Minggu, 6 April, 2025
Informasi Damai
Archives by: Sitti Faizah

Sitti Faizah

0 comments

Sitti Faizah Posts

3 Upaya Memperkuat Pola Rekruitmen Pegawai yang Steril dari Paham Terorisme

3 Upaya Memperkuat Pola Rekruitmen Pegawai yang Steril dari Paham Terorisme
Narasi
Pergeseran pola infiltrasi paham terorisme ke sektor pemerintahan yang melahirkan teroris kelas menengah. Hal ini sebagai strategi baru untuk merobek bangsa ini dari dalam. Perannya, memengaruhi orang-orang sekitar seperti seluruh pegawai pemerintahan layaknya BUMN dan menebar propaganda radikal-teroris secara aman dan transparan. Maka, menjadi penting dalam upaya memperkuat pola rekruitmen pegawai yang steril dari paham terorisme itu. Upaya ini tentunya dapat dilakukan dengan 3 hal. Pertama, telitilah background keagamaannya; baik ...
Read more 0

Prof Rycko Amelza Dahniel dan Pembacaan Pola Radikalisme-Terorisme

Prof Rycko Amelza Dahniel dan Pembacaan Pola Radikalisme-Terorisme
Tokoh
Saat ini, Kepala BNPT Komjen Pol. Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel M.Si, tengah berulang tahun di usia yang ke-57 tahun, tepatnya pada 14 Agustus 2023. Ada satu hal secara paradigmatis, yang perlu kita ketahui tentang Beliau. Dalam konteks; pembacaan pola radikalisme-terorisme kontemporer. Beliau memiliki nalar pembacaan terhadap pola radikalisme-terorisme yang condong reduksionis. Semenjak beliau menjabat sebagai kepala BNPT pada 3 Juli 2023, imbauan beliau selalu berbicara tentang akar yang ...
Read more 0

Demokrasi, Ruang Kebebasan dan Krisis Keadaban

Demokrasi, Ruang Kebebasan dan Krisis Keadaban
Narasi
Realitas demokrasi kita saat ini tidak sedang dalam krisis kebebasan, tetapi sedang mengalami krisis “keadaban”. Sebab, banyak kejahatan verbal dengan mudahnya menghina, mencaci dan mengolok-olok pemimpin. Lalu berlindung di balik kebebasan demokrasi dan berdalih melakukan aktivitas (mengkritik). Benar apa yang disampaikan oleh Plato dalam buku “Republik”, bahwasanya: “Kebebasan sejatinya memang merupakan (kebajikan) demokrasi yang terbaik. Tetapi demokrasi adalah keadaan yang hanya cocok untuk manusia yang sehat ruhaninya”. Artinya apa? nilai ...
Read more 0

Agama, Ruang Digital dan Radikalisme Berbasis Online

Agama, Ruang Digital dan Radikalisme Berbasis Online
Narasi
Di ere media digital saat ini, kemajuan dan pesatnya informasi yang begitu tidak terelakkan, telah menjadi “wadah” umat manusia. Sebagaimana menurut Marshall McLuhan, telah memprediksi di 60 tahun yang lalu, akan bergulir sebuah media tanpa batas. Beliau menyebutnya sebagai “global village” dalam bukunya Understanding Media; Extension of A Man. Di dalam “global village” (kampung global) tidak ada batasan kelas sosial, semua terhubung satu sama lainnya. Tentu ini langkah peradaban yang ...
Read more 0

Pelajaran Hijrah Nabi: Kebencian Itu Harus Ditinggalkan

Narasi
Secara sosiologis, ada satu kondisi di balik hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Sebagaimana, Nabi lebih memilih untuk tidak meladeni apalagi membalas segala bentuk kebencian dan intimidasi dari kaum kafir Quraisy. Beliau lebih memilih untuk hijrah ke Madinah dan hijrahnya Nabi memberi pelajaran berharga kepada kita, bahwa kebencian itu harus ditinggalkan. Pelajaran hijrah Nabi pada dasarnya membangun satu pola sikap. Bahwa, kebencian itu tidak akan pernah kunjung padam ...
Read more 0

Idul Kurban: Menyembelih Egoisme, Fanatisme dan Kebencian

Idul Kurban: Menyembelih Egoisme, Fanatisme dan Kebencian
Narasi
Setiap ibadah spiritual di dalam Islam pasti memiliki korelasi etis terhadap nilai sosial-kemanusiaan di dalamnya. Contoh, tinggal hitungan hari, kita akan merayakan hari raya Idul Adha (Idul Kurban). Secara makna-esensial: kita bisa menyembelih sifat egoisme, fanatisme dan rasa kebencian yang sering-kali menjadi penyakit rapuhnya nilai sosial-kemanusiaan di negeri ini. Mengapa? karena Idul Kurban tidak terlepas dari keharusan Nabi Ibrahim As dalam membersihkan hasrat dirinya dari segala ego dan kepentingan pribadi ...
Read more 0

Parasit Demokrasi: Mengajak Umat untuk Berbuat Kekacauan

Parasit Demokrasi: Mengajak Umat untuk Berbuat Kekacauan
Narasi
Saya lebih tertarik mengistilahkan sebagai “parasit” demokrasi. Terhadap mereka-mereka yang selama ini hanya bisa menuduh/memfitnah dan berbuat kekacauan di negeri ini. Sebab, kualitas mereka hanya berada dalam kapasitas semacam itu. Mereka layak disebut parasit, karena pengaruhnya terhadap tubuh bangsa ini hanya menyebabkan kekacauan/kerusakan. Kita jangan terjebak dengan segala motif yang menggunakan istilah “kekuatan masyarakat” atau yang tengah viral saat ini, yaitu people power. Lalu memercayai itu sebagai kepentingan kita di ...
Read more 0

Diam Berarti Tenggelam: Urgensi Pemuda Pesantren Membanjiri Ruang Digital dengan Paham Moderat

Diam Berarti Tenggelam: Urgensi Pemuda Pesantren Membanjiri Ruang Digital dengan Paham Moderat
Narasi
Ada satu istilah, bahwa diam di tengah kemungkaran, berarti tenggelam dalam kemudharatan. Sebagaimana, pemuda/i pesantren yang sudah lulus dan terjun ke masyarakat tidak boleh diam dan membiarkan segala kemungkaran di ruang digital itu terus mewabah. Pemuda/i pesantren adalah generasi bangsa yang secara mayoritas memiliki pemahaman keagamaan yang condong moderat. Banyak paham radikal di ruang digital menjalar sebagai virus. Akan tetapi, kekeliruan terbesar ketika mereka memilih diam dan bahkan menjauhi dengan ...
Read more 0

Membandingkan Pancasila dengan Khilafah dalam Al-Qur’an

Keagamaan
Selama ini, gempuran kelompok radikal selalu mengklaim Pancasila tidak islami dan dianggap tidak sejalan dengan Islam dibanding khilafah. Anggapan yang semacam ini tentu tidak bisa kita biarkan sebagai kebenaran doktrin teologis terhadap masyarakat. Jadi, Saya rasa penting sekali untuk meninjau nilai-nilai pokok dalam membangun negara di dalam Al-Qur’an. Lalu, kita bangun tolak-ukur penilaian (membandingkan) seberapa islami Pancasila dengan khilafah itu? Di dalam Al-Qur’an sendiri, tidak ada satu-pun ayat yang menjelaskan ...
Read more 0

Dakwah Moderasi dalam Qs. An-Nahl:125

Dakwah Moderasi dalam Qs. An-Nahl:125
Keagamaan
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebat-lah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapatkan petunjuk” (Qs. An-Nahl:125) Dakwah menyampaikan ajaran-Nya dengan hikmah dan pengajaran (kualitas pengetahuan agama) yang baik pada dasarnya sebagai satu konklusi teologis. Bahwa, dakwah bukan sekadar perkara halal-haram apalagi mudah mengafirkan orang lain. ...
Read more 0