Jumat, 27 Mei, 2022
Informasi Damai
Archives by: Ngarjito Ardi

Ngarjito Ardi

0 comments

Ngarjito Ardi Posts

Tradisi Syawalan: Memperkuat Silaturahmi, Mengikis Intoleransi

Tradisi Syawalan: Memperkuat Silaturahmi, Mengikis Intoleransi
Suara Kita
Tradisi Syawalan merupakan salah satu tradisi masyarakat Nusantara yang dilaksanakan setelah shalat Idul Fitri. Setiap daerah memiliki tradisi Syawalan dan memiliki keunikan masing-masing, tetapi pada intinya tradisi Syawal dilaksanakan pada bulan Syawal. Pelaksanaan tradisi syawalan merupakan upacara komunal yang berlandaskan syariat Islam yang sangat kental dengan kebudayaan nusantara. Secara garis besar, tradisi Syawalan merupakan tradisi untuk mengunjungi sanak-saudara dan meminta maaf atas kesalahan yang dibuat selama setahun. Di beberapa daerah ...
Read more 0

Membendung Politisasi Agama

Membendung Politisasi Agama
Suara Kita
Menurut Bryan S. Tuner menyebutkan bahwa agama memiliki 3 fungsi dalam kehidupan manusia; Perekat sosial, kontrol sosial dan yang terpenting adalah acuan legitimasi politik. Fungsi agama dalam tubuh masyarakat memberi nilai dan norma-norma sosial baik di negara sekuler sekaligus. Di Indonesia, peran agama sangat penting dalam bernegara dan berbangsa. Lantaran Pancasila merupakan landasan bernegara dalam menjalankan kepemerintahan. Meskipun demikian negara bukan negara sEkuler dan tidak bisa disebut sebagai negara agama. ...
Read more 0

Nusantara: Spirit Kejayaan Bangsa Indonesia

Suara Kita
Beberapa hari ini, kata Nusantara menjadi perbincangan masyarakat Indonesia, bahkan di dunia maya menjadi perbincangan hangat dari semua kalangan. Meskipun kata Nusantara sudah ada sebelum Indonesia merdeka, tetapi masyarakat menjadi “kepo” ketika presiden Indonesia, Jokowi, memilih Nusantara sebagai nama ibu kota baru Indonesia. Pemilihan nama Nusantara bukan tanpa alasan, tetapi meliki filosofis yang sangat mendalam bagai spirit kehidupan masyarakat Indonesia. Ketika kita membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata Nusataran memiliki ...
Read more 0

Pesan Imam Nawawi dalam Mewujudkan Bangsa Berakhlak

Pesan Imam Nawawi dalam Mewujudkan Bangsa Berakhlak
Suara Kita
Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki akhlak yang bagus; akhlak yang salin merawat satu sama lain, akhlak yang menerima perbedaan yang ada di masyarakat. Terutama Indonesia, bangsa yang multikultur etnis atau budaya harus memiliki akhlak agar menjadi bangsa yang lebih baik. Tidak bisa dipungkiri, Indonesia besar karena akhlak masyarakat bisa menerima terhadap perbedaan yang ada dalam masyarakat. Baik bentuk dalam budaya, agama atau cara berpolitik. Ironinya, dalam masa kebebasan ...
Read more 1

Mewaspadai Radikalisme dalam Struktur Pemerintahan

Mewaspadai Radikalisme dalam Struktur Pemerintahan
Suara Kita
Tak Ubahnya virus, radikalisme menyebar kepada siapa saja, termasuk orang-orang yang bekerja di pemerintahan. Secara idealnya, seorang yang bekerja di pemerintahan, seharusnya memiliki komitme mengenai nasionalisme dalam dirinya. Itu dulu, kini organisasi teroris mengubah starteginya untuk menyebarkan radikalisme melalui orang-orag di pemerintahan. Tujuannya, agar mereka menggerogoti dan merong-rong pemerintahan agar mudah diubah sistemnya sesuai dengan keinginan mereka. Dari beberapa survey 19,4% ASN terindikasi intoleran dan radikal dari Setara Institut. Banyak ...
Read more 0

Hijrah Kebangsaan: Membangun Peradaban dan Persaudaran

Hijrah Kebangsaan: Membangun Peradaban dan Persaudaran
Suara Kita
Hijrah tidak sekedar menjadi tindakan kolektif personal yang memberikan kesadaran terhadap pentingnya agama dalam kehidupan manusia. Kini, hijrah menjadi gerakan dakwah secara komunal. Gerakan yang mendorong seseorang tidak hanya memperbaiki akhlak, tetapi menjadi gerakan mengarah kepada ideologi tertentu. Gerakan hijrah ini banyak digerakan para kalangan generasi milenial, yang kemudian menjadi melahirkan puluhan komunitas hijrah tingkat nasional dan lokal. Fenomena ini juga diikuti beberapa tokoh figur para artis dan selebritis yang ...
Read more 0

Toleransi: Jalan Damai Menjaga Indonesia

Toleransi: Jalan Damai Menjaga Indonesia
Suara Kita
Bulan Agustus telah datang kembali. Bulan bersejarah dalam masa kemerdekaan Indonesia. Bulan ini, hampir 76 tahun kemerdekaan Indonesia diikrarkan bersama. Di tahun ini, suasana kemerdekaan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bila tahun kemarin, diawal bulan sudah nampak hingar-bingar perlombaan, serta banyaknya masyarakat menghiasa jalan kampung dengan aneka kreasi. Kini, kita hanya bisa merayakan dalam kesunyian dan menjaga jarak, lantaran wabah belum usai. Meskipun di bulan kemerdekaan nampak berbeda, tetapi spirit perjuangan ...
Read more 0

Hasyim Asy’ari: Ulama Pemersatu Umat

Hasyim Asy’ari: Ulama Pemersatu Umat
Suara Kita
Persatuan  merupakan konsekuensi logis yang harus dibangun di Indonesia, bahkan dalam landasan beragama merupakan hal penting harus dijaga. Dalam agama Islam konsep persaudaraan dikenal dengan ukhuwah, konsep dasar ini dilandasi dari tindakan Nabi Muhammad dalam melakukan integrassi antara kaum Ansor dengan kaum Muhajirin. Dari landasan dasar ini, konsep persaudaraan dibangun atas dasar iman. Dalam konteks berbeda, persaudaraan di Indonesia dibangun melakukan konsep keimanan, dimana masyarakat dipersatuan dalam Pancasila. Dalam konsep ...
Read more 1

Nasionalisme Keagamaan Sebagai Filter Radikalisme

Nasionalisme Keagamaan Sebagai Filter Radikalisme
Suara Kita
Beberapa hari ini, di sosial media dihebohkan dengan potongan video cerah salah satu ustadz yang mengatakan bahwa tidak usah menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dalam cerama ini, ustadz tersebut menjawab pertanyaan dari jamaahnya yang merasa resah saat disuruh menyanyikan lagu kebangsaan setiap pagi. Pertanyaan dan Jawaban dari ceramah tersebut, merupakan bibit hilangnya rasa nasionalisme dalam diri seseorang. Bila bibit ini tidak dihilangkan dari dalam masyarakat, hal ini akan menjadi gulma yang ...
Read more 0

Merawat Pancasila, Meruntuhkan Nasionalisme “Tribal”

Nasionalisme pada dasarnya memiliki pemaknaan yang baik, bahkan harus dimiliki setiap warga negara agar mencintai negaranya. Secara arti, nasionalisme merupakan paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri, tanpa memandang dia dari suku, agama dan kebudayaan tertentu; masyarakat yang mencintai bangsanya juga ikut berperan andil dalam menjaga kehidupan yang adil dan damai. Nasionalisme menjadi barang rapuh ketika nasionalisme didasari pada sifat kesukuan (tribal). Maksudnya Nanaslime tribal merupakan berasal dari kesadaran dari sukuisme yang diperluas dengan komitmen untuk menyatukan semua orang yang memiliki darah yang sama atau asal-usul rohani yang sama (agama) untuk menandai pembeda “bangsa” di atas semua yang lain. Nasionalisme tribal akan mengakibatkan negara hanya mengayomi masyarakat mayoritas dan menindas masyarakat minoritas. Ironinya lagi, ketika agama tertentu dijadikan alasan nasionalisme tanpa melihat bahwa sifat nasionalisme harus dimiliki semua masyarakat tanpa terkecuali, maka akan mudah terjadinya peperangan atas nama kelompok bahkan agama tertentu. Meningkatnya nasionalisme “tribal” sangat kita rasakan saat kampanye akhir-akhir ini, di mana para politisi secara agitasi para politisi. Bahkan meraka memanfaatkan masyarakat yang memiliki nasionalisme “tribal” untuk kepentingan-kepentingan mereka sendiri, bahkan secara nyata para politisi ini mengabaikan kepentingan negara ini, terlebih negara ini merupakan negara kesatuan dari beberapa suku, agama dan ras. Agitas-agitasi yang menggunakan nasionaslime tribal telaah menciderai dasar negara Indonesia, Pancasila, di mana dasar negara telaah mengayomi semua masyarakat tanpa melihat siapa dirinya. Sebab Pancasila menerapkan prinsip kemanusiaan dan musyawarah; dua titik poin ini merupakan nilai yang tidak bisa diubah dalam menjalankan kehidupan berbangsa Indonesia. Kita tengok awal berdirinya Negara Indonesia, para pendiri bangsa tidak mementingkan nasionalisme “tribal”, ini sangat terlihat di mana pergulatan menganai sila pertama; apa harus menggunakan tujuh kata yang lebih mengarah kepada agama tertentu atau tidak. Dengan pertimbangan segala kepentingan, para pendiri lebih mengutamakan musyawarah dan kemanusiaan, di mana sila pertama yang bisa mengayomi semua masyarakat tanpa melihat apa keyakinannya tersebut. Tindakan para pendiri bukan bukan sebuah kekalahan melainkan titik awal kemenangan dalam ajaran Islam itu sendiri. Sebab ajaran Islam pada dasarnya adalah keselamatan kepada seluruh umat manusia tanpa terkecuali. Saat ajaran agama, melukai sedikit pun dalam kehidupan, bahkan melukai binatang, maka cara beragama patut dipertanyakan. Penulis tidak perlu menunjukkan dalil atau sejenisnya, sebab dalam beberapa literatur al-Quran dan Hadits menunjukkan bahwa keutamaan Islam adalah menjaga persaudaraan dan perdamaian. Dengan kehadiran Pancasila dengan mengedepankan rasa kemanusiaan, mengayomi semua perbedaan tetapi nilai-nilai Pancasila berlandaskan pada Ketuhanan yang Maha Esa. Landasan ini sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Karena, Tuhan ada kebenaran yang sejati, kebenaran yang murni. Mencapai kebenaran dalam kehidupan umat manusia sangat terlihat, salah satunya tanda adalah kebenaran itu dapat mengayomi semua perbedaan, tanpa melihat siapa dia, agamanya, sukunya serta bentuk wajahnya. Para pendiri menyadari bangsa Indonesia tidak hanya dibangun dan diperjuangkan satu suku semata, tetapi negara Indonesia diperjuangkan semua masyarakat dengan semangat kemerdekaan yang sama. Kita tidak bisa membayangkan, bila sila pertama dengan tujuh katanya tetap dipertahankan maka negara Indonesia bukan lagi menjadi negara yang demokrasi tetapi negara yang berdasarkan kepada agama atau suku tertentu. Selepas itu, di masa tenang dalam kampanye pemilu yang melelahkan ini, mari kita merawat dan menguatkan Pancasila pada setiap individu masyarakat terkecuali. Yang terpenting dalam merawat Pancasila adalah adanya suri tauladan para elitik negara, mereka harus memberikan contoh bagaimana kehidupan berbangsa yang mengayomi semua masyarakat tanpa suku atau agamanya. Para elite negara merupakan cerminan bagaimana kehidupan masyarakat yang dibawahnya, bila mereka mengendepankan nasionalisme tribal dalam menjalankan negara, maka masyarakat akan menjadi terkotak-kotak. Bila hal ini terjadi maka akan mudahnya terjadi konflik yang diterjadi karena kesenjangan sosial. Oleh karena itu, merawat Pancasila tetap menjadi ideologi Negara Indonesia, maka sama halnya menjadi merawat Indonesia tetap majemuk dan damai dalam perbedaan.
Suara Kita
Nasionalisme pada dasarnya memiliki pemaknaan yang baik, bahkan harus dimiliki setiap warga negara agar mencintai negaranya. Secara arti, nasionalisme merupakan paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri, tanpa memandang dia dari suku, agama dan kebudayaan tertentu; masyarakat yang mencintai bangsanya juga ikut berperan andil dalam menjaga kehidupan yang adil dan damai. Nasionalisme menjadi barang rapuh ketika nasionalisme didasari pada sifat kesukuan (tribal). Maksudnya Nanaslime tribal merupakan berasal dari kesadaran ...
Read more 4