Minggu, 25 Oktober, 2026
Informasi Damai
Archives by: Gatot Sebastian

Gatot Sebastian

0 comments

Gatot Sebastian Posts

AI Berfatwa Moderasi, AI juga Berfatwa Ekstremisme

AI Berfatwa Moderasi, AI juga Berfatwa Ekstremisme
Narasi
Pada 2023, jemaat sebuah gereja di Furth, Bavaria, Jerman, mendengarkan khotbah 40 menit yang dibawakan avatar di layar televisi di atas altar. Naskahnya disusun dengan bantuan ChatGPT. Penyelenggara mengklaim 98 persen layanan ibadah hari itu ditopang kecerdasan buatan (AI), seperti dilaporkan CNBC. Peristiwa itu terasa jauh, tetapi pertanyaannya dekat: pantaskah mesin berbicara atas nama agama? Bukan hanya lembaga keagamaan arus utama yang melirik teknologi ini. Menurut Washington Post, pada Februari ...
Read more 0

Mahalnya Untuk Merasa “Diakui”

Mahalnya Untuk Merasa “Diakui”
Narasi
Pada 7 November 2025, ledakan mengguncang masjid SMAN 72 Jakarta Utara saat khotbah Jumat. Sekitar 96 orang terluka, sebagian besar siswa. Pelakunya seorang siswa berusia 17 tahun. Pada senjata mainan yang dibawanya tertulis nama-nama pelaku kekerasan ekstrem dari berbagai negara. Densus 88 menilainya sebagai peniruan (memetic violence), bukan bagian dari jaringan teror mana pun. Tentu mudah membaca kasus itu sebagai kenakalan atau kriminalitas individual. Namun, pertanyaan yang lebih mendasar adalah ...
Read more 0

Pancasila dalam Wacana Buddha, Resep bagi Dunia yang Kian Gaduh

Pancasila dalam Wacana Buddha, Resep bagi Dunia yang Kian Gaduh
Keagamaan
“Senjata terus diproduksi, kabar bohong menyebar secepat kilat, dan alam dikuras tanpa jeda. Di hadapan para pemimpin agama dunia, lima sila yang usianya lebih tua dari Buddhisme itu kembali diajukan sebagai jalan keluar.” Selain sebagai nilai dan landasan filosofis negeri ini, Pancasila juga menjadi pedoman moral bagi umat Buddha. Di forum Forum Agama G20 (R20) 2022 lalu, seorang pemuka Buddha yang berbicara mewakili para pemimpin agama mengangkat Pañcasīla ini, sebagai ...
Read more 0

Jebakan Beragama di Era Simulakra

Photo 2025 12 10 12.23.50
Narasi
Banyak yang cemas soal inisiatif Kementerian Agama yang hendak menyelenggarakan perayaan Natal bersama bagi pegawainya, misalnya, langsung disambut dengan sirene bahaya. Reaksi seperti tuduhan sinkretisme dan pencampuradukan agama meramaikan ruang maya. Seolah-olah, sekadar hadir untuk menghormati kebahagiaan rekan kerja yang berbeda iman akan serta-merta melunturkan teologi yang telah dianut seumur hidup. Mengapa kita menjadi bangsa yang begitu cemas? Jangan-jangan, kita sedang tidak mempertahankan esensi agama, melainkan mempertahankan “simulasi” dari agama. ...
Read more 0

Meletakkan Simbolisme dalam Prinsip Agama Bermaslahat

Meletakkan Simbolisme dalam Prinsip Agama Bermaslahat
Narasi
Semakin ke sini, agama semakin hadir dengan wajah yang sangat visual. Mulai dari gaya busana, istilah bahasa, hingga panji-panji yang dikibarkan dalam kerumunan massa. Fenomena ini menandakan bahwa agama sedang mengalami revivalisme. Namun, di balik semaraknya ekspresi tersebut, muncul sebuah pertanyaan reflektif yang patut kita renungkan. Apakah melimpahnya simbol-simbol keagamaan ini berbanding lurus dengan peningkatan kualitas kemanusiaan dan kemaslahatan publik? Atau justru, kita sedang terjebak dalam glorifikasi simbol namun mengalami ...
Read more 0

Menyelami Peran Guru di Era Serba ‘Klik’

Menyelami Peran Guru di Era Serba ‘Klik’
Narasi
Dulu, untuk mengetahui penyebab Perang Diponegoro atau memahami rumus volume kubus, seorang siswa harus duduk manis, melipat tangan, dan menatap papan tulis kapur selama, mendengarkan gurunya berceramah. Kini? Cukup tanya ChatGPT, Gemini, atau mesin pintar lainnya. Dalam hitungan detik jawaban itu sudah tersaji. Bahkan ada fitur di dalam smartphone ketika kita mempotret sebuah pertanyaan matematis dengan kamera, ia bisa mendeteksi angka dan menghasilkan jawaban yang benar. Lengkap, rapi, dan seringkali ...
Read more 0

Membaca Agenda Ideologis Di balik Tudingan “Sekuler” pada Duta Damai BNPT

Membaca Agenda Ideologis Di balik Tudingan “Sekuler” pada Duta Damai BNPT
Narasi
Ketika sebuah kelompok mengkritik Program Duta Damai BNPT sebagai duta sekularisme dan liberalisme, pertanyaan yang perlu diajukan bukanlah: “Apakah Duta Damai benar-benar sekuler?” Melainkan: “Siapa yang mengajukan kritik ini, dan apa agenda ideologis di balik kritik tersebut?” Tuduhan terhadap Duta Damai datang dari jaringan kelompok yang melihat Indonesia sebagai wadah perjuangan untuk mendirikan sistem politik agama berbasis “khilafah” dengan versi yang mereka anggap paling autentik. Klaim mereka terhadap Duta Damai ...
Read more 0

Xenophobia, Chauvinisme, dan Racun Nasionalisme

Xenophobia, Chauvinisme, dan Racun Nasionalisme
Narasi
Nasionalisme, pada esensinya, adalah sebuah kekuatan pembebas. Paham ini pertama kali muncul di Eropa pada abad ke-18, berkelindan dengan terbentuknya negara-negara bangsa (nation-states). Sebuah negara bangsa dibentuk atas dasar kemauan untuk hidup bersama, didorong oleh faktor-faktor seperti persamaan bahasa, adat-istiadat, tradisi, dan sering kali, nasib sepenanggungan. Di Indonesia, nasionalisme lahir dari rahim kolonialisme. Kesadaran kolektif terhadap situasi terjajah melahirkan keinginan untuk bebas dan merdeka. Inilah api yang melahirkan Boedi Oetomo, ...
Read more 0

Apa I’dad Kita untuk Nusantara?

Apa I’dad Kita untuk Nusantara?
Keagamaan
Konsep i’dād, atau persiapan kekuatan, dalam diskursus keagamaan sering kali dilepaskan dari konteks historisnya. Gambaran umum meliputi persiapan fisik, latihan militer, hingga penguasaan persenjataan klasik. Wacana ini, yang ditarik secara literal dari konteks historis abad ke-7, kerap dipahami sebagai kewajiban individual. Namun, aplikasi pemahaman literalistik ini pada konteks Indonesia abad ke-21 berpotensi menimbulkan disorientasi strategis. Ia bukan hanya keliru secara kontekstual, tetapi juga berisiko mengalihkan sumber daya kolektif dari medan ...
Read more 0

Resep Pemuda di Era Rasulullah Membangun Persatuan Madinah

Resep Pemuda di Era Rasulullah Membangun Persatuan Madinah
Narasi
Setiap 28 Oktober, bangsa Indonesia mengenang kembali ikrar agung para pemuda dari berbagai penjuru Nusantara yang meleburkan identitas kesukuan mereka—Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon—menjadi satu identitas kebangsaan: Indonesia. Sumpah itu adalah sebuah deklarasi untuk meruntuhkan sekat-sekat demi sebuah cita-cita bersama. Jauh sebelum itu, di sebuah oasis bernama Yatsrib, sebuah sumpah serupa, meski tak terucap dalam format yang sama, telah dipraktikkan oleh sebuah generasi muda yang mengubah total lanskap ...
Read more 0