Saya rasa, tindakan menolak ajaran Wahabi yang dilakukan oleh warga Nahdliyin di Pamekasan adalah (benar) demi menjaga kemaslahatan umat. Bahkan, perlu dijadikan (semangat Nasional). Sebab, ajaran Wahabi secara orientasi, fungsi dan misi sangatlah tidak cocok tumbuh-berkembang di Negeri ini. Sebagaimana, ada 4 alasan mengapa ajaran Wahabi sangat tidak cocok. Pertama, ...
Read more 0 Narasi
Selain suci, mimbar agama sering kali dianggap tempat yang sakral. Maka, kesucian dan kesakralan sering kali membuat orang tidak berani berbuat sembarangan di atas mimbar. Bahkan, ada penceramah (pengguna mimbar) yang harus melakukan ritual tertentu ketika akan naik ke atas mimbar. Kendati demikian, ada juga penceramah yang justru menyampaikan ujaran ...
Read more 0 Masyarakat Indonesia dalam banyak hal bisa dikategorikan sebagai “plural society”. Jika merujuk pada definisi J. S. Furnivall (2003), konsep plural society ialah sebuah tatanan sosial-kemasyarakatan yang heterogen alias beragam dari sisi ras, etnis, suku, agama, dan budaya. Kondisi plural society ini menurut Furnivall selalu memiliki dua sisi yang kontradiktif. Di ...
Read more 0 Budi ayu manggih rahayu Dur angkara manggih sangsara –Serat Kridhagrahita. Pada akhir bulan Ramadhan, menjelang lebaran, lazimnya orang-orang akan berbondong-bondong membeli pakaian baru. Kegiatan dan kebiasaan ini, di kalangan masyarakat Jawa, karib disebut dengan istilah “nyandhang.” Berbeda dengan istilah “shopping” pada masyarakat kontemporer, pada dasarnya nyandhang sama sekali tak berkaitan ...
Read more 0 Di balik kebahagiaan keturunan etnis Tionghoa yang terlihat dalam setiap perayaan tahun baru Imlek, tersimpan sebuah fakta menyedihkan tentang bagaimana kita masih mendiskriminasi keturunan etnis dalam narasi sehari-hari. Mudah sekali kita menemukan di jagat media sosial, orang-orang yang mudah melontarkan ujaran kebencian terhadap etnis Tionghoa. Bahkan, dalam upaya mengkritik kebijakan-kebijakan ...
Read more 0 Saban perayaan Tahun Baru China (Imlek), sebagian dari kita barangkali akan membuka ingatan tentang sejarah panjang ketidakadilan yang diterima etnis Tionghoa. Membincangkan etnis Tionghoa dalam sejarah Indonesia, barangkali ialah membuka ingatan dan trauma lama tentang peristiwa penidasan dan kekerasan yang mewarnai dinamika sosial-politik kita. Harus diakui, etnis Tionghoa merupakan kelompok ...
Read more 0 Pepatah Arab mengatakan, “Subbanul yaum rijalul ghadz”, pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan. Dalam konteks kebangsaan pepatah tersebut memberi inspirasi terhadap kelangsungan dan kemajuan suatu bangsa. Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh karakter anak bangsa, semakin baik karakter anak bangsa maka akan semakin maju pula suatu bangsa. Kehidupan ...
Read more 0 Hal yang paling membahagiakan dalam sebuah keluarga, adalah makan bersama di meja makan. Momentum kebersamaan yang semacam ini pada dasarnya adalah waktu yang tepat. Untuk membangun deradikalisasi anak utamanya di media sosial. Momen bahagia ini, pada dasarnya tidak sekadar berkumpul makan bersama. Karena, kebersamaan di meja makan sejatinya melahirkan ruang ...
Read more 0 Media sosial terkadang “hanya” dianggap (dunia maya) yang tidak akan memengaruhi kehidupan nyata. Argumen ini tentu dipatahkan dengan kasus pembunuhan yang dilakukan dua remaja atas bocah usia 11 tahun karena media sosial. Bahkan, banyak kasus seperti bom bunuh diri, hijrah ke negara ISIS dan anarkisme karena media sosial. Fakta-fakta di ...
Read more 0 Penggunaan media digital yang tidak tepat terbukti mampu melayangkan nyawa manusia. Mutakhir, kita dihebohkan dengan kasus dua remaja di Makassar yang tega menculik dan membunuh rekan lain yang masih berusia 11 tahun. Motifnya adalah ingin mendapatkan rupiah dengan cara menjual organ tubuh korban. Pelaku mendapatkan informasi dari media maya. Namun ...
Read more 0
