Sabtu, 16 Mei, 2026
Informasi Damai
Narasi

Narasi

Cara Islami dalam Menyampaikan Aspirasi

Cara Islami dalam Menyampaikan Aspirasi
Narasi
Kedzaliman dan ketidakadilan harus dan wajib ditentang. Masyarakat tidak boleh diam ketika merasa dirugikan dan hak-haknya dirampas oleh penguasa. Berjuang menyampaikan aspirasi dan kritik adalah bentuk jihad paling mulia di depan penguasa. Namun, menggerakkan massa dengan tanpa kontrol bukan juga suatu solusi. Jika yang diingkan adalah subtansi pengerahan massa yang ...
Read more 0

Dari Narasi Provokasi Menuju Narasi Persatuan

Dari Narasi Provokasi Menuju Narasi Persatuan
Narasi
Politik identitas belum sepenuhnya hilang. Ia masih dimainkan oleh oknum-oknum tertentu. Selama ini, ia dijadikan sebagai senjata. Politik identitas adalah politik yang membedakan aku versus engkau, kami versi kalian, kita versus mereka. Semuanya tersekat dalam batas-batas yang ditentukan. Batas-batas itu sebagai penegasan dan penentu siapa yang diterima (kami) dan siapa ...
Read more 0

Menyelamatkan Indonesia dari Parasit Demokrasi

Menyelamatkan Indonesia dari Parasit Demokrasi
Narasi
Perubahan sosial niscaya selalu dilatari oleh kemunculan gerakan sosial. Kemerdekaan 1945 misalnya hanya mungkin terwujud karena gerakan revolusi yang berakar jauh sejak era kemunculan Boedi Oetomo, Kongres Pemuda dan gerakan sejenisnya. Gerakan Reformasi 1998 juga tidak mungkin lahir tanpa gerakan sosial kelas menengah terdidik yang sudah bergeliat jauh hari, utamanya ...
Read more 0

Pahami Akar Masalahnya, Agar Tidak Mudah Terprovokasi

Adanya kebencian biasanya dilatarbelakangi oleh banyak faktor, salah satunya ialah ketidakpahaman seseorang dalam memilah dan memilih mana yang lebih baik, sampai dengan hasutan dari orang lain. Itulah alasan mengapa kebencian bisa merusak tatanan kehidupan. Bisa dibayangkan bagaimana jadinya apabila kebencian disebarluaskan ke satu lisan ke lisan lainnya, pasti akan berujung pada kejahatan yang lebih melukai. Inilah sebenarnya yang menjadi kekhawatiran bersama ketika melihat realitas kehidupan sekarang ini, di mana banyak golongan-golongan yang berusaha menerobos pundi-pundi simbol persatuan Indonesia. Dengan bermodalkan berita-berita hoax sampai dengan provokasi yang bertujuan menjatuhkan wibawa ideologi Pancasila. Menyikapi hal tersebut, mengapa tidak dilakukan musyawarah, bukankah lahirnya lima dasar Ideologi Pancasila juga bermula dari musyawarah, mengapa malah melakukan sesuatu yang berbaur kebencian, provokasi yang dikedepankan? Bukankah ini akan melunturkan kewibawaan bangsa Indonesia yang terkenal dengan berbagai keragaman serta bangsa yang menyenangkan dengan budaya toleransinya. Inilah yang seharusnya menjadi pertanyaan besar bagi setiap orang, mau dibawa ke mana bangsa Ini, apabila kita masih saling menjatuhkan dan mencari kesalahan-kesalahan orang yang tidak sejalan dengan konsep pandangan hidup bernegara. Soekarno juga pernah berpesan, Jas Merah (jangan sekali-sekali melupakan sejarah), harusnya sejarah perjuangan pahlawan yang merelakan setiap nyawanya untuk sebuah kebebasan dari penjajah menjadi teladan kita untuk hidup sekarang ini, yaitu bagaimana menjaga keutuhan bangsa, jangan ada perpecahan, kekerasan dan juga kebencian, tapi sebarkanlah kebaikan agar kedamaian senantiasa berpayung pada demokrasi Pancasila. Dan yang tidak kalah penting ialah setiap dari kita harus menjadi cerdas sertan santun, agar bisa memilih dan memilah setiap informasi yang masuk dalam telinga untuk diserap menjadi pengetahuan yang memadai. Sudah semestinya kita yang memahami betapa indahnya hidup di Indonesia, senantiasa menyuarakan pesan-pesan yang mendamaikan dan menyejukkan. Hingga bersikap cerdas, agar tidak dipecah belah oleh sebuah kepentingan yang belum memiliki landasan tentang pentingnya menjaga NKRI. Sederhananya, yang harus dilakukan bangsa ini sekarang adalah menjaga bukan mengubah, kalaupun ada perubahan di dalamnya juga harus sesuai dengan koridor bangsa Indonesia yang senantiasa mengedepankan rasa saling menghormati meskipun berbeda-beda. Sebagaimana Bhineka Tunggal Ika yang menjadi ikon bangsa Indonesia. Tentunya budaya santun sangat dibutuhkan di era sekarang ini, selain sebagai pencegah lahirnya provokasi, santun dalam kehidupan sehari-hari, di media sosial juga akan membawa kebaikan untuk setiap manusia. Karena sejatinya, tidak akan pernah ada yang memusuhi kita, apabila kita senantiasa santun atau berbuat baik kepada orang lain. Sebagaimana Gus Dur yang mengatakan Orang tidak akan menanyakan apa agamamu, apa sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik buat semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu. Kebaikan apa yang sudah kita lakukan hari ini? Pertanyaan Inilah yang seharusnya tertanam dalam diri setiap manusia. Agar senantiasa menyadari bahwa kehidupan kita akan bermanfaat apabila tindakan ataupun perilaku yang dilakukan bisa meringankan beban seseorang. Untuk itu, gunakan lisan untuk senantiasa menyebarkan kebaikan, dengan mengedepankan ucapan yang santun, jari-jemari digunakan untuk menyebarkan kabar-kabar yang menyenangkan, hingga senantiasa menjaga tali silaturahmi tanpa memandang latar belakang. Apabila hal-hal sederhana semacam ini senantiasa dilakukan dalam tindakan sehari-hari, pastinya tidak akan muncul lagi virus-virus provokasi, tidak akan lagi ada kebencian, yang ada hanya rasa saling menjaga untuk keutuhan bangsa, dan kebersamaan dalam meniti kehidupan. Sesuai yang dikatakan oleh Gus Mus, tugas manusia adalah memanusikan manusia. Dan menjadi cerdas dalam memilih dan memilah informasi adalah keharusan setiap warga negara Indonesia. Agar bisa menjaga Indonesia dengan nurani, tanpa ada bumbu-bumbu provokasi di dalamnya.
Narasi
Adanya kebencian biasanya dilatarbelakangi oleh banyak faktor, salah satunya ialah ketidakpahaman seseorang dalam memilah dan memilih mana yang lebih baik, sampai dengan hasutan dari orang lain. Itulah alasan mengapa kebencian bisa merusak tatanan kehidupan. Bisa dibayangkan bagaimana jadinya apabila kebencian disebarluaskan ke satu lisan ke lisan lainnya, pasti akan berujung ...
Read more 0

Mewaspadai Provokasi Politik Identitas dan Urgensi Literasi Media

Photo 2020 10 08 15 07 43
Narasi
Setiap memasuki akhir September dan awal bulan oktober, ruang virtual kita rutin disuguhi dengan berbagai macam provokasi seputar isu kebangkitan PKI. Isu tentang PKI menjadi “hantu tahunan” suatu kelompok untuk menghegemoni konstruksi nalar massa. Apalagi di tengah banyaknya masyarakat yang dominan dalam mengkonsumsi internet, khususnya media sosial yang dijadikan laboratorium ...
Read more 0

Melankolia dan Patologi Sosial

Melankolia dan Patologi Sosial
Narasi
Politik melankolia adalah salah satu pendekatan politik yang lumrah disaksikan dalam tipe masyarakat tontonan seperti saat ini (Pilkada dan Politik Melankolia, Heru Harjo Hutomo, https://jurnalfaktual.id). Pada wilayah politik praktis seringkali seorang kandidat, entah legislator maupun eksekutor, terpilih karena berbagai narasi biru yang sarat dengan luka dan nestapa, padahal tak banyak ...
Read more 0

Membangun Ketahanan Demokrasi dari Gelombang Narasi Provokasi di Medsos

Membangun Ketahanan Demokrasi dari Gelombang Narasi Provokasi di Medsos
Narasi
Patut disadari, faktor dominan yang mempengaruhi naik turunnya tensi politik di tengah masyarakat jelang sebuah kontestasi politik adalah media massa dan media sosial (medsos). Bahkan terkadang, ia ibarat tungku kobaran pemanas tegangan politik. Tak sedikit juga yang nekat membangun narasi provokasi yang melanggar Suku, Agama, Ras, dan Antar-golongan (SARA). Tentu ...
Read more 0

Cerdas Berinteraksi dengan Smartphone, Menyelamatkan Indonesia dari Provokasi dan Perpecahan

Cerdas Berinteraksi dengan Smartphone, Menyelamatkan Indonesia dari Provokasi dan Perpecahan
Narasi
Sekarang ini, media sosial menjadi jalan alternatif yang sangat cepat dan akurat untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Kabar mengabari dan menyampaikan sesuatu sekarang tidak perlu untuk surat menyurat. Cukup dengan menggunakan Smarphon seseorang sudah bisa mengetahui keadaan dan beberapa hal yang memang berkaitan antara keduanya. Pemahaman ini merupakan ...
Read more 0

Waspada Klaim Aksi Menyelamatkan Indonesia

Waspada Klaim Aksi Menyelamatkan Indonesia
Narasi
Pada tahun-tahun terakhir ini marak narasi “penyelamatan” terhadap Negara Indonesia atau komponen-komponen berharaga di dalamnya. Misalnya, “Aksi menyelamatkan Indonesia”. Selain kata “menyelamatkan” juga ada “bela”, semisal “Aksi bela ulama”, dan lain sebagainya. Mafhum mukhalafah terhadap narasi ini adalah adanya orang atau kelompok yang menzalimi Indonesia atau ulama. Apabila Indonesia atau ...
Read more 0

Menghadang Provokasi Dengan Pancasila

Menghadang Provokasi Dengan Pancasila
Narasi
Identitas Nasional bangsa Indonesia yakni Pancasila mulai mendapatkan ancaman dan tantangan, seiring dengan adanya oknum tertentu yang ingin seolah-olah berpura-pura membela Pancasila. Padahal, sejatinya terkadang mereka ingin membenturkan dengan kelompok yang lainnya. Maka dari itu ditengah gejolak disintegrasi bangsa Indonesia, merawat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia menjadi sebuah keniscayaan. Karena ...
Read more 0