Selasa, 21 November, 2017
Informasi Damai
Archives by: Ratna Dewi Fathimah

Ratna Dewi Fathimah

Ratna Dewi Fathimah Posts

Eksistensi Pena Mahasiswa sebagai Benteng Radikalisme

Suara Kita
Pemuda merupakan generasi yang akan mewarisi mimpi dan cita-cita kemerdekaan Indonesia selanjutnya. Ahli waris utama yang  dianggap tepat adalah  mahasiswa yang diyakini memiliki kecakapan intelektual, idealisme dan karakter yang berkualitas. Tanggung jawab moral mahasiswa yang terdiri dari tiga matra yaitu sebagai pelopor perubahan (agent of change), kontrol sosial (social control) dan penerus masa depan (iron stock) menjadikan mahasiswa sosok ideal bagi Indonesia kedepannya. Sintesisnya bukan terlihat pada prestasi gemilang perorangan ...
Read more 0

Jihad Kebangsaan Dalam Konteks Kekinian

Suara Kita
“Hukumnya orang yang memecahkan persatuan kita sekarang ini wajib dibunuh” (K.H. M. Hasyim Asy’ari). Poin ketiga dari fatwa jihad pendiri NU (Nahdathul Ulama) yang di keluarkan pada 11 September 1945 itu meski terasa ekstrim namun masih relevan diterapkan pada saat ini. Fatwa yang memuat tiga point itu dianggap sebagai resolusi jihad kala itu yang mampu membangkitkan semangat kaum santri untuk turut mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Hadratus Syaikh dalam fatwa itu menegaskan ...
Read more 0

Menjadi Islam Menjaga pancasila dan Indonesia

Suara Kita
“Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, berbuat kebaikan, dan mengadakan perdamaian diantara manusia. Barang siapa berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah maka kelak kami akan memberikannya pahala yang besar” (QS. An Nisa, 4: 114). Ayat di atas menegaskan bahwa mengadakan perdamaian di antara manusia mejadi kewajiban siapa saja yang mengaku beragama islam. Artinya tak ada alasan bagi umat muslim ...
Read more 1

Membangun Keindonesiaan Melalui Lokal Wisdom

Suara Kita
Tonggak awal sejarah persatuan bangsa dimulai jauh sebelum kemerdekaan, sebelum penjajahan, bahkan sebelum islam mendiami tanah air. Gajah mada, nama yang besar karena sumpah palapannya, mengawali persatuan di bumi nusantara sejak abad ke-14. Kitab Negarakertagama karya Empu Prapanca menyebut wilayah di bawah kekuasaan Majapahit (Jawa) meliputi pulau Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Papua, Maluku, Malaysia, Brunei, Singapura, dan sebagian kecil Philipina selatan dengan nama nusantara. Nama “nusantara” masih terus digunakan ...
Read more 0

Meneguhkan Persaudaraan Nasional di tengah Arus Hoax Kebencian

Suara Kita
Rohingya kembali di dera konflik panjang. Buntut dari penyerangan kelompok militan Rakhine terhadap militer Myanmar pada 25 Agustus lalu menyisakan krisis kemanusiaan yang diperkirakan lebih memilukan dari krisis tahun lalu. PBB memperkirakan pengungsi yang berhasil menyeberang ke Banglades telah mencapai 123.600 jiwa. Gelombang eksodus tersebut diyakini semua pihak akan terus bertambah.  “Pembantaian” etnis Rohingya oleh militer Myamar mulai mendapat perhatian dunia. PBB sebagai badan perdamaian dunia sejak tanggal 29 Agustus ...
Read more 0

Pesan Keteladanan Dalam Idul Kurban

Suara Kita
Sejarah penyembelihan kurban (korban) yang pertama dilakukan oleh Ibrahim terhadap anaknya, Ismail.  Ketokohan Ibrahim dan Ismail dalam kisah ini menegaskan setidaknya lima ajaran keteladanan abadi. Yaitu emosi, hakikat kurban, kewajiban penerima, kesabaran, dan ketakwaan. Pergulatan emosi yang dialami Ibrahim dan ismail menegaskan bahwa kemanusiaan tetap ada pada diri mereka. Kepemilikan perasaan semisal cemas, takut, ragu, senang, cinta, dan sebagainya menjadi ciri khas psikologi manusia yang dituntut untuk mampu dikendalikan. Pergulatan ...
Read more 0

Pesan Persatuan dalam Perayaan Kemerdekaan

Suara Kita
Gegap gempita menyambut perayaan kemerdekaan yang pada tahun ini genap berusia 72 tahun mulai terasa sejak awal Agustus. Penjual bendera dan umbul-umbul bersuka cita menyambut panen raya penjualan yang tak seperti biasanya. Begitu juga para penjual bambu dan tongkat. Bahkan, tidak sedikit orang yang menjadi penjual dadakan, demi meraup pundi-pundi keuntungan. Masyarakat pun tak kalah sibuk mempersiapkan dan menghiasi lingkungan kampungnya agar suasana kemerdekaan semakin semarak. Gapura, pohon, pagar, jalan ...
Read more 0

Langkah Kolektif Membangun Kedamaian Negeri

Suara Kita
Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi hukum. Adanya tata aturan hukum yang berlaku tentu dalam rangka kedamaian kita bersama. Namun, hukum seolah-olah menjadi tumpul ke atas, runcing ke bawah. Para koruptor di pelihara merajalela, namun di sisi lain pencuri ayam di kampung dihakimi masa sampai babak belur. Peristiwa main hakim sendiri (vigilantisme) semacam ini tanpa sadar merusak citra negara hukum yang akhirnya terjadi ketidakdamaian negeri. Belum lagi kasus-kasus lainya yang ...
Read more 0
Translate »