Jumat, 23 Januari, 2026
Informasi Damai
Archives by: Nurrochman

Nurrochman

0 comments

Nurrochman Posts

Kontestasi Wacana Agama di Sekolah; Menghalau Intoleransi, Mengembangkan Inklusivitas

Photo 2020 11 18 14 46 31
Narasi
Pekan ini dalam dua hari berturut-turut dunia memperingati dua hari penting, yakni Hari Toleransi Internasional pada 16 November dan Hari Pelajar Internasional tanggal 17 November. Ironisnya, di tengah dua perayaan dua hari penting itu, kita justru tengah diramaikan oleh kasus intoleransi yang terjadi di lembaga pendidikan. Adalah Evan Clementine, siswa SMAN 6 Depok Jawa Barat yang belakangan ini tengah menjadi trending topic perbincangan publik lantaran keputusannya mundur dari pemilihan ketua ...
Read more 0

Refleksi Hari Pahlawan; Menjaga Heroisme, Melawan Radikalisme

Refleksi Hari Pahlawan; Menjaga Heroisme, Melawan Radikalisme
Narasi
Generasi yang hidup di era kemerdekaan patut bersyukur lantaran tidak mengalami pahit-getirnya era penjajahan. Berjuang di medan perang dengan mempertaruhkan nyawa untuk merebut kemerdekaan bukanlah hal yang mudah. Tanpa nyala api patriotisme dan nasionalisme yang berkobar, mustahil kita bisa meraih kemerdekaan. Kobaran nasionalisme dan patriotisme itu pula yang ditunjukkan oleh para arek Suroboyo pada perang 10 November 1945 melawan kembalinya tentara Sekutu. Kini, kemerdekaan telah kita raih dan pertahankan selama ...
Read more 0

Residu “New Media” dan Urgensi Jihad Literasi Melawan Provokasi

Photo 2020 11 02 18 52 40
Narasi
Kemunculan new media (media baru) terutama internet dan media sosial dengan segenap turunannya telah mengubah nyaris seluruh praktik hidup manusia. Tidak terkecuali dalam hal proses produksi, distribusi dan konsumsi informasi di tengah masyarakat. Pra revolusi digital yang ditandai dengan belum ditemukannya teknologi internet, akses masyarakat terhadap informasi nisbi bisa dikatakan terbatas. Publik hanya mengandalkan media massa arusutama (mainstream) mulai dari radio, koran, televisi, dan sejenisnya untuk mendapatkan informasi. Revolusi digital ...
Read more 0

Sinergi Bersama Menghadang Penumpang Gelap Polemik UU Cipta Kerja

Sinergi Bersama Menghadang Penumpang Gelap Polemik UU Cipta Kerja
Narasi
Polemik terkait pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja bereskalasi menjadi aksi demonstrasi jalanan yang diikuti oleh mahasiswa, buruh dan elemen gerakan sipil lainnya. Namun, patut disayangkan bahwa di sejumlah daerah, aksi itu berakhir dengan kericuhan. Bentrok massa dan aparat keamanan serta perusakan fasilitas umum menjadi pemandangan yang memilukan. Seperti halnya perang, tidak ada yang diuntungkan karena yang kalah hanya akan jadi arang dan yang menang akan berakhir sebagai abu. Sebuah ...
Read more 0

Provokasi, “Playing Victim” dan Segregasi Sosial

Provokasi, “Playing Victim” dan Segregasi Sosial
Narasi
Layaknya negara berkembang yang tengah berjuang menjadi negara maju, Indonesia menghadapi persoalan di berbagai bidang, dari ekonomi, politik hingga sosial-budaya. Di ranah ekonomi, kita berjuang menghapus kemiskinan sekaligus memangkas kesenjangan sosial. Konstitusi mengamanatkan tidak ada satu kelompok yang boleh ditinggal pembangunan (no one left behind). Salah satu upaya memangkas kesenjanga itu ialah membangun berbagai infrastruktur yang diharapkan berdampak pada kesejahteraan masyarakat bawah. Dalam konteks politik, agenda demokratisasi selama dua dekade ...
Read more 0

Kesaktian Pancasila dan Tantangan Kontestasi Idoelogi di era Posmodern

Kesaktian Pancasila dan Tantangan Kontestasi Idoelogi di era Posmodern
Narasi
Dalam leksikon filsafat, era sekarang kerap disebut sebagai era posmodern. Yakni satu era dimana nilai-nilai modernisme seperti obyektivisme dan rasionalisme banyak mendapatkan gugatan dan kritikan. Di era posmodernisme, kebenaran tidak lagi dianggap sebagai satu hal yang bersifat tunggal dan menyeluruh (logosentris). Sebaliknya, kebenaran dianggap bergantung pada dimensi relativitas dan interpretasi. Sisi baik nalar posmodernisme ialah kemungkinan untuk mengangkat wacana-wacana pinggiran ke tengah medan perdebatan ilmia-akademik. Namun, sisi buruknya ialah menjadikan ...
Read more 0

Membumikan Dakwah Washatiyah di Era Pasca-kebenaran dan Disrupsi Keberagamaan

Membumikan Dakwah Washatiyah di Era Pasca-kebenaran dan Disrupsi Keberagamaan
Narasi
Dunia Islam kini memasuki alaf zaman baru yang ditandai dengan adanya revolusi digital terutama di bidang teknologi komunikasi dan informasi. Digitalisasi komunikasi dan informasi ini tidak pelak telah mengubah nyaris seluruh lanskap keberagamaan di kalangan umat Islam di seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Keberadaan internet dan media sosial sebagai sarana produksi, distribusi sekaligus konsumsi pengetahuan Islam telah mengubah cara umat Islam menjalani praktik keberagamaannya. Agama (Islam) kini telah memasuki ruang-ruang ...
Read more 0

Dakwah Digital, Ustadz Medsos dan Pendangkalan Islam

Islam Memuliakan Manusia dan Mencela Kekerasan
Narasi
Revolusi dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi yang terjadi selama dua dekade belakangan berdampak pada pola distribusi pengetahuan Islam. Fenomena dakwah Islam di era revolusi digital ini telah mengalami perubahan signifikan. Salah satunya ditunjukkan oleh adanya pergeseran pola dakwah yang lebih banyak dilakukan melalui media digital, terutama kanal media sosial. Corak dakwah di media sosial dalam banyak memiliki karakter khas dan unik yang membedakannya dengan model dakwah konvensional. Hal ini ...
Read more 0

Hijrah Kebangsaan dan Pembentukan Masyarakat Madani

Photo 2020 08 18 12 51 58
Narasi
Tahun baru Islam tahun ini diperingati hampir bersamaan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemedekaan Republik Indonesia ke-75 tahun. Sebuah momen istimewa lantaran dua peristiwa penting bagi bangsa Indonesia dan umat Islam diperingati nyaris dalam waktu bersamaan. Penting bagi umat Islam untuk menggali kembali spirit hijrah Rasulullah dari Mekkah ke Madinah yang terjadi 15 abad lalu. Hijrah Rasulullah sebagaimana mengandung berapa dimensi. Pertama, hijrah fisik, yakni perpindahan Nabi Muhammad dari Mekkah ...
Read more 0

Kejayaan Nusantara, Anakronisme Sejarah dan Penguatan Karakter Bangsa

Kejayaan Nusantara, Anakronisme Sejarah dan Penguatan Karakter Bangsa
Narasi
Terminologi sejarah dalam Bahasa Indonesia merupakan serapan dari Bahasa Arab, yakni syajaratun (dibaca syajarah) yang bermakna pohon atau kayu. Penyerapan ini relevan dengan metafora pohon sebagai tetumbuhan yang memiliki akar, batang, dan cabang. Sebagaimana pula pemaknaan sejarah dalam konteks Bahasa Indonesia yang diartikan sebagai silsilah atau riwayat kehidupan yang dimulai dari awal, proses hingga akhir. Layaknya sebuah pohon, sejarah merupakan hal penting dalam kehidupan manusia. Pohon, sebagaimana diketahui memberikan kehidupan ...
Read more 0