas Pengawal Propaganda Antikekerasan Virtual
Media sosial telah menjadi gaya baru dalam semangat mengarungi arus demokratisasi. Semangat semua bisa berbicara dan berkomentar menjadikan sekat antara rakyat dan penguasa menjadi semakin tidak terlihat. Prinsip kesetaraan sebagai sesama pengguna media sosial, menjadikan apa pun status dan pangkat seseorang, berapa pun usia. semua akan tetap sama dalam konteks penggunaan media sosial, sama-sama dapat berkomentar dan dikomentari. Hanya saja, penggunaan media sosial seringkali dewasa ini mengalami krisis akhlak. Norma ...
Read more 2
Translate »