Jumat, 24 November, 2017
Informasi Damai
sumpah pemuda

sumpah pemuda

Momentum Pemuda Bersatu Melawan Propaganda Radikalisme

Keindonesiaan
Sejak zaman dahulu, bangsa kita terpecah belah akibat perbedaan suku, ras, budaya dan agama. Perlawanan terhadap penjajah masih bersifat kedaerahan, belum bersatu. Tentu dengan kondisi seperti ini, semakin memudahkan penjajah untuk melakukan siasat adu domba devide et empera. Nah melihat keadaan seperti ini, pemuda terpelajar kita mengubah strategi dengan mempersatukan seluruh kekuatan kedaerahan saat itu. Sebutlah pemuda jawa, pemuda Sulawesi, pemuda Minahasa, dan lain-lain. Mereka bersatu padu dengan mengadakan kongres ...
Read more 0

Semangat Sumpah Pemuda

Keindonesiaan
Pada tanggal 28 Oktober 2016 ini, seluruh bangsa Indonesia akan memperingati hari sumpah pemuda, dimana 88 tahun silam para pemuda bersumpah untuk tetap mempersatukan tanah air, bangsa dan bahasa Indonesia dibawah komando Bung Tomo. Semangat para pemuda berkobar dan menggelora menyuarakan tekad yang bulat mempersatukan bangsa Indonesia jauh sebelum Indonesia merdeka. Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan ...
Read more 0

Pemuda Sebagai Agen Kontra Propaganda

Suara Kita
Tanggal 28 Oktober ini, untuk kesekian kalinya kaum muda memperingati Hari Sumpah Pemuda. 88 tahun silam, para pemuda dari berbagai latar kelompok se-nusantara mengikrarkan pengakuan dan  tekad nasionalisme dalam sebuah sumpah. Tiga buah sumpah fenomenal inilah yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda. “Sumpah Pemuda” menjadi keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Isinya pertama, Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia. Kedoea, ...
Read more 0

Meneguhkan Komitmen Keislaman dan Kebangsaan

Editorial
Jika kita membela Islam tetapi tidak membela nasionalisme, maka sejatinya kita membiarkan Islam tidak menemukan tempat berpijak di muka bumi. Islam merupakan ide langit dan nasionalisme adalah pemikiran bumi yang menyediakan tanah lapang bagi tumbuh kembangnya ide-ide langit bernama agama. Islam membutuhkan perangkat institusional yang bernama negara sebagai tempat berpijak dan ladang untuk tumbuh kembang. Persoalannya adalah apakah Islam itu harus mewujud dalam Negara, atau apakah Negara itu harus berbentuk ...
Read more 0
Translate »