Indonesia adalah negara yang kaya akan kemajemukan, baik dalam hal etnis, budaya, agama, maupun bahasa. Keberagaman ini menjadi ciri khas yang mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu. Namun, di tengah kebhinekaan yang begitu beragam, menjaga kerukunan dan keharmonisan hidup bersama menjadi tantangan tersendiri. Dalam konteks inilah konsep empat bingkai kerukunan—kerukunan ...
Read more 0 Narasi
Dalam banyak hal, agama itu imajinatif. Ketika mengimani agama, seseorang harus mengimajinasikan tentang Tuhan-iblis, surga-neraka, pahala-dosa, siksa, dan lain sebagainya yang tak kasat mata. Bagaimana individu beragama mengimajinasikan ajaran agama yang dianutnya itu sangat bergantung pada tingkat intelektualitas, pengetahuan, latar belakang pendidikan, dan tentunya pengalaman spiritual yang dialaminya. Maka, imajinasi ...
Read more 0 Wakil Presiden Ma’ruf Amin baru-baru ini mengingatkan pentingnya melestarikan empat bingkai kerukunan sebagai pilar utama kekuatan bangsa. Dalam audiensi dengan Forum Keberagaman Nusantara (FKN) di Istana Wapres, Jakarta, beliau menegaskan bahwa keempat pilar ini politis, yuridis, sosiologis, dan teologis harus diterapkan secara sinergis untuk merawat integritas bangsa. Bagaimana kita bisa ...
Read more 0 Seorang sarjana relasi lintas agama, Leonard Swidler, membuat perumpamaan semesta sebagai sebuah kosmik dialog. Jika kita keluar malam hari dan menatap langit, cahaya bulan akan terlihat syahdu diiringi dengan kerlip bintang-bintang di sekitarnya. Apalagi saat bulan purnama, sinar bulan tampak menembus daun-daun pepohonan sembari bergoyang diterpa angin. Dalam bayangan Swidler, ...
Read more 0 Indonesia, negara dengan keberagaman yang kaya, seringkali menghadapi tantangan dalam menjaga kerukunan antar komunitas keagamaan. Kecurigaan dan potensi konflik yang muncul dapat mengancam persatuan nasional yang telah dibangun dengan susah payah. Namun, dengan memahami dan menerapkan empat bingkai kerukunan—politis, yuridis, sosiologis, dan teologis—kita dapat memperkuat kesatuan bangsa dan mengatasi kecurigaan ...
Read more 0 Pada acara kuliah kebangsaan bertema “Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” yang diselenggarakan oleh MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) dan MK (Mahkamah Konstitusi), Hakim Konstitusi Arsul Sani menekankan pentingnya nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda. Sedangkan Anggota MPR, Jimly Asshiddiqie menyatakan bahwa Pancasila merupakan dasar hukum dan ruh dari UUD ...
Read more 0 Sebagai negara multireliji, salah satu tantantan terberat Indonesia adalah mewujudkan ekosistem beragama yang harmonis. Secara konstitusional, Indonesia sebenarnya sudah memiliki desain ketatanegaraan yang memungkinan bagi terciptanya harmonis beragama. Pancasila dan UUD 1945 pada dasarnya didesain untuk meminimalisasi adanya konflik atau benturan antaragama. Namun demikian, realitas di lapangan tampaknya masih jauh ...
Read more 0 Indonesia sebagai sebuah negara yang luas dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa, merupakan anugerah yang sangat luar biasa. Meskipun memiliki potensi konflik yang besar, bangsa ini sejak dulu mampu merawat keragaman dengan kuat. Memang ada konflik, tetapi dalam skala besar konflik ini tidak meluas menjadi perang saudara yang besar. ...
Read more 0 Dalam kebudayaan Jawa terdapat istilah yang konon cukup mendiskreditkan segolongan orang yang berpaham wahdatul wujud, atau lebih merujuk pada anak murid Pangeran Lemah Abang. Istilah itu adalah istilah “kiniyai” yang digunakan secara diametral dengan istilah “kyai.” Kiniyai adalah segolongan orang yang bukan kyai yang dianggap suci secara moral dan tegak ...
Read more 0 Sejarawan Yuval Noah Harari dalam bukunya, Homo Deus menyebut bahwa ancaman terbesar umat manusia adalah datangnya artificial intellegence alias kecerdasan buatan. Harari mengistilahkan AI sebagai automaton alias mesin cerdas yang bosa berpikir, menganalisa, dan menyimpulkan sendiri tanpa bantuan manusia. Puncaknya, automaton itu lantas menggantikan manusia sebagai makhluk yang punya kesadaran ...
Read more 0
