Selasa, 3 November, 2026
Informasi Damai
Archives by: Siti Nurul Hidayah

Siti Nurul Hidayah

0 comments

Siti Nurul Hidayah Posts

Vigilantisme dan Psikologi Kerumunan: Bagaimana Rage Bait Menjadi Bahan Bakar Kekerasan Kolektif di Era Digital?

Vigilantisme dan Psikologi Kerumunan: Bagaimana Rage Bait Menjadi Bahan Bakar Kekerasan Kolektif di Era Digital?
Narasi
Di era interkonektivitas global hari ini, linimasa media sosial telah menjadi jendela kita dalam melihat realitas sosial. Setiap detik, miliaran informasi berlimpah ruah, menawarkan berbagai peristiwa yang terjadi di belahan bumi mana pun. Namun, di balik janji keterbukaan informasi tersebut, lanskap digital kita telah mengalami pergeseran ekosistem yang mendalam. Ruang publik virtual yang semestinya menjadi arena diskursus yang mencerahkan kini kerap berubah menjadi pabrik kemarahan. Fenomena rage bait, yakni strategi ...
Read more 0

Manuver Black Bloc di Balik Demo Perancis: Alarm Keras bagi Demokrasi Indonesia

Manuver Black Bloc di Balik Demo Perancis: Alarm Keras bagi Demokrasi Indonesia
Narasi
Gelombang protes masif yang melanda Prancis dalam beberapa waktu terakhir kembali menarik perhatian dunia internasional. Di balik unjuk rasa rakyat yang menuntut keadilan ekonomi dan perbaikan layanan publik, jalanan-jalanan di Paris, Lyon, hingga Marseille berubah menjadi lautan api dan bentrokan fisik yang mencekam. Di tengah badai protes massa, muncul sekelompok orang berpakaian hitam-hitam yang merusak, menjarah, dan membakar pertokoan. Fenomena ini membuka mata kita bahwa di balik demo Perancis itu ...
Read more 0

Parental Gaming: Revolusi Pengasuhan di Tengah Ancaman Radikalisasi Gim Daring

Parental Gaming: Revolusi Pengasuhan di Tengah Ancaman Radikalisasi Gim Daring
Narasi
Sebagai ibu dari seorang putri berusia 10 tahun, saya kerap tergagap-gagap mengikuti perkembangannya. Misalnya, ketika ia suatu kali bilang, “Ibu, aku pinjam hapenya untuk mabar sama teman-teman, ya”. Saya terbengong demi mendengar kata “mabar”. Sebelumnya, saya juga kebingungan ketika dia bilang “Aku udah install Roblox di hape Ibu, jangan dihapus ya”. Saya sempat berpikir Roblox itu semacam permainan susun bata. Ternyata tidak. Begitulah, sebagai orang tua milenial kita kerap merasakan ...
Read more 0

Gotong Royong Digital: Wajah Baru Kolektivisme Pancasila di Ruang Siber

Gotong Royong Digital: Wajah Baru Kolektivisme Pancasila di Ruang Siber
Narasi
Sepanjang tahun 2025-2026, sejumlah wilayah di Indonesia dilanda bencana alam. Mulai dari banjir di Aceh dan Sumatera, gempa di Nusa Tenggara Timur, dan bencana kebakaran hutan di Kalimatan serta sejumlah tragedi alam lainnya. Sebagai negara yang secara geografis dan ekologis berada di kawasasn rawan bencana, Indonesia memiliki mekanisme mitigasi menghadapi bencana. Tidak hanya dari sisi teknis, melainkan juga dari sisi sosiologis. Dalam setiap kejadian bencana alam, hampir pasti selalu muncul ...
Read more 0

Polemik Natal Bersama; Mengapa Kaum Konservatif Menganggap Pluralisme Sebagai Ancaman?

Photo 2025 12 08 11.53.26
Narasi
Agenda Natal Bersama Kementerian Agama 2025 menuai polemik di tengah masyarakat. Agenda itu dianggap sebagai sinkretisme agama bahkan penggadaian akidah oleh sebagian kalangan. Agenda Natal Bersama juga dianggap sebagai kampanye terselubung paham pluralisme agama. Mudah ditebak, tudingan itu muncul dari kelompok konservatif. Kaum yang menganggap pluralisme agama sebagai ancaman. Pertanyaannya, mengapa mereka begitu curiga dengan pluralisme? Salah satu faktor utamanya adalah mereka gagal paham terhadap definisi pluralisme itu sendiri. Kaum ...
Read more 0

Falsafah Ki Hadjar; Adaptasi Konsep Pamong dan Among di Tengah Transnasionalisme Digital

Falsafah Ki Hadjar; Adaptasi Konsep Pamong dan Among di Tengah Transnasionalisme Digital
Narasi
Kits mengenal tiga dosa dalam dunia pendidikan nasional. Yakni intoleransi agama, kekerasan seksual, dan perundungan alias bullying. Dosa-dosa itu tidak berhenti di situ. Dosa itu memiliki efek lanjutan yang tidak terpikirkan sebelumnya. Korban perundungan, misalnya kerap kali dihadapkan pada dua pilihan sulit; menyerah dalam arti buruh diri atau melawan balik dengan risiko melahirkan kekerasan baru. Pelaku pemboman di SMAN 72 Jakarta memilih jalan kedua. Ia melawan balik perundungan yang dialami ...
Read more 0

Bullying Sebagai Akar Radikalisme; Bagaimana Kekerasan Psikologis Menyuburkan Ideologi Ekstremisme?

Bullying Sebagai Akar Radikalisme; Bagaimana Kekerasan Psikologis Menyuburkan Ideologi Ekstremisme?
Narasi
Individu atau kelompok yang menjadi korban penindasan di masa lalu memiliki kemungkinan kuat untuk menjadi pelaku penindasan di masa depan. Demikian ucap sosiolog Frantz Fanon. Ungkapan itu muncul dalam konteks kajian negara poskolonial. Ia menyebut bahwa negara yang pernah mengalami kolonialisme alias penjajahan justru paling banyak melahirkan diktator. Sebaliknya, negara yang tidak pernah mengalami sejarah penjajahan justru nisbi sedikit melahirkan diktator. Artinya, kelompok yang memiliki rekam jejak tertindas memiliki kemungkinan ...
Read more 0

Ilusi Persatuan Global; Meneguhkan Nasionalisme di Tengah Dunia Multipolar

Ilusi Persatuan Global; Meneguhkan Nasionalisme di Tengah Dunia Multipolar
Narasi
Kelompok ekstremis terutama ISIS tampaknya tidak pernah kehabisan materi propaganda kekerasan. Setelah revolusi Suriah berakhir dengan jatuhnya rezim Bashar Al Assad, kini ISIS menjadikan konflik horisontal di Sudan sebagai materi propaganda. Majalah terberu ISIS, Al Naba beberapa saat lalu menyerukan secara eksplisit ajaran jihad ke Sudan. Majalah Al Naba memajang Headline provokatif “Sudan Dilupakan”. Editorial itu menyoroti konflik dan kekerasan di Sudan dimana muslim menjadi salah satu kelompok yang menjadi ...
Read more 0

Digitalisasi Sumpah Pemuda; Menjadikan TikTok Sebagai Aparatus Ideologi

Photo 2025 10 28 11.29.53
Narasi
Jika ditanya, apa media sosial paling populer bagi gen Z dan gen Alpha, maka jawabannya tidak diragukan adalah TikTok. Platform media sosial berbasis video pendek ini begitu digandrungi anak-anak, remaja, dan kaum muda. Sebagian dari kita kerap sinis dengan menyebut TikTok sebagai medsos joget-joget. Padahal, jika kita melihat lebih obyektif, TikTok lebih dari sekedar medsos ajang joget. Salah satu hal menarik dari TikTok adalah pola algoritmanya yang cendrung demokratis untuk ...
Read more 0

Santri Sebagai Rausyanfikr; Transformasi dari Nalar Nasionalisme ke Internasionalisme

Santri Sebagai Rausyanfikr; Transformasi dari Nalar Nasionalisme ke Internasionalisme
Narasi
Kaum santri barangkali adalah kelompok yang paling tepat untuk menyandang gelar Rausyanfikr. Istilah Rausyanfikr dipopulerkan oleh tokoh revolusi Iran, Ali Syari’ati. Istilah ini merujuk pada individu atau kelompok intelektual yang tidak sekedar fasih dan cakap secara teoretis, namun kaum intelektual yang hadir secara langsung sekaligus berkomitmen untuk berkontribusi menyelesaikan problem keumatan. Rausyanfikr adalah intelektual organik, yakni para cerdik pandai yang tidak tinggal di menara gading pengetahuan, namun hadir dan terlibat ...
Read more 0