Minggu, 22 Februari, 2026
Informasi Damai

Artikel Edukasi Damai

Informasi dan Disintegrasi
Narasi

Informasi dan Disintegrasi

Tidak sulit menjadi warga negara yang baik sekaligus penganut agama yang taat. Kesulitan terhadap hal ...
Read more 0
Kontestasi Identitas, Imajinasi Kolektif dan Persaudaraan Kebangsaan
Narasi

Kontestasi Identitas, Imajinasi Kolektif dan Persaudaraan Kebangsaan

Sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim paling besar di dunia, adalah fakta yang menarik bahwa Indonesia ...
Read more 0
Tafsir Negara Al-Fādhilah: Adakah Dalam Spirit Pancasila (?)
Narasi

Tafsir Negara Al-Fādhilah: Adakah Dalam Spirit Pancasila (?)

Memahami pancasila seharusnya dipahami sebagai cita-cita bangsa yang mulia, pancasila adalah visi dan misi dari ...
Read more 0
Salah satu motivasi terbesar ketika Bom Bali meledak di Indonesia yang diklaim oleh pelaku dan simpatisannya saat itu sebagai jihad adalah sebagai bentuk balas dendam terhadap para korban di Palestina. Beginilah bentuk narasinya: korban bom Bali belum seberapa dengan penderitaan rakyat Palestina. Jadi bom yang mereka katakana jihad adalah balas dendam ? Dan tidak melihat korbannya siapa, yang penting untuk Palestina. Gerbong kelompok kejahatan dan teroris yang memakai nama islami Mujahidin Indonesia Timur (MIT) juga berteriak lantang sebagai aksi balas dendam atas penderitaan umat Islam dalam konlik Poso dan Ambon. Banyak umat Islam menjadi korban dari konflik yang mempertemukan antara penganut Islam dan Kristen. Lalu, artinya kekerasan sampai saat ini adalah jihad untuk balas dendam? Pada tahun 2000-an banyak sekali Bom meledak di Indonesia dari bangunan yang merepresentasikan Barat hingga gereja yang tentunya korbannya adalah masyarakat yang tidak berdosa itu dimaknai sebagai jihad untuk balas dendam terhadap perang Barat di negara Islam. Semangat balas dendam ini misalnya terungkap dalam penelitian lama tahun 2012 yang dilakukan oleh teman-teman INSEP dan Mabes Polri terhadap pelaku teror. Balas dendam menempati urutan ketiga sebagai motivasi selain karena ideologi jihad dan solidaritas komunal. Menarik kalau kita telisik kembali bahwa dalam benak pelaku teror dan mereka yang mengklaim jihad itu adalah bentuk balas dendam terhadap kekejaman yang dilakukan oleh musuh. Lalu, ekspresi balas dendam ini diwujudkan dalam bentuk kekerasan bukan terhadap musuh yang mereka asumsikan tetapi kepada masyarakat yang tak berdosa; orang tua, perempuan bahkan anak kecil. Jika umat Islam memahami betapa dalam perang pun Rasulullah mempunyai akhlak yang sangat mulia. Pesan Rasulullah terhadap para pasukannya dalam peperangan untuk tidak membunuh para pendeta, orang tua, anak-anak, perempuan, dan tidak merobohkan bangunan suci. Bahkan tidak boleh menebang pohon. Betapa nyawa dalam perang pun sangat diperhitungkan oleh Rasulullah. Lalu, kenapa jihad menjadi sangat disalahartikan dengan pembunuhan atas nama balas dendam terhadap mereka yang tidak bersalah? Apakah itu maksudnya jihad? Benarkah logika balas dendam itu dipraktekkan dalam jihad perang yang dilakukan oleh Rasulullah? Apakah perang Nabi juga menyerang mereka yang tidak berdosa pemuka agama, gereja, perempuan, anak-anak dan lainnya? Dari mana logika balas dendam menjadi semangat jihad? Sungguh suatu penghinaan ajaran jihad dan penyesetan luar biasa sebagai fitnah bagi umat Islam. Kadang juga tidak habis pikir dengan ulah segelintir orang yang melakukan aksi kekerasan dengan mengatasnamakan membantu masyarakat yang sedang dalam perang. Mereka mengekspresikan kekerasan atas nama jihad untuk membalas dendam. Logika yang tidak hanya sesat tetapi juga menistakan makna jihad itu sendiri. Itulah persoalan umat Islam saat ini ketika memaknai jihad dengan sempit dan logika balas dendam.
Narasi

Memaknai Jihad dengan Balas Dendam, Menyesatkan!

Salah satu motivasi terbesar ketika Bom Bali meledak di Indonesia yang diklaim oleh pelaku dan ...
Read more 0
Menemukan Tuhan dalam “Seporsi” Persaudaraan
Narasi

Menemukan Tuhan dalam “Seporsi” Persaudaraan

Saya kira eksklusivitas kebenaran Tuhan yang terus diperjuangkan dengan cara membelah persaudaraan, kemanusiaan dan kebersamaan. ...
Read more 0
Menebar Toleransi dan Kebajikan di Tengah Masyarakat Majemuk
Narasi

Inspirasi Persaudaran Lintas Iman dari Desa Baturan : Sebuah Cerita Pengalaman

Sebagaimana diketahui, kuliah kerja nyata (KKN) merupakan syarat kelulusan untuk menjadi sarjana. Pengalaman ini didapat ...
Read more 0
Islam Nusantara dan Korban Kebangsaan https://jalandamai.org/islam-nusantara-dan-korban-kebangsaan.html Dibagikan melalui Getar Media https://play.google.com/store/apps/details?id=getar.media.app
Narasi

Dilema Identitas, Problematika Keagamaan dan Titik Temu Kebangsaan

Dalam konteks negara bangsa, umat beragama kerap dihadapkan pada problematika terkait identitas ganda yang disandangnya. ...
Read more 0
Islam Nusantara dan Korban Kebangsaan
Narasi

Islam Nusantara dan Korban Kebangsaan

Ada sebuah parabel dari Kafka, seorang sastrawan yang pernah berpesan bahwa kelak setelah kematiannya karya-karyanya ...
Read more 0
Identitas Ganda, Negara Bangsa dan Solidaritas Kemanusiaan
Narasi

Identitas Ganda, Negara Bangsa dan Solidaritas Kemanusiaan

Hari Minggu 19 Juli lalu, kanal media sosial Twitter diriuhkan oleh tanda pagar (tagar) “Save ...
Read more 0
Paradigma Teologis Hasan Hanafi dalam Merawat Persaudaraan Kebangsaan
Narasi

Paradigma Teologis Hasan Hanafi dalam Merawat Persaudaraan Kebangsaan

Sebagai Founding Father of Occidentalism, Hasan Hanafi juga berperan sebagai maestro teologis. Membuka sekat-sekat primordial ...
Read more 0
Inspirasi Tiga Jenis Persaudaran Perspektif NU
Narasi

Inspirasi Tiga Jenis Persaudaran Perspektif NU

Konsep persaudaraan sesungguhnya tidak bisa dipahami sempit, hanya semata-mata berdasarkan trah keluarga, etnis, dan agama ...
Read more 0
Obituari Sapardi Djoko Damono: Sang Maestro Sastra “tak” Sederhana dan Kritik Kemanusiaan
Narasi

Obituari Sapardi Djoko Damono: Sang Maestro Sastra “tak” Sederhana dan Kritik Kemanusiaan

“Pada suatu hari nanti, jasadku tak akan ada lagi, tapi dalam bait-bait sajak ini, kau ...
Read more 0
Sapardi Djoko Damono dan Refleksi Perdamaian dalam Puisi
Narasi

Sapardi Djoko Damono dan Refleksi Perdamaian dalam Puisi

Bangsa ini telah kehilangan seorang sastrawan terkemuka. Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono. Meninggal pada 19 ...
Read more 0
Homo Pancasilais: Sikap Preventif Terhadap Radikalisme
Narasi

Homo Pancasilais: Sikap Preventif Terhadap Radikalisme

Radikalisme menjadi momok bagi bangsa Indonesia. Berbagai link tentang radikalisme dewasa ini sering mendominasi berita ...
Read more 0
Photo 2020 07 17 14 01 46
Narasi

Pertunjukan Wayang Kulit dan Misi Menyingkap Tabir Kuda Troya Pengusung Khilafah

Islam di Indonesia disebarkan oleh para ahli agama yang bernama Wali Songo. Wali Songo di ...
Read more 0