Francis Fukuyama (2020) dalam bukunya yang berjudul Identitas: Tuntutan atas Martabat –dengan mengacu pada buku yang ditulis para penulis cyberpunk, dariB. Sterling, W. Gibson, dan hingga N. Stephenson– mengatakan bahwa ”…masa depan didominasi bukan oleh kediktatoran terpusat, melainkan oleh fragmentasi sosial….” yang diakibatkan oleh politik destruktif; sebuah praktik politik yang ...
Read more 0 Narasi
Jean-Francoise Lyotard, pada dekade 70an, menerbitkan sebuah hasil kajian yang konon dianggap sebagai tonggak akhir peradaban modern dan lahirnya peradaban postmodern secara filosofis dan kebudayaan. Secara politis, kondisi postmodern ditandai oleh beberapa fenomena semisal kematian ideologi yang dikategorikannya sebagai sebentuk metanaratif, atau narasi agung yang terbukti sama sekali tak menjawab ...
Read more 0 Berpolitik dalam Islam idealnya meninggalkan kampanye hitam (fitnah) dan menghindari menggunakan politik identitas, utamanya “meminjam” agama untuk melegitimasi kepentingan politik. Selain dilarang dalam agama juga dapat menimbulkan hal-hal buruk yang kontraproduktif dan merusak masa depan demokrasi di Indonesia. Namun di tahun politik seperti saat ini semua aturan-aturan dan norma-norma kerap ...
Read more 0 Dalam beberapa tahun terakhir, agama telah menjadi salah satu komoditas politik paling laku. Dalam tiap kontestasi politik, sentimen keagamaan hadir sebagai alat untuk membangun opini, memobilisasi massa, dan mendulang suara. Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 dan Pilpres 2019 merupakan dua contoh paling vulgar bagaimana sentimen keagamaan dipakai untuk meraih kekuasaan. ...
Read more 0 Ibarat pertunjukkan teater, panggung politik nasional kita diisi oleh beragam aktor. Mulai aktor utama, aktor pembantu, dan para figuran. Para tokoh kunci dalam panggung politik bisa disetarakan dengan aktor utama dalam sebuah pertunjukan teater. Merekalah penentu jalannya percaturan politik. Akan kemana bidak catur berjalan, merekalah yang menentukan langkahnya. Sedangkan para ...
Read more 0 Menjelang kontestasi pemilu 2024, mesin-mesin politik akan banyak bergerak untuk mendulang suara. Bisa melalui media sosial. Bisa melalui pertemuan langsung dengan massa pemilih. Kita berharap, para politisi akan mengedepankan cara cerdas untuk memenangkan kontestasi. Hanya saja, dalam praktiknya, kita juga perlu mewaspadai kemungkinan-kemungkinan terdapat black campaign dan politisasi identitas dalam ...
Read more 0 Menjelang pesta demokrasi 2024, tampaknya kita perlu belajar dari tahun 2019 yang lalu. Di mana, kita dihadapkan dengan siklus demokrasi yang kurang sehat dan tidak kondusif. Racun politik identitas, sentiment kebencian, intoleransi dan arus pemecah-belah menjadi problem penting yang harus kita sadari. Maka, dari sinilah pentingnya membangun demokrasi sehat dan ...
Read more 0 Menjelang tahun politik 2024 yang semakin dekat, segala hiruk pikuk persiapan panitia penyelenggara pemilu sudah mulai digalakkan. Di samping itu, para calon peserta pemilu dari berbagai partai sudah mulai menunjukkan eksistensinya di ruang publik. Hal ini, terbukti dengan sebaran berbagai atribut partai (baliho) di pinggir jalan yang sudah mulai merebak ...
Read more 0 Kenapa menolak Wahabi atau kelompok Salafi? Bukti sejarah dan bukti-bukti masa kini cukup jelas. Mereka bercokol di negara ini dengan kebohongan doktrin agama. Sejak tahun 13 Hijriah mereka telah membuat onar dengan memisahkan diri dari kelompok Sayyidina Ali. Menuduh, baik Ali maupun Mu’awiyah kafir karena tidak berhukum dengan al Qur’an ...
Read more 0 Salah satu strategi memberangus terorisme ekstrimisme adalah memutus jaringan terorisme dari benihnya atau pintu masuk ajarannya, yakni ajaran Wahabi. Pernyataan ini pernah ditegaskan oleh KH. Said Aqil Siraj beberapa tahun lalu. Bahkan banyak kajian yang menyebutkan bahwa ada hubungan antara maraknya aksi terorisme dengan penyebaran ajaran dan paham Wahabi. Muhammad ...
Read more 0
