Francis Houtart menulis artikel berjudul The Cult of Violence in the Name of Religion: A Panorama (1997) yang berkesimpulan bahwa setiap masyarakat itu mengandung kekerasan. Kekerasan dapat berbentuk fisik maupun simbolik. Ia dapat diterima atau diderita. Ia tampak dalam bentuk konstruksi, reproduksi atau transformasi dalam hubungannya dengan hubungan sosial. Sehingga ...
Read more 0 Narasi
Diskursus toleransi (tasamuh) sebagai isu dunia –terlebih di dunia Islam, lebih khusus Indonesia- selalu hangat dan hampir bisa dipastikan aktual (up to date). Dengan pluralitas suku, bangsa, bahasa, dan agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia, tema toleransi seolah menjadi topik utama. Terlebih sejak munculnya tragedi bom bali, bom JW Marriot, ...
Read more 0 Kamu pernah lihat billboard (papan iklan) dengan siluet seorang kakek tua berkaca mata, berdasi kupu-kupu, dan berjanggut putih, dengan tulisan “its finger lickin’ good” di dekatnya? Kakek itu adalah kolonel Sanders, penemu resep ayam goreng berbumbu tepung yang renyah, sementara slogan tersebut adalah bahasa slang yang artinya kurang lebih sebentuk ...
Read more 0 “Yang harus selalu kita lakukan adalah bagaimana membahagiakan orang lain,” demikian salah satu pesan terakhir Nurcholis Madjid (Cak Nur) di minggu terakhir bulan Agustus 2005, menjelang detik-detik wafatnya ketika dirawat intensif di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta. Cak Nur dikenal sebagai pemikir Islam yang brilian, juga sebagai pejuang yang sangat ...
Read more 0 Kegagalan dalam menanamkan pendidikan toleransi dan cinta damai tercermin dalam kekerasan, dan tindakan tidak manusiawi terjadi hampir di seluruh pelosok negeri. Kabar buruknya, kejadian ini berlangsung dalam waktu yang lama. Padahal, aspek cinta damai dan toleransi merupakan ruh dari pendidikan anti kekerasan yang sangat dibutuhkan anak. Pada poin inilah, para ...
Read more 0 Harus kuakui bahwa hingga lulus Sekolah Menengah Atas aku adalah orang yang sangat fanatik terhadap agamaku. Bagiku orang yang berbeda keyakinan denganku adalah orang aneh. Aku pernah berpikir bahwa cara beragamakulah yang paling benar. Juga pernah terbesit dalam benak, mengapa di dunia harus ada perbedaan, padahal jika semua orang sama ...
Read more 0 Sekolah merupakan “rumah besar” dalam kehidupan. Dengan sekolah, manusia mendapatkan jalan dan metodologi hidupnya, walaupun tidak seutuhnya. Makanya, gerakan terorisme akan selalu memanfaatkan sekolah untuk kepentingan sesaatnya. Sudah banyak penelitian yang mengabarkan bahwa pendidikan agama di sekolah banyak mengajarkan ihwal radikalisme dan terorisme, termasuk beredarnya buku-buku “keras” yang meresahkan guru ...
Read more 0 Salah satu penyebab terjadinya kerusuhan, bahkan korban harta dan nyawa, di negara Indonesia adalah visi “jihad” dalam rangka memperjuangkan tegaknya Khilafah Islamiyah. Mereka berpendapat bahwa tegaknya khilafah adalah janji Allah SWT dan Rasul-Nya, sehingga harus diperjuangkan. Konsekuensinya, mereka selalu berambisi agar negara Indonesia yang mayoritas muslim bisa menjadi negara Islam ...
Read more 0 Maraknya aksi teror dan kekerasan di berbagai belahan dunia yang mengatas namakan ‘Islam’ sedikit banyak telah mencoreng Islam sebagai agama. Image sebagai agama ‘teror’ yang disematkan negara-negara Barat, khusus Amerika dan sekutunya kemudian memunculkan sikap fobia terhadap Islam yang demikian akut (Thomas Michel, 2004). Dalam kondisi demikian, tentu sulit mengembalikan ...
Read more 0 Tak pernah menyusut, para teroris dan ekstrimis terus membranding dan menjustifikasi setiap tindakan kekerasan yang dilakukannya dengan kata jihad. Kata ini semakin dilucuti dari maknanya yang lebih subtantif, bahkan diyakini bermakna tunggal: membunuh siapa saja yang diyakini kafir. Karena itulah, penting kiranya menjernihkan maknanya sehingga kita dapat menangkap makna terdalamnya. ...
Read more 0
