Kamis, 24 Januari, 2019
Informasi Damai
Archives by: Nur Sholikhin

Nur Sholikhin

Nur Sholikhin Posts

Hijrah 2019: dari Hate Speech Menuju Love Speech dengan Persepsi Diri

Hijrah 2019: dari Hate Speech Menuju Love Speech dengan Persepsi Diri
Video Damai
Kurun waktu tahun 2018, penulis bekerja di salah satu platform yang menampung ujaran kebencian (hate speech) dan diskriminasi yaitu kabarkan.org. Penulis mengetahui berbagai macam model ujaran kebencian di dunia nyata dan dunia maya, pun dengan kasus diskriminasi. Ada dua jenis ujaran kebencian yang marak di tahun 2018, yaitu berbasis agama dan politik. Porsi yang lebih besar dalam kasus ujaran kebencian adalah dalam bidang politik. Menuju tahun politik 2019, jagat maya ...
Read more 0

Kerja sama Antar Agama Mewujudkan Perdamaian dan Misi Kemanusiaan

Kerja sama Antar Agama Mewujudkan Perdamaian dan Misi Kemanusiaan
Suara Kita
Dalam kajian ilmu psikologi sosial ada pembahasan mengenai kerja sama, kompetisi dan konflik. Bagian itu membahas pentingnya performa kelompok sudah sangat jelas di masa sekarang. Ada berbagai macam pertanyaan untuk menjawab pentingnya kerja sama. Apa yang dapat menjamin bahwa seseorang dapat bertindak secara bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan? Faktor apakah yang dapat membantu penyelesaian suatu konflik? Apakah terdapat cara untuk mengurangi konflik jika telah terjadi? Kehidupan beragama kita dihadapkan pada ...
Read more 1

Aksi Santri Millennial Bela Negara dengan Intervensi Kognitif

Aksi Santri Millennial Bela Negara dengan Intervensi Kognitif
Suara Kita
Pada hakikatnya, orang yang menawarkan ideologi baru untuk Indonesia, misalnya negara Islam, mereka juga mempunyai tujuan yang sama untuk mencintai negaranya. Hanya saja cara yang dilakukan berbeda dengan yang selama ini kita jalankan, yaitu kehidupan berpancasila dan memegang teguh semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Menawarkan ideologi baru untuk Indonesia, mereka berprasangka buruk terhadap ideologi negara yang sudah kita jalani puluhan tahun tidak sesuai dengan ajaran Islam. Tugas para santri millennial saat ...
Read more 1

Konsep Psikologi Kepatuhan Terhadap Ulama Untuk Merekatkan Persatuan

Konsep Psikologi Kepatuhan Terhadap Ulama Untuk Merekatkan Persatuan
Suara Kita
Ada sebagian kelompok yang dengan mudah menyematkan label ulama kepada orang yang seharusnya tidak pantas menerima label tersebut. Hanya karena kepentingan politik praktis, seharusnya tidak melakukan komodifikasi kata ulama. Ulama yang awalnya dijadikan sebagai penuntut masyarakat agar menjadikan kehidupan mereka lebih baik lagi, saat ini bisa saja sebagai alat legitimasi untuk merebut kekuasaan. Tugas kita saat ini, terutama untuk tokoh dan cendikiawan muslim agar mengembalikan kata ulama agar tetap dipahami ...
Read more 2

Mendorong Influencer Mentransformasikan Budaya Edukatif dan Damai

Mendorong Influencer Mentransformasikan Budaya Edukatif dan Damai
Suara Kita
Setiap orang mempunyai potensi di sosial media untuk menjadi influencer, mereka yang mempunyai banyak followers dan memiliki pengaruh yang kuat. Namun tidak semua influencer sadar perannya sebagai tangan panjang dari budaya pop atau budaya baru yang masuk ke Indonesia. Mereka mempunyai peranan yang strategis dalam membentuk budaya masyarakat dunia maya, bahkan hingga dipraktikkan dalam dunia nyata. Seorang influencer yang bergerak dalam bidang hiburan, mereka akan cenderung membuat konten yang sedan ...
Read more 1

Khutbah Berorientasi Pada Perdamaian

Khutbah Berorientasi Pada Perdamaian
Suara Kita
Kalau kita teliti, ada sebagian para dai ada yang berceramah untuk memprovokasi kebencian kepada kelompok lain. Karena berbeda pandangan politik, bahkan berbeda cara mengamalkan cara beragamanya, kemudian mengajak jamaahnya untuk membenci satu kelompok. Rantai pertikaian tidak akan pernah berhenti apabila para dai untuk mengajar untuk memprovokasi jamaahnya untuk membenci kelompok-kelompok tertentu. Tidak sepakat dengan ideologinya, seharusnya tidak disertai dengan perlakuan tidak adil terhadapnya Untuk mempersatukan antar kelompok agar tidak semakin ...
Read more 1

Khutbah yang Menyenangkan dan Mempersatukan, Bukan Menakutkan

Suara Kita
Ada yang penulis sayangkan ketika menemukan konten-konten para dai yang diidentifikasi sebagai kelompok radikal, yaitu mereka merasa menjadi korban atau dalam istilah psikologinya underside mentality. Statemen bahwa umat muslim sedang terpuruk, umat muslim terpojokkan, ulama’nya dikriminalisasi dan pemerintah tidak pro umat Islam, menjadi salah satu contoh. Statement seperti itu menimbulkan keresahan para jamaahnya, bahkan upaya untuk menakuti agar mereka tergugah untuk melakukan perlawanan dan menawarkan ideologi baru yaitu formalisasi agama ...
Read more 2

Konsep Diri Pancasilais sebagai Favoritisme Kampus

Suara Kita
Literatur tentang Pancasila sebagai dasar atau ideologi negara Indonesia sudah sering menjadi makanan sehari-hari pendidikan kita. Semenjak SD, kita disuruh menghafal butir-butir yang ada dalam Pancasila. Saat SMP dan SMA, Pancasila masih melenggang menjadi syarat wajib setiap kali upacara. Entah, saat menjadi mahasiswa, kita mendengarnya hanya sebatas bahan kajian atau sudah menjadikan sebagai konsep diri hingga membentuk identitas sosial yang Pancasilais. Untuk membendung radikalisme di kampus dengan ideologi Pancasila, sudah ...
Read more 1

Pahlawan Millennial: Berwawasan Kebangsaan, Peduli dan Menguasai Media Sosial

Pahlawan Millennial: Berwawasan Kebangsaan, Peduli dan Menguasai Media Sosial
Suara Kita
Membaca sejarah KH. Hasyim Asy’ari, sosok pahlawan yang mempunyai wawasan kebangsaan di samping menguasai ilmu agama. Kepeduliannya terhadap kondisi masyarakat saat itu dibuktikan dengan melawan penjajah melalui pesantren dan seruan resolusi jihad. Beliau juga mempunyai strategis di masyarakat, mempunyai pesantren yang santrinya berasal dari berbagai daerah, pun juga mempunyai majelis untuk masyarakat. Berbeda dengan Gus Dur, walaupun belum dinobatkan sebagai pahlawan nasional, beliau bagi banyak kalangan dianggap seperti pahlawan. Membela ...
Read more 1

Tanyakan 3 Hal Ini untuk Menghindari Provokasi di Media Sosial

Tanyakan 3 Hal Ini untuk Menghindari Provokasi di Media Sosial
Suara Kita
Ketika melihat fenomena pembakaran bendera pada hari santri, banyak provokasi yang muncul dari media sosial. Provokasi untuk melakukan penghakiman terhadap pelaku pembakaran bendera, hingga provokasi agar terjerumus pada kebencian terhadap kelompok agama. Bagi orang yang tidak mempunyai afiliasi terhadap kelompok agama tertentu, misalnya NU, Muhammadiyah dan lain sebagainya ia aka mudah terprovokasi terhadap propaganda untuk melakukan kebencian. Bagi penulis, saat ini ada sebagian kelompok yang memanfaatkan simbol agama untuk  merusak ...
Read more 0
Translate »