Pola insurgensi ke terorisme merupakan strategi paling transparan dalam merobek NKRI yang tidak bisa kita anggap remeh. Narasi insurgensi disebar dalam bentuk hoax dan fitnah terhadap sistem/situasi pemerintahan yang sah. Pola ini, secara perlahan melahirkan yang namanya “civil distrust” hingga membuat rasa kebangsaan kita menjadi pudar. Ketika masyarakat berada dalam perasaan penuh kebencian dan ingin memberontak. Maka, dari sinilah (nalar terorisme) diberikan sebagai pelampiasan. Dibungkus dengan legitimasi keagamaan seperti jihad/amaliah ...
Read more 0 Sitti Faizah
Sitti Faizah Posts
Cobalah pahami, mengapa propaganda larangan mengucapkan selamat Natal itu terus digaungkan setiap tahun? Padahal, persoalan ini telah terjawab. Bahwa ada subtansi tujuan (membangun keharmonisan) secara sosial di tubuh NKRI yang dapat dirajut melalui sikap saling mengucapkan selamat keagamaan itu. Ucapan selamat keagamaan jelas tidak ada korelasi kognitif dengan runtuhnya iman. Lantas, mengapa propaganda itu muncul setiap tahun? Kalau kita amati, propaganda yang terus berulang ini tampaknya akan menanam watak sentimen. ...
Read more 0 Di Indonesia, akar dari konflik itu selalu dipengaruhi oleh beberapa hal. Seperti kurangnya saling memahami, penuh stereotip, saling curiga dan cenderung saling tuduh satu-sama lain. Kita dipisahkan secara sosial oleh identitas primordial kita masing-masing. Maka, di sinilah pentingnya membangun keterbukaan satu-sama lain. Untuk mengelola perdamaian (multi-identitas) di Indonesia. Guna membunuh segala bentuk (kesalahpahaman) kita dalam memahami serta menyikapi identitas lainnya. 4 tips mengelola perdamaian/persatuan multi-identitas di Indonesia Pertama, Membuang sikap ...
Read more 0 Saya sepakat, hukum Allah SWT di Indonesia perlu ditegakkan. Sebagaimana, ada 4 perilaku yang menyimpang dari hukum Allah SWT di Indonesia yang perlu kita bersihkan. Karena merusak keharmonisan sosial, mengancam stabilitas bernegara kita dan berpotensi memunculkan pertumpahan-darah. Pertama, Tidak patuh pada Ulim Amri/Umara (pemerintah) atau membangkang pada sistem bernegara yang sah. Sebagaimana, banyak orang yang sengaja membenci, tidak patuh pada sistem pemerintahan dan tidak taat pada aturan negara yang sah. ...
Read more 0 Di dalam AL-Qur’an, peran ulama dan umara itu tidak terpisah karena disebutkan dalam satu paket. Seperti di dalam potongan (Qs. An-Nisa:59) “athi’ullaha wa athi’urrasul wa ulil amri mingkum” kata (wa athi’urrasul) sebagai pengidentifikasian ketaatan pada para ulama sebagai (al ulama’ warashatil anbiyah) yaitu pewaris para rasul/nabi dalam membawa ajaran yang rahmatan lil alamin. Peran fundamental ulama dan umara di dalam Al-Qur’an mengacu ke dalam Baldatun Tayyibatun warabun ghafur (Qs. Saba’:34:15). ...
Read more 0 Urgensi Diplomasi Menghentikan Pertumpahan-Darah dan Bagaimana Peran Indonesia dalam Amanat UU 1945?
Barang-kali, kita perlu belajar dari prinsip Nabi dalam menghindari (peperangan dan pertumpahan darah) dengan satu alasan yang lebih diplomatis. Yaitu, Beliau ingin memutus mata-rantai kekerasan dan menghindari tragedi kemanusiaan, sebagai efek buruk dari peperangan itu sendiri. Sebagaimana, terkait konflik Israil-Palestina yang begitu rumit dan kompleks itu. Peperangan dan pertumpahan darah sejatinya tidak akan pernah menyelesaikan konflik yang terjadi di Palestina. Sebab, puluhan tahun kecamuk peperangan, justru melahirkan tragedi-tragedi kemanusiaan yang ...
Read more 0 Nabi Muhammad SAW adalah sosok agamawan sekaligus negarawan yang baik. Jadi, menjadi muslim sekadar (taat beragama) itu tidak cukup. Sebab, Nabi membangun pola keseimbangan, menyampaikan ajaran Islam yang penuh cinta-kasih, egalitarian dan moderat. Serta mengajarkan kita tentang bernegara bernegara secara (kaffah) menjaga tatanan agar tidak rusak, berpecah-belah atau penuh konflik. 13 tahun Nabi Muhammad SAW di Makkah penuh dengan intimidasi, penuh kezhaliman, penuh cacian dan hinaan. Pada saat di Taif, ...
Read more 0 Kalau kita amati, ayat-ayat yang berbicara tentang persaudaraan/toleransi itu seakan redup, tak pernah terangkat dan tak pernah viral di media sosial. Sehingga, masyarakat mudah terpengaruh hasutan pemecah-belah di media sosial. Akibat kekosongan pemahaman teologis yang menjelaskan bahwa perpecahan itu sesungguhnya dilarang oleh agama-Nya begitu redup di media sosial kita. Maka, menjadi penting saat ini untuk memviralkan ayat-ayat persaudaraan di media sosial. Dengan menjadikan ayat-ayat persaudaraan sebagai trending topik, bahan perenungan ...
Read more 0 Bercermin pada kasus bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, pada Rabu (07/12/2023) yang lalu. Pelaku membawa sepeda motor dan di bagian depan bertuliskan tentang hukum bernegara kita yang dianggap syirik dan kafir. Lalu di situ ada sebuah tulisan ayat, yaitu (Qs. At-Taubah:29) yang menjadi dasar dia melakukan aksi kezhaliman itu. Fakta di atas, pada dasarnya sebagai satu motif yang paling membahayakan dari propaganda radikalisme-terorisme itu. Ketika seseorang disuguhkan ...
Read more 0 Salah satu modus propaganda ajaran radikal-teroris terhadap perempuan, adalah memanfaatkan bentuk ketundukan/kepatuhan pada suami. Dengan membangun ancaman berdalih “nilai agamis”. Bahwa jika seorang istri tidak tunduk dan patuh atas perintah suami (membangkang) maka dianggap durhaka, kelak akan dihukum dan akan masuk neraka. Lantas yang menjadi pertanyaan kita hari ini, bolehkah membangkang jika suami mengajak ke jalan radikal-teroris? Pertanyaan ini tentu mengacu ke dalam substansi, bagaimana bentuk tunduk/kepatuhan itu berpijak. Sebagaimana ...
Read more 0