Jumat, 1 Juli, 2022
Informasi Damai
Archives by: Desi Ratriyanti

Desi Ratriyanti

0 comments

Desi Ratriyanti Posts

Tiga Alasan Mengapa Menolak Narasi Kriminalisasi Islam yang Didengungkan Kaum Bughat

Tiga Alasan Mengapa Menolak Narasi Kriminalisasi Islam yang Didengungkan Kaum Bughat
Suara Kita
Kaum bughat penyokong gerakan khilafah itu umumnya berwatak hipokrit alias munafik. Di satu sisi, mereka secara terbuka menyatakan anti-NKRI bahkan menyerukan pembongkaran Pancasila dengan ideologi lain. Namun, di saat yang sama ketika ditindak oleh aparat penegak hukum, mereka ramai-ramai berlindung di balik narasi kriminalisasi. Narasi kriminalisasi yang selalu didengungkan kaum bughat itu sebenarnya sudah usang. Bagaimana tidak? Ketika ada ulama penebar kebencian ditangkap polisi, mereka ramai-ramai mengangkat isu kriminalisasi ulama. ...
Read more 0

Cegah Kaum Radikal Membajak Hajatan Politik 2024

Cegah Kaum Radikal Membajak Hajatan Politik 2024
Suara Kita
Tahun 2024 kita akan kembali menggelar hajatan politik akbar yakni Pemilu, Pileg, dan Pilpres dalam satu waktu. Meski masih lama, namun aroma kontestasi itu sudah tercium sejak sekarang. Salah satu indikasinya ialah maraknya deklarasi pencapresan oleh kelompok-kelompok relawan. Di tengah gempita deklarasi kandidat capres itu kita dikejutkan dengan pengibaran bendera mirip HTI di acara deklarasi pencapresan salah satu kandidat. Meski diklaim bukan bendera HTI, namun kita patut waspada dengan kemunculan ...
Read more 0

Tiga Alasan Mengapa Perppu Pelarangan Ideologi Selain Pancasila Harus Segera Disahkan

Tiga Alasan Mengapa Perppu Pelarangan Ideologi Selain Pancasila Harus Segera Disahkan
Suara Kita
“Patah tumbuh, hilang berganti”. Pepatah itu kiranya cocok untuk menggambarkan penyebaran ideologi khilafah di Indonesia. Ketika organisasi penyokongnya telah diberangus, ideologi khilafah nyatanya tetap eksis di negeri ini. Hizbut Tahrir Indonesia sudah tutup buku pada tahun 2019 lalu. Namun, ternyata ada organisasi sejenis yang lebib berbahaya yang masih eksis. Yaitu Khilafatul Muslimin (KM). Khilafatul Muslimin lebib berbahaya ketimbang HTI lantaran tidak lagi mewacanakan ideologi khilafah, namun sudah mengklaim mendirikan negara ...
Read more 0

Kerentanan Mahasiswa Terpapar Radikalisme dan Pentingnya Menjadikan Kampus Sebagai Rumah Moderasi Beragama

Kerentanan Mahasiswa Terpapar Radikalisme dan Pentingnya Menjadikan Kampus Sebagai Rumah Moderasi Beragama
Suara Kita
Kasus mahasiswa terlibat jaringan terorisme memang bukan hal baru. Namun, ditangkapnya mahasiswa Universitas Brawijaya Malang, berinisial IA oleh Densus 88 Anti-Teror karena menjadi simpatisan ISIS membuka fakta-fakta lain. IA ialah mahasiswa jurusan Hubungan Internasional yang dikenal cerdas dan ber-IPK di atas 3. Selain itu, sepak terjang IA dalam urusan terorisme tidak main-main. Di medsos, ia rajin mempropagandakan ajaran ISIS. Di dunia nyata, ia rajin menggalang dana untuk mendanai aksi teror. ...
Read more 0

Urgensi Kehadiran Negara Memberangus Ceramah Keagamaan Segregatif-Provokatif

Urgensi Kehadiran Negara Memberangus Ceramah Keagamaan Segregatif-Provokatif
Suara Kita
Keputusan pemerintah Singapura menolak penceramah Abdul Somad masuk ke wilayahnya ialah kebijakan yang sah lagi valid. Sebagai negara yang berdaulat, Singapura tentu memiliki kebijakan internal yang tidak bisa diintervensi siapa pun. Terlebih, pihak Kementerian Dalam Negeri Singapura pun sudah mengonfirmasi bahwa penolakan Abdul Somad dilatari oleh rekam jejaknya sebagai tokoh yang mempromosikan intoleransi dan kekerasan atas nama agama. Sebagai negara yang sama-sama berdaulat, Indonesia idealnya menghormati keputusan Singapura tersebut. Di ...
Read more 0

Harkitnas dan Empat Langkah Membasmi Ideologi Ekstremisme

Harkitnas dan Empat Langkah Membasmi Ideologi Ekstremisme
Suara Kita
Perjalanan bangsa Indonesia menjadi negara berdaulat dan merdeka tentu tidak mudah. Perjuangan fisik dan diplomasi tidak akan pernah muncul tanpa dilandasi spirit nasionalisme lebih dulu. Di titik ini, kita berhutang banyak pada munculnya organisasi kaum intelektual di era 1908 yang terhimpun dalam Boedi Oetomo. Embrio nasionalisme lewat kemunculan BO itulah yang menjadi cikal-bakal perjuangan kemerdekaan hingga mencapai klimaksnya pada 17 Agustus 1945. Namun demikian, deklarasi kemerdekaan nyatanya bukan akhir dari ...
Read more 0

Tiga Amalan Syawal dan Signifikansinya untuk Mengikis Sindrom Kebencian

Tiga Amalan Syawal dan Signifikansinya untuk Mengikis Sindrom Kebencian
Suara Kita
Syawal merupakan bulan kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa Ramadan. Muhammad bin Allan Al Shiddiqi dalam Dalil Al Falihin mengatakan, kata Syawal diambil dari kalimat Sya-lat al-ibil yang artinya seekor unta yang mengangkat ekornya. Pendapat ini senada dengan Ibnu Manzur dalam Lisanul Arab. Hanya saja kata Syawal diambil dari Syalat an-naqah bin dzanabiha. Saban tanggal 1 Syawal, umat Islam merayakan Idulfitri. Momentum Idulfitri  memiliki hakikat dan makna seperti ...
Read more 1

Lebaran; Kembali Ke Fitrah Manusia yang Anti-Kekerasan

Suara Kita
Gema takbir bertalu-talu dari seantero penjuru. Menandari berakhirnya bulan suci Ramadan. Sekaligus menengarai datangnya Idul Fitri. Ramadan dan Idul Fitri merupakan ritus sekaligus siklus tahunan dalam kehidupan keagamaan kita. Ramadan bisa dikatakan sebagai semacam stasiun pemberhentian, tempat kita melakukan transit sebelum kita melanjutkan perjalanan panjang yang entah kapan akan berakhir. Namun, di saat yang sama di belahan dunia lain drama kekerasan masih saja terjadi. Dua hari berturut-turut jelang Idul Fitri ...
Read more 1

Totalitas Berpuasa dan Bagaimana Ramadan Membentuk Sikap Sosial

Suara Kita
“Puasa adalah sebuah benteng. Oleh karena itu, jika seseorang di antara kamu berpuasa maka jangan berkata kotor (rafats), jangan berbuat jahil (berperilaku bodoh). Dan, jika seseorang datang memusuhi atau mencaci maki, maka (jangan layani, dan) katakan, Sesungguhnya aku sedang berpuasa”. Itulah penggalan hadist Qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Pesan penting dari hadist tersebut ialah bahwa puasa tidak sekadar menahan lapar-dahaga, melainkan mengendalikan diri dari segala bentuk kebencian. Bahkan, ketika ...
Read more 1

Tiga Bahaya NII dan Pentingnya Regulasi untuk Memberantasnya

Tiga Bahaya NII dan Pentingnya Regulasi untuk Memberantasnya
Suara Kita
Jika ditinjau dari teori jaringan organisasi, NII (Negara Islam Indonesia) bisa dikategorikan sebagai gerakan bawah tanah (klandestin). Mereka bergerak dalam senyap sehingga sulit diidentifikasi oleh aparat keamanan. Namun, manuver-manuvernya nisbi efektif. Dari sisi latar belakang profesi, anggota mereka bisa berasal dari kalangan mana saja. Mulai dari aparat pemerintahan, akademisi atau intelektual, tokoh agama, pengusaha, dan beragam latar profesi lainnya. Dari sisi demografis, simpatisan mereka terdiri atas orang tua, dewasa, anak ...
Read more 0