Sabtu, 20 Juli, 2019
Informasi Damai
Archives by: Mohammad Sholihul Wafi

Mohammad Sholihul Wafi

Mohammad Sholihul Wafi Posts

‘Memayu Hayuning Bawana’ sebagai Strategi Menangkal Hoaks

‘Memayu Hayuning Bawana’ sebagai Strategi Menangkal Hoaks
Suara Kita
Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bukan hanya membawa dampak positif, tapi juga dampak negatif. Di satu sisi, itu merupakan capaian be­sar dalam ke­hidupan ma­nusia. Di sisi lain, disrupsi informasi harus diha­dapi dan memaksa mereka terjebak dengan narasi hoaks yang berpotensi memicu perpecahan. Merebaknya jumlah sebaran informasi hoaks akhir-akhir ini merupakan dampak negatif kemajuan TIK yang patut untuk diwaspadai. Mudah percaya pada informasi bukan menambah pengetahuan, justru akan menjerumuskan peng­guna ...
Read more 1

Dari Moderasi Beragama untuk Toleransi di Dunia Maya

Dari Moderasi Beragama untuk Toleransi di Dunia Maya
Suara Kita
Kehidupan modern saat ini hampir tidak dapat dipisahkan dari dunia maya dan internet. Sayang, dunia maya dan internet acap kali digunakan untuk menyebar pesan kebencian, ajakan intoleransi, dan tindakan radikal. Ironinya, narasi-narasi yang digunakan dalam sebaran di internet sering kali mempergunakan dalil agama untuk melegalkan ujaran kebencian dan tindakan kekerasan dengan membabi buta. Tindakan itu, tentu saja selain bertentangan inti ajaran agama, perlahan juga mulai menggerus sistem toleransi dalam bermasyarakat ...
Read more 2

Dari Media Sosial untuk Rekonsiliasi Kebangsaan

Suara Kita
Majelis Hakim Konstitusi menolak seluruh gugatan sengketa hasil Pemilu Presiden 2019 yang diajukan pasangan calon presiden-calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (27/6). Menurut Mahkamah, permohonan pemohon tidak beralasan menurut hukum. Putusan Mahkamah Konstitusi itu final dan mengikat. Dengan demikian, pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin dipastikan akan memimpin Indonesia periode 2019–2024. Pelantikan direncanakan Oktober 2019. Putusan final pada putusan MK itu artinya putusan langsung memperoleh kekuatan hukum tetap sejak diucapkan. ...
Read more 4

Pentingnya Memviralkan Pesan Persatuan di Era Post-Truth

Pentingnya Memviralkan Pesan Persatuan di Era Post-Truth
Suara Kita
Di era post-truth, kebenaran semakin sulit ditemukan. Fakta dan realitas dimanipulasi, dipoles, diedit, dan disembunyikan sehingga terlepas dari konteksnya. Pendapat individu dan kelompok menjadi landasan kebenaran opini lebih mampu menyentuh aspek emosional yang belum tentu dapat disentuh oleh realitas fakta. Tak ayal, marak fakta yang seharusnya menjadi acuan dalam menentukan sikap justru terkubur dalam-dalam. Fakta objektif kalah pengaruh dengan emosi dan keyakinan pribadi dalam membentuk opini. Ironinya, marak pembentukan opini ...
Read more 2

Milenial Cerdas Pengawal Propaganda Antikekerasan Virtual

Milenial Cerdas Pengawal Propaganda Antikekerasan Virtual
Media sosial telah menjadi gaya baru dalam semangat mengarungi arus demokratisasi. Semangat semua bisa berbicara dan berkomentar menjadikan sekat antara rakyat dan penguasa menjadi semakin tidak terlihat. Prinsip kesetaraan sebagai sesama pengguna media sosial, menjadikan apa pun status dan pangkat seseorang, berapa pun usia. semua akan tetap sama dalam konteks penggunaan media sosial, sama-sama dapat berkomentar dan dikomentari. Hanya saja, penggunaan media sosial seringkali dewasa ini mengalami krisis akhlak. Norma ...
Read more 2

Radikalisme Online dan Dakwah Toleransi di Media Sosial

Suara Kita
Di era serba online, internet merupakan gerbang utama pengetahuan umat dan anak muda masa kini. Karena informasi yang disajikan sangat luas, internet menjadi media yang sangat efektif untuk menyebarkan gagasan, mempengaruhi orang lain, dan berkomunikasi. Hanya saja, bagi kelompok radikal, internet digunakan untuk menyebarkan informasi mengenai radikalisme. Bruce Hoffman (2006) dalam The Use of the Internet By Islamic Extremists oleh yang menjelaskan Internet sebagai sarana efektif bagi kelompok radikal untuk ...
Read more 3

Ramadan, Hoaks, dan Jihad Akbar

Ramadan, Hoaks, dan Jihad Akbar
Suara Kita
Di bulan Ramadan, umat Islam di seluruh dunia melaksanakan ibadah puasa. Puasa bukan sekadar menahan dahaga dan lapar mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, tetapi juga momentum memperbaiki karakter manusia. Pada bulan inilah umat Islam semestinya mengasah dirinya untuk kembali melakukan berbagai amalan kebaikan yang mungkin sudah mulai luntur atau bahkan hilang. Tujuan dari pelaksanaan ibadah puasa adalah untuk mencapai derajat ketakwaan, suatu keadaan yang mampu menjaga diri dari ...
Read more 0

Puasa Hoaks untuk Rekonsiliasi

Puasa Hoaks untuk Rekonsiliasi
Suara Kita
Ramadan merupakan bulan diturunkannya Alquran sebagai pedoman hidup bagi manusia untuk menempuh jalan hidup yang benar. Dalam bulan ini, umat Islam di seluruh penjuru dunia melaksanakan puasa, salah satu dari rukun Islam. Puasa bukan hanya menahan dahaga dan lapar mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, tetapi juga sebuah bentuk pengekangan terhadap ego dan keinginan yang ada dalam diri yang dapat mewujud dalam perilaku yang melanggar aturan dan norma. Tujuan ...
Read more 0

Pendidikan Karakter Pesantren: Menangkal Radikalisme ala Santri Milenial

Pendidikan Karakter Pesantren: Menangkal Radikalisme ala Santri Milenial
Suara Kita
Sudah tak diragukan lagi kontribusi nyata pesantren dalam pembangunan pendidikan. Apalagi dilihat secara historis, pesantren memiliki pengalaman yang luar biasa dalam membina dan mengembangkan (karakter) masyarakat. Lihat saja, pada awal sejarah perlawanan terhadap penjajah di Nusantara, yang dilakukan oleh kalangan umat Islam, terhitung sejak pengusiran Portugis dari Malaka yang dilakukan oleh Sultan Demak Adipati Unus pada tahun 1521, sejak saat itu lingkungan pesantren selalu menjadi basis perlawanan terhadap penjajah. Pesantren ...
Read more 0

Dari Milenial Rentan menuju Milenial Cerdas untuk Perdamaian Global

Dari Milenial Rentan menuju Milenial Cerdas untuk Perdamaian Global
Suara Kita
Sejak bergulirnya era internet, penyebaran paham-paham radikalisme dan terorisme telah mengalami perubahan pola dengan mulai memanfaatkan jaringan sebagai basis penanaman ideologi yang mereka anut. Karenanya, kaum milenial (usia 13-34 tahun) sebagai komunitas yang paling akrab dengan media digital menjadi orang-orang paling rentan terpapar ideologi radikalisme dan terorisme. Kader Potensial Tidak dapat dipungkiri, kalangan milenial yang sekaligus pemuda merupakan aset berharga bangsa Indonesia. Artinya, mereka adalah kelompok yang diharapkan akan melanjutkan ...
Read more 0
Translate »