Kamis, 22 Februari, 2018
Informasi Damai
Archives by: Al Mahfud

Al Mahfud

Al Mahfud Posts

24 Jam Menjaga Media Sosial

Suara Kita
Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat mengakibatkan banjir informasi. Terlebih, seiring kepopuleran media sosial, bermacam informasi semakin cepat diproduksi dan cepat menyebar serta mudah menjadi viral. Kita sekarang tak lagi sibuk mencari informasi, namun sibuk memilah dan memilih informasi. Sebab, di tengah banjir informasi tersebut, banyak muncul berita palsu (hoax) dan konten-konten negatif yang tak sekadar diragukan validitas sumbernya, namun juga tak jarang cenderung menebarkan kebencian, bahkan mengarahkan pada kekerasan ...
Read more 0

“Ronda Kedamaian” di Media Sosial

Suara Kita
Belakangan, publik dikejutkan dengan kabar pelbagai kasus kekerasan dan teror yang menimpa tokoh-tokoh agama dan rumah ibadah. Di awal tahun ini, setidaknya ada lima kasus kekerasan menimpa ustad, ulama, dan gereja (pendeta dan jemaatnya). Mulai dari penganiayaan seorang kiai di sebuah pesantren di Bandung, teror yang dilakukan seorang pemuda di sebuah masjid di Bandung, serangan yang menyebabkan meninggalnya Komandan Brigade PP Persis, pengeroyokan terhadap pemuka agama di Palmerah Jakarta Barat, ...
Read more 0

Jurnalisme Damai, Memberitakan Sekaligus Mendamaikan

Suara Kita
Pers menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Lewat kerja jurnalistik dan produk pemberitaannya di media, pers diharapkan bisa menjalankan pelbagai fungsi dan peranannya bagi kepentingan masyarakat luas. Di samping berfungsi sebagai media informasi (to inform), kontrol sosial, dan juga hiburan (to entertain), pers juga mengemban peran untuk menjalankan fungsi mendidik (to educate) masyarakat. Jika yang diperjuangkan adalah kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan anti terhadap segala bentuk kekerasan, maka ...
Read more 0

Kontra Provokasi SARA untuk Kedamaian Indonesia

Suara Kita
Perilaku warganet di dunia maya atau media sosial bermacam-macam. Ada yang sadar dengan segala dampak yang ditimbulkan dari aktivitasnya, sehingga cenderung berhati-hati sebelum mengunggah, membagikan, maupun berkomentar terhadap suatu narasi atau isu yang sedang menjadi perbincangan di linimasa. Namun, ada pula yang belum sadar dengan pelbagai risiko dari segala aktivitasnya, sehingga perilaku yang muncul cenderung “ringan jari”; mudah mengunggah, membagikan, dan mengomentari semua hal. Hal tersebut kian mengkhawatirkan ketika linimasa ...
Read more 0

Menjadi Warganet Indonesia yang Kebal Isu SARA

Suara Kita
Memasuki tahun politik 2018, kewaspadaan terhadap kemungkinan menyebarnya provokasi, hasutan, dan pelbagai bentuk kampanye hitam (black campaign), meski sama-sama kita tingkatkan. Sebab, dengan padatnya jadwal perhelatan politik dalam beberapa waktu ke depan, hampir bisa dipastikan ruang-ruang publik akan riuh dengan pelbagai kampanye dan narasi politik dari para calon atau kontestan yang sedang berkompetisi. Persaingan politik tersebut, jika tidak dijalankan dan disikapi dengan cara-cara yang baik, akan berpotensi besar menciptakan gesekan ...
Read more 0

Memainkan Isu Sara bukan Karakter Bangsa Kita

Suara Kita
Media sosial sudah menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Di media sosial, setiap hari orang saling terhubung, saling berkomunikasi, maupun membaca dan membagikan informasi. Hal tersebut juga menjadi aktivitas sebagian besar masyarakat Indonesia. Bahkan, Indonesia termasuk negara dengan penduduk yang paling cerewet di media sosial. Tepatnya, Indonesia berada di urutan ke-5 sebagai negara paling cerewet di dunia maya. Bahkan, data semiocast.com, sebuah website yang mendata terkait aktivitas sosial media, menyebutkan, ...
Read more 0

Bagaimana Cara Menghormati Perbedaan?

Suara Kita
Perbedaan adalah energi yang menciptakan warna-warni kehidupan. Dinamika kehidupan akan tercipta dengan adanya perbedaan. Sebaliknya, kehidupan hanya akan berjalan monoton tanpa adanya perbedaan. Di sinilah salah satu letak hikmah dari perbedaan. Allah Swt. menciptakan kita berbeda-beda agar kita mampu saling mengenal, saling belajar, dan mengelola perbedaan tersebut agar membawa kebaikan bagi kehidupan bersama. Perbedaan menjadi bahan baku yang harus bisa dimanfaatkan untuk memunculkan gagasan-gagasan penting untuk membangun kehidupan bersama yang ...
Read more 0

Kesetiakawanan Sosial, Benteng dari Adu Domba

Suara Kita
Kita adalah bangsa yang berdiri atas nilai kebersamaan dan nilai kegotongroyongan. Negara ini didirikan di atas fondasi kesepakatan dan persatuan dari para pendiri bangsa. Fondasi tersebut terlihat dari dasar negara Pancasila dan semboyan Bhineka Tunggal Ika yang berisi semangat berketuhanan, berkemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan berkeadilan. Nilai-nilai tersebut merupakan landasan bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara, mulai merdeka, kini, dan mesti terus dirawat hingga nanti. Namun saat ...
Read more 1

Saling Mengenal, Modal Memperkokoh Kesetiakawanan Sosial

Suara Kita
Kita diciptakan berbeda-beda bangsa, suku, agama, dan lain sebagainya, bukan untuk saling bertikai, melainkan untuk saling mengenal. Sayangnya, saat ini kita cenderung mudah bertikai, memojokkan, dan menyerang orang lain hanya karena perbedaan. Baik perbedaan pemikiran, pandangan, maupun perbedaan-perbedaan yang bersifat primordial. Di samping itu, kehidupan modern yang menyeret orang semakin materialistis dan hedonistis, seringkali memunculkan pembeda-bedaan di masyarakat berdasarkan materi serta jabatan. Akibatnya, orang mudah memunculkan klaim, steroitipe, dan pelbagai ...
Read more 0

Bencana Alam dan Refleksi Kesetiakawanan Sosial

Suara Kita
Beberapa hari yang lalu, pelbagai daerah di Tanah Air dilanda bencana alam. Seperti erupsi Gunung Agung di Bali, banjir, puting beliung, tanah longsor di Pacitan dan Sidoarjo, Gunung Kidul, Bantul, Kulon Progo, Sleman, hingga Wonogiri. Curah hujan yang ekstrem dengan disertai angin kencang mengakibatkan bencana di pelbagai tempat. Rumah-rumah terendam banjir, diterjang puting beliung dan dilanda longsor, sehingga membuat saudara-saudara kita harus mengungsi. Di Pacitan (Jatim), Bantul dan Gunung Kidul ...
Read more 0
Translate »