Minggu, 21 Oktober, 2018
Informasi Damai
Archives by: Nurul Lathiffah

Nurul Lathiffah

Nurul Lathiffah Posts

Piagam Madinah, Pancasila, dan Harmoni Lintas Agama

Piagam Madinah, Pancasila, dan Harmoni Lintas Agama
Suara Kita
Piagam Madinah merupakan sebuah pencapaian mengagumkan dalam lintasan sejarah. Piagam Madinah merupakan sebuah bukti otentik bahwa Rasulullah Saw., merupakan figur yang sangat toleran, dan memandang perbedaan sebagai sebuah fitrah indah. Rasulullah Saw. tidak selalu menjadikan Islam sangat koersif dalam mengatur kehidupan masyarakat di Madinah. Meski Rasulullah Saw. diakui sebagai pemimpin, namun beliau tidak Peristiwa ini merupakan simbol bahwa Nabi Muhammad Saw. menginginkan harmonis lintas agama dan budaya terjadi. Konsekuensi logisnya ...
Read more 0

Spirit Komunikasi Terapeutik dalam Idul Fitri

Spirit Komunikasi Terapeutik dalam Idul Fitri
Suara Kita
Idul Fitri atau jika diterjemahkan ke dalam kultur sosial Indonesia ialah lebaran, nyatanya mengandung muatan memperbarui, bahkan menyembuhkan hubungan yang ‘sakit.’ Kiranya, momentum ini sangat tepat untuk memperbarui rasa persaudaraan, semangat persatuan, toleransi, dan juga empati. Setelah satu bulan menahan nafsu biologis yang diiringi dengan upaya menahan diri dari menyakiti orang lain—baik  secara verbal atau nonverbal—nyatanya kita merasakan sebuah kenikmatan yang luar biasa. Hati kita kembali bersih, dihapuskan-Nya penyakit hati ...
Read more 0

Pesan Keadilan Sosial dan Keharmonisan dalam Zakat Fitrah

Suara Kita
Zakat fitrah sejatinya merupakan kewajiban dalam agama. Melampaui keshalihan individu, terdapat pesan-pesan keadilan sosial dan keharmonisan. Ketika berzakat, seorang muzakki (orang yang berzakat) akan memberikan zakat fitrah kepada mustahiq (penerima zakat). Dalam anjuran agama, pemberian zakat dilakukan dengan cara yang santun. Bahkan, Islam menganjurkan bahwa pemberian yang terbaik harus dilakukan dengan cara yang terbaik, tanpa menyakiti hati pihak yang diberi. Berzakat fitrah, meski esensinya adalah mengeluarkan zakat dan memberikan kepada ...
Read more 0

Puasa; Mengontrol Ujaran Kebencian

Puasa; Mengontrol Ujaran Kebencian
Suara Kita
Ramadhan, bulan kebahagiaan bagi mukmin akan datang. Barangkali, kita merindukan momen-momen berpuasa, karena dengannya kita bisa melatih diri, menahan id (keinginan hawa nafsu), untuk kemudian dipresentasikan dengan pola sikap  dalam level kemanusiaan yang tinggi. Umumnya, orang akan suka dengan pemenuhan kebutuhan lapar. Akan tetapi, ketika sedang berpuasa, tubuh kita telah ‘berjanji’ bahwa akan menahan lapar dan dahaga, termasuk hal-hal yang membatalkan atau bahkan mengurangi pahala puasa. Kita sudah menyiapkan diri, ...
Read more 0

Perempuan, Pendidik Literasi Media Ramah Anak

Suara Kita
Era digital menyediakan informasi ibarat junk food yang secara instant ditelan siapa saja, bahkan termasuk anak. Bak jamur di musim penghujan, anak-anak mudah mendapat informasi, bahkan yang bersifat destruktif semisal konten kekerasan dan pornografi. Anak-anak dapat terpapar radiasi konten radikal sejak usia sangat dini. Jika orang tua bersikap permisif pada anak, bukan tidak mungkin anak akan memiliki struktur self yang ‘radikal’, sebagaimana konten yang selalu diperhatikan. Menjadi penting bagi orang ...
Read more 0

“Surga” bagi Pribadi Pemaaf

“Surga” bagi Pribadi Pemaaf
Suara Kita
Pemberian maaf  atau pemaafan (forgiveness) merupakan salah satu ajaran agama yang dapat memantikkan empati dan perasaan penuh kasih. Dalam pemberian maaf, terdapat makna adanya pemberian kesempatan untuk orang lain (yang bersalah). Di sisi lain, kebiasaan memaafkan kesalahan orang lain juga dapat memberikan energi ketenangan batin, menghapus luka jiwa, dendam, dan penyakit psikis lainnya. Dalam setiap life event kehidupan, kita sering dihadapkan pada konflik, perbedaan pendapat, dan kekecewaan terhadap orang lain. ...
Read more 0

Self Tolerance untuk Perdamaian Global

Suara Kita
Berdiri di atas perbedaan merupakan sebuah peluang untuk menumbuhkan kecerdasan batin. Tidak mudah, akan tetapi ketika individu mampu melewati fase ‘kritis’ dan mampu bersikap adaptif sekaligus tolerantif, maka babak baru perdamaian dalam diri dan lingkungan sekitar akan dimulai. Kemampuan memaafkan diri, dan memberikan pemakluman atas ‘kesalahan diri’, pada dasarnya merupakan modal psikologis bagi seseorang untuk dapat menerima perbedaan, dan bersikap adil serta proporsional. Akan tetapi, membangun self tolerance tidaklah mudah. ...
Read more 0

Hijrah untuk Perdamaian dan Menghindari Perang

Suara Kita
Kini semakin marak, fenomena anak-anak muda yang terprovokasi hijrah untuk ikut berperang. Mereka, umumnya merupakan out put hasil dari program propaganda kaum radikal. Mereka lupa, bahwa Rasulullah Saw. telah memberikan pelajaran berharga, bahwa hijrah merupakan pilihan untuk menciptakan perdamaian di tempat yang baru dan menghindari peperangan. Perang, pada hakikatnya merupakan tanda bahwa dua kubu gagal membangun komunikasi damai untuk saling bernegoisasi. Sedangkan, Rasulullah Saw. selalu berusaha menghindari peperangan. Dalam memoar ...
Read more 0

Kebhinekaan, Mendidik Manusia Indonesia Menjadi ‘Dewasa’

Suara Kita
Kita beruntung, dan harus bersyukur bahwa NKRI tegak di atas ilmu para ulama. Sehingga, negara Indonesia dalam realitas yang sangat majemuk dan memiliki beragam perbedaan yang terbentang dari Sabang hingga Merauke mampu berupaya untuk saling hidup rukun dalam bingkai kebhinekaan dan sikap toleransi. Meski dewasa ini isu perpecahan mengalir dalam kehidupan kita, kita masih percaya bahwa para penjaga kebhinekaan juga tidak terlelap. Sebab kita  berupaya menjaga perdamaian, tidak hanya sebagai ...
Read more 0

Puasa untuk Mewujudkan Perdamaian

Suara Kita
Ramadhan merupakan bulan mulia yang dinantikan oleh setiap muslim di seluruh penjuru dunia. Tentu, seiring dengan momentum Ramadhan, kita memiliki banyak harapan. Kita menginginkan kehidupan lebih harmonis dan damai, sebab setiap muslim berjihad melawan hawa nafsunya dengan berpuasa. Tak berlebihan kiranya, jika kita berharap Ramadhan akan menyajikan perdamaian yang khas dan penuh makna. Hakikat puasa, tak berhenti pada tataran menahan hawa nafsu biologis saja. Sebab, kemarahan, dan hal-hal yang bersifat ...
Read more 0
Translate »