Sabtu, 16 Oktober, 2021
Informasi Damai
Archives by: Siti Nurul Hidayah

Siti Nurul Hidayah

0 comments

Siti Nurul Hidayah Posts

NII dan Metamorfosis “Bughat” dalam Islam

NII dan Metamorfosis “Bughat” dalam Islam
Suara Kita
Organisasi NII (Negara Islam Indonesia) ibarat mitos yang melegenda. Keberadaannya secara nyata sukar dibuktikan. Namun, sepakterjangnya mengkhawatirkan. Seperti ramai diperbincangkan akhir-akhir ini ketika 59 warga Garut yang kebanyakan remaja berbaiat pada NII. Kejadian serupa bukan pertama kali terjadi. Di era pasca-Reformasi ketika keran kebebasan terbuka lebar, cerita ihwal anggota masyarakat berbaiat pada NII bukan lagi mengejutkan. Belum ada data pasti berapa jumlah anggota NII di Indonesia saat ini. Ada yang ...
Read more 0

Pancasila Sakti Sebagai Landasan Membangun Negara Tangguh

Suara Kita
Tahun ini, peringatan Hari Kesatian Pancasila mengusung tema “Indonesia Tangguh Berlandaskan Pancasila”. Tema yang relevan dengan situasi kebangsaan saat ini. Seperti kita tahu, dalam dua dekade terakhir, bangsa ini menghadapi tantangan tidak ringan terutama dari sisi politik dan agama. Dari sisi politik, dalam beberapa tahun belakangan ini kita menghadapi penyelewenangan demokrasi yang mewujud pada maraknya politik identitas dan kebangkitan populisme agama. Politik identitas ialah model politik yang mengeksploitasi sentimen perbedaan ...
Read more 0

Fanantisme Agama dan Ancaman Segregasi Ruang Publik

Fanantisme Agama dan Ancaman Segregasi Ruang Publik
Suara Kita
“Tugas pertama filsuf di dunia dewasa ini adalah berjuang melawan fanatisme dalam samaran apapun ia tampak” (Gabriel Marcel, 1951) Ungkapan Gabriel Marcel di atas menunjukkan betapa bahayanya fanatisme. Bahkan sampai-sampai, Marcel menyebut bahwa tugas utama filosof ialah melawan fanatisme. Di dalam kamus Longman Dictionary of Contemporary English, fanatisme berarti kepercayaan agama atau politik ekstrim. Dalam konteks kehidupan beragama, fanatisme berarti memegang teguh keimanan dan menjalankan peribadatan secara berlebihan, sehingga kerapkali ...
Read more 0

“Tepo Seliro”: Basis Kultural Membendung Arus Ideologi Transnasional

“Tepo Seliro”: Basis Kultural Membendung Arus Ideologi Transnasional
Suara Kita
Istilah tepo seliro memang berasal dari sosiologi masyarakat Jawa. Namun demikian, spirit tepo seliro sebenarnya tidak hanya dimonopoli oleh orang Jawa. Spirit tepo seliro dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia. Secara harfiah, tepo seliro dimaknai sebagai sikap tenggang rasa. Yakni sikap toleran pada perbedaan identitas dan pandangan yang ada di masyarakat. Sedangkan secara maknawiyah, tepo seliro ialah paradigma berpikir individu atau masyarakat yang berorientasi pada terciptanya tata kehidupan sosial, politik dan ...
Read more 0

HUT RI 76 Tahun: Merdeka dari Ancaman Disintegrasi dan Radikalisasi

HUT RI 76 Tahun: Merdeka dari Ancaman Disintegrasi dan Radikalisasi
Suara Kita
17 Agustus, 76 Tahun lalu, Republik Indonesia diproklamirkan. Sebuah deklarasi kemerdekaan yang diperjuangkan dengan darah, air mata dan tentunya doa. 76 tahun tentu bukan perjalanan singkat. Berbagai capaian telah diraih bangsa ini. Rezim demi rezim berganti memberikan sumbangsih pada kemajuan peradaban bangsa. Namun, ibarat pepatah lama, kian tinggi pohon, kian kencang angin bertiup. Sebagai negara dengan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar, Indonesia tidak lepas dari ...
Read more 0

Hijrah dari Krisis Pandemi, Politik Identitas dan Radikalisme Agama

Hijrah dari Krisis Pandemi, Politik Identitas dan Radikalisme Agama
Suara Kita
Tiga problem besar yang saat ini tengah dihadapi bangsa Indonesia ialah krisis pandemi, politik identitas dan radikalisme agama. Ketiganya seolah saling berdiri sendiri, namun pada dasarnya saling berhubungan. Berlarutnya pandemi, menguatnya politik identitas dan maraknya penyebaran radikalisme agama merupakan ekses dari matinya akal sehat sebagian masyarakat. Tidak berfungsinya akal sehat membuat masyarakat mudah terpapar oleh hoaks dan informasi palsu baik itu tentang pandemi maupun yang bermuatan propaganda politik identitas dan ...
Read more 0

Merawat Kultur Toleransi Kala Pandemi

Merawat Kultur Toleransi Kala Pandemi
Suara Kita
No peace among the nations without peace among religions. Kutipan itu dinukil dari pemikiran Hans Kung, teolog dan pengkaji agama yang masyhur di kalangan pegiat studi keagamaan. Kung mewanti-wanti bahwa pluralitas agama di sebuah negara memiliki dua sisi yang berlawanan. Di satu sisi, pluralitas agama bisa menjadi modal sosial untuk membangun bangsa. Namun, pluralitas agama di sisi lain juga potensial menimbulkan perpecahan, konflik bahkan kekacuan sosial. Sebagai negara dengan penduduk ...
Read more 0

Tiga Ciri Provokator dan Penumpang Gelap Pandemi

Tiga Ciri Provokator dan Penumpang Gelap Pandemi
Suara Kita
Pandemi Covid-19 yang berjalan sekira 16 bulan ini telah membuka kedok; siapa yang benar-benar berjuang demi kemanusiaan dan siapa yang hanya berperan sebagai provokator dan penumpang gelap. Sejak pandemi Covid-19, pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan. Salah satunya ialah dengan melakukan pembatasan sosial dengan berbagai tingkatan. Mulai dari pembatasan sosial berskala besar, mikro hingga darurat seperti diberlakukan saat ini. Dinamika kebijakan pemerintah dalam mengatasi pandemi ialah pengejawantahan dari filosofi “rem dan ...
Read more 0

Spirit Idul Adha; Menyembelih Egoisme, Menumbuhkan Humanisme

Spirit Idul Adha; Menyembelih Egoisme, Menumbuhkan Humanisme
Suara Kita
Rasa-rasanya baru kemarin kita merayakan Idul Fitri, namun kini Idul Adha sudah kembali menjelang. Pandemi yang dipenuhi berita duka memang seolah membuat waktu bergegas tanpa meninggalkan makna. Namun, bagaimana pun juga sebagai manusia kita wajib mensyukuri setiap detik usia yang dikaruniakan Allah dan memanfaatkan sebaik-baiknya. Idul Adha kali ini datang bersamaan dengan gelombang kedua pandemi yang lebih dahsyat ketimbang gelombang pertama. Merebaknya varian virus Corona Delta hasil mutasi dari India ...
Read more 0

“Cyber-Terrorism” di Era Pandemi dan Pentingnya Kekebalan dari Virus Radikalisme

Suara Kita
Di masa pandemi ini, peristiwa terorisme memang menurun drastis. Namun, itu bukan berarti gerakan radikal keagamaan musnah dari negeri ini. Di dunia nyata, aksi terorisme memang surut seiring dengan adanya aturan pembatasan sosial yang sedikit-banyak mempersempit ruang gerak para teroris. Sebaliknya, di dunia maya, narasi ekstremisme dan kekerasan justru menunjukkan eskalasi peningkatan yang kian mengkhawatirkan. Di dunia maya, manuver kelompok teroris dapat diidentifikasi ke dalam setidaknya dua hal. Pertama, upaya ...
Read more 0