Kamis, 29 September, 2022
Informasi Damai
Archives by: Siti Nurul Hidayah

Siti Nurul Hidayah

0 comments

Siti Nurul Hidayah Posts

Tragedi Mahsa Amini: Negara Islam Tidak Ramah Perempuan?

Narasi
Seorang perempuan berusia 22 tahun bernama Mahsa Amini diberitakan tewas di penjara Teheran, Iran pada 16 September 2022 lalu. Sebelumnya, pada tanggal 13 September 2022 ia ditangkap Polisi Moral Tehran karena salah memakai jilbab. Ia kedapatan memakai jilbab yang tidak sesuai dengan aturan pemerintah. Pihak kepolisian menyebutkan kematian Mahsa Amini disebabkan serangan jantung. Namun, Amnesty Internasional Iran melalui akun media sosialnya menuntut pemeritah Iran bersikap terbuka atas penyebab kematian Mahsa ...
Read more 0

Pentingnya Kewarganegaraan Digital Menanggulangi Krisis Kesantunan Bermedsos

Pentingnya Kewarganegaraan Digital Menanggulangi Krisis Kesantunan Bermedsos
Narasi
Laju peningkatan pengguna internet dan medsos di Indonesia ternyata berbanding terbalik dengan tingkat kesopanan digital masyarakatnya. Seturut laporan tahunan dari We Are Social yang bertajuk Digital 2021: Global Overview Reports, pengguna aktif internet di Indonesia sebanyak 202, 6 juta atau 73, 7 persen dari total populasi. Dari jumlah tersebut, 170 juta di antaranya mengakses media sosial dengan waktu rata-rata 3 jam 14 menit. Data ini mengindikasikan bahwa masyarakat Indonesia memang ...
Read more 0

Tiga Alasan Mengapa Doktrin al Wala’ wal Bara’ Tidak Relevan untuk Indonesia

Tiga Alasan Mengapa Doktrin al Wala’ wal Bara’ Tidak Relevan untuk Indonesia
Narasi
Penolakan gereja oleh Pemerintah Kota Cilegon membuktikan bahwa intoleransi masih eksis di negeri ini. Sebagaimana diwartakan massa, Walikota dan Wakil Walikota Cilegon menandatangani deklarasi penolakan gereja. Peristiwa yang kembali mencoreng marwah pemerintah daerah pasca kasus Walkot Bandung yang hadir dalam peresmian gedung dakwah Aliansi Nasional Anti-Syiah Indonesia (ANNAS) tempo hari. Penolakan gereja di Cilegon hanyalah puncak fenomena gunung es intoleransi di Indonesia. Meski demikian, kita tidak bisa menyimpulkan bahwa mayoritas ...
Read more 0

Empat Langkah Mencegah Konflik yang Menjadi Lahan Subur Radikalisme

Empat Langkah Mencegah Konflik yang Menjadi Lahan Subur Radikalisme
Narasi
Dimana ada konflik, disitu ada radikalisme. Ketika masyarakat mengalami gesekan dan berujung pada pecahnya pertikaian, disitulah kaum radikal bersorak karena mereka menjadi pihak paling diuntungkan. Konflik dan radikalisme seolah telah menjadi dua sisi mata uang yang mustahil dipisahkan. Keduanya memiliki keterkaitan secara resiprokal. Di satu sisi, konflik dapat memicu eskalasi radikalisme. Di sisi lain, radikalisme juga bisa melatari terjadinya konflik. Dalam ilmu sosial, konflik ialah sebuah keniscayaan dalam kehidupan yang ...
Read more 0

Produksi Narasi Islamofobia dan Halusinasi Kaum Radikal

Produksi Narasi Islamofobia dan Halusinasi Kaum Radikal
Narasi
Membincangkan isu Islamofobia bukan perkara mudah. Kita harus mengakui bahwa fenomena kebencian terhadap Islam yang kerap berujung pada diskriminasi memang benar adanya. Namun, kita juga tidak bisa menutup mata bahwa isu Islamofobia kerap dijadikan alat politik kelompok tertentu untuk menyerang lawan politiknya. Nathan Lean dalam bukunya The Islamophobia Industry: How the Right Manufactures Fear of Muslim menjelaskan bagaimana isu Islamofobia dipakai oleh kelompok konservatif untuk menebar ketakutan dan sikap anti-terhadap ...
Read more 0

Membantah Persepsi NKRI Taghut dan Pengharaman Nasionalisme

Membantah Persepsi NKRI Taghut dan Pengharaman Nasionalisme
Narasi
Euforia perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia baru saja usai. Puncak perayaan HUT RI yang dilaksanakan di Istana Negara terasa begitu meriah, namun juga meninggalkan kesan khidmat. Di pelosok-pelosok desa, perayaan HUT ke-77 RI tidak kalah gegap-gempitanya. Berbagai lomba digelar. Masyarakat bersuka-cita merayakan hari kemerdekaan. Ironisnya, di saat yang sama, euforia itu dinodai oleh propaganda kaum radikal yang menyebarkan narasi bahwa NKRI ialah negara taghut dan rasa cinta ...
Read more 0

77 Tahun NKRI; Merdeka Seutuhnya dari Intolerasi dan Radikalisme

77 Tahun NKRI; Merdeka Seutuhnya dari Intolerasi dan Radikalisme
Narasi
Semarak peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-77 terasa di kota sampai desa. Di sepanjang jalan, bendera merah putih berkibar dengan gagahnya. Ditambah beragam umbul-umbul dan hiasan yang kian menyemarakkan suasana. Beragam lomba dan kegiatan pun digelar untuk meramaikan tujuhbelasan. Hal ini wajar mengingat tahun ini untuk pertama kalinya kita memperingati HUT Kemerdekaan RI setelah dilanda pandemi Covid-19 selama dua tahun lamanya. Maka, tema hari kemerdekaan tahun 2022 ini ialah ...
Read more 1

Transformasi Ideologis Ba’asyir dan Masa Depan Radikalisme di Indonesia

Transformasi Ideologis Ba’asyir dan Masa Depan Radikalisme di Indonesia
Narasi
Setahun pasca keluar dari penjara, Abu Bakar Ba’ayir kembali mengagetkan publik. Sebuah rekaman video berisi pernyataan Ba’asyir beredar luas di media sosial. Di dalam video itu, secara jelas bahwa dirinya sekarang telah menerima Pancasila dan tidak lagi menganggapnya sebagai syirik. Keyakinan itu dilandasi oleh pemahaman bahwa dasar Pancasila ialah tauhid, yakni Ketuhanan yang Maha Esa. Ditambah fakta bahwa para ulama terdahulu pun mendukung Pancasila. Ba’asyir berkesimpulan, mustahil ulama mendukung hal ...
Read more 0

Mewujudkan Sekolah yang Merdeka dari Intoleransi

Mewujudkan Sekolah yang Merdeka dari Intoleransi
Narasi
Kasus intoleransi kembali terjadi di sekolah. Sejumlah siswa di SMA Negeri 1 Banguntapan Bantul dipaksa mengenakan jilbab oleh guru BK (Bimbingan Konseling). Bahkan, salah seorang siswi diberitakan mengalami depresi akibat pemaksaan tersebut. Kejadian ini kian memperpanjang daftar kasus pemaksaan jilbab oleh pihak sekolah. Kementerian Pendidikan sebagai lembaga yang menaungi sekolah negeri sebenarnya tidak begitu saja tinggal diam. Pada tahun 2021 lalu, Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri menekan ...
Read more 0

Sengkarut Media Sosial dan Pentingnya Menghijrahkan Bangsa Dari Sindrom Kebencian

Sengkarut Media Sosial dan Pentingnya Menghijrahkan Bangsa Dari Sindrom Kebencian
Narasi
Media sosial sebagai ruang publik digital telah memberikan warna dalam kehidupan kita. Medsos telah berperan dalam mengakselerasikan kebebasan berpendapat dan berekspresi. Namun, di saat yang sama medsos juga menyisakan residu persoalan. Antara lain maraknya narasi kebencian, provokasi, adu-domba dan perpecahan. Kasus yang belakangan ini menjerat seorang tokoh publik, yakni Roy Suryo atas kasus meme stupa bergambar mirip wajah Jokowi membuktikan bahwa medsos ibarat pedang bersisi dua. Jika digunakan dengan bijak, ...
Read more 0