Gerakan Siskamling Medsos: Memantau dan Mereduksi Narasi Kebencian di Media Sosial

Gerakan Siskamling Medsos: Memantau dan Mereduksi Narasi Kebencian di Media Sosial

- in Suara Kita
333
1
Gerakan Siskamling Medsos: Memantau dan Mereduksi Narasi Kebencian di Media Sosial

Media sosial adalah lingkungan baru tempat interaksi dan komunikasi sosial di arena maya. Sebagai ruang pertemuan, dunia nyata dan dunia maya sama-sama memiliki aturan yang dapat menjamin kualitas interkasi dan komunikasi yang sehat. Media sosial, khususnya, saat ini menjadi ruang publik yang paling banyak dikunjungi dan menjadi tempat bersosialisasi, berkomunikasi dan mencari informasi.

Sayangnya, ruang baru yang kini banyak disesaki oleh pengunjung virtual ini tidak dibarengi dengan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk menjaga lingkungan media sosial agar nyaman dan damai. Banyaknya konten hoaks, fitnah, dan provokasi menyebabkan ruang sosial baru ini menjadi rimba yang menakutkan.

Di arena ini banyaknya akun media sosial yang dibuat secara mudah, instan, dan anonymous yang acapkali memproduksi dan menyebarkan berbagai konten yang tidak kredible bahkan menyesatkan. Bahkan bisa dikatakan bahwa media sosial justru menjadi instrument untuk memviralkan sesuatu yang belum jelas validitas dan kredibilitas konten dan sumbernya.

Pada peringatan Hari Lahir Muslimat Nahdlatul Ulama ke 73 pada hari Minggu (27/01/2019) sebuah langkah yang patut diapresiasi dilakukan oleh ormas perempuan ini dengan membentuk Laskar Anti Hoaks, Fitnah dan Ghibah. Gerakan ini merupakan bentuk perlawanan anak bangsa untuk menolak berbagai konten yang bisa memicu perselisihan dan perpecahan bangsa.

Sebenarnya banyaknya konten hoaks, fitnah dan adu domba berangkat persoalan utama menyebarnya paradigm kebencian. Berbagai konten hoaks, fitnah dan adu domba merupakan produk yang dibuat berdasarkan kebencian dan untuk menanamkan rasa saling benci antar anak bangsa. Banyaknya narasi kebencian di media sosial dalam bungkus hoaks dan disinformasi menjadi benalu yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan interaksi dan komunikasi.

Baca juga : Siskamling Medsos Dari Diri Sendiri

Menjaga lingkungan sosial tidak hanya perlu dilakukan di dunia nyata, tetapi juga penting menjaga lingkungan di dunia maya. Di samping butuhnya budaya literasi dan edukasi masyarakat di lingkungan sosial bernama media sosial, sangat penting dewasa ini untuk menggalakkan suatu konsep dan strategi sistem keamanan lingkungan (siskamling) media sosial. Media sosial merupakan lingkungan baru yang harus dirawat dan dijaga agar tidak ada konten yang dapat merusak lingkungan tersebut.

Gerakan Siskamling Medsos (GSM) merupakan ajakan bagi para nitizen cerdas dan peduli untuk menjaga lingkungan dunia maya dengan memantau, melaporkan dan mereduksi narasi kebencian yang dapat menganggu interaksi dan komunikasi yang nyaman dan damai. Siskamling telah menjadi budaya masyarakat Indonesia dengan mengedepankan sikap kekeluargaan dan kebersamaan untuk saling menjaga lingkungannya.

Praktek Siskamling dijalankan dengan melakukan ronda dan patroli warga di lingkungan masing-masing. Siskamling digalakkan sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan terhadap berbagai gejala yang dapat manggangu ketertiban lingkungan. Siskamling media sosial tentu saja akan menjadi strategi yang lebih partisipatoris dan efektif. Banyaknya akun media sosial tentu saja tidak cukup diawasi oleh aparat patroli siber.

GSM merupakan gerakan insiatif yang lahir dari masyarakat untuk mengawasi dan melaporkan gejala dan potensi akun dan konten yang kerap mengganggu ketertiban apalagi mempromosikan ajaran kekencian dan ajakan kekerasan di ruang maya.  Peran masyarakat untuk melaporkan gejala awal akun dan konten kekerasan sangat penting.

GSM lebih bertumpu pada kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam menjamin keamanan lingkungan media sosial. Siskamling media sosial merupakan swakarsa yang dapat menumbuhkan kepekaan, kepedulian dan kebersamaan dalam menjaga lingkungan media sosial bebas dari konten kebencian dan kekerasan yang dibungkus dalam hoaks dan disinformasi.

Ayo Siskamling Medsos

Facebook Comments