Minggu, 6 April, 2025
Informasi Damai
Archives by: Gatot Sebastian

Gatot Sebastian

0 comments

Gatot Sebastian Posts

Bom Bunuh Diri adalah Bukti Tidak Seimbangnya Ilmu dan Cinta

Bom Bunuh Diri adalah Bukti Tidak Seimbangnya Ilmu dan Cinta
Narasi
Indonesia kembali digemparkan dengan ditangkapnya dua terduga terorisme di dua tempat yang berbeda dalam dua hari berturut-turut. Salah satu terduga teroris berinisial H.O.K. berusia 19 tahun dilaporkan berniat melakukan serangan di dua tempat ibadah di kota Malang dan mengakhirinya dengan bom bunuh diri. Motif bom bunuh diri (suicide bombing) adalah doktrin yang lumrah diajarkan oleh kelompok ekstremis kepada para kader kombatan untuk menyerang orang ‘kafir’ dengan dalih menjemput bidadari Tuhan. ...
Read more 0

Rasulullah Bersahabat dengan Non-Muslim, Mengapa Kita Tidak?

Rasulullah Bersahabat dengan Non-Muslim, Mengapa Kita Tidak?
Keagamaan
Islam sangat menjunjung tinggi persahabatan sesama manusia tanpa memandang perbedaan identitas dan mengedepankan rasa saling pengertian. Sahabat, secara konotasi, memiliki makna yang lebih tinggi dari sekedar “teman”. Seorang sahabat menjadi penting karena bersamanya kita bisa merajut kebaikan dan keselamatan baik di dunia maupun akhirat. Di sisi lain, beberapa penceramah agama justru menyempitkan relasi persahabatan dalam Islam. Sebagian mereka bahkan menganjurkan untuk tidak berteman, apalagi bersahabat, dengan non-Muslim. Mereka mengatakan bahwa berteman ...
Read more 0

Hari Anak Nasional 2024: Mewariskan Cinta Tanah Air dalam Tumbuh Kembang Anak

Hari Anak Nasional 2024: Mewariskan Cinta Tanah Air dalam Tumbuh Kembang Anak
Faktual
Anak mengisi sepertiga dari total penduduk Indonesia dan merupakan generasi penerus bangsa yang harus dijamin pemenuhan hak dan perlindungannya. Berbagai permasalahan seperti kekerasan, perkawinan anak, anak berhadapan dengan hukum, penyalahgunaan teknologi digital – khususnya dalam bentuk gim dan judi online, serta masalah lainnya yang masih menimpa anak Indonesia, merupakan tantangan bagi kita semua dalam mencetak SDM yang berkualitas untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Yang tak kalah mengkhawatirkan adalah bahwa anak ...
Read more 0

Mind Your Spectacle! ISIS kini Gunakan AI sebagai Medium Propaganda

Mind Your Spectacle! ISIS kini Gunakan AI sebagai Medium Propaganda
Faktual
Akselerasi digital selalu membawa tantangan baru, utamanya dalam konteks penanggulangan terorisme. Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) oleh kelompok teroris Al-Qaeda dan Islamic State untuk memperluas propaganda digital menjadi ancaman nyata. Sebuah artikel dari Global Network on Extremism & Technology (2024) berjudul AI JIHAD: Dechipering Hamas, Al-Qaeda and Islamic State’s Generative AI Digital Arsenal mengungkapkan bagaimana teknologi ini digunakan untuk menciptakan konten digital yang menyesatkan dan mempengaruhi audiens global. Artikel tersebut ...
Read more 0

Pertempuran Terbesar di Bulan Muharram, Saksi Kandasnya Manuver Politik Yahudi di Perang Khaibar

Keagamaan
Sepanjang hidup Rasulullah, empat kali umat Islam berperang melawan kaum Yahudi. Empat pertempuran itu adalah Perang Bani Qainuqa’ (623M/2 H), Perang Bani Nadzir (625 M/4 H), Perang Bani Quraidzah (627 M/5 H), dan yang keempat adalah perang terbesar di zaman Nabi, Perang Khaibar (629 M/7 H). Khaibar merupakan basecamp orang Yahudi pada waktu itu. Populasi terbesar Yahudi di Arab berada di Khaibar. Khaibar adalah daerah yang kaya dan penuh dengan penghasil kurma. ...
Read more 0

Fase Traumatik Generasi Muda Arab Pasca Runtuhnya Wahabi

Fase Traumatik Generasi Muda Arab Pasca Runtuhnya Wahabi
Narasi
Penyebab fenomena ateisme di negara-negara Arab Saudi adalah banyaknya kalangan muda yang “jengah”, frustasi, dan patah hati dengan otoritas keagamaan yang memaksakan. Setidaknya, itulah yang dikatakan Mun’im Sirry. Menurutnya, mereka tidak diberi kebebasan memilih sesuai nalar mereka. Ortodoksi ini cenderung sektarian, memaksakan, menyesat-nyesatkan pandangan yang berbeda. Konservatisme ini menghambat ide-ide kemajuan generasi baru. Pendapat Mun’im Sirry ini menyusul gejala “new atheism” yang terjadi di Arab hingga pertengahan tahun 2023, di ...
Read more 0

Melanggengkan Kerukunan Pasca Idul Kurban

Melanggengkan Kerukunan Pasca Idul Kurban
Kebangsaan
Solidaritas sosial adalah hikmah yang melekat pada Hari Raya Kurban. Sikap itu seharusnya tidak berhenti bersamaan dengan selesainya euforia Hari Raya. Di beberapa daerah di Indonesia, Hari Raya Idul Adha, ditambah dengan hari-hari tasyriknya, menegaskan simpul solidaritas lintas agama. Hal ini bukan berarti sebelum Idul Adha mereka tidak rukun, tetapi momen berbagi kurban seolah mengkalibrasi ulang semangat kerukunan itu. Beberapa daerah di Papua misalnya menjadi saksi bahwa status minoritas Muslim ...
Read more 0

Memahami Pluralisme Kebangsaan dalam Praktek Interaksi Sosial yang Dinamis

Memahami Pluralisme Kebangsaan dalam Praktek Interaksi Sosial yang Dinamis
Narasi
Agama merupakan alat perekat sosial. Begitu kata Emile Durkheim. Menurutnya, pemahaman terhadap agama pada akhirnya melahirkan apa yang disebut dengan “yang sakral” dan “yang profan”, di mana komunitas akan saling berkompromi untuk mendefinisikan keduanya. Dalam pengertian ini, tanpa keberadaan agama, manusia sebagai makhluk sosial belum sepenuhnya dapat dikatakan sebagai manusia yang sempurna karena ada unsur relasi sosial yang tak saling terjalin. Terpisah, seorang teolog Kristen bernama Leonardo Boff mengatakan bahwa ...
Read more 0

Pesan Toleransi dari Empat Imam Madzhab

Pesan Toleransi dari Empat Imam Madzhab
Narasi
Islam menyimpan banyak hikmah dalam kisah-kisah ulama’ klasik, terkait nilai-nilai moderasi beragama. Toleransi dan mengelola perbedaan misalnya. Hikmah mengelola perbedaan tercermin dalam perjalanan empat Imam madzhab besar Islam, Abu Hanifah, (w.150 H), Imam Maliki (w.179 H), Imam Syafi’i (w.204 H), dan Imam Hanbali (w.248 H). Keempat ulama besar tersebut tak ragu bersilang pendapat satu sama lain. Sebelum lanjut, sepertinya kita perlu merefleksi ulang, “apa sih toleransi itu?” Kita ambil definisi ...
Read more 0

Penyelewengan Surat Al-Maidah Ayat 3 dan Korelasinya dengan Semangat Kebangsaan Kita

Keagamaan
Konsep negara bangsa sebagai anak kandung modernitas selalu mendapat pertentangan dari kelompok radikal konservatif dalam Islam. Menurut mereka, nation-state bertentangan dengan konsep kenegaraan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad di era Makkah-Madinah. Salah satu dalil yang sering dilontarkan adalah perihal kesempurnaan Islam yang tersebut dalam QS. Al-Maidah: 3. Dalil ini menurut mereka meniscayakan bahwa amalan apapun termasuk ijtihad politik dan kebangsaan yang tidak sesuai dengan sunnah Rasululllah adalah salah. Ayat ini ...
Read more 0