Kamis, 29 Oktober, 2020
Informasi Damai
Archives by: Hamka Husein Hasibuan

Hamka Husein Hasibuan

0 comments

Hamka Husein Hasibuan Posts

Basis Demokrasi Pancasila itu Kesalingpercayaan

Suara Kita
Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang dibangun atas dasar kesalingpercayaan. Ini bisa dilihat dari sila keempat sebagai dasar Demokrasi Pancasila berada di antara sila ketiga, yakni persatuan dan sila kelima, yakni keadilan sosial. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah/kebijaksanaan dalam permusyaratan mempunyai dua syarat sekaligus: persatuan dan keadilan sosial. Kedua syarat ini ibaratkan dua sayap, yang jika salah satunya hilang, maka dasar kesalingpercayaan itu akan rapuh. Dalam Demokrasi Pancasila, negara tidak boleh ...
Read more 0

Merawat Sejarah, Melindungi Falsafah Bangsa

Merawat Sejarah, Melindungi Falsafah Bangsa
Suara Kita
Tersiar kabar di media sosial, mata pelajaran sejarah mau dihapus dari kurikulum nasional. Sontak saja terjadi pro-kontra dan sebagian besar pihak merasa kecewa. “Bagaimana nanti nasib bangsa ini? Karakter bangsa ini akan hilang? Nasionalisme akan lenyap? Generasi bangsa akan buta terhadap sejarah negaranya sendiri?” –adalah sebagian pertanyaan yang dilontarkan oleh netizen. Dari akun resmi Kemendikbud di twitter, Nadiem Makarim, selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengklarifikasi bahwa penghapusan sejarah dari kurikulum ...
Read more 0

Dai Moderat Harus Merebut Panggung Dakwah

Dai Moderat Harus Merebut Panggung Dakwah
Suara Kita
Juru dakwah yang radikal dan intoleran sejatinya hanya berjumlah kecil. Mereka sedikit, tetapi berisik. Segelintir, tetapi terorganisir. Dengan membuat akun puluhan bahkan ratusan, mereka sudah bisa membuat wacana anti-kerhamonisan dan kedamaian. Dai atau tokoh agama moderat harus tampil bersuara untuk melawan. Selama ini, juru dakwah dan tokoh agama moderat lebih banyak menjadi silence moyority, banyak tetapi diam. Suara mereka tidak terdengar. Akibatnya panggung dikuasai oleh oknum-oknum penceramah intoleran yang tidak ...
Read more 0

Menata Dakwah di Ruang Publik Virtual

Suara Kita
Dakwah agama (apa pun itu!) sejatinya harus  disampaikan dengan cara-cara terbaik (billati hiya ahsan). Dakwah yang merangkul, bukan memukul; mengajak, bukan mengejek; dakwah yang tidak melukai perasaan orang lain. Ruang publik dakwah seharusnya diisi dengan narasi positif-konstruktif-akomodatif, bukan malah terjebak pada narasi negatit-destruktif-agitatif. Dakwah  yang bisa diterima oleh semua tanpa mencederai rasa dan hati agama atau tradisi golongan lain. Di sebagaian pemeluk agama –untuk tidak mengatakan seluruhnya—masih ada logika bahwa ...
Read more 0

Strategi Keluar dari Zona Merah Radikalisme

Strategi Keluar dari Zona Merah Radikalisme
Suara Kita
Virus radikalisme dan segala turunannya tidak kalah berbahayanya dari virus Corona. Jika yang terakhir bisa merusak imunitas individual, maka yang pertama bisa menghancurkan imunitas sosial. Relasi sosial, harmoni masyarakat, dan keguyuban sesama anak bangsa bisa hancur akibat dari infiltrasi dari virus radikalisme. Tidak berlebihan –dalam tataran sosial – radikalisme adalah pengahalang paling besar dalam mewujudkan masyarakat madani, terbuka, dan berbudaya. Radikalisme bisa mempengaruhi keyakinan, sikap, dan terlebih-lebih tindakan.   Dengan ...
Read more 0

Merdeka dari Wabah Radikalisme

Merdeka dari Wabah Radikalisme
Suara Kita
Wabah radikalisme sangat berbahaya dalam hubungan kemasyarakatan, berbangsa, dan bernegara. Sikap intoleran yang tidak mau memahami, berlapang dada, dan memberdayakan pihak lain –bagaikan duri dalam daging. Sebagai negara berdaulat, Indonesia sudah merdeka dan bebas dari segala bentuk perang fisik. Akan tetapi, perang terhadap virus, paham, dan keyakinan yang keras, radikal, dan intoleran sama sekali belum bisa dikatakan bebas. Bahkan dalam konteks tertentu, Indonesia sedang berperang melawan virus-virus yang merusak hubungan ...
Read more 0

Kurban: dari Binatangisme Menuju Kemanusiaan

Suara Kita
Kurban sejatinya bukanlah persembahan untuk Tuhan. Sejak dini, Al-Quran sudah menyatakan, bahwa Tuhan tidak menerima daging dan darah kurban, melainkan ketakwaan. Dengan demikian, kurban hanyalah sarana dan simbol yang memiliki tujuan dan makna yang tersembunyi. Orang yang hanya sampai pada simbol. Ia hanya sampai pada kulitnya saja. Sebaliknya, orang yang mampu dan bisa sampai kepada makna dan tujuan, ia bisa mencicipi manisnya ajaran kurban. Jika kita perhatikan narasi yang diberikan ...
Read more 0

Hagia Sophia dan Geliat Marketing Pengusung Khilafah

Hagia Sophia dan Geliat Marketing Pengusung Khilafah
Suara Kita
Pasca pemerintahan Turki mengubah status Hagia Sophia menjadi masjid, seketika pula “momentum” ini dimanfaatkan oleh para pengusung khilafah untuk menjual paham khilafah mereka. Di media sosial, saya banyak menemukan (penggiringan) opini yang dilakukan oleh para pengusung khilafah, bahwa perubahasan status Hagis Sophia adalah awal dari bangkitnya kembali khilafah islamiyah di muka bumi. “Hagia Sophia dan Kembalinya Khilafah”, “Kembalinya Hagia Sophia dan Khilafah”, “Hagia Sophia Jadi Masjid, Erdogan Dipuji UAS dan ...
Read more 0

Adu Domba dan Over-klaim Bela Pancasila

Adu Domba dan Over-klaim Bela Pancasila
Suara Kita
Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) menimbulkan polarisasi di masyarakat. Pro-kontra tidak terelakkan. Satu pihak mengklaim, rancangan itu demi merawat eksistensi Pancasila. Pihak lain menyatakan, rancangan itu justru akan merusak Pancasila. Saling klaim pun terjadi. Setiap pihak merasa paling benar. Saling klaim dengan merasa diri paling benar adalah masalah dalam konteks berbangsa dan bernegara. Meyakini bahwa hanya pihak/kelompoknya yang benar, sementara pihak/kelompok lain salah, akan mengakibatkan hubungan harmoni sesama ...
Read more 0

Radikalisme, Aksi Bela Pancasila, dan Kepura-puraan

Suara Kita
Sejumlah ormas yang mengatasnamakan dirinya sebagai Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI melakukan aksi “membela Pancasila” di depan gedung DPR. Aksi ini dilakukan untuk menolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), yang mereka nilai sangat pro-komunis. Sesuai meme yang beredar di media sosial, aksi akbar akan dilaksanakan secara nasional pada Jumat (26/06/20). Aksi yang diinisiasi oleh sejumlah sejumlah ormas Islam: GNPF Ulama, PA 212, dan FPI itu –selain menuntut ...
Read more 2