Sabtu, 16 Mei, 2026
Informasi Damai
Narasi

Narasi

Ontologi Kurban dan Momentum Rehumanisasi Bangsa

Ontologi Kurban dan Momentum Rehumanisasi Bangsa
Narasi
Dua momen penting di Bulan Dzulhijjah bagi umat Islam ialah ibadah haji dan kurban. Keduanya memiliki pesan spiritual sekaligus sosial yang kuat dan mendalam. Sayangnya, tahun ini dua ibadah itu harus dilaksanakan dalam keterbatasan dan keprihatinan. Pemerintah Arab Saudi sebagai penanggung jawab dua Kota Suci, Makkah dan Madinah telah memutuskan ...
Read more 0

Menilik Kesalahan Paham Khilafah Islamiyah dari Kacamata Islam

Menilik Kesalahan Paham Khilafah Islamiyah dari Kacamata Islam
Narasi
Meski senyap, nyatanya masih ada perang di negeri ini. Perang tak kasat mata ini terjadi karena adanya kalangan yang menolak ideologi Pancasila, serta menginginkan berdirinya khilafah Islamiyah di Indonesia. Bukan hal baru sebenarnya, ide menjadikan hukum Islam sebagai landasan bernegara ini sudah ada sejak awal kemerdekaan. Salah satu organisasi paling ...
Read more 0

Tafsir Quraish Shihab dalam Membingkai Persaudaraan Berbangsa

Tafsir Quraish Shihab dalam Membingkai Persaudaraan Berbangsa
Narasi
Persaudaraan bisa dikatakan menjadi sesuatu yang paling sakral dalam kehidupan bersosial. Dalam al-Quran sendiri disebutkan, ada dua poin penting dalam membahas persaudaraan, yaitu persaudaraan seagama atau seiman dan persaudaraan sesama manusia. Dalam hal ini Quraish Shihab memberikan sebuah penjelasan bahwa persaudaraan seagama ialah mengakui keesaan Allah, kerasulan Muhammad, Melaksanakan Shalat, ...
Read more 0

Problem Identitas, Jarak Sosial dan Trilogi Ukhuwah

Problem Identitas, Jarak Sosial dan Trilogi Ukhuwah
Narasi
Problem identitas ialah persoalan rumit. Demikian ujar peraih Amartya Sen, pemikir asal India sekaligus peraih Nobel Ekonomi. Dengan mengutip filosof Ludwig Wittegenstein, Sen menyebut bahwa identitas ialah proposisi yang diimajinasikan orang lain dan dilekatkan begitu saja pada individu atau kelompok. Dalam pandangan Sen, semua problem kemanusiaan yang mewujud pada praktik ...
Read more 0

Informasi dan Disintegrasi

Informasi dan Disintegrasi
Narasi
Tidak sulit menjadi warga negara yang baik sekaligus penganut agama yang taat. Kesulitan terhadap hal itu terjadi akibat cara pandang yang memisahkan dan mempertentangkan keduanya. Padahal perilaku berbangsa dan perilaku beragama bisa saling melengkapi. Tidak ada yang dihilangkan. Apalagi di Indonesia. Negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia tetapi tidak ...
Read more 0

Kontestasi Identitas, Imajinasi Kolektif dan Persaudaraan Kebangsaan

Kontestasi Identitas, Imajinasi Kolektif dan Persaudaraan Kebangsaan
Narasi
Sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim paling besar di dunia, adalah fakta yang menarik bahwa Indonesia mengambil bentuk sebagai negara bangsa (nation state) ketimbang negara Islam. Para pendiri bangsa memahami betul bahwa Indonesia yang multikultur dan multireliji bisa kokoh dan bersatu mewujudkan keadilan serta kesejahteraan jika semua entitas suku, ras dan ...
Read more 0

Tafsir Negara Al-Fādhilah: Adakah Dalam Spirit Pancasila (?)

Tafsir Negara Al-Fādhilah: Adakah Dalam Spirit Pancasila (?)
Narasi
Memahami pancasila seharusnya dipahami sebagai cita-cita bangsa yang mulia, pancasila adalah visi dan misi dari berdirinya negara Indonesia. Sebagai falsafah negara pancasila harus menjadi acuan baik dalam hal-hal yang menyangkut kebijakan masyarakat secara umum. Pancasila artinya: hakikat, asal, tujuan, nilai, dan subtansi yang melekat ke-di dalam bangsa. Ketetapan yang ada ...
Read more 0

Memaknai Jihad dengan Balas Dendam, Menyesatkan!

Salah satu motivasi terbesar ketika Bom Bali meledak di Indonesia yang diklaim oleh pelaku dan simpatisannya saat itu sebagai jihad adalah sebagai bentuk balas dendam terhadap para korban di Palestina. Beginilah bentuk narasinya: korban bom Bali belum seberapa dengan penderitaan rakyat Palestina. Jadi bom yang mereka katakana jihad adalah balas dendam ? Dan tidak melihat korbannya siapa, yang penting untuk Palestina. Gerbong kelompok kejahatan dan teroris yang memakai nama islami Mujahidin Indonesia Timur (MIT) juga berteriak lantang sebagai aksi balas dendam atas penderitaan umat Islam dalam konlik Poso dan Ambon. Banyak umat Islam menjadi korban dari konflik yang mempertemukan antara penganut Islam dan Kristen. Lalu, artinya kekerasan sampai saat ini adalah jihad untuk balas dendam? Pada tahun 2000-an banyak sekali Bom meledak di Indonesia dari bangunan yang merepresentasikan Barat hingga gereja yang tentunya korbannya adalah masyarakat yang tidak berdosa itu dimaknai sebagai jihad untuk balas dendam terhadap perang Barat di negara Islam. Semangat balas dendam ini misalnya terungkap dalam penelitian lama tahun 2012 yang dilakukan oleh teman-teman INSEP dan Mabes Polri terhadap pelaku teror. Balas dendam menempati urutan ketiga sebagai motivasi selain karena ideologi jihad dan solidaritas komunal. Menarik kalau kita telisik kembali bahwa dalam benak pelaku teror dan mereka yang mengklaim jihad itu adalah bentuk balas dendam terhadap kekejaman yang dilakukan oleh musuh. Lalu, ekspresi balas dendam ini diwujudkan dalam bentuk kekerasan bukan terhadap musuh yang mereka asumsikan tetapi kepada masyarakat yang tak berdosa; orang tua, perempuan bahkan anak kecil. Jika umat Islam memahami betapa dalam perang pun Rasulullah mempunyai akhlak yang sangat mulia. Pesan Rasulullah terhadap para pasukannya dalam peperangan untuk tidak membunuh para pendeta, orang tua, anak-anak, perempuan, dan tidak merobohkan bangunan suci. Bahkan tidak boleh menebang pohon. Betapa nyawa dalam perang pun sangat diperhitungkan oleh Rasulullah. Lalu, kenapa jihad menjadi sangat disalahartikan dengan pembunuhan atas nama balas dendam terhadap mereka yang tidak bersalah? Apakah itu maksudnya jihad? Benarkah logika balas dendam itu dipraktekkan dalam jihad perang yang dilakukan oleh Rasulullah? Apakah perang Nabi juga menyerang mereka yang tidak berdosa pemuka agama, gereja, perempuan, anak-anak dan lainnya? Dari mana logika balas dendam menjadi semangat jihad? Sungguh suatu penghinaan ajaran jihad dan penyesetan luar biasa sebagai fitnah bagi umat Islam. Kadang juga tidak habis pikir dengan ulah segelintir orang yang melakukan aksi kekerasan dengan mengatasnamakan membantu masyarakat yang sedang dalam perang. Mereka mengekspresikan kekerasan atas nama jihad untuk membalas dendam. Logika yang tidak hanya sesat tetapi juga menistakan makna jihad itu sendiri. Itulah persoalan umat Islam saat ini ketika memaknai jihad dengan sempit dan logika balas dendam.
Narasi
Salah satu motivasi terbesar ketika Bom Bali meledak di Indonesia yang diklaim oleh pelaku dan simpatisannya saat itu sebagai jihad adalah sebagai bentuk balas dendam terhadap para korban di Palestina. Beginilah bentuk narasinya: korban bom Bali belum seberapa dengan penderitaan rakyat Palestina. Jadi bom yang mereka katakana jihad adalah balas ...
Read more 0

Menemukan Tuhan dalam “Seporsi” Persaudaraan

Menemukan Tuhan dalam “Seporsi” Persaudaraan
Narasi
Saya kira eksklusivitas kebenaran Tuhan yang terus diperjuangkan dengan cara membelah persaudaraan, kemanusiaan dan kebersamaan. Seperti Kita memosisikan Tuhan sebagai sesuatu yang dapat “diarahkan” untuk memenuhi hasrat “pemuas nafsu”. Bagaimana bertindak memaksakan kehendak di tengah frustrasi keterbatasan kita kasyfulhijab untuk mengenali-Nya. Over-imajinatif dan di luar porsi kehambaan. Dengan melanggar hak ...
Read more 0

Inspirasi Persaudaran Lintas Iman dari Desa Baturan : Sebuah Cerita Pengalaman

Menebar Toleransi dan Kebajikan di Tengah Masyarakat Majemuk
Narasi
Sebagaimana diketahui, kuliah kerja nyata (KKN) merupakan syarat kelulusan untuk menjadi sarjana. Pengalaman ini didapat 2 tahun yang lalu, ketika saya ditempatkan di Kabupaten Klaten tepatnya di desa Baturan Kecamatan Gantiwarno. Memang, desa tak jauh dari jantung kota, sekitar 30 menit dari Yogyakarta dan 30 menit dari pusat kota Klaten. ...
Read more 0